No Kata
a.bad [abad] n masa seratus tahun : tuha nihan ombai sina, umurna kok lobih jak sanga --
a.bah-a.bah [abah-abah] n pakaian atau seluruh perlengkapan yang akan dipakai : umak lakok ngajumko  ibu sedang menyiapkan pakaian atau seluruh perlengkapan yang akan dipakai
a.bai [abai] v coba : -- pai lapah posai coba dulu berjalan sendiri
ngabai-abai v mencoba-coba : nyak ~ mak mongan, saya mencoba-coba tidak makan (nasi);
tiabaiabai v dicoba-coba : haga ~ modogi sapi sina akan dicoba-coba mendekati sapi itu
a.bai.a.bai.an v dicoba-coba : mak -- rik jolma sina tidak dapat dicoba-coba orang itu
a.bal [abal] n lama : kutina nunggu ia, lokoq -- yona ratong kamu ini menunggu dia, masih lama dia datang
a.bas [abas] n awan : bulan mak kaliakan ulahbak -- bulan tidak kelihatan karena ditutupi awan
a.bui [abui] usir : -- sanak sina! usir anak itu!
a.car [aca] acar : indok angguai – ponti sikam mongan nonti ibu membuat acar untuk kami makan nanti;
1 nga.car n membuat acar : nyaq haga ~ manggo saya mau membuat acar manga;
2 nga.car v lari tak tentu arah: : sanak sina ~ sikam mak pacak anak itu lari tak tentu arah, kami tidak tahu
a.cat [acat] v geser : --ko cutik langan tanoh kobunmu sina! geser sedikit patok tanah kebunmu itu!
a.ci [aci] n air cucian beras : -- pacak nyuburko tanoman air cucian beras bisa dijadikan penyubur tanaman
a.cik [aci] n anak anjing : --sikam lamon anak anjing kami banyak
a.cung [acu] n acung :
nga.cung.ko v mengacungkan : ia ~ dia mengacungkan telunjuknya ke mukaku;
ti∙a∙cung∙ko v diacungkan : sinapang sina ~ haguk senapan itu diacungkannya ke arah musuh
a.dat [adat] n adat : sikam kahwin -- kumoring kami kawin adat komering;
bu∙a∙dat v beradat : meranai sina mak ~ pemuda itu tidak beradat;
a∙dat-is∙ti∙a∙dat n adat istiadat : cara sijakok jadi – jolma tiuh cara yang demikian sudah menjadi adat istiadat orang kampong
a.dik [adik] n adik : sikam pak mi-- kami empat beradik
1 a.dok [ado] pron apa : --sai disopok nilai di bah lombahan apa yang dicari kakak dibawah rumah;
2 a.dok gelar : maranai sai radu kahwin dijuki ~ pemuda yang sudah kawin diberi gelar;
3 a.dok nama : sapa ~ sanak sina siapa nama anak itu
1 a.du v lapor : sanak sai bubalah sina -- ko di polisi anak yang berkelahi itu laporkan ke polisi;
2 a.du v laga : ~ sisu sai ompai diboli sina adu ayam yang baru dibeli itu
a.duk [adu] v aduk : --kuah gulai sina aduk kuah gulai itu;
nga∙duk v mengaduk : niyai ~ juadah ayuk mengaduk dodol;
ti∙a∙duk v diaduk : wai susu sina -- bak adik air susu itu diaduk oleh adik
a.gak [aga] v menghilangkan konsentrasi; : -- pai adikmu onti ya miwang agak dulu adikmu nanti dia menangis
a.gas [agas] n nyamuk : di tiuh sikam lamon nihan – di dusun kami banyak sekali nyamuk
a.gih [agih] n bagian: : kilu -- iwak dimamamu minta bagian ikan pada pamanmu;
ka.agih.an n mendapat bagian: : nyak mak ~ kanian saya tidak mendapat bagian makanan;
ti∙agih∙i v diberi (bagian): : jolma sinakok radu -- juadah, orang itu sudah diberi (bagian) dodol;
ti∙agih∙ko v dibagi-bagikan: : juadah sina ~ di jolma dilom kampung dodol itu dibagi-bagikan kepada orang di kampung
a.gin [agin] n agen: : ia kok jadi – minyak di tiuh sa ia sudah menjadi agen minyak di dusun ini;
nga∙gin n menjadi agen: : ia mak lagi bujual iciran, tapi kok-- ia tidak lagi berjual eceran tetapi menjadi agen
a.gom [agom] n bangga, gembira: : kiai --ulahna cakaq kolas kakak gembira karena naik kelas;
ti∙a∙gom∙ko v dibanggakan: : adikku-- ulah ia pacak nasak adikku dibanggakan karena ia pandai memasak
a∙gom-a∙gom∙an v besar hati, bangga : : niaiku koq -- ulah ia ompai lulus ujian, ayukku sedang bangga-bangganya karena baru lulus ujian
a.gor [ago] agar: : niai ngamasak -- panti bubuka ayuk memasak agar untuk lebaran
a.gui [agui] p wah (seruan): : --, holau nihan sanak sina wah, cantik benar anak itu
a.had [ahad] n ahad (nama hari): : jomoh pagi harani-- besok hari ahad
a.jak[aja] v ajak: : -- kancamina mandi di pangkalan ajak temanmu itu mandi di sungai;
nga∙jak v mengajak: : ia mak haga ~ nyak nonton di bioskop dia tidak mau mengajak saya nonton dibioskop;
ti∙a∙jak v diajak: : kiai nonti ~ ti huma, kakak nanti diajak ke sawah;
ka∙a∙jak∙an v minta diikut diajak: : nyak nonti -- di hun kahwin saya nanti minta diajak ke tempat orang kawin;
si∙a∙jak∙an v saling ajak: : wat lukak -- kalau ada rejeki saling ajak
a.jal [ajal] n ajal: : amon -- kok tungguk, sapa ya juga maq pacaq nulaqna kalau ajal sudah datang, siapa pun tidak dapat menolaknya
a.jar [aja] n ajar :
ng.a.jar v mengajar: : ia ~ di pulimbang dia mengajar di Palembang;
bu∙la∙jar v belajar: : adik ~ bukarito, adik belajar bersepeda
ti.a.jar v diajar: : sanak sina magkung ~ ngambaca quran anak itu belum diajar membaca quran;
ku.rang-a.jar v kurang ajar: : dang ditutuk kalakuan sanaq sai – sina jangan ditiru kelakuan anak yang kurang ajar itu
a.jum [aum] v menyiapkan: : umak lakok  ko kanian paranti ibu sedang menyiapkan makan malam
a.kai [akai] n perlente, akai: : --nihan marannai sina perlente betul pemuda itu
a.kal [akal] n akal: : jolma sina kurang -- orang itu kurang akal;
bu∙a∙kal v berakal: : sanaq sina makkung -- anak itu belum berakal;
nga∙ka∙li v mengakali: : jugaipa haga -- ubak mari dijukina duit, bagaimana cara mengakali ayah agar diberinya uang;
di∙a∙ka∙li v ditipu: : polisi sina -- ngamaling sina polisi itu ditipu pencuri itu;
a.kas [akas] n kakek: : -- na kok tulok kakeknya sudah tuli
a.kat [akat] n anggap: : kintu duit kita bola bujudi nila, --ko tiak di wai kalau uang kita habis berjudi ini anggap saja jatuh ke air;
a.kat∙da v aggaplah; : -- anak diwik anggaplah anak sendiri
a.ki [aki] n aki: : -- motorku cadang aki motor saya rusak
a.kil [akil] n akil nama orang; : tolah sanaksina -- nama anak itu akil
a.kuk [ak] v ambil: : – da kanian sina! ambillah makanan itu! (sebetulnya sdh ada)
a.kuk [aku] v ambil: : -- pai kan di lom pawon ambil dulu nani di dalam dapur;
nga.kuk v mengambil: : sapa sai -- lamasa saibalak sina siapa yang mengambil nangka yang besar itu;
ti.a.kuk v diambil: : bukuna –kawanna sikola bukunya diambil temannya sekolah;
ka.a.kuk v minta ambilkan: : nyak lokok wat gawi -- pai rik kiyaimuna saya masih ada kerja, minta ambilkan dulu sama kakakmu;
si.a.kuk.an v saling ambil: : sikam -- pari nombija kami saling ambil padi kemarin
a.kur [aku] n akur: : tian rua sina mak -- dua orang itu tidak akur
a.lah [alah] n kalah: : kintu main catur rikniku, nyak ~ kalau main catur denganmu, saya kalah;
nga.lah v mengalah: : nyak ~ rik adik saya mengalah dengan adik;
nga.lah∙ko v mengalahkan: : mak angka jolma sai ~ tidak ada orang yang dapat mengalahkan;
ti∙ka∙lah∙ko v dikalahkan: : Amir ~ Hasan bugurau bulutangkis Amir dikalahkan Hasan main batminton;
si∙ka∙lah∙an v sampai ada yang kalah: : tian bugurau ~ mereka bermain sampai ada yang kalah
a.lai [alai] n keladi, talas: : bulung -- sina gatol daun keladi itu gatal
a.las [alas] n alas: : kasut tipakai baka – kukut sandal dipakai untuk alas kaki;
bu∙alas v beralas: : tian turui mak ~ mereka tidur tidak beralas;
nga∙las∙ko n mengalaskan; : tian ~ palastik mari mijah ho dang kutur mereka mengalaskan plastik agar meja itu tidak kotor
a.las.an [alasan] v alasan: : mau ongka -- niku sai mon hoga yot tidak ada alasan kalau mau ikut
a.lat [alat] n alat: : nyak mak pandai ngaholawi radio bakna mak ongka -- saya tidak bisa memperbaiki radio itu karena tidak ada alat
a.lau [alau] v kejar: : -- sisu sina kejar ayam itu;
nga.lau v mengejar: : niku dang ~ mubil sina kamu jangan mengejar mobil itu;
ti.a.lau v dikejar: : kucing ~ asu kucing dikejar anjing;
ka.a.lau v terkejar: : ia kok jawoh mak ~ lagi dia sudah jauh tidak terkejar lagi
a.lau-a.lau.an v berkejar-kejaran: : tian ~ di rangraya sa mereka berkejar-kejaran di jalan itu
1 a.li [ali] n nama orang: : kiyaina digolgol-- kakaknya dipukul ali;
2 a.li [ali] n cincin: : ~ na lobon cincinnya hilang;
bu∙ali v bercincin; : morli sina ~ mas gadis itu bercincin mas;
ti∙ali∙i v diberi cincin: : ranga-rangana punguna ~ jari tangannya diberi bercincin
a.lih [alih] v pindah: : -- pai barang sina bakmu pindahkan barang itu olehmu;
ma.lih v berpindah tempat: : nyak ganta ~ tiliba cutik saya sekarang berpindah ke hilir sedikit;
nga∙lih∙ko v memindahkan: : indok ~ tiung ti duda ibu memindahkan terong ke sana;
ti∙alih∙ko v dipindahkan: : adikmu kuruk di lom adikmu dipindahkan masuk ke dalam
a.lih-a.lih∙ko v pindah-pindahkan: : dang --jak dija jangan dipindahkan dari sini
a.lim [alim] n taat beragama: : maranai sina -- nihan, pemuda itu taat betul
a.ling [ali] n bersembunyi: : ia – di balik rawang dia bersembungi di bilik pintu
bu.a.ling n bersembunyi: : ia – di balik rawang dia bersembungi di bilik pintu
a.lir [ali], v alir : wai sina ngahaguk uda alir air itu menuju ke sana;
nga∙lir v mengalir: : wai ~ jak unggak ti di bah, air mengalir dari atas ke bawah;
nga∙lir∙ko v mengalirkan: : ia ~ wai jak dorum dia mengalirkan air dari drum;
ti∙a∙lir∙ko v dialirkan: : wai jak lom dorum sina ~ di imbir r air dari dalam drum itu dialirkan ke ember
a.lis [alis] n alis: : alangkok kodol -- mata morli sina alangkah tebal alis mata gadis itu
a.lit [alit] n tali gasing: : sanak sina mak angka -- ¬ anak itu punya tali gasing
a.lu [alu] n biawak: : sisu sikam dikanik -- ayam kami dimakan biawak
a.lu [alu] n biawak: : sikam pahalu -- ronik di pangkalan kami menemukan biawak kecil di sungai
a.lus [alus] n halus: : boliko tali sai -- belikan benang yang halus;
nga∙ha∙lu∙si v menghalusi: : tukang sina lokok ~ ukiran kursi sina tukang itu sedang menghalusi ukiran kursi itu;
ti∙alus∙ko v dihaluskan: : lomai sina ~ muloh menir itu dihaluskan lagi
a.man [aman] n aman: : -- nyak ganta bakna radu kubayar aman saya sekarang sebab sudah saya bayaran
a.man∙ko v amankan: : ~ onti kanian sija amankan nanti kue ini;
ti.a.man.ko v diamankan: : jolma sija haga ~ juga orang ini mau diamankan saja
si∙aman∙an v saling aman: : tungguk duda barang-barang ~ sampai sana barang-barang saling aman
a.mit [amit] v pamit: : ia -- di indokna, haga ti huma ia pamit pada ibunya, mau ke sawah
a.muh [amuh] a lelah: : alang kok  na hatiku alangkah lelahnya hatiku
1 a.ngot [at] n tipis harapan: : kok – ga ya ratong kabiyansa sudah mustahil dia datang hari ini
2 a.ngot [at] a panas: : nginum kopi – minum kopi panas
a.nyang [aa] n tawar: : samakkung bubolian –pai sebelum berbelanja tawar dahulu;
a.nyar [aa] a baru (khusus untuk barang): : kawaina lokok  bajunya masih baru
a.pal [apal] n hapal: : niku kok -- makkung kali-kalian engkau sudah hapal belum kali-kalian;
nga.pal v menghapal: : nyak ~ pelajaran ilmu bumi saya menghapal ilmu bumi
ti.ha.pal v dihapal: : pelajaran sina payah ~ pelajaran itu sukar dihapal;
ti.ha.pal.ko v dihapalkan: : pelajaran sina ~ bak adik pelajaran itu dihapalkan oleh adik
a.pam [apam] ya n kue apem: : -- sija bangik rasa kue apem enak rasan
a.pi [api] pron apa: : -- baka jambu sija apa wadah jambu ini
a.pi.ona pron mengapa itu: : -- kajadianna juk sina mengapa itu kejadiannya seperti ini
ngapi pron mengapa: : ~ niku mak ratong bingi sina mengapa engkau tidak datang semalam
a.pil [apil] n apel: : nyak nganik buah -- sai saya makan buah apel satu
a.pit [apit] n apit: : kita -- jolma sina kita apit orang itu;
nga.pit v mengapit: : batu bulat panti ~ tobu mari luah waina batu bulat untuk mengapit tebu supaya keluar airnya;
pa∙nga∙pit v pengapit: : barang sina tipakai ponti ~ barang itu dipakai untuk pengapit;
ti∙apit v diapit: : sanak ronik sija ~ umakna anak kecil ini diapit ibunya;
si∙apit∙an v saling apit: : niku ~ kamu saling apit
a.pui [apui] n api: : nyak haga ambayako -- saya mau menyalakan api
a.pui [apuy] n api: : dang galak anggunoko -- jangan suka bermain api
a.pus [apus] n hapus: : -- papan bur sina borsih borsih hapus papan tulis itu bersih-bersih
nga.pus v menghapus: : sapa sai ~ tulisan sina siapa yang menghapus tulisan itu;
ti.apus v dihapus: : sai tulisanna salah kok radu ~ yang tulisannya salah sudah dihapus
a.put [aput] n henyak ttg duduk: :
nga.put-a.put n terhenyak: : ia mojong ~ posni na ia duduk terhenyak sendirian
a.rak [aa] v mengiring ramai-ramai penganten atau sunatan keliling kampung: : nyak haga ngaliak kabayan ~ kaliling tiyuh saya mau melihat penganten diarak keliling kampung
a.rong.song.an [asan] n buah busuk karena ada hewan di dalamnya: : umbanko juga  sina buang saja buah busuk karena ada hewan di dalamnya itu
a.ruk [au] n kacau: : ganggu -- tian na, mari tian na mak jadi kahwin kacau mereka itu, agar mereka tidak kawin;
nga∙ruk v mengacau: : sanak sina galak-- anak itu suka mengacau saja
a.sang [asa] n insang (ikan): : —wak salaliu diumban waktu diborsihko insang ikan selalu dibuang saat dibersihkan
a.su [asu] n anjing: : wat-- halom di bah mija ada anjing hitam di bawah meja
a.wot [awt] n urat kambing (urat di belakang mata kaki): : kukutna sakik di  kakinya sakit di urat kambing
adun [adun] v lihat aduk :
agas [agas] n nyamuk : kobokko rawang marik -- mak kuruk tutup pintunya agar nyamuk tidak masuk
ah∙lak [ahla] n ahlak: : mantuna sina maq ongka -- menantunya itu tidak mempunyai ahlak
ah∙li [ahli] n famili: : sapa -- jolma mati sina siapa famili orang mati itu
ai [ai] p seruan : -- niku ja dang ngamuk juk sina wah kamu ini, jangan marah begitu!
al.ha.sil [alhasil] n kesimpulan: inti dari cerita; intisari: : -- tian kahwin hoda, kesimpulan mereka kawin juga
al∙ma∙nak [almana] n almanak: : tapko -- di sai-sai sina pasangkan almanak di dinding itu
am.ba.bai [ambabai] v menggendong: : mak mudah – sanak gomuk sina, anak itu menendang bola
am.ba.ca [ambaca] v membaca: : ya lokok – surat jak indokna, dia masih membaca surat dari ibunya
am.ba.lang.ut [ambalaut] a cemberut: : adik  bakna hagana mak dikabulko adik cemberut karena keinginannya ditolak
am.ba.li.ngus [ambalius] v melengos karena benci: : ya – waktu ngaliyak bai sina dia melengos ketika melihat perempuan itu
am.ba.rik.bik [ambaribi] v menetes sedikit demi sedikit (yang selesai, sesuai sampai penghabisan): : uai hujan – jak hatok air hujan menetes sedikit demi sedikit dari atap
am.ba.rok.bok [ambar] n gelembung akibat gigitan hewan (nyamuk)/bentol: :
1 am.ba.rung.bung [ambaubu] v bertingkah laku di luar akal sehat: : dang galak – ! jangan suka bertingkah aneh!;
2 am.ba.rung.bung [ambaubu] v berlubang (tentang pohon): : batang sina kok – pohon itu sudah berlubang
am.ba.suh ku.kut [ambash kkt] v mencuci kaki: : biasako – semakkung kuruk lambahan, biasakan mencuci kaki sebelum masuk rumah
am.ba.suh pu.ngu/pu.dak [ambash p/pda] v basuh: : – semakkung mongan! basuh tangan sebelum makan!
am.bi.sok-bi.sok [ambis-bis] v menangis tersedu-sedu tanpa air mata: : sanak sina – disuyai kiyaina anak itu menangis tersedu-sedu dimarahi kakaknya
am.bi.yus-bi.yus [mbijus-bijus] a angin sepoi-sepoi: : rasana haga tisilop bakna  rasanya ingin tertidur karena angin sepoi-sepoi
am.bin [ambin] n kamar tidur: : turuiko nakanmu di – ho tidurkan keponakanmu di dalam kamar tidur
am.bo.gak [amb] v minum sekali tenggak: : bakna ga gancang ya--inuman na karena buru-buru ia sekali tenggak meminumnya
am.bo.kom [ambkm] v menggenggam: : bakas sina – duit di punguna laki-laki itu menggemgam duit di tangannya
am.bo.lop.bo.lop [amblpblp] a ekspresi muka yang tidak ramah: : --pudakna ngaliyak tamu mak tiundang wajahnya cemberut melihat tamu tak diundang
am.bo.ni [ambni] v menebar bibit: : kabiyansa sikam haga – hari ini kami akan menebar bibit
am.bu.kak [ambuka] v membuka: : nyak ngayonko ya – rawang saya memintanya membuka pintu
am.bu.ta.ti.lu [ambutatilu] adv pura-pura tidak tau karena tidak mau berpanjang masalah atau tidak mau ikut terlibat, tidak peduli: : walau kok nomoh dipanggil ya lokok  walaupun dipanggil berkali-kali dia masih tidak peduli
am.bu.yu [ambuju] v mengusir hewan: : anakna  sai kunik lambahan anaknya mengusir hewan yang masuk rumah
am.bung [ambu] n kain pembungkus: : -- mu na pohpoh pai, kok kutur kain pembungkusmu itu cuci dulu, sudah kotor
am.pai [ampai] a baru (datang): : sikam  ratong kami baru datang
am.pit [ampit] n wadah beras yang terbuat dari tikar purun sejenis karung: : nalih rik – dipakai paranti baka pari nalih dan ampit digunakan untuk wadah padi
am.pun [ampun] n ampun; sujud: : sanak sina kilu -- di jolma tuhana anak itu ninta ampun kepada orang tuanya;
ngam.pu.ni v ngampuni: : nyak ~ kasalahanmu saya mengampuni kesalahanmu;
ti.am.pu.ni n diampuni: : kasalahanku mak ~ kesalahanku tidak diampuni
amon [amon] n kalau: : -- hujan, nyak mak ratong kalau hari hujan, saya tidak datang
amuk [amu] n amuk: :
nga∙muk v mengamuk: : sanak sija ulahna mak tijuk duit anak ini mengamuk karena tidak diberi uang
an.cam [ancam] n ancam: : dang – adikku! jangan ancam adikku!;
ngan.cam v mengancam: : ia – nyak dia mengancam saya;
ti.an.cam¬ v diancam: : jolma sina – pumaling orang itu diancam pencuri;
si.an.cam.an v saling ancam; : tia– mereka saling ancam
an.cu.kur [anck] v mencukur: : ya – buwokna posai dia mencukur rambutnya sendiri
an.do.bah [andbah] v berdebar (perasaan tidak nyaman): : nyak – waktu ngaliyak kecelakaan sina saya berdebar ketika melihat kecelakaan itu
an.do.lar do.lar [andlar dlar] n mengkilap: : motorna – ampai jak di basuh motornya mengkilap setelah dicuci
an.do.ngi [andi] v mendengar sepintas dan tidak sengaja: : nyak – niku kok uni mulang tiuh saya tidak sengaja mendengar kamu sudah lama pulang kampung
an.dok [ando] v henti: :
man∙dok v berhenti: : -- pai sikam di ja berhenti dulu kami di sini;
an.dok.ko v hentikan: : -- mubilmuna di san hentikan mobilnya di sana
an.dun.cai [anduncaj] v lenggang kangkung; melenggang tanpa membawa oleh-oleh: : maafko, sikam ti dija mih – maaf, kami datang ke sini hanya lenggang kangkung
an.dun1 [andun] v angkat: : payu kita --jama-jama barang sina mari kita angkat bersama-sama barang itu
an.dun2 [andun] n asing; sendiri; :
ngan∙dun v mengasing: : tian mongan --ti huma mereka makan mengasing di sawah
an.ju.lur [anjl] v menjulurkan: : sanak sina – ko pungu ga kilu duit anak itu menjulurkan tangan minta uang
an.ta.ro [antao] n antara: : -- lombahanna rik lombahan kuwat batang nyiwi antara rumahnya dengan rumahku ada pohon kelapa
di.an.ta.ro.na v di antaranya: : sai jolma ~ kok mulang satu orang diantaranya sudah pulang
anai [anai] n paman: : -- prabu lapah tipulimbang paman prabu pergi ke palembang
anai-anai [anai-anai] n rayap: : -- sija nganik sai-sai rayap itu makan dinding
anak [ana] n anak: : alang nayah -- bayna alangkah banyak anak perempuannya;
anak ba.kas [anak bakas] n anak laki- laki: : ~ na ampai lulus ujian anak laki-lakinya baru lulus ujian;
anak bai [anak bay] n anak perempuan: : ~ kok jadi dokter anak perempuannya sudah jadi dokter
a.nak-mi∙a.nak v anak beranak: : tian -- haban-habanan mereka anak beranak sakit-sakitan;
anak man∙tu v menantu: : ~ na botik hati menantunya baik hati;
ka∙sa∙nak-sa∙nak∙an v kekanak- kanakan: : tingkah lakuna lokok ~ tingkah lakunya masih kekanak kanakan
1 anar [ana] n baring: :
a.nar.ko v baringkan: : -- adikmu di bah baringkanlah adikmu di bawah;
2 anar [ana] v tumbur; tabrak: : -- kayu sina tumbur kayu itu;
nga∙nar v menabrak orang banyak: : jolma sina lapahna ~ orang itu jalannya menabrak orang ramai
ang.gi.lang [agila] n berkilau sampai menyentak mata: : cincin sai dipakaina – nihan cincin yang dipakainya berkilau sekali
ang.gi.yah gi.yah [agijah gijah] n suara bisikan seperti orang ramai: : nyak andongi – nambija dibingi saya mendengar anggiyah giyah kemarin malam
ang.go.man [agoman] n istri: : -- sapa jolma sija istri siapa orang ini;
bu.ang.go.man v beristri; : ngapi niku makkung ~ mengapa kamu belum beristri;
ngang.go.man.ko v memperistri: : ia ~ ia memperistri
ang.go.rok [agr] v memotong atau membersihkan kuku: : umak lokok – ibu sedang memotong kuku
ang.gop [agop] n anggap: : -- ia juk anakmu posai anggap ia seperti anakmu sendiri;
nga.ng.gop v menganggap: : ia ~ rimih hal sina ia menganggap remeh hal itu;
bu.ang.gop.an v beranggapan: : nyak mak ~ juk sina saya tidak beranggapan seperti;
ti.ang.gop v dianggap: : dang ~ ringan perkara sina jangan ringan perkara itu
ang.gor [ago] n puas: : nyak-- lamon ia yot lom gawi sina aku yakin kalau ia ikut dalam pekerjaan itu;
ang∙gor∙da v puaslah: : ~ hatiku amon kaunyin gawi kok radu puaslah hatiku jika semua kerja sudah selesai;
ang.gor-ang.gor.da v puas-puaslah; : amon kok sihaluan ~ ngumung jika sudah ketemu puas-puaslah ngomong;
ang.gu.cuh [agch] v meninju: : bakna marah, ya – batang jambu karena marah, ia meninju pohon jambu
ang.guh [aguh] n jaring ikan yang memakai bambu panjang: : Akas nyopok iwak rik – kakek mencari ikan menggunakan angguh
ang.kik [aki] v mengangkat (sesuatu yang sedang dijemur): : –ko pai pawaian kopi sina! tolong angkatkan jemuran kopi itu!
2 ang.kuh [akh] a hebat, kuat, disegani: : dang jadi jolma – jangan jadi orang angkuh
angin [ain] n angin: : pari sikam rubuh bak -- padi kami roboh oleh angin;
bu∙angin v berangin: : dang ~ nonti badanmu buhaban jangan berangin, nanti badan mu sakit;
angin∙ko v anginkan: : ~ kukkuk sina mari ngison anginkan bubur itu agar dingin;
angin--angin∙an v angin anginan: : dang percaya rik yona ia ~ jangan percaya kepadanya karena ia angin-anginan
angit [ait] angit: bau sperti kerak terbakar: : kan sina kok -- nasi itu sudah angit
angon [aon] n piker: : -- pai sai mamkung kajadian pikir dulu sebelum terjadi;
bu∙angon v berpikir: : nyak mak pacak ~ lagi saya tidak dapat berpikir lagi;
nga∙ngon∙ko v memikirkan: : ia makkung pacak ~ gawina sina ia belum dapat memikirkan pekerjaan itu;
di∙angon-angon∙ko v dipikir-pikirkan: : dang ~ ga hal sina jangan dipikir-pikirkan hak itu
ang∙gur1 [agu] n anggur (sejenis minuman): : bangik nginum -- enak minum anggur
ang∙gur2 [agu] v penganggur: tidak ada pekerjaan; :
nga∙ng∙gur v menganggur: : kok muni ia ~ sudah lama ia menganggur
ang∙kak [aka] n kue ketan: : -- sina bangik nihan kue ketan itu enak betul
ang∙ko [ako] n angka: : pitu lobih balak jak -- rua angka tujuh lebih besar dari angka dua
ang∙kon [akon] n anggap seperti saudaramu: : -- jolma sija anggap seperti saudaramu orang ini
1 ang∙kuh [akuh] n angkuh, sombong: : jolma buduit sina -- orang kaya itu angkuh
ang∙sur v angsur: :
nga∙ng∙sur v mengangsur: : jolma sina ampai mulai ~ hutangna orang itu baru mulai mengangsur hutangnya;
ti∙ang∙sur v diangsur: : hutangna makkung ~ hutangnya belum diangsur;
bu∙ang∙sur-ang∙sur v berangsur angsur: : habanna ~ hodak sakitnya berangsur-angsur sembuh;
ang∙sur∙an v angsuran: : hutang sina dibayarna rik ~ hutang itu dibayarnya dengan angsuran
anti.ng-ant.ing [anti-anti] n anting-anting: : -- na kucil anting-antingnya lepas
anyak [aa] v regang :
anyak.ko v regangkan: : -- dasar ho samakkung tipotong regangkan kain itu sebelum digunting;
nga.nyak.ko v meregangkan: : nyak anggulik dalih ~ badan saya mengguling sambil meregangkan badan;
ti∙anyak∙ko v diregangkan: : sebidang sina ulah indok ~ kain itu diregangkan oleh ibu
an∙jung [anju], v anjungkan: :
an∙jung∙ko v anjungkan: : --, nyak haga ngakuk barang sina anjungkan, saya mau mengambil barang
an∙jur [anju], v anjur; :
ngan∙jur∙ko v menganjurkan: : guru~ mari nyak sikola ti palimbang guru menganjurkan agar saya sekolah di Palembang,
ti∙an∙jur∙ko v dianjurkan: : nyak mak kuat ~ ngakuk huma saya tidak kuat dianjurkan mengambil sawah
ari [ai] n tiang: : -- lombahanna langgar tiang rumahnya tinggi.
a∙jang-a∙jang∙an [aja-ajaan] n tidak beres-beres: : anggawiko gawian cutik aina lagi -- mengerjakan pekerjaan sedikit itu tidak beres-beres
a∙la∙ng [ala] n alang (kayu yang dipasang melintang): : -- lombahan sina kok tipasang alang rumah itu telah dipasang
ba.bai [babaj] v dukung, gendong di punggung: : sanak ronik sina kilu – di umakna anak kecil itu minta digendong ibunya
ba.ban bi.na.tok [baban binat] n barang untuk antar-antaran calon pengantin laki-laki pada saat lamaran: : ganta sikam kilu tarimana say -- sija sekarang kami minta diterima yang baban binatok ini
ba.bar [baba] v jampi: mengucapkan dengan khusuk ttg bacaan ilmu gaib: prose memakai ilmu gaib biasanya yg dilakukan paranormal: : ombai sina pacak babar nenek itu pacak jampi
ba.bat [babat] n jalan utama: : -- ganta tiborsihko jalan utama sekarang dibersihkan
ba.bu [babu] n pembantu rumah tangga: : jolma kayo wat -- orang kaya itu ada pembantu;
bu.ba.bu n berpembantu: : sikam ~ kami berpembantu
ba.bui [babuy] n babi: : lokok galak wat -- di kobun masih sering ada babi di kebun
ba.da-ba.da [bada-bada] n apa-apa: : mak -- amon niku haga lapah tidak apa jika kamu mau pergi
ba.dua [badua] pesuruh; pelayan; abdi: : onti say ngantakko barang -- sikam nanti yang mengantarkan barang pelayan kami
ba.gol [bagol] v pukul: : ngapi niku -- kucing sija mengapa kamu pukul kucing ini;
am∙ba∙gol v memukul : layon nyak ~ kucing sija bukan saya memukul kucing ini;
ba∙gol∙da v pukullah: : amon niku dialau asu ~ jika kamu dikejar anjing pukullah;
ka.ba.gol v terpukul: : jolma sina ~ kukutna diwik orang itu terpukul kakinya sendiri;
si∙ba∙gol∙an v saling pukul : jolma ruwa suda orang dua itu saling pukul;
ti∙ba∙gol v dipukul: : ~ adik kucing sija dipukul adik kucing ini
ba.ha [baha] n bagian dari pisang; sisir; sesisir: : nyak haga -- punti sija saya mau sesisir pisang ini
ba.ha.ri [bahai] n zaman dahulu; ketinggalan zaman: : lombahan – holau-holau, mak cadang tungguk ganta rumah zaman dahulu bagus-bagus, tidak rusak sampai sekarang
ba.han [bahan] a bersin: : umak galak – pagi sa ibu sering bersin pagi ini
ba.hu.ta [bahuta] n burung hantu: : sanak sija rabai ngaliak -- anak ini takut melihat burung hantu
ba.ka [baka] n wadah; tempat sesuatu: : nyak jona ratong nunda -- saya tadi datang membawa wadah
ba.kai v wadahi: : -- ganta onti hulun kok ratong wadahi sekarang nanti orang sudah datang;
ba.ka.ko v wadahkan: : ~ kan adikmu onti wadahkan nasi adikmu nanti;
nga.ba.kai v mewadahi: : ganta kuti ~ sai-sai sekarang kerja kalian mewadahi satu-satu;
ti.ba.kai v diwadahi: : unyin piring sa ~ kutak semua piring ini diwadahi kotak
ba.kah [bakah] adv rupa kelihatannnya; tampak (jika) menilik keadaannya: (belum ada contohnya) :
ba.kah.na adv rupanya: : cakku niku ratong -- makwat kataku kamu datang rupanya tidak
ba.kak [baka] n akar: : -- batang sina mati akar pohon itu mati
ba.kal [bakal] n jalan: : -- sina ronik nihan jalan itu kecil sekali
ba.kas [bakas] n laki-laki: : alhamdulillah kok lahir anakku -- alhamdulillah sudah lahir anakku laki-laki
ba.la.lak [balala] v jatuh sampai terguling: : sanak sina – waktu bugurau anak itu jatuh saat berrmain
ba.la.nga [balaa] n belanga: : kurukko wai diimbir ti -- masukkan air di ember ke belanga
ba.lak [bala] a besar: : badan jolma sina – nihan badan orang itu besar sekali
ba.lak [bala] a besar: : alang -- iwak mancat sija alangkah besar ikan gabus ini;
ti.ba.lak.ko v dibesarkan: : tulisanmu ~ cutik tulisanmu dibesarkan sedikit;
nga∙ba∙lak v membesar: : uni-uni ~ haban say di tuwotna lama-lama membesar penyakit yang dilututnya
ba.lang [bala] n belalang: : wat -- di batang sina ada belalang di pohon itu
ba.li.kok [balikok] k n tulang belikat: : ngapi -- sanak sija bayoh mengapa tulang belikat anak ini bengka
ba.li.yau.pun [balijawpun] n kakak ipar: : bakas sai mojong sina ku laki-laki yang duduk itu kakak iparku
ba.long.an [balan] n gagang pisau yang terbuat dari kayu: : ubak lokok angguai – ubak lokok angguai – ayah sedang buat balongan
ba.los [balos] v balas: : -- bakmu amon niku haga balas olehmu jika kamu mau;
ka∙ba∙los v minta balas: : maranai sina ~ say umunganna nombija bujang ini minta balas omongannnya kemarin;
nga∙ba∙los v membalas: : radu nyak ~ suratna sudah saya membalas suratnya;
si∙ba∙los∙an v saling balas: : sanak ruwa sija -- sms anak dua ini saling balas sms;
ti∙ba∙los v dibalas: : nyak maknyangko surat sina -- na saya tidak menyangka surat itu dibalasnya
ba.ngik [bai] a enak (sudah dimakan): :  nihan kanian sina enak sekali mananan itu
ba.ngor [ba] a busuk bau kotoran manusia: : nyak mak tahan mbau  di luah saya tidak tahan bau bangor dari luar
ba.nguk [bau] n mulut: : dang -- tianga onti kuruk lalar jangan mulut ternganga nanti masuk lalat
ba.rau [baaw] n guci besar yang terbuat dari tanah yang digunakan untuk menyimpan beras: : akuk ko pai bias di – tolong ambilkan beras di dalam guci
ba.rih [baih] a lain: : nayah -- amon haga banyak yang lain jika mau
ba.rob [baob] n panggilan untuk adik laki-laki atau perempuan ayah, paman, atau bibi: : -- jona ti lombahan kita bibi tadi ke rumah kita
ba.rong [bao] v bersama: : niku jona lapah – sapa? kamu tadi pergi bersama siapa?;
bu∙ba∙ro∙ng∙an v berbarengan; bersamaan: : niku onti -- rik Siti kamu nati berbarengan sama Siti
2 ba.ruk [bau] n pengilap rambut yang terbuat dari daging kelapa busuk: : – dipakai zaman paija baruk dipakai pada zaman dahulu
3 ba.ruk [bau] n kulit terluar buah kelapa: :  biasona koras kulit terluar buah kelapa biasanya keras
ba.soh [bash] a basah sebagian: : sabidangna – bakna ditungkopi wai kopi kainnya basah terkena tumpahan air kopi
ba.tang ari [bataai] n sungai: : sikam ga mandi di -- kami akan mandi di sungai
ba.tang.ari [bataari] n pangkal sungai: : sikam ga mandi di -- kami akan mandi di sungai
ba.tok [bato] v meletakkan; menempatkan: :
ti.ba.tok.ko v diletakkan: : onti -- dipa? nanti diletakkan dimana?
ba.tom [batom] v cemberut: : amon pudakmu -- juk sija sapa say haga podok jika mukamu cemberut seperti ini siapa yang mau dekat
ba.wak [bawa] n kulit: : —na lambir bakna kok tuha kulitnya berkerut karena sudah tua
ba.wang [bawa] n bawang: : iya galak nganik -- dia suka makan bawang
ba.wang han.dak [bawang handak] n bawang putih: : -- warna na putih bawang putih warnanya putih
ba.wang si.yaw [bawa sijaw] n bawang merah: : -- warnana siyaw bawang merah warnanya merah
ba.ya [baya] n hidup; menyala ttg api, listrik dll: : ganta kok -- lampu sekarang sudah hidup lampu
ba.ya.ko v hidupkan; : nyalakan: ~ lampu lilin ganta nyalakan lampu lilin sekarang
ka.ba.ya v minta dinyalakan: : nyak ~ lampu saya minta nyala lampu
ti.ba.ya.ko v dinyalakan: : lampu sija dang ~ diharani lampu ini jangan dinyalakan siang hari
ba.yoh [bayoh] n bengkak/bisul kecil: : kukutna -- bakna tihantuk di batu kakinya bengkak karena tersandung batu
ba.yoh [bayoh] n bengkak: : ngapi -- tuwotmu mengapa bengkak lututmu
ba.yot [bajt] n tanaman atau rumput liar yang menjalar di batang-batang besar digunakan untuk mengikat sesuatu: : ubak sibuk amborsihko  di kobun ayah sibuk membersihkan bayot di kebun
bah.bing [bahbi] n tidak utuh lagi ttg kue, benda: : amon -- kanianku nyak mak haga nganikna lagi jika kueku sudah tidak utuh lagi, saya tidak mau makannya lagi
bak [ba] p penghubung pelaku; oleh; sebab: : -- sapa sanak sija miwang siapa yang menyebabkan anak ini nangis
1 bak.bak [baba] n rambut rontok: : lamon nihau – di bah ranjang banyak sekali rambut rontok di bawah ranjang
2 bak.bak [baba] n ember berlubang: : -- biasona dipakai paranti nyiram tanoman bakbak biasanya dipakai untuk menyiram tanaman
bak.bing.an [babian] a bimbang: : ngapi niku -- mengapa kamu bimbang
bal.som [balsom] n balsem obat gosok: : ombay kilu boliko -- nenek minta belikan balsem
ban.cuh [bancuh] v siram sambil proses menyikat lantai: : niku – lantai sina ganta biar onti kok ngoluh kamu siram lantai itu sekarang agar kering;
an∙ban∙cuh v menyiram: : losu badanku ~ kamar mandi lesu badanku menyiram kamar mandi;
ti∙ban∙cuh v disiram: : biar borsih bonor ~ juga agar benar-benar bersih disiram saja
ban.dom [bandm] a udara yang dingin (lembab): : kabiyan sa angin -- hihan hari ini sangat sejuk udaranya
ban.du.lan [bandulan] n bekal pakaian untuk bepergian: : dia ambai – dia menggendong bekal pakaian untuk bepergian
ban.tal [bantal] n bantal: : bantal ya lokok dipawai bantalnya masih dijemur
bang.bang [baba] v bawa: membawa dg paksa; seperti kucing mencuri ikan; :
am∙bang∙bang v membawa; : kucing sija ~ iwakku jona kucing ini membawa ikanku tadi;
ti∙bang∙bang v dibawa: : morli sija ~ jak lombahan ombayna gadis ini dibawa dari rumah neneknya;
bang.kang [baka] a kosong: : lambahan sina kok satahun sa ' rumah itu sudah kosong sejak setahun lalu
bang.king [bak] n buah kelapa yang belum ada isi: : baka balak sina mak kala diisi jadi -- wadah itu belum pernah diisi jadi belum ada isi
bang.kuk [bau] n keranjang terbuat dari bambu: : ubak amboli -- di kalangan ayah membeli keranjang di kalangan
bu∙bang∙kuk n berkeranjang: : amon niku ngakuk rambutan ~ jika kamu mengambil rambutan berkeranjang
bay.bay [baybay] n perempuan yg sudah menikah; sdh menjadi ibu-ibu: : nayah -- ampai di tiyuh sikam banyak ibu-ibu baru di dusun kami
ba∙kub [baub] n bengkak khusus yg di mata: : jolma sina gawina miwang torus laju matana -- orang itu kerjanya menangis terus lalu matanya bengkak
1 ba∙ruk [bau] n sabut: : amon -- nyiwi holau jika sabut kelapa bagus
ba∙sing [basi] n sembarangan: : niku ja -- ngumbanko haihai kamu ini sembarangan membuangkan sampah
ba∙suh [basuh] v cuci: : niku -- kukut sanak ronik sija kamu cuci kaki anak kecil ini;
ba∙suh∙da v cucilah: : ~ biyas say ampai jak tiuh cucilah beras yang baru dari dusun;
ba∙su∙hi v cuci-i: : onti niku ~ unyin nanti kamu cuci semua;
ka∙ba∙suh v minta cuci: : ~ rik ayuk juga minta cuci sama saudara perempuan saja;
nga∙ba∙suh v mencuci: : tunggu pay nyak haga ~ lopang tunggu dulu saya mau mencuci timun;
ti∙ba∙suh v dicuci: : ~ sapa kasutku jona? dicuci siapa sendalku tadi?
ba∙tang [bata] n pohon: : nayah -- punti di balakang lombahanna banyak pohon pisang di belakang rumahnya
be.rak [ba] v buang air besar: : – samustina idang harani buang air besar sebaiknya setiap hari
bi.cak [bica] a becek sebagian; : tanoh di handopan lambahan -- bakna hujan tanah di depan rumah becek karena hujan
bi.lau [bila] a juling: : matana – matanya juling
bi.na.tok [binat] n oleh-oleh: : sija – jak umakmu ini oleh-oleh dari ibumu
bi.su.nuk [bisunu] n bisul besar: : sanak sina tikona -- anak itu terkena bisul besar
bi.yak [biya] a berat: : badannya – ga togak/minjak badannya berat untuk berdiri/bangun
bik.bik [bibi] n suatu pekerjaan meneliti sampai dengan hal yg sekecil-kecilnya: : ganta niku -- sekarang kamu bikbik
bil.bil.an [bilbilan] a nyinyir; nyenyes; bawel: : amon banguk -- nayah jolma anjawoh jika mulut nyinyir banyak orang menjauh
bin.di.ran [bindian] n pantun bersahut untuk pernikahan: :  biasona dipakai di pista kahwinan pantun bersahut untuk pernikahan biasanya digunakan saat pesta pernikahan
bin.jai [binjai] n kemang: buah kemang yg biasanya dibuat sambal buah: : pira horga -- sija berapa harga kemang ini
bin.tor [bintor] n betis: : -- na handak rik borsih betisnya putih dan bersih
bin.tor [binto] n betis: : amon lapah jawoh lohloh -- jika pergi jauh pegal betis
bing.kang [bIka] bengkok: : kukut kursi sina – kaki kursi itu bengkok kaki kursi itu bengkok
bing∙ka [bia] n makanan yg terbuat dari pisang atau ubi dll yg diberi tepung kemudian dimasak beralaskan daun pisang dlm kuali: : alang bangikna nganik -- guwaian ombay alangkah enaknya makan bingka buatan nenek
bir.bir [bir bir] n bibir: : -- anak upi sina siyaw nihan bibir bayi itu merah sekali
bo.bok [bobok] a jebol; rusak: : niku ganta -- unyin kamu sekarang jebol semua
ti.bo.bok v dijebol; dirusak: : rawang sija -- juga ampai pandai ambukakna pintu ini dijebol saja baru bisa membukanya
bo.bol [bbol] a bebal; sukar mengerti; lamban berpikir: : saro nyak ngajari sanak say -- susah saya mengajari anak yang bebal
bo.dah [bdah] a sobek besar di beberapa tempat: : kawaina mak pacak dipakai lagi bakna kok – pakaiannya tidak bisa dipakai lagi karena sudah bodah
bo.gig [bogig] v cekik: : dang -- sisu sija onti mati jangan cekik ayam ini nanti mati
bo.ji [boji] a benci (mudah untuk dimaafkan): : nyak -- rik niku aku benci sama kamu
bo.ji.da v bencilah: : amon rodik torus bojida jika dekat terus bencilah
bo.kas [bokas] v ledak: :
bo.kas.ko v ledakkan: : amon niku say barani ~ jika kamu yang berani ledakkan;
nga.bo.kas v meledak: : nyak tikanjot komporna ~ saya terkejut kompornya meledak;
ti∙bo∙kas∙ko v diledakkan: : bum sija haga ~ lom pulan bom ini mau diledakkan dalam hutan
bo.kom [bokom] n kepalan tangan: : ya nganjuk pakan sisu sanga -- biyas dia memberi makanan ayam sekepalan tangan
bo.ku [boku] a beku: : agorku gancang – kue agarku cepat beku
bo.la [bola] v habis: : bola unyin jualanna habis semua jualannya;
bo.lai v habisi: : amon niku mongan ~ jika kamu makan habisi;
bo.la.ko v habiskan: : ~ unyin amon niku haga habiskan semua jika kamu mau;
ka.bo.la v terhabis: : amon ~ bakmu lajuda jika terhabis olehmu teruslah;
ti.bo.la.ko v dihabiskan: : amon ~ onti adikmu miwang jika dihabiskan nanti adikmu menangis;
bo.lah [belah] v belah: : ~ ganta nyak kilu belah sekarang saya minta;
bo.lah.da v belahlah: : amon niku haga, ~ ganta jika kamu mau, belahlah sekarang;
ka.bo.lah v terbelah; minta belah: : amon haga ~ buah sina, ti dijada jika mau minta belah buah itu, ke sinilah;
nga.bo.lah.ko v membelahkan: : nyak haga ~ kanian sija saya mau membelahkan kue ini;
ti.bo.lah.ko v dibelahkan: : onti ~ dokmu nanti dibelahkan untukmu
bo.lang bo.lang [bola bola] a belang: : bulu kucing sina – bulu kucing itu belang
bo.li [boli] v beli: : -- lima ngabungkal buah juga beli lima buah saja;
bo.li.ko v belikan: : ~ nyak minyak rua kilo belikan saya minyak dua kilo;
ka.bo.li v minta beli: : nyak ~ lombahan di ubak saya minta beli rumah sama ayah;
nga.bo.li v membeli: : pira niku ~ candung sija berapa kamu membeli parang ini;
ti.bo.li.ko v dibelikan: : ~ api ombay onti dibelikan apa nenek nanti
bo.ning [bni] n popok bayi: : umak mohpoh  ibu mencuci popok bayi
bo.nor [bono] a benar: : amon mak -- yu salah jika tidak benar ya salah;
ti.bo.nor.ko v dibenarkan: : karito adik ~ ganta sepeda adik dibenarkan sekarang
bo.rak [boa] a lebar: : huma sapa say -- suda sawah siapa yang lebar itu;
ti.bo.rak.ko v dilebarkan: : ganta ranggaya sikam ~ sekarang jalanan kami dilebarkan
bo.ruk [bor] n beruk: : di lom pulan nayah -- di dalam hutan banyak beruk
bo.si [bosi] n besi: : ngapi -- sija bingkong mengapa besi ini bengkok
bo.sut [bosut] v isap: sedot benda cair dg mulut: : ngapiniku -- way sija mengapa kamu isap air ini;
bo.sut.da v isaplah: : ~ gancang ismu ja isaplah cepat es mu ini;
ti.bo.sut v diisap: : isku ~ sapa es ku diisap siapa
bo.toh [btoh] a lapar: : nyak -- ganta saya lapar sekarang;
ti.bo.toh.ko v dilaparkan: : amon haga pariksa rah, tanihi ~ jika akan melakukan pemeriksaan darah, perut dilaparkan
boh.boh [bhbh] a tidak cukup-cukup: : amon ga nutukko nafsu duit pasti -- kalau mengikuti nafsu, uang tidak cukup-cukup
bok.bok [bokbok] v benam; rendam: :
nga.bok.bok v membenam: : korbau ~ lom boros kerbau membenam dalam lumpur;
ti.bok.bok v terbenam: : sisu sija -- lom boros ayam ini terbenam dalam lumpur
bol.bol [bolbol] n tahi keras; kotoran manusia yg keras; mising keras: : -- sapa tihanyuk sija kotoran siapa yang hanyut ini
bor.sih [bsIh] a bersih: : kawaina – bajunya bersih
bu.an.tak [buanta] v (ibu-ibu) membawa beras dan pecah belah untuk persiapan hajatan pernikahan: : umak haga iyot – minggu handupan ibu akan ikut buantak minggu depan
bu.ba.kak n berakar: : nyak hanjak tanomanku kok -- saya senang tanamanku sudah berakar
bu.bik.bik [bubibi] v mengerjakan sesuatu dengan teliti: : bai sina – perempuan itu mengerjakan sesuatu dengan teliti
bu.bun [bubun] n mata air yang deras: : mak mudah ga nyopok -- di tiuh sa tidak mudah mencari mata air yang deras di desa ini
bu.da.rak [bdaa] v berjalan kaki menggunakan alas kaki: : tian– ti kalangan mereka berjalan ke pasar
bu.ga.wi [bgawI] v bekerja: : ubak lokok – ayah sedang bekerja
bu.gu.yur [buguju] adv berangsur-angsur: : ya – hondak jak buhaban dia berangsur-angsur sembuh dari sakit
bu.ja.wa.rik [buawai] v mendongeng atau menceritakan silsilah keturunan: : jolma tuha paija biasona – semakkung anakna turui orang tua zaman dulu biasanya menceritakan dongeng silsilah keluarga sebelum anaknya tidur
bu.kan.tak [bukanta] v hantaran; (memberi hantaran): : joh pagi sikam haga – besok pagi kami akan memberi hantaran
bu.kol.pah v bersaudara: : -- nyak rik Elda bersaudara saya bersaudara dengan Elda
bu.kot [bukot] a keruh ttg air: : alang -- way di pangkalan sa alangkah keruh air di sungai ini
bu.ku [buku tulis] n buku tulis: : adik kilu boliko -- adik minta dibelikan buku tulis
bu.ku.ta [bukuta] v berpagar: : lambahan sikam – hijau rumah kami berpagar hijau
bu.kuh [bukuh] n ruas: buku tebu, bambu dll: : -- tobu sija nayah ruas tebu ini banyak ruas tebu ini banyak
bu.la.ngui [bulauj] v berenang tanpa tujuan: : lamon sanak galak – di batangari banyak anak suka berenang di sungai
bu.lu ko.ning [bulu koni] n alis mata: : -- na halom nihan alis matanya hitam sekali
bu.mi.yah [bumijah] n pesta besar-besaran yang dilaksanakan semalam suntuk: : mak ongka tamu sai turui di – tidak ada tamu yang tidur di pesta
bu.ngah [buah] a senang hati; bangga hati: : ubak -- ngaliyak anakna buhasi ayah senang hati melihat anaknya berhasil
bu.ri [bui] n belakang: : -- lombahan sikam nayah jukuk belakang rumah kami banyak rumput;
ti∙bu∙ri v di belakang: : ~ lombahan sapa pokmu? di belakang rumah siapa tempatmu?
bu.roh [buh] n mengeluarkan/ menampakkan gelembung air: : wat lamon – di sungai ada banyak buih di sungai
bu.sa.ti.yan [busatijan] v berdamai dengan makhluk halus dengan sajen atau korban: : nyak mak pandai – saya tidak paham mengenai busatiyan
bu.si.la [busila] v bersila: : tian – anggawiko gawian sina mereka bersila mengerjakan tugas itu
bu.so.pok [busp] v mencari nafkah: mencari (tanpa objek): : ubakna lokok – di kota ayahnya sedang mencari nafkah di kota
bu.suk [bs] a busuk: : wat sampah – di pawon ada sampah busuk di dapur
bu.to.gun [butgun] v mencari nafkah dari satu tempat ke tempat yang lain: : ubakna jarang mulang bakna – ayahnya jarang pulang karena mencari nafkah
bu.wok [buwo] n rambut: : holau -- ikol sanak suda bagus rambut keriting anak itu;
bu.bu.wok v berrambut: : amon niku ~ tojang cindo jika kamu berrambut panjang cantik
bu.yan [buyan] a bodoh: : amon -- culang culu jolma nayah jika bodoh dimanfaatkan orang banyak;
bu.yan.jak ma.nyut.sut [bujana mautsut] n seseorang yang terlalu bodoh sehingga dianggap lebih bodoh dari hewan: : dang jadi jolma sai – jangan menjadi orang yang terlalu bodoh
1 buk.buk [bukbuk] a lunak; lembut; empuk ttg makanan yg direbus; : amon jagung kok -- angkitda jika jagung sudah empuk angkatlah;
ti.buk.buk.ko v dilembutkan: : amon majak rotak ~ ampai kakanik bak ombay jika merebus kacang dilembutkan baru termakan oleh nenek
2 buk.buk [bubu] v pukul: : -- bantal sina! Pukul bantal itu!
buk.la [bula] v bujang gadis yang berkumpul dan makan-makan: : morli maranai di tiuh sikam ga – dibingi nonti bujang gadis di kampung kami akan berkumpul makan-makan nanti malam
bul.bul [bulbul] n penuh bentol; penuh gigitan nyamuk: : badanna  bakna turui di luwah kalambu badannya penuh gigitan nyamuk karena tidur di luar kelambu
bun.tak [bunta] a pendek: : tali sija -- jadi sambungda tali ini pendek jadi sambunglah;
ti.bun.tak.ko v dipendekkan: : buwokmu ~ juga mari holau rambutmu dipendekkan saja agar bagus
bun.tor [bunt] adv bulat: : meja sina – meja itu bulat
bung.kang [buka] a kekenyangan hingga kembung karena kebanyakan minum: : bakna lamonga nginum, tanihina – karena kebanyakan minum, perutnya kembung
bus.bus [busbus] a jebol: : kursi sina kok – kursi itu sudah jebol
buy.buy [bujbuj] v meletakkan bahan makanan yang akan dipanggang di atas bara: : umak lakok sibuk  di pawon ibu sedang sibuk buybuy di dapur
bu∙bu [bubu] n perangkap ikan: : nyak ngonako -- di lobak saya memasangkan perangkap ikan di lebak
bu∙ha [buha] n buaya: : nyak rabai ngaliyak -- saya takut melihat buaya
bu∙luh [buluh] n bambu: : nyak amboli -- untuk bupawaian saya membeli bambu untuk berjemuran;
bu∙bu∙luh v berbambu; memakai bambu: : amon niku ga ngawik jambu -- jika kamu mau menjolok jambu memakai bambu
ca.bi [cabi] n cabai: : sikam lokok panen -- kami sedang panen cabai
ca.bu.lik [cabuli] a nakal: : amon niku -- mak ku ajak lapah jika kamu nakal tidak saya ajak pergi
ca.cah [cacah] v cacap: : membasahi atau memerciki kepala dg air: -- hulu kabayan sija cacap kepala pengantin ini
ca.cam [cacam] a heran: heran sampai terperangah: : --, alangkah cindo morli suda wah, alangkah cantik gadis itu
ca.cap [cacap] v siram: : niku --kabayan sija kamu siram pengantin ini:
ti.ca.cap v disiram: : mohpagi radu akad nikah kabayan sija -- huluna besok pagi setelah akad nikah kedua pengantin ini disiram kepalanya
ca.dang [cada] a rusak: : -- karitoku laju nyak lapah kukut rusak sepedaku terus saya jalan kaki
ca.gar [caga] a harap: : -- niku ratong inti dibi harap kamu datang nanti sore:
ca.gar.ko a harapkan: : sanak sija ~ umakna gancang mulang anak ini harapkan ibunya cepat pulang
2 ca.gil [cagil] v mencuri untuk kesenangan: : dang galak – jangan suka cagil
ca.kak [caa] v naik: : -- ijan onti dang mona naik tangga nanti jangan dululuan
ca.la.ko.ti [calaoti] n gunting untuk membelah pinang: : ombay nanya dipa -- jona nenek nanya mana guntuing untuk membelah pinang tadi
ca.la.na [calana] n celana: : -- na tijang celananya panjang
ca.lak [cala] a cerdik: culas: : amon -- mona dapok jika cerdik duluan dapat
ca.lang cu.lu [cala culu] v memerintahkan seseorang melakukan sesuatu secara beruntun: : dang galak  jolma barih jangan suka calang culu orang lain
ca.luk [calu] n terasi: : sambol -- rik iwak panggang sambal terasi dan ikan panggang
ca.nang [cana] n suatu pengumuman dg cara memukul gong kecil: : ganta gawi niku -- kaliling tiyuh sekarang kerja kamu mengumumkan keliling dusun
ca.ni.lo [canilo] n sandal: : nyak haga amboli -- saya mau membeli sandal
ca.pit [capit] n jepit: : biar mak saro -- pakai kayu agar tidak susah jepit pakai kayu
ca.rah.cah [caahcah] a tempat turunnya air hujan dari genting atau atap rumah: : -- lombahan sikam ampai tiholauko tempat turunnya air hujan atap rumah kami baru diperbaiki
ca.ran.cang [caanca] n lobang kecil untuk mengintip: : nyak ngaliak jak -- sija saya melihat dari lobang kecil itu
ca.rap.cap [caapcap] v menetes (khusus untuk keringat): : hitingna – ambasohi badan keringatnya menetes membasahi tubuh
ca.ri.ta [caita] n cerita: : juk sipa sai – jona? bagaimana yang cerita tadi?;
ca.ri.ta.na v ceritanya: : ampai nyak pandai ~ juk sina baru aku tahu ceritanya seperti itu;
ca.ri.ta.ko v ceritakan: : ~ ganta nyak haga andongina ceritakan sekarang saya mau mendengarnya;
ti.ca.ri.ta.ko v diceritakan: : ~ unyin sai lapahan tidija diceritakan semua yang perjalanan ke sini
ca.rik [cai] n koyak: : mak api amon -- cutik tidak apa jika koyak sedikit;
ca.rik.ko v koyakkan: : amon radu tibaca ~ kortas sija jika sudah dibaca koyakkan kertas ini;
ti.ca.rik.ko v dikoyakkan: : ngapi ~ kortas sija mengapa dikoyakkan kertas ini
ca.rom [caom] n serentak: : -- sikam ratong pok kuti serentak kami datang tempat kalian
ti.ca.rom.ko v diserentakkan: : amon ganta haga pilih Kapala ~ jika sekarang mau pilih Kepala diserentakkan
ca.rup.cup [caupcup] n pagar kayu atau bambu di pinggir sungai: : tambangko tali biduk sina di -- ikatkan tali perahu itu di pagar kayu
ca.tu [catu] n makan untuk kata-kata kasar; dlm keadaan marah: : -- bakmu amon duit mangsa ngamaling makan olehmu jika uang hasil dari maling;
nya.tu v memakan: : niku angka gawi barih ~ torus kamu tidak ada kerja lain makan terus
ca.tuk [cat] v pukul: ketok menggunakan tangan: : -- pay hulu ngapi poning pukul dulu kepala mengapa pusing
ca.tur [catu] n catur: : anak -- sija lobon tolu anak catur ini hilang tiga
ca.wa [cawa] n kata: : -- sapa amon nyak haga lapah kata siapa jika saya mau pergi;
ca.wa.ko v katakan: : ~ di umak nyak mulang moh pagi katakan sama ibu saya pulang besok pagi;
ca.wa.na v katanya: : ~ nunda biyas sanga canting katanya membawa beras secanting;
ti.ca.wa.ko v dikatakan: : onti ~ api di sanak sija nanti dikatakan apa sama anak ini;
ka.ca.wa.an v minta katakan: : amon niku tungguk mona ~ rik anakku gancang nasak jika kamu sampai duluan minta katakan sama anakku cepat masak;
si.ca.wa.an v saling berkata/berbicara: : nyak radu ~ rik morli sija saya sudah saling berkata sama gadis ini;
ca.wis [caws] v siap: : nyak kung -- lapah saya belum siap jalan
ca.wol [cawol] v remas: : -- nyiwi sija nyak haga nasak remas kelapa ini saya mau masak
ca.wot [cawot] n celana dalam anak kecil: : ngapi sanak sija mak pakai -- mengapa anak ini tidak memakai celana
ca.yoh [cah] a lihat carik :
cai cai wai [caj caj waj] v bercerai-berai: masing-masing: tidak datang bersamaan: : dang kuti – jangan sampai kalian bercerai-berai
cak [ca] n kata: : -- sapa amon sija bonor kata siapa kalau ini benar
cam.bai [cambai] n sirih: : ombay kilu akukko -- nenek minta ambilkan sirih
cam.cuh [camcuh] a suka ganti-ganti barang yg dipakai, misal pakaian, parabotan: : dang -- niku di pawon jangan suka ganti-ganti parabotan dapur
cam.pah [campah] a hambar: : ngapi way kopimu rasana -- mengapa air kopimu rasanya hambar
cam.pang [campa] n simpang: : -- pira niku tinggal simpang berapa kamu tinggal
cam.pang ti.ga n nama dusun yg ada di Komering OKU Timur :
cam.pur [campu] v campur: kumpul: : amon angka gawi payu -- dija jika tidak ada kerja ayo kumpul di sini
cam∙cam [camcam] v cicip: : niku --da cutik kamu ciciplah sedikit
cambur [cambu] n cebur: : -- ti lom way ganta cebur ke dalam air sekarang
can.dung [candu] n parang: : -- tajom ampai tiasah akas parang tajam baru diasah kakek
can.tik [canti] a pungut: : limau sija -- sai-sai jeruk ini pungut satu-satu
can.tung [cantu] v tanggung: : amon -- juk sija nyak mak haga jika tanggung seperti saya tidak mau
cang.cang [caca] a mengangkat kaki sebelah: : sanak sina lapah -- jak jona anak ini jalan mengangkat kaki sebelah dari tadi
cang.cing [caci] n tiruan bunyi gitar: : -- gitar sija nyak andongina cangcing gitar ini saya mendengarnya
cang.cong [cac] a lari ke sana ke mari: : sanak sija -- anak ni lari ke sana kemari
cang.cung [cacu] v hilir mudik: : niku ngapi -- mak radu-radu kamu mengapa hilir mudik tidak sudah-sudah
cang.gah [cagah] n sejenis lampu duduk dari kaleng: : nyak haga amboli -- di kalangan saya mau membeli canggah di kalangan
cang.goh [cah] n pantun nasihat digunakan ketika ada keramaian seperti pesta pernikahan: :  rik kisakan canggoh sama dengan kisakan
cang.got [cat] n pantun sindiran untuk wanita: : mak lamoh lagi jolma tiuh pahan  tidak banyak orang desa yang mengerti pantun sindiran untuk wanita
cang.king [caki] v tenteng: bawa sesuatu tp dg sebelah tangan: : -- tas sija onti tenteng tas ini nanti;
cang.king.da v tentenglah: : ~ tas sija bakmu tentenglah tas ini olehmu;
cang∙king∙ko v tentengkan: : amon niku angka gawi ~ tas sija jika kamu tidak ada kerja tentengkan tas ini;
ti.cang.king.ko v ditentengkan: : tasku sija ~ adik tasku ini ditentengkan adik
cang.kir [caki] n cangkir: : nyak nombija amboli -- saya kemarin membeli cangkir
cang.ko.lang [cakola] v lari: : amon niku -- gancangda tungguk jika kamu lari cepatlah sampai
cang.kom [cakom] n cengkam: : -- bakmu amon niku haga cengkam olehmu jika kamu mau;
cang.kuk [caku] v mengambil: :
Nyang.kuk [aku] v mengambil: : dang lupa -- kanian semakkung lapah jangan lupa mengambil makanan sebelum pergi
cang.kuk bo.lak [caku bla] v lihat cangkuk :
can∙dak [canda], v direbut: :
cap.cap [capcap] v cincang: : ngapi niku -- batang punti sija mengapa kamu cincang pohon pisang ini;
capcapko v cincangkan: : onti daging sa ~ nanti daging ini cincangkan dulu;
ticapcapko v dicincangkan: : ~ lopang cutik suwa cuko dicincangkan timun sedikit campur cuka
cap.cip [capcip] v sering mencicipi: : dang niku -- mak radu-radu jangan kamu sering mencicipi tidak sudah-sudah
cap.cup [capcup] v kadang ada, kadang menghilang; muncul atau tidak: : -- niku haguk ja kadang ada kamu ke sini
1 car.cir [caci] n berlebihan dlm pengeluaran uang namun sedikit-sedikit akhirnya habis: : -- niku ja, mon juk sijada mak titogak lombahan kamu ini, jika seperti inilah tidak bisa membangun rumah
2 car.cir [caci] n mencret; buang air besar sedikit-sedikit: : nyak sakik tanihi laju -- saya sakit perut jadi mencret
cas.cis [cascis] n sebutan mudah dapat: segala apa yg dikerjakan cepat, lancar: : alang ~ niku ngawil alangkah cascis kamu mancing
cat.cit [catcit] n mengambil sesuatu sedikit-sedikit dg berulang-ulang: : dang -- juk sija amon haga jangan catcit seperti ini jika mau
ca∙bar [caba] a cengeng: : sanak sija -- nihan anak ini cengeng sekali
ca∙bik [cabi] v cubit: : -- juga amon sanak sija nakal cubit saja jika anak ini nakal
1 cagil [cagl] a jahil: : sanak sija -- nihan anak ini jahil sekali
ci.bak [ciba] v habis: ludes tak tersisa sedikit pun: : amon -- makangka solsolan lagi jika sudah habis semua tidak ada sesalan lagi
ci.buk [cibu] n mengambil sesuatu memakai gayung, centong dll: : nyak haga ruwa -- saya mau dua gayung
ci.cil [cicil] n cicil: membayar dengan cicil sedikit demi sedikit: : onti kuakukko niku mutor tapi -- bakmu diwik nanti kuambilkan kamu motor tapi cicil olehmu sendiri
ci.cip [cicip] n cicip: : amon niku haga cicip cutik jika kamu mau cicip sedikit;
ci.cip.ko v cicipkan: : ~ cutik kintu ya mirak cicipkan sedikit mungkin dia kepingin;
ti.ci.cip.ko v dicicipkan: : cuba ~ kanianku sija coba dicicipkan kueku ini;
ka.ci.cip v minta cicip: : ~ rik sapa niku jona minta cicip sama siapa kamu tadi
ci.cir [cici] n mencret: : ngapi niku -- mengapa kamu mencret
ci.cit [cicit] n nama kemaluan anak laki-laki yg masih balita: : nah amon miyoh bubasuh sai -- jika kencing dibersihkan yang cicit
ci.kar [cika] v cekatan: : alang -- sanak bakas sija alangkah cekatan anak laki-laki ini
ci.la.ka [cilaa] n celaka: : -- amon duit sa lobon celaka jika uang ini hilang
ci.lau.bo.lau [cilawbolaw] a warna-warni (penuh warna, tapi tidak enak dipandang): : kawaina – ga pakaiannya terlalu warna-warni
ci.pir [cipi] n ceper: : nyak amboli piring -- salusin saya membeli piring ceper selusin
ci.ri [cii] n patok: : kuburan sina ampai di juk – kuburan itu baru diberi patok saja
ci.rik [ci] n teko: : nyak ampai amboli -- saya baru membeli teko
ci.rik ci.rik [ciri ciri] n jangkrik: : nyak galak ngahaning sawara -- saya senang mendengar bunyi jangkrik
ci.tak [cita] v cetak: : -- pira ngalambar gambar sija cetak berapa lembar gambar ini
ci.um [cium] n cium: : -- ambauna amon niku mak parcaya cium baunya jika kamu tidak percaya
ci.ut [ciut] n ciut: : amon nyak -- andongi kabarna jika saya ciut mendengar kabarnya
cim.pat [cimpat] n selisih; beda: : jumlahna -- cutik jak nyak jumlahnya beda sedikit dari saya
cin.do [cindo] n cantik; bagus: : -- morli sina
cing.goh [cigoh] n banyak tingkah: : amon -- hulun mak haga jika banyak tingkah orang tidak mau
cing.kang ba.ling.kang [cika balika] a tidak teratur atau tidak tersusun dengan rapi: : tian masang kursi-kursi sina – mereka memasang kursi-kursi itu cingkang balingkang
cit [cit] n cat: : nyambuk tujublas agustus sa onti kuta haga ku cit warna siyau rik handak menyambut tujuh belas agustus ini nanti pagar mau saya cat warna merah putih
co.gau [cogau] v ambil, menjangkau sesuatu yg lebih tinggi dg tangan: : -- buah jambu sija kok ujung di pangpang ambil buah jambu ini sudah dekat di ujung rantingnya
co.kur [cok] n kencur: : akas nanom -- di kobun kakek menanam kencur di kebun
co.la [cola] n cela: : alang sampurna sanak sija mak angka -- cutik juga alangkah sempurna anak ini tidak ada cela sedikit saja;
nyo.la v menyela: : dang galak -- hulun jangan suka menyela orang lain
co.lok [colo] n celak alis: : nyak haga amboli -- saya mau membeli celaka alis;
bu.co.lok v bercelak: : amon nyak ~ juk sija jika saya bercelak begini
co.luk [colu] v mengambil sesuatu dari dalam lubang: : -- bakmu antah wat isina ambil oleh kamu mungkin ada isinya;
ti.co.luk v diambil: : radu ~ jona sudah diambil tadi
co.lup [colup] v celup: : amon sakali -- makkung borsih jika sekali celup belum bersih;
co.lup.ko v celupkan: : ganta ~ pungumu di lom way sekarang celupkan tanganmu di dalam air;
ti.co.lup.ko v dicelupkan: : ngapi sanak sija ~ mona mengapa anak ini dicelupkan duluan
co.lur [colo] v celor; siram; rendam sejenak: : bangik nganik mi -- enak makan mi celor
co.ngul [cul], v mengelarkan kepala melalui lubang jendela: :
nyo.ngul [ul] v mengelarkan kepala melalui lubang jendela: : ya mih – sangrobok dia hanya nyongul
co.ni [coni] n ada cacat: : -- cutik kasut sija ada cacat sedikit sendal ini
co.pak [copa] v buang: : dang juk sina cutik-cutik -- jangan begitu sedikit-sedikit buang
co.rok [coo] v siram: : amon way kok runggak -- kopiku jika air sudah mendidih siram kopiku;
co.rok.ko v siramkan: : ~ kaunyin tanonam suda siram semua tanaman itu;
ti.co.rok.ko v disiramkan: : amon ~ ruwa kali raduda jika disiramkan dua kali sudahlah
co.rok [c] v menyiram dengan air panas: : umak – kawai handak sina marik borsih ibu menyiram baju putih itu dengan air panas agar bersih
co.tok [coto] n ingat: : -- sikam amon kok tungguk onti ingat kami jika sudah sampai nanti
co.tok.ko v ingatkan: : ~ umungan sai sinangon ingatkan omongan yang dahulu
ti.co.tok v diingat: : amon salalu ~ luh mata tiyak torus jika selalu diingat air mata jatuh terus
co.tuk [cotu] v patuk: : -- hangsa tojang patuk angsa panjang;
co.tuk.ko v patukkan: : ~ sisu sija di pungu patukkan ayam ini di tangan;
ti.co.tuk.ko v dipatukkan: : amon niku haga ~ di hangsa jika kamu mau dipatukkan di angsa
coh.coh [cohcoh] n rongrong: : amon niku -- torus nyak mak haga jika kamu rongrong terus saya tidak mau
cok.cok [coco] v tegak: : amon -- juk sijada lohloh kukut jika tegak seperti inlah pegal kaki
ti.cok.cok.ko v ditegakkan: : kaunyin kayu sija ~ dija semua kayu ditegakkan di sini
cok.lat [cklat] n cokelat: : sanak galak – anak-anak suka cokelat
cong.kih [cokih] n cengkeh: : nyak haga amboli -- saya mau membeli cengkeh
congki [cok] a pasti: : -- niku jona miwang posai pasti kamu tadi menangis sendiri
cor.lang [cola] n cemerlang: : amon hurik kok -- sonang hati jika hidup sudah cemerlang bahagia
cor.lung [clu] n lekuk yang dalam: : wat ruwa – di bihngomna ada dua lekuk yang dalam di pipinya
cos.cos [coscos] n tenang: : -- onti kubayar unyin tenang nanti kubayar semua
congil [coil] a bertengkar mulut, saling jawab berkelanjutan tanpa berhenti: : dang galak -- jangan suka congil
cu.ba [cuba] n coba: : -- niku ratong nombija coba kamu datang kemarin;
ti.cu.ba v dicoba: : baju sija ~ pay baju ini dicoba dulu
cu.bang [cuba] n jarum yang digunakan untuk membuat jaring: : -- hoda alat sai dipakai paranti angguwai jaring cubang juga salah satu alat untuk membuat jaring
cu.bok [cubo] n pegang memakai tangan: : dang -- gulai sija jangan pegang memakai tangan lauk ini
cu.cuk [cucu] v tusuk: : amon sai -- pira horgana jika satu tusuk berapa harganya;
cu.cuk.ko v tusukkan: : amon niku ~ di saisai jika kamu tusukkan di dinding;
ti.cu.cuk.ko v ditusukkan: : amon lidi sija ~ di kuku sakik hoda jika lidi ini ditusukkan di kuku sakit juga
cu.cup [cucup] n sedotan es: : pira horga – sanga bungkus berapa harga sedotan es sebungkus
cu.cur [cucu] n pancuran air yg menurun: : -- sija holau pancuran air ini bagus
cu.gak [cuga] a kecewa: : nyak -- bonor waktu sina saya kecewa sekali waktu itu
cu.il [cwil] v colek: :
nyu.wil [wil] v mencolek: : sanak sina – umakna bakna haga mulang anak itu mencolek ibunya karena ingin pulang
cu.kai [cukai] v periksa: : -- amon niku mak parcaya periksa jika kamu tidak percaya
cu.ko [cuko] n cuko: : nyak angguwai -- onti dibi saya membuat cuko nanti sore
cu.kup [cukup] n cukup: : amon -- raduda jika cukup sudahlah
cu.kup.ko v cukupkan: : -- lima ngabungkal juga cukupkan lima buah saja;
ti.cu.kup.ko v dicukupkan: : radu ~ puluh sudah dicukupkan sepuluh
cu.lik [culi] v colek: : -- sambol sija bangik colek sambel ini enak;
ti.cu.lik.ko v dicolekkan: : amon -- di siya nyak haga jika dicolekkan di garam saya mau
cu.lingan [culian] n celengan; tabungan: : jamotko -- adik simpankan celengan adik;
ti.cu.ling.ko v dicelengkan; ditabungkan: : amon niku nayah mansa duit ~ jika kamu banyak dapat uang ditabungkan
cu.lit [culit] a culik: : awas anakmu, ganta musim -- awas hati-hati anakmu, sekarang musim culik
cu.long cu.lu [cula cul] n ulang alik: : nyak laju -- hagu uda saya terus ulang alik ke sana
cu.luk [culu] n telunjuk: : ngapi -- sanak sija bayoh mengapa telunjuk anak ini bengkak
cu.luk [culu] n telunjuk: : -- na ronik telunjuknya kecil
cu.o [cuo] n kurang setuju: : nyak -- amon niku haga lapah ganta saya kurang setuju jika kamu mau pergi sekarang
cu.ping [cupi] n telinga: : -- ku kakurukan way telinga saya kemasukan air
cu.pot [cupot] n kikir: : jolma sina -- nihan orang itu kikir sekali
cu.rak [cua] a corak: : -- baju batik sija holau nihan corak baju batik ini bagus sekali
cu.ri.ga [cuiga] n curiga: : dang -- rik kolpah diwik jangan curiga sama saudara sendiri
cu.ri.ta [cuita] n cerita: : -- jak ombai akas paija kuingokko tungguk ganta cerita dari kakek nenek dulu kuingatkan sampai sekarang
cu.ruh [cuuh] v tuang: : -- way sija lom cangkir tuang air ini dalam cangkir
cu.rung [cu] n corong: : tuangko minyak sa pakai -- tuangkan minyak ini pakai corong
cu.tang [cuta] a letak benda tidak teratur: : mengapa -- lombahanmu mengapa letak benda tidak teratur rumahmu
cu.tik [cuti] n sedikit: : nyak haga -- juga saya mau sedikit saja
cu.wil [cuwil] v jawil: : dang -- sanak sija onti miwang jangan jawil anak ini nanti menangis;
cu.wil.ko v jawilkan: : ~ sanak sija haga kukayon jawilkan anak ini mau saya suruh;
ti.cu.wil.ko v dijawilkan: : sanak sija ~ cutik kok marah anak ini dijawilkan sedikit sudah marah
cuk.cuk1 [cucu] v merangkai buah/ikan dg cara ditusuk dengan lidi: : -- jambu sija kaunyin rangkai jambu ini semua
cuk.cuk2 [cucu] v posisi duduk jongkok: : lohloh nyak -- capek saya duduk jongkok
cun.cun [cuncun] v membawa barang di atas kepala: : -- amon niku haga imbir sija cuncun jika kamu mau ember ini
cun.dang [cunda] n wadah kabung terbuat dari bambu: : tunda -- amon haga ti kobun bawa cundang jika mau ke kebun
cung. kediro [cu kdir] n tomat ceri: : di kobunku wat -- di kebunku ada tomat ceri
cung.gut [cugut] v tunduk: : langsung -- pudakna andongi jolma sina marah langsung tunduk mukanya mendengar orang itu marah;
nyung.gut.da v menunduk: : ~ amon niku kona marah ubak menunduklah jika kamu kena marah ayah;
ti.cung.gut.ko v ditundukkan: : tulung kipas angin sija ~ tolong kipas angin ini ditundukkan
cung.kil [cukil] cungkil: - : - raklom-raklom tanoh sija cungkil dalam-dalam tanah ini
cung.kil.ko v cungkilkan: : ~ kamurak jambu sija cungkilkan biji jambu ini
da.da n dada: : ya mak galak nganik -- sisu dia tidak suka makan dada ayam
da.gang [daga] n dagang, :
bu.da.gang v berdagang: : niku ganta ~ dipa? kamu sekarang berdagang dimana?;
bu.da.gang.da v berdaganglah: : bangik niku ~ jak ngakuk upahan nanom pari enak kamu berdaganglah dari pada mengambil upahan menanam padi;
di.da.gang.ko v didagangkan: : kaunyin say kutunda ~ umak semua yang kubawa didagangkan ibu;
ka.da.gang.an v minta didagangkan: : saro nyak bakna niku ~ kaunyin susah saya sebab kamu minta dagangkan semua;
si.da.gang.an v saling dagang: : amon juk sina kita ~ juga kalau begitu kita saling dagang saja;
ti.pa.da.gang v terdagang, terjual: : ~ disapa kasut jona? terjual dengan siapa sandal tadi?
da.ging [dagi] n daging: : nyak mongan gulai -- saya makan lauk daging
da.gu [dagu] n dagu: : ngapi -- sanak sina bayoh mengapa dagu anak itu bengkak
da.gu [dagu] n dagu: : ngapi -- sanak sina bayoh mengapa dagu anak itu bengkak
da.jal [dajal] n dajal: orang yg buruk kelakuannya seperti setan: atau dibaratkan seperti setan: : amon ngaliak bakas sina njuk -- nihan jika melihat laki-laki itu seperti dajal
da.kok [da] n peluk: : amon niku sihaluan ~ sanak sina jika kamu bertemu peluk anak itu;
nga.da.kok v memeluk: : tikanjotda, jolma sina asa-asa ~ kenal makwatterkejetlah, orang itu tiba-tiba memeluk saya kenal tidak;
nga.da.kok.i v memeluki: : umakna ~ anakna biar mak kangisonan ibunya memeluki anaknya agar tidak kedinginan;
ti.da.kok v dipeluk: : amon cakak motor anakmu ~ kuat-kuat onti tiyak jika naik motor anakmu dipeluk kuat-kuat nanti jatuh;
ti.da.kok.i v terpeluki: : anakna kilu ~ ngiram bakna kok saka jak sihaluan anaknya minta terpeluki rindu karena sudah lama tidak bertemu;
ka.da.kok v kepeluk: terpeluk: : nyak ~ cutik bak ombay sina saya terpeluk sedikit oleh nenek itu;
di.da.kok v dipeluk: : nikuna jona amon mak salah liyak ~ bakas suda kamu tadi kalau tidak salah lihat dipeluk laki-laki itu;
di.da.kok.i v dipeluki: : amon adikmu miwang ~ biar ya rokob jika adikmu menangis dipeluki agar dia diam;
si.da.kok.an v saling peluk: : kok uni jak sihaluan rik ombay, laju sikam ~ uni nihan sudah lama dari ketemu nenek, jadi kami saling peluk lama sekali;
ti.pa.da.kok v tidak sengaja terpeluk: : nyak jona ~ rik kucing saya tadi tidak sengaja terpeluk di kucing;
da.kok.da v peluklah: : amon yona kok dapok ~ biar mak lobon lagi jika dia sudah dapat peluklah agar tidak hilang lagi
da.li.ma [dalima] n delima:buah delima: : nyak mirak nganik ~ saya ingin makan buah delima
da.mai [damai] n damai: : kuti lom lombahan sa -- unyin kalian di dalam rumah ini damai semua
da.mai.da v damailah: : kuti ja rik anak anggoman ~ torus kalian ini sama anak istri damailah selalu;
nga.da.mai.ko v mendamaikan: : nyak jona ~ jolma rua suda bucongil saya tadi mendamaikan orang dua itu bertengkar;
ti.da.mai.ko v didamaikan: : lambija kok ~ masalah tianna kemarin sdh didamaikan masalah mereka itu;
bu.da.mai v berdamai: : jolma situmburan mutor nombija radu ~ orang bertabrakan motor kamarin sudah berdamai;
si.da.mai.an v saling damai: : amon haga hurik rik jolma sai rodik lombahan holauna ~ jika mau hidup dengan tetangga bagusnya saling damai;
ka.da.mai v minta damai: : laju nyak ~ rik Pak Kades jadi saya minta damai sama Pak Kades;
ti.pa.da.mai v terdamai: : tidak sengaja menjadi terdamai: api pasalna ahirna nikurik ya ~
ti.da.mai.ko v terdamaikan: : honing hatiku ~ jolma rua suda senang hatiku terdamaikan orang dua itu
da.lih [dalih] n sambil: : amon niku ti pangkalan ~ nyangking way jika kamu ke sungai sambil membawa air;
da.lih.ko v sambilkan: : mulang onti ~ singgah ti lombahan pay pulang nanti sambilkan ke rumah dulu;
ti.da.lih.ko v disambilkan: : gawian sija mak dapok ~ pekerjaan ini tidak bisa disambilkan
da.mar [dama] n damar: : amon niku ti kalangan boliko nyak -- jika kamu ke kalangan belikan dulu saya damar;
bu.da.mar v berdamar: menghasilkan damar: mengambil damar: : haga niku yot ~ di tongah pulan mau kamu ikut mengambil damar di tengah hutan;
ti.da.ma.ri v diberi damar: : amon ga angguwai dompul ~ dang nayahga jika mau membuat dempul diberi damar jangan terlalu banyak
da.nau [dana] n danau: : nyak radu ngaliak – di tiuh kabolah saya sudah melihat danau di desa sebelah;
budanau v mempunyai danau: : alang butuwah niku ~ sai holau njuk sija alangkah bagus nasib dirimu mempunyai danau yg indah begini;
da.pok [dapo] n dapat: : niku jona -- pira iwak mancat kamu tadi dapat berapa ikan gabus
nga.da.pok.ko v mendapatkan: : nyak mona ~ say duit lom punti kayu sina saya dahulu yg mendapatkan uang dalam pepaya itu
da.pok.da v dapatlah: : -- cutik nyak ngawil jona dapatlah sedikit saya memancing tadi
ti.da.pok.ko v didapatkan: : ~ sapa sai iwak tigantung suda didapatkan siapa yang ikan tergantung itu;
ka.da.pok v kedapat: didapatkan oleh: : alang holau nasib ~ bakmu alangkah bagus nasib dapat oleh kamu;
pu.da.pok v mudah untuk mendapatkan sesuatu: : niku ja ~ amon nyak makwat kamu ini mudah untuk mendapatkan sesuatu kalau saya tidak
da.ra.jat [daajat] n derajat: tingkatan tempat seseorang: : amon mak angka -- huriksa mak angka hortina jika tidak ada derajat hidup ini tidak ada artinya
1 da.rak [daa] n darat; daratan: : nyak ganta haguk -- saya sekarang menuju ke darat
ti.da.rak v di darat: pergi ke darat: : ~ jona sikam ngaliak hulun rami ambagiko biyas di darat tadi kami melihat orang ramai membagikan beras;
da.rak.ko v daratkan: : ganta ~ bidukku nyak haga makaina sekarang daratkan perahuku saya mau memakainya;
ti.da.rak.da v kedaratlah: : ~ ganta nyak nunggu niku yo kedaratlah sekarang saya menunggu kamu ya;
pa.da.rak v mohon ke darat: minta ke darat: : ombay ~ ompuna bakna ga kilu ayot nenek minta ke darat salah satu cucungnya sebab mau minta urut
2 da.rak [daa] n jalan kaki, :
bu.da.rak v berjalan kaki: : nyak mak haga yot pokmu amon -- saya tidak mau ikut ke tempatmu jika berjalan kaki
1 da.sar [dasa] n kain: bahan kain: : nyak amboli -- pak mitir di pasar nombolas saya membeli kain empat meter di pasar enam belas
2 da.sar [dasa] p arti: berarti: : jolma sina mak angka -- amon njuk sinada orang itu tidak ada arti jika seperti itulah
da.si [dasi] n dasi: : dipa niku ngotapko -- jona dimana kamu menaruhkan dasi tadi;
bu.da.si v berdasi: : sanak sina mak ~ anak itu tidak berdasi;
di.da.si.ko v dipasangkan dasi: : niku ganta ronong-ronong ga ~ kamu sekarang diam-diam mau dipasangkan dasi;
da.si.na v dasinya: : ~ lobon dipa mak karuhan dasinya hilang dimana tidak tahu
da.wa.nang [dawana] n tombak mata satu tetapi ada kaitnya: : mak lamon lagi -- tipakai jaman sa dawanang tidak banyak lagi digunakan saat ini
da.wat [dawat] n dawet; minuman berupa cendol dicampur santan dan gula merah: : amon lagi bulan puasa bangik nginum -- jika lagi bulan puasa enak minum dawet
dah.dah [dahdah] n belah: : iwaksa -- ronik-ronik ampai timasakko ikan ini belah kecil-kecil baru dimasak
nga.dah.dah v membelah: : nyak ganta lagi ~ burung mangsa jona pagi saya sekarang lagi membelah burung dapat tadi pagi;
nga.dah.dah.ko v membelahkan: : niku juga ~ sisuna kamu saja memebelahkan ayamnya;
ti.dah.dah v terbelah: : sisumu ~ bak sapa ayammu terbelah oleh siapa;
ti.dah.dah.ko v dibelahkan: : amon sisu sina kokga timasakko ganta haga ~ jika ayam itu akan dimasakan sekarang mau dibelahkan;
ka.dah.dah v minta dibelah: : adik ~ sisuna jona adik minta dibelah ayamnya tadi;
si.dah.dah.an v saling belah: : niku haga kita ~ say sisu amboli jona kamu mau kita saling belah yang ayam beli tadi;
ti.pa.dah.dah v tidak sengaja terbelah: : raduda yona ~ unyin sisumu jona sudahlah itu tidak sengaja terbelah semua ayammu tadi
dah.dah.ko v belahkan: : amon niku kok katiwor ~ sisuku jika kamu sudah ada waktu belahkan ayamku;
dah.dah.da v belahlah: : ~ ganta sisu sina, onti kuguring belahlah sekarang ayam itu nanti kugoreng
dak.dak [dada] n basah kuyup: : nyak jona lapah asa-asa hujan laju bajuku -- unyin saya tadi pergi tiba-tiba hujan lalu bajuku basah kuyup semua
dam.dum [damdum] n damdum: tiruan bunyi senjata atau beduk atau anak-anak memukul gendang: : poning nyak andongi -- sanak bugurau di halaman pusing saya mendengar damdum anak-anak bermain di halaman
dan.dan [dandan] v perbaiki: : -- dapai karito sija ampai pakai perbaiki dahulu sepeda ini baru pakai;
nga.dan.dan.i v memperbaiki: : jak jona nyak ~ mutor sija mak holau-holau dari tadi saya memperbaiki motor ini tidak bagus-bagus;
nga.dan.dan.ko v membetulkan: membuat bagus ttg barang yang rusak: : radu jona nyak ~ lombahan sudah tadi saya membetulkan rumah;
ti.dan.dan v diperbaiki: : ~ ganta yo karitoku bakna ga kupakai diperbaiki sekarang ya sepedaku sebab mau kupakai sekarang;
ti.dan.dan.i v diperbaiki: : mak pacak liyu bakna rangraya lagi ~ tidak bisa lewat sebab jalan lagi diperbaiki;
ti.dan.dan.ko v diperbaikan: : dibuat menjadi baik, bagus: haga jam sina ~ mau jam itu diperbaiki lebih bagus lagi;
ti.pa.dan.dan v tidak sengaja membuat baik, bagus ttg barang: : makasih nayah laju niku ~ garang sikam terimakasih banyak sebab kamu sudah membuat bagus teras kami;
ka.dan.dan v minta perbaiki, minta baguskan ttg barang: : niku ~ radio sai cadang sinangon kamu minta perbaiki radio yang rusak zaman dahulu;
si.dan.dan.an v saling memperbaiki: : morli rua sina ~ kawaina mak radu-radu perempuan dua itu saling memperbaiki bajunya tak sudah-sudah
dan.dan.da v perbaikilah: : ~ karitomu ganta perbaikilah sepedamu sekarang
dang [da] p jangan: : niku -- tidija ganta onti juga kamu jangan ke sini sekarang nanti saja;
dang.kung p jangan dulu: : ~ mulang ganta bakna nyak lokok di ranggaya jangan dulu pulang sebab saya masih di jalan;
dang.mak p jangan tidak: : ~ ingokko ngabari nyak amon kok tungguk jangan tidak diingatkan mengabari saya jika sudah sampai;
dang.da p janganlah: : ~ kuti kuruk onti anakmu miwang janganlah kalian masuk nanti anakmu menangis;
dang.asa p jangan berharap: : ~ nayah rik nyak onti niku cugak jangan berharap banyak sama saya nanti kamu kecewa
dang.ding [dadi] n tiruan bunyi ttg memukul gendang: : kadongian jak jawoh bunyi -- kedengaran dari jauh bunyi dangding
dang.dung [dadu] n bunyi beduk: tiruan bunyi memukul beduk: : sanak sina jona tikojut andongi -- anak itu tadi terkejut mendengar dangdung
dar.dar [dada] n memasak nasi yg apinya sering mati akhirnya nasi setengah masak: : liak-liak apuy kan suda onti kanna -- lihat-lihat api nasi itu nanti nasinya setengah masak
dar.dur [dadu] n tiruan bunyi pukulan: bunyi petasan: : nyak mak turui andongi -- mak radu-radu saya tidak bisa tidur mendengar bunyi dardur tak sudah-sudah
dat.dat [datdat] n sobek: koyak ttg baju, celana: : calanana -- cutik tisangkut dipaku celananya sobek sedikit tersangkut di paku;
ti.pa.dat.dat n tidak sengaja sobek; koyak: : jolma sina liom bakna bajuna ~ bak anakna orang itu malu sebab bajunya tidak sengaja sobek oleh anaknya
di.bi [dibi] n sore: : radu nyak ngakuk punti -- jona sudah saya mengambil pisang sore tadi;
di.bi-di.bi n sore-sore: : niku ~ ratongda ti lombahan kamu sore-sore datanglah ke rumah;
di.bi.sa n sore ini: : alhamdulillah ~ umakku mulang jak rumah sakit alhamdulillah sore ini ibuku pulang dari rumah sakit;
di.bi.ko v sorekan: segaja waktunya agak sore: : ~ cutik kita lapah jadi mak panas ga sorekan sedikit kita pergi agar tidak terlalu panas;
ka.di.bi.an v kesorean: terlalu sore: : nyak mak haga lagi lapah ganta ~ saya tidak mau lagi pergi sekarang kesorean;
di.bi.da v sorelah: : ~ juga kita haguk liba sorelah saja kita akan ke hilir;
di.bi.ngi [dibii] n malam hari: : ~ onti kita haga ningkuk iwari malam hari nanti kita mau musyawarah keluarga;
ka.bi.ngi.an n terlalu malam: : nyak mak haga amon ~ lapah saya tidak mau jika terlalu malam pergi;
ka.bi.ngi-bi.ngi.an n semalam-malaman: : nyak ~ sa mak pacak turui saya semalam-malaman ini tidak bisa tidur
di.ja [dija] n sini: : -- amon niku haga sini jika kamu mau
ti.di.ja v ke sini: : njuk sipa kuti ~ onti bagaimana kalian ke sini nanti;
di.ja.ko v sinikan: : ~ anak sina onti ku inangko sinikan anak itu nanti saya asuhkan;
ti.di.ja.ko v ke sinikan: : unyin-unyin ~ mak api-api pasti kutarima semuanya ke sinikan tidak apa-apa pasti kuterima;
di.ja.da v sinilah: : ~ ganta nyak jak jona nunggu niku sinilah sekarang saya dari tadi menunggu kamu;
ti.di.ja.da v ke sinilah: : amon kok radu ~ nyak nunggu jika sudah ke sinilah saya menunggu;
ti.pa.di.ja v tidak sengaja ke sini: : jolma suda ~ orang itu tidak sengaja ke sini
di.pa [dipa] pron dimana: : niku jona mojong -- mak ku liak kamu tadi duduk dimana tidak saya lihat;
ti.di.pa.ko pron kemanakan: : sapu dija jona ~ sapu di sini tadi dikemanakan;
ti.di.pa.da pron kemanalah: : nyak jona nyopok-nyopok duitku ~ mak pahalu-halu saya tadi mencari-cari uangku kemanalah tidak ketemu-temu
di.pan [dipan] n tempat tidur: : idan nyak kaboli -- sai holau kapan saya terbeli dipan yang bagus;
di.rik.tur [diriitu] n direktur: : rupana niku kok jadi ~ di PT. Angin Ribut rupanya kamu sudah jadi direktur di PT. Angin Ribut.
bu.di.rik.tur v berdirektur: mempunyai direktur: : di kantor sikam ganta kok ~ jak Jakarta di kantor kami sekarang sudah mempunyai direktur dari Jakarta
di.wa [diwa] n dewa: sesuatu yg diagungkan: : di tiyuh sikam mak pornah nyobut tolah ~ di kampung kami tidak pernah meyebut nama dewa
bu.di.wa v berdewa: mempunyai dewa: : kilusaka niku ~ sejak kapan kamu berdewa
di.wan n [diwan] dewan: : amon niku jadi anggota -- dang lupa rik sikam jika kamu menjadi anggota dewan jangan lupa sama kami
bu.di.wan v berdewan: mempunyai dewan: : ganta ~ pira di dapil OKUT sekarang berdewan berapa di dapil OKUT
dik.dik [didi] a perut yg besar karena kekenyangan: : tanihi sanak sina -- amon kok radu mongan perut anak itu besar karena kekenyangan sebab sudah makan
do.bol [dobol] n dobel: : amon niku ku ajak -- tandingan pingpong onti jika kamu kuajak dobel tandingan pingpong nanti;
ka.do.bol v kedobel: membuat dobel: : niku jona ~ rik sapa kamu tadi kedobel sama siapa;
do.bol.ko v dobelkan: : nyak onti tulung ~ rik jolma jak tiyuh barih saya nanti tolong dobelkan sama orang dari dusun lain;
ti.do.bol.ko v didobelkan: : haga mak niku ~ rik sanak suda mau tidak kamu didobelkan dengan anak itu;
ti.pa.do.bol v tidak sengaja dibuat menjadi dobel: : nyak jona ~ lagi rik niku saya tadi tidak sengaja dibuat menjadi dobel lagi sama kamu;
do.bol.da v dobellah: : ~ niku rik jolma suda rasana monang dobellah kamu sama orang itu rasanya menang;
si.do.bol.an v saling dobel: : haga nyak ~ rik jolma suda mau saya saling dobel sama orang itu
do.mo [dm] n sidik jari: : sanak kolas nom nombija -- kaunyin anak kelas enam kemarin sidik jari semua;
bu.do.mo v mencap ibu jari: menyidik jari: : radu unyin sikam jona ~ sudah semua kami tadi mencap ibu jari;
ti.do.mo v dicap dengan ibu jari: disidik jari: : amon ga angguwai SIM ~ pai jika mau membuat SIM disidik jari dulu;
do.mo.da v sidik jarilah: : ~ ganta guru kok nunggu sidik jarilah sekarang guru sudah menunggu;
si.do.mo.an v saling cap dengan ibu jari: : haga mak kita ~ radu sina kita gohgohko mau tidak kita saling cap dengan ibu jari sudah itu kita cocokkan
do.ngi [d] v dengar: : amon guru lagi norangko palajaran ¬¬-- dang haga bugurau torus jika guru menarangkan pelajaran dengar jangan mau bermain terus;
do.ngi.da v dengarlah: : ~ wat sai manggil niku dengarlah ada yang memanggil kamu;
do.ngi.ko v dengarkan: : amon ubak lagi ngumung ~ kopai jika ayah lagi ngomong dengarkan dulu;
ka.do.ngi.an v kedengaran: : niku ngumung jona mak ~ cutik makkawat kamu ngomong tadi tidak kedengaran sedikitpun;
nga.do.ngi v mendengar: : dang angguwai-guwai umungan mimangna niku ~ api? jangan membuat omongan memangnya kamu mendengar apa?;
nga.do.ngi.ko v mendengarkan: : raduda pai ~ umungan hulun sai mak bonor sudahlah dulu mendengarkan omongan orang yang tidak benar;
si.do.ngi.an v saling dengar: : saro amon kitaja mak ~ lagi susah jika kita ini tidak saling dengar lagi;
ti.do.ngi v terdengar: didengar: : nyak subuh jona ~ hulun anjorit saya subuh tadi terdengar orang menjerit;
ti.do.ngi.ko v terdengarkan: didengarkan: : api-api sai diumungkona pasti ~ hulun apa-apa yang diomongkannya pasti didengarkan orang;
ti.pa.do.ngi v tidak sengaja terdengar: : nyak jona liyu ~ kuti ngumungko akas saya tadi lewat tidak sengaja terdengar kalian membicarakan kakek
do.ros [ds] n deras: : alang -- way di pangkalan nombija alangkah deras air di sungai kemarin;
do.ros.da v deraslah: : jak kabiyansa ~ hujan nombija dibanding hari ini deraslah hujan kemarin;
do.ros.ko v deraskan: : ~ cutik aliran way suda deraskan sedikit aliran air itu;
nga.do.ros v menderas: : menjadi deras: ganti aliran way di topi ~
nga.do.ros.ko v menderaskan: semakin deras lagi: : nyak rabai bubiduk bakna ngaliak way ~ saya takut berperahu sebab melihat air semakin deras lagi;
ti.pa.do.ros v tidak sengaja dibuat menjadi deras: : way ~ laju ngahanyukko batang punti air tidak sengaja dibuat menjadi deras terus menghanyutkan batang pisang
doh.doh [dohdoh] n lamban: : alang -- sanak sija alang lamban anak ini;
nga.doh.doh v melamban: : uni-uni katinggalan amon ~ njuk sija lama-lama ketinggalan jika melamban begini;
ti.doh.doh v dilamban: : nyak mak haga amon gawi ~ ko kuti saya tidak mau jika kerja dilamban kalian;
ti.doh.doh.ko v dilambankan: sengaja dilambankan: : amon ga bugawi dangda ~ onti kona marah jika mau bekerja janganlah dilambankan nanti kena marah;
ti.pa.doh.doh v tidak sengaja dilambankan: : layon nyak ~ sijaja mosinna sai cadang bukan saya sengaja dilambankan ini mesinnya rusak
1 dok.dok [dd] n rendam, :
nga.dok.dok v merendam: : honi suda ~ di bah way pasir itu merendam di bawah air;
nga.dok.dok.ko v merendamkan: : nyak lagi ~ biyas kotan haga angguwai kanian saya lagi merendamkan ketan mau membuat kue;
ti.dok.dok v direndam: : amon ga angguwai tumpi mari lombut kotanna ~ kopai jika mau membuat (pepes dari ketan) agar lembut ketannya direndam dulu;
ti.dok.dok.ko v direndamkan: : kawai ku sai siyau sa ~ sangrobok juga bajuku yang merah ini direndamkan sebentar saja;
ti.pa.dok.dok v tak sengaja terendam: : nyak ~ biyas di lom guci saya tak sengaja terendam terendam beras ddalam guci
2 dok.dok [dokdok] v pungut: : -- ganta jambu sai ku kawik jona onti diakuk hulun pungut sekarang jambu yang ku jolok tadi nanti diambil orang;
nga.dok.dok v memungut: : alang mak liomna niku ~ kanian tiyak jona alangkah tidak malunya kamu memungut kue jatuh tadi;
nga.dok.dok.ko v memungutkan: : nyak jona ~ kawaimu sai tiyak jona saya tadi memungutkan bajumu yang jatuh tadi;
ti.dok.dok v dipungut: : amon ga gancang borsih, haihai sina ~ juga jika mau cepat bersih, sampah itu dipungut saja;
ti.dok.dok.i v dipunguti: : ngapi makkung ~ sai nyiwi tiyak jona mengapa belum dipunguti yang kelapa jatuh tadi;
ti.dok.dok.ko v dipungutkan: : karupuk sanak sina tiyak kasian nihan laju ~ kerupuk anak itu jatuh kasihan sekali jadi dipungutkan;
ti.pa.dok.dok v tidak sengaja terpungut: : nyak jona ~ buah langsakmu saya tadi tidak sengaja terpungut buah dukumu
dom.dom [dmdm] a turun panas (demam): : inumko lobas marik – sanak sina minumkan obat agar turun panas anak itu
dom.pul [dmpul] n dempul: : bidukku bucur tapi jualan -- bola unyin perahuku bocor tapi jualan dempul habis semua
nga.dom.pul v mendempul: : radu niku ~ bidukmu jona sudah kamu mendempul perahumu tadi;
dom.pul.ko v dempulkan: : tulung pai ~ bidukku ganta tolong dulu dempulkan perahuku sekarang;
nga.dom.pul.ko v mendempulkan: : amon niku haga ~ bidukku lajuda jika kamu mau mendempulkan perahuku silakanlah;
dom.pul.da v dempullah: : ~ pagi sada, amon dibi cutik harani hujan dempalah pagi ini sebab sore sedikit hari hujan
ka.dom.pul v minta dempul: : niku jona ~ rik sapa? kau tadi minta dempul sama siapa;
ti.pa.dom.pul v tidak sengaja terdempul: : kamaapan bidukmu sai ~ mohon maaf perahumu yang tidak sengaja terdempul;
si.dom.pul.an v saling dempul: : payu kita ~ biduk jomoh pagi mari kita saling dempul perahu besok pagi;
don.da [dnda] n denda: : mak karasayan harani tungguk sai bulan, dang liyu jak tanggal ruangapuluh bayarda listrik onti kona ~ tidak terasa hari sampai satu bulan, jangan lewat dari tanggal dua puluh bayarlah listrik nanti kena denda;
bu.don.da v berdenda: mempunyai denda: : amon kok tolu bulan mak bayar arisan ~ jika sudah tiga bulan tidak bayar arisan mempunyai denda;
nga.don.da v mendenda: : nyak ~ sai jolma ngaku haga amboli asa-asa mak jadi saya mendenda orang yang mengaku mau membeli tahu-tahu tidak jadi;
ti.don.da v didenda: : mamang jona numbur sanak laju ya ~ saratus ribu paman tadi menabrak anak kecil terus dia didenda seratus ribu;
ka.don.da v terdenda: : ~ pira niku jona terdenda berapa kamu tadi;
ti.pa.don.da v terdenda: tidak sengaja terdenda: : polisi suda ~ rik jolma diwik polisi itu tidak sengaja terdenda sama saudara sendiri;
don.da.da v dendalah: : amon niku ku kiyukko ~ nyak jiku kamu saya bohongi dendalah saya
don.ti [dnt] n nanti: : ratongda ganta -- nyak kok lapah datanglah sekarang nanti saya sudah pergi;
don.ti.da v nantilah: : ~ nyak kok tungguk, niku dang lijung-lijunng jak sannantilah saya sampai kamu jangan berlari-lari dari situ;
don.ti.ko v nantikan: : amon niku sabar cutik ~ pai jika kamu sabar sedikit nantikan dulu;
don.ti.pai v nanti dulu: : ~ dangkung lapah tunggu nyak nanti dulu jangan pergi tunggu saya;
dong.ki [dk] a dengki: : mak radu-radu saro huriksa amon -- torus tidak sudah-sudah susah hidup ini jika selalu dengki;
dong.ki.da v dengkilah: : amon gawimu ga ngambah torus ~ sanak barih jika kerjamu mau pamer terus dengkilah anak yang lain;
si.do.ng.ki.an v saling dengki: : sanak rua miyadik suda bingi harani ~ anak dua beradik itu siang malam saling dengki;
ti.do.ng.ki.i v didengkii: : adok sai ~ hulun rik sanak sina apa yang didengkii orang ke anak itu;
ti.dong.ki.ko v didengkikan: : mak ongka sai haga ~ di hurikku ja tidak ada yang mau didengkikan di hidupku ini;
ti.pa.do.ng.ki v tidak sengaja mendengki: : ulah bak ya ngaliak kuti akor torus laju yona ~ karena melihat kalian rukun terus akhirnya dia tidak sengaja menjadi dengki;
dor.dor [dd] n dordor: tiruan bunyi tembakan: bunyi pistol: : polisi suda nimbak bunyi -- laku nyak karabayan polisi itu nembak bunyi dordor terus saya ketakitan
du.da [dda] v sana: : -- dija niku ja mak ronong-ronong sana sini kamu ini tidak diam-diam;
du.da.da v sanalah: : nyak boji ngaliak niku gancang ~ ganta saya benci melihat kamu cepat cepat sanalah sekarang;
ti.du.da v di sana: ke sana: : nyak ~ niku mak angka saya ke sana kamu tidak ada;
ti.du.da.ko v disanakan: kesanakan: ttg sesuatu ditempatkan di sana atau ke sana: : ~ unyin kutak sa ganta biar pacak muhongas kesanakan semua kotak ini agar bisa bernapas;
ti.pa.du.da v tidak sengaja ditaruh di sana: : kaunyin bungamu ~ semua bungamu tidak sengaja ditaruh di sana
du.do [dd] v lihat duda :
du.du [dudu] n panggil: : -- sanak suda onti ya tiliyu panggil anak itu nanti dia terlewat;
du.du.da v panggillah: : ~ ganta onti ya kung radu bukawai panggillah sekarang nanti dia belum sudah berbaju;
du.du.ko v panggilkan: : amon niku ngaliak sanak jualan tiyung tulung ~ jika kamu melihat anak jualan terong tolong panggilkan;
ka.du.du v minta panggil: : niku jona ~ rik sapa kamu tadi minta panggil sama siapa;
nga.du.du v memanggil: : niku ja jak jona dija mimangna ~ sapa kamu ini dari tadi di sini memangnya memanggil siapa;
nga.du.du.ko v memanggilkan: : niku juga ~ sanak suda kamu saja memanggilkan anak itu;
si.du.du.an v saling panggil: : amon ga lapah nonti ~ yo? jika mau pergi nanti saling panggil ya?;
ti.du.du v dipanggil: : niku jona ~ ombay kamu tadi dipanggil nenek;
ti.pa.du.du v terpanggil: tidak sengaja memanggil: : niku jona ~ akas kamu tadi tidak sengaja memanggil kakek;
du.ga [dga] n duga: kira: : -- pai kok bakmu kok pas mak takaran wai sija duga dulu olehmu sdh tepatkah ukuran air ini;
ka.du.ga v minta duga: : ~ rik jolma suda minta duga sama orang itu;
nga.du.ga v menduga: : dang juk sina ~ jolma suda mak haga bugawi jangan begitu menduga orang itu tidak mau bekerja;
si.du.ga.an v saling duga: : jolma rua suda mak radu-radu ~ orang dua itu tidak sudah-sudah saling duga;
ti.du.ga v diduga: : mak ~ jolma sina sai ngakuk kawaiku tidak diduga orang itu yang mengambil bajuku;
ti.pa.du.ga v salah duga: tidak sengaja menduga: : nyak ~ rik niku saya salah duga sama kamu
du.gan [dgan] n kelapa muda: : mama bay mirak nginum – bibi kepingin minum kelapa muda
bu.du.gan v berkelapa muda: telah menjadi kelapa muda: : ganta nyiwi sikam ~ sekarang kelapa kami sudah berkelapa muda
ti.du.ga.ni v diambil kelapa mudanya: : jadi idan ~ onti nyak kilu jadi kapan diambil kelapa mudanya nanti saya minta
ti.pa.dug.an v tidak sengaja mengambil kelapa mudanya: : nyak nyolsol jona ~ dok akas saya menyesal tadi tidak sengaja mengambil kelapa muda punya kakek
du.kat [dkat] n sejenis rantai atau kalung yang terbuat dari perak: : pira niku amboli -- sina berapa kamu membeli rantai perak itu;
bu.du.kat v berdukat: mempunyai rantai: : nyak ganta ~ amboli jak Pulimbang saya sekarang mempunyai rantai membeli dari Palembang
du.kun [dkun] n dukun: paranormal: : amon -- sina ngalobasi kakurukan jika dukun itu menobati kemasukan;
bu.du.kun v berdukun: mengobati ttg penyakit di dukun: : habanmu hodak ~ dipa? penyakit kamu sembuh berdukun dimana?;
ti.pa.du.kun v tidak sengaja diobati di dukun: : anak jolma sina ~ anak orang itu tidak sengaja diobati di dukun;
du.kun.ko v dukunkan: : antah nikuna disarati hulun jadi holauna ~ mungkin kamunya diguna-guna orang jadi bagusnya dukunkan;
ti.du.kun.ko v didukunkan: : morli suda ~ maranai biar haga gadis itu didukunkan bujang agar mau;
si.du.kun.an v saling dukun antara orang yang satu dengan yang lain: : raduda kutina ~ mak ongka hasilna sudahlah kalian itu saling dukun tak ada gunanya
du.lang [dla] n dulang: : amon niku haga akukda -- sija jika kamu mau ambillah dulang ini
du.pi [dp] p apabila, jika, kalau: : ~ hujan nyak mak ratong ti lombahanmu apabila hujan saya tidak datang ke rumahmu
du.ri.an [dian] n durian: : amon haga nganik -- ganta nayah jika mau makan durian sekarang banyak;
bu.du.ri.an v berdurian: makan durian ramai-ramai ke kebunnya: : sikam onti haga ~ akas kami nanti mau makan durian di kebun kakek
du.ruk-du.ruk [d-d] n sebangsa tumbuhan perdu seperti buah karomunting: : niku haga nganik -- kamu mau makan duruk-duruk
du.sa [dsa] n dosa: : -- tahun sinangon kok nayah, nambah munih ganta dosa tahun dulu sudah banyak, nambah lagi sekarang;
bu.du.sa v berdosa: : ~ amon niku mak anjalan ko solat lima waktu berdosa jika kamu tidak menjalankan sholat lima waktu
duit [dwit] n duit: uang: : mun nyak wat -- onti haga amboli inton jika saya ada uang nanti akam membeli intan;
bu.du.it v berduit: beruang: : alang ~ jolma sina alangkah berduit orang itu;
ka.du.it.an v minta dikatakan banyak uang: : dang haga ~ jangan mau minta dikatakan banyak uang;
ti.du.iti v diadakan uang: : diberikan uang untuk seseorang: pira niku haga onti ~
ti.pa.du.it v tidak sengaja memberi uang: karena kesalahan sesuatu jadi mengganti dengan uang: : sial nyak kabiansa laju ~ sial saya hari ini terus tidak sengaja memberi uang;
nga.du.it.ko v menjadikan uang: : sapada pacak -- tanahku di tiuh siapalah yg bisa menjadikan uang tanahku di desa;
si.du.it.an v saling membayarkan dengan uang: : onti kita mak ~ nanti kita tidak saling membayarkan dengan uang
dum [dm] n domino: : sikam onti bingi haga main -- kami nanti malam mau main domino;
bu.dum v berdomino: mempunyai domino: : amon lokok ronik dang main ~ jika masih kecil jangan main domino
dung.gak [dga] n atas: : tapko tas sija ~ taruhkan tas ini di atas;
dung.gak.ko v diataskan, tempatkan di atas: : kanian sija lombut jadi ngotapkona onti ~ kue ini lembut jadi tempatkan di atas;
ti.dung.gak v di atas: : waktu nyak ~ jona kuliak mak ongka jolma waktu saya di atas tadi kulihat tidak ada orang;
ti.dung.gak.ko v diataskan: : usung torus ~ lom lombahan unyin buah say ompai ratong bawa lalu letakkan di atas rumah semua buah yg baru datang
dur.dur [dd] n kendor: kendor ttg kulit manusia: : umur ombay suda tuju puluh lobih, jadi uyakna kok -- unyin umur nenek itu tujuh puluh lebih, jadi kulitnya sudah kendur semua
dur.ha.ka [dhaka] n durhaka: : amon -- rik jolma tuha makka kacium surga jika durhaka sama orang tua tidak tercium surga
dus [ds] n dos; kotak: : amon kok bangkang -- sina nyak kiluna jika sudah kosong kotak itu saya memintanya;
bu.dus v berdos; berkotak: : barangmu haga ~ api makwat barangmu mau memakai kotak atau tidak;
ti.dus v di dos: : onti susun unyin ~ sija nanti susun semua di kotak ini
ga.dai [gaday] v gadai :
ang.ga.dai.ko v menggadaikan: : iya ~ masna bakna haga kahwin dia menggadaika emasnya karena mau nikah;
ga.dai.ko v gadaikan: : ~ juga tanohmu di tuan tanoh sina gadaikan saja tanahmu pada tuan tanah itu;
ti.ga.dai v tergadai: : lombahan ~ rumahnya tergadai;
di.ga.dai.ko v digadaikan: : mak api-api mas rik huma ~ tapi dang lombahan tak apa-apa digadaikan emas dan kebun tapi jangan rumah
ga.ding [gadi] n gading: : -- gajah sina mahal nihan gading gajah itu mahal sekali
ga.do-ga.do [gado-gado] n gado-gado: : nyak haga nganik -- saya mau makan gado-gado
ga.dung [gadu] n umbi yang beracun: : dang kanik -- sina! jangan dimakan gadung itu!
ga.gah [gagah] a gagah: : alangko -- maranai sina alangkah gagah pemuda itu
ga.gang [gaga] n tangkai, hulu: : -- penyapu sina tiguwai jak sumambu gagang sapu itu terbuat dari rotan
ga.lah [galah] n leher: : -- hangsa sina tijang leher angsa itu panjang
ga.lah [alah] n leher: : kintu -- sanak sija sakik mungkin leher anak itu sakit
ga.lak [galak] a suka: : niku -- rik hampolom sija? kamu suka dengan buah pelam ini?;
ka.ga.lak.an n kesenangan: : limau sina buah ~ku jeruk itu buah kesenanganku
ga.lang [gala] n balok kayu untuk menghalangi sesuatu: : -- rawang sina patoh galang pintu itu patah;
ang.ga.lang v menggalang: : Ahmad ~ rawang rik kayu Ahmad menggalang pintu dengan kayu;
di.ga.lang v digalang : kursi patoh sina -- rik kayu kursi patah itu digalang dengan kayu
ga.li.dah [galidah] v geledah, periksa: : -- pay kamarna kintu wat jolma bujamot geledah dulu kamarnya mungkin ada orang bersembunyi;
ang.ga.li.dah v menggeledah: : polisi ~ maling sina polisi menggeledah pencuti itu
ga.li.gi.an [galigijan] v merinding karena makan makanan yang terlalu manis: : nyak – nganik kanian sina saya galigian makan makanan itu
1 ga.li.gih [galigih] n bambu kecil: : nyak haga nanam -- dudo saya akan menanam galigih di sana
2 ga.li.gih n bambu kecil: : nyak haga nanam -- dudo saya akan menanam galigih di sana
ga.ling [gali] a oleng: : biduk sina -- perahu itu oleng
ga.ling.ging [galigi] a alur permukaan yg timbul: : -- hurung rik paria tikolis juga alur oyon dan pare dikelis saja
ga.lo.dag [galdag] n lantai yang terbuat dari papan: : lambahanna makkung radu bakna lokok angguwai -- rumahnya belum selesai karena masih membuat galodag
ga.lo.gah [galgih] lihat galigih :
ga.los.gos.an [galosgosan] a gemetar karena demam: : ombaiku maring badanna -- nenekku sakit badannya gemetar
ga.lu [galu] v aduk :
ang.ga.lu v mengaduk: : bibik ~ juwadah bibik mengaduk kue;
ti.ga.lu v diaduk: : kotan -- rik punti ketan diaduk dengan pisang;
ga.lu.an n adukan: : ~ wajik ditungku sina kok mutung adukan wajik di panci itu sudah hangus
ga.lu.pah [galupah] n ketiak: : umbor -- sapa say torbang sa? bau ketiak siapa yg terbang ini?
ga.lu.pah [alupah] n ketiak: : ambau -- na mak bangik nihan bau ketiaknya sangat tidak enak
ga.luk.a.nik [galu anI] n makian: : -- na mak bangik nihan didongi, makiannya sangat tak enak didengar
ga.lung [galu] n bulat: : bawang -- bawang tunggal
ga.na [gana] a ribut: : ngapi jolma di rangraya sina laju – mengapa orang di jalan itu jadi ribut
ga.nas [ganas] a ganas: : halimawong sina -- nihan harimau itu sangat ganas;
ang.ga.nas v mengganas: : asu sina katun-katun ~ anjing itu tiba-tiba mengganas
ga.rak [gaak] n kepiting: : -- sina anggampit iwak kepiting itu menjepit ikan
ga.rang [gaa] n ruang depan: : -- di lombahanku borak ruang depan rumahku luas
ga.ring [gaing] a garing, kering dan keras: : kampolang sina -- kemplang itu garing
ga.ring.sing [gaisi] n panci yang terbuat dari besi untuk digunakan menanak nasi: : kurukkoda bias sina di -- masukkanlah beras itu di garingsing
ga.ring.sing [aings] n lihat dakdak: :
ga.rong [gao] n rampok: : yona -- dia itu rampok
ang.ga.rong v merampok: : bakas sina tikuruk say ~ lelaki itu termasuk yang merampok;
di.ga.rong v dirampok: : tiyan ~ jolma lima mereka dirampok lima orang
ga.ru.bak [gaubak] n gerobak: : -- sina ompay tiboli gerobak itu baru dibeli
ga.ru.buk [gaubuk] n lemari: : di lom -- ombay lamon goluk ngisi kanian di dalam lemari nenek banyak stoples berisi makanan
ga.sing n [gasi?] : gasing sanak sina main --
ga.tol [gatol] a gatal: : badanna -- badannya gatal
ga.wat [gawat] a gawat: keadaan genting: : habanna kok -- penyakitnya sudah gawat
ga.wi [gawi] v kerja: : -- mak say radu-radu sapa sija? pekerjaan siapa yg tidak sudah-sudah ini?;
ga.wi.an n pekerjaan: : adok ~mu ganta? apa pekerjaanmu sekarang;
bu.ga.wi v bekerja: : ~ dipa niku? bekerja di mana kamu?;
ang.ga.wi.ko v mengerjakan: : sapa~ sija siapa yang mengerjakan ini?;
di.ga.wi.ko v dikerjakan: : rumah sina ~ Amir rumah itu dikerjakan Amir;
ga.wi.an n pekerjaan: : adog ~ ganta apa pekerjaanmu sekarang
ga.yah [gayah] a merasa: : ganta niku -- posay mak ongka hulun barih dija sekarang engkau merasa sendirian tak ada orang di sini
gai.gai [gaigai] v sisir: : buwokku haga ku -- pay rambutku akan kusisir dulu
gam.bar [gamba] n gambar: : -- bunga sina juk aslina gambar bunga itu seperti aslinya;
ang.gam.bar v menggambar: : sanak sina ~ pemandangan anak itu mengambar pemandangan;
di.gam.bar v digambar: : papan tulis ~ sanak sina papan tulis digambar anak itu
gam.pit [gampit] v jepit: : -- kortas sina mari mak torbang jepit kertas itu supaya tidak terbang;
ang.gam.pit v menjepit: : niay ~ kaway say dibasuhna jona kakak pr menjepit pakaian yg dicucinya tadi;
ti.gam.pit v dijepit: : tanaman sija ~ rik kawak mari rapi tanaman ini dijepit dengan kawat supaya rapi
gam.pol [gampl] v berkumpul: : anakna kok -- rik sanak barih anaknya sudah berkumpul dengan anak lain
gan.cang [ganca] a cepat: : nikuna -- cutik mongan, kan haga lapah ti sikolah, kamu itu cepatlah makan, kan akan pergi ke sekolah;
gan.cang.da v cepatlah: : ~, dang uni ga manjau pok hulun cepatlah, jangan terlalu lama bertamu di tempat orang;
bu.gan.cang v bergegas: : payu ~ onti hujan ayo bergegas, nanti hujan
gan.ta [ganta] v sekarang: : -- nyak haga ti masigit sekarang saya akan ke masjid;
gan.ta.da v sekaranglah: : amon haga lapah ~ mari mak kamawasan kalau mau pergi sekaranglah supaya tidak kesiangan
gan.tung [gantu] v gantung, :
bu.gan.tung v bergantung: : adik ~ di rawang adik bergantung di pintu;
di.gan.tung.ko v digantungkan: : dipa pok kawai sina ~ dimana baju itu digantungkan;
gan.tung.ko v gantungkan: : ~ kawai sina di kamar gantungkan pakaian itu di kamar
gang.gu [gagu] v banggu: : dang --, adik lagi turuy jangan ganggu, adik
ang.gang.gu v mengganggu: : sanak sina ~ kolpahna bulajar anak itu mengganggu saudaranya belajar:
di.gang.gu v diganggu: : rampai di huma ~ kambing sayur di kebun diganggu kambing;
ti.gang.gu v terganggu: : nyak ~ bak suara bincau sina saya terganggu dengan suara ribut itu
gap.gup [] berdebar-debar (jantung): : -- jantungku waktu ya ratong berdebar-debar hatiku saat ia datang
gar.ga.ran [gagaan] n gemetar: : jolma sina -- bakna karabaian api kabotohan? orang itu gemetaran karena ketakutan atau kelaparana?
gi.bing [gibi] n kain gebeng: : sapa makai -- ? siapa yang memakai
gi.luh [giluh] v goyang: : pocakna – tiang sina nampaknya tiang itu goyang
gi.mir [gimi] a khawatir: : nyak -- ngaliyak jolma tuha sina saya khawatir melihat orang tua itu
gi.pak [gipak] v senggol, :
ang.gi.pak v menyenggol: : mobil sina ~ motor mobil itu menyenggol motor;
ti.gi.pak v disenggol: : mobil ~ motor mobil disenggol motor;
kagipak v tersenggol: : jolma sina ~ bak mobil orang itu tersenggol mobil;
si.gi.pa.kan v saling senggol: : mobil ~ rik motor mobil saling senggol dengan motor
gi.ring [gii] a lihat gincing :
gi.sai [gisai] v banyak gerak, lincah: : alangko -- sanak rua sina alangkah lincah dua anak itu
gi.sik [gisik] v gesek: : -- pay bosi sija alangko lamon karatna gesek dulu besi ini alangkah banyak karatnya;
di.gi.sik v digesek: : say-say ~ kambing dinding digesek kambing;
gi.sik.ko v gesekkan: : ladingmu ~ di kayu sina pisaumu gesekkan pada kayu itu
gi.sir [gisi] v geser: : pacak mak -- cutik bangku sija bisakah geser sedikit kursi ini
gi.toh [gith] n getah kayu: : hati-hati onti kona -- hati-hati nanti kena getah kayu
gi.tuh [gituh] n getah: : alangkok lamon -- lamasa sija alangkah banyak getah nangka ini?
gik.gik [gigi] v menawar barang, tetapi dengan cara memaksa hingga keinginannya terpenuhi: : dang – ga amon bubolian jangan terlalu gikgik kalau berbelanja
gin.cing [ginci] a miring, :
gin.cing.ko v miringkan: : ~ gudu sina? miringkan botol itu!
ti.gin.cing v menjadi miring: : lombahan sina ~ bak angin rumah itu menjadi miring karena angin;
ang.gin.cing.ko v memiringkan: : sapa say ~ gudu sina siapa yang memiringkan botol itu?;
di.gin.cing.ko v dimiringkan: : gudu ~ adik botol dimiringkan adik;
gin.dung [gindu] v gendong: : konaikoda ku -- juga abah-abah biak sina biarkanlah kugendong saja barang berat itu
go.dok ko.pi [gd kpi] n ampas kopi: : ~ mak pacak lagi diinum ampas kopi tidak bisa diminum
go.gah [gogah] a sehat: : akasku lokok -- kakekku masih sehat
go.gor [gg] a guruh: gemuruh: bunyi petir: : sanak sina bujamot andongi -- anak itu ketakutan mendengar bunyi petir
go.lar [gla] n gelar: : apiya -- mu? apa gelarmu
go.li [goli] v geli: : sanak sina maha bakna -- anak itu tertawa karena geli
go.long [gl] n cacing: : lamon -- dibah batang punti sina banyak cacing di bawah pohon pisang itu
go.long [gl] n cacing: : biji lamasa pacak tijadiko lobas -- biji pepaya bisa dijadikan obat cacing
go.muk [gm] a gemuk: : bai sina mak – ga wanita itu tidak terlalu gemuk
go.nok [gnk] n cukup: : kok --, radu kuhitung kardus di gudang sudah cukup, selesai kuhitung kotak di gudang
go.nyik [gik] v basah: : halaman lombahanmu -- halaman rumahmu basah
go.ping [gpi] a gepeng sebagian: : hulu sanak sina – kepala anak itu gepeng sebagian
go.rah [goah] a gaduh: : dang angguay -- gantasa kok bingi jangan membuat gaduh sekarang sudah malam
go.rah [gah] v tidak nyaman akhirnya pergi: : ngawil mak mongsa, iwakna -- bak jolma mandi mancing tidak dapat, ikannya gorah karena ada orang mandi
go.rai [ga] v pegang: : -- kuat-kuat di ijan sija pegang kuat-kuat di tangga ini
go.rak [goak] n fase kelapa sebelum menjadi dogan: bakal dogan: : alangkok lamon -- batang nyiwi sija alangkah banyaknya bakal dogan pohon kelapa ini
go.ring [goi] a senang: : sanak sija -- nihan nganik lamasa anak ini senang sekali makan buah nangka
go.ring [gi] a suka: : nyak -- rik sanak morli saya suka dengan gadis itu
go.rut [gt] n kaya: : yona jolma -- di tiuh sa dia itu orang yang kaya di desa ini
go.sit [gsit] v gesit: : sapa say --, kiaymu api niaymu siapa yg gesit, saudara perempuanmu atau saudara laki-lakimu
go.tong [gt] n ikat pinggang: : akukko pay -- dilom tas ambilkan dulu ikat pinggangku dalam tas
go.tot [gtt] n batas, sekat: : jukpay -- untuk kawai holau rik kowai busuk beri dulu batas antara baju bersih dan baju busuk
goh.goh [ghgh] a sama, serupa: : kawaimu rik kawaiku -- bajumu dan bajuku sama
1 gok.gok [gokgok] n kuat dan besar: : jolma sai ompai ratong sina -- orang yg baru datang itu kuat dan besar
2 gok.gok [gg] a tidak plin-plan: : ya goring rik jolma sai -- dia menyenangi orang yang tidak plin-plan
gol.gol [gl-gl] v hajar, pukul: : cuba niku -- pay bakas say ngakuk duit adikmu jona coba engkau pukul dulu lelaki yg mengambil uang adimu tadi;
ang.gol.gol v memukul: : ngapi niku haga ~ kamincak sina? mengapa engkau akan memukul katak itu?;
gol.gol.ko v pukulkan: : tulung pay ~ iwak sija haga kumasak pindang tolong pukulkan ikan ini akan kumasak pindang;
ti.gol.gol v dipukul: : ulay balak sina mati ~ jolma sanga kampung ular besar itu mati dipukul orang sekampung
gol.pung [glpu] v tepung beras: : juk -- cutik-cutik dibaka sija beri tepung sedikit-sedikit di wadah ini
gom.pol [gmpl] v gabung, :
ang.gom.pol.ko v menggabungkan: : tian kok ~ diri rik tamu sai ompay ratong mereka telah menggabungkan diri dengan tamu yang baru datang;
bu.gom.pol v bergabung: : sanak kelas pak ~ rik sanak kelas nom anak kelas empat bergabung dengan anak kelas enam;
ti.gom.pol v tergabung: : barangna tigompol rik barang-barangku barangnya tergabung dengan barang-barangku;
ti.gom.pol.ko v digabungkan: : buah langsak rik rambutan ~ di lom sai kutak buah duku dan rambutan digabungkan dalam satu kardus;
gom.pol.ko v gabungkan: : ~ buah buahan sina dilom sai kardus gabungkan buah-buahan itu dalam satu kardus
gor.pu [grpu] n lihat bosi :
gor.pu [gop] n pisau: senjata tajam: : dipa -- say di pawon jona dimana pisau yang di dapur tadi
gu.cuh [gucuh] v pukul, tinju: : -- pay kukutku pukul dulu kakiku
gu.dik [udi] n jambang: : sapa jolma sai pudakna ponuh bak -- siapoa orang yang wajahnya penuh oleh jambang
gu.du [gd] n botol: : wat mak jualan -- balak di kalangan adakah jualan botol besar di pasar pekanan
gu.gup [ggp] a gugup: : nyak – waktu tian ratong, saya gugup saat mereka datang
gu.hud [ghd] v menggosok unt membersihkan: :
gu.hud.ko v membersihkan dari kotoran: : tulung -- punguku sa jona tiak laju tikasaliu tolong bersihkan tanganku dari kotoran karena keseleo
ti.gu.hud.ko v dibersihkan dari kotoran: : kok cindo karito sina bakna -- jak hai-hai sudah bersih sepeda itu karena sudah dibersihkan dari kotoran
gu.lat [gulat] v gulat :
bu.gu.lat v bergulat: : sanak ronik sonang -- anak kecil suka bergulat
gu.ma.lam.pa.ran [gumalampaan] adv bertebaran di mana-mana: : abah-abahna – barang-barangnya bertebaran di mana-mana
gu.ma.lim.pa.ngan [gmalimpaan] v bergeletakan: : lamon jolma -- di lombahan karia banyak orang bergelimpangan di rumah pak RT
gu.ma.ra.nang [gumaana] n benda yang relatif kecil yang jatuh secara susul menyusul: : kaleng sina – tiyak jak ijan kaleng itu gumaranang jatuh dari tangga
gu.ma.ran.tang [gumaanta] n benda yang relatif besar yang jatuh secara susul menyusul: : kursi sina – tiyak jak ijan kursi itu gumarantang jatuh dari tangga
gu.ma.ran.tungan [gmaantan] v benda bergelantungan: : sakik hulu ngaliak -- pokmu ja pusing melihat barang bergelantungan di tempatmu ini
gu.ma.ri.lik [gumaili] v benda yang berbentuk bulat dan panjang yang lebih dari satu jatuh: : limau rik potai -- tiak jak mija jeruk dan petai gumarilik jatuh dari meja
gu.ma.ri.ling [gmarili] v benda bulat jatuh: : jona nyak andongi -- dija tadi saya mendengar suara benda bulat jatuh di sini
gu.ma.rok.gok [gumag] n gemuruh yang susul menyusul: : semakkung hujan biasona sawara – sebelum hujan biasanya suara gemuruh
gu.mak [guma] n makanan yang terbuat dari ketan dan disiram gula: : nyak nganik rua – saya makan dua gumak
gu.may.gay [gmaygay] v gemetar kelaparan: : bakas sina kok -- bakna makkung mongan lelaki itu gemetar kelaparan krena belum makan
gu.mo.tor [gmt] v gemetar: : ya -- ngaliak wat halimawong dia gemetar melihat harimau
gu.si [usi] n gusi: : -- na bayoh gusinya bengkak
gu.way [guway] v buat: : cuba -- pay bakmu kanian sai paling bangik coba kamu buat dahulu makanan yg paling enak;
ang.gu.way v membuat: : gawimu onti ~ jolma maha yo tugasmu nanti membuat orang tertawa ya;
gu.way.ko v buatkan: : ~ nyak way kopi sina buatkan saya kopi;
gu.wa.yan v buatan: : kukkuk ~ jolma sina bangik enak bubur buatan orang itu
gu.yun [guyun] v rumput kecil: : kok bola -- di humaku sudah habis rumput kecil di kebunku
guh.guh [ghgh] a sangat jorok: : warung sina -- nyak mak haga mongan dudo warung itu sangat jorok, saya tak mau makan di sana
gum.lak [gumla] a banyak sekali: : wat – jolma di handopan lambahan ada banyak sekali orang di depan rumah
gun.dang [gnda] n ekor: : holau nihan -- kucing sina bagus sekali ekor kucing itu
gun.dul [gndl] adv botak: : huluna say -- angkilap kona mataharani, kepalanya yang gundul mengkip kena sinar matahari
gun.jur [gunju] v tidak pantas: : -- ngumung rik banguk nyamiut tidak pantas bicara dengan mulut mencibir
gus.ti [gsti] pron saudara: : sikandua haga ngamidko anak -- kami mau meminta (menyunting) anak saudara;
gus.ti.poh.ngun pron saudara sekalian, para hadirin: : api kabar -- ? apa kabar para hadirin?
ha.ga [haga] adv mau; akan: suka: : nyak – nginum saya mau minum
ha.la.man [halaman] n halaman: : -- lambahanna borak halaman rumahnya luas
ha.lo.tok [haloto] n air ludah :
ha.lom [halm] a hitam: : buwokna robu rik – rambutnya lebat dan hitam
ha.lu.pan [halupan] n lipan: : -- hoda binatang sai baha lipan juga binatang yang berbahaya
ha.na.ha.na [hana-hana] adv satu-satunya: : sija – kanianku ini satu-satunya makananku
ha.nau [hanau] n buah aren: : saro ga nyopok -- dija buah aren susah dicari di sini
ha.pa [hapa] a kosong atau tidak ada isi seperti telur kutu atau bulir padi: : lamom pari  panen tahun sa banyak padi hapa pada panen tahun ini
ha.pok [hapo] a busuk seperti bau binatang atau bangkai: : kamar sina  kamar itu busuk seperti bau bangkai
1 ha.ru [hau] n wadah sendok yang terbuat dari bambu: : tulung tap ko pai sinduk sa dilom – tolong taruh sendok ini ke dalam haru
2 ha.ru [hau] centong sayur: : udokpai gulai sina rik – tolong aduk gulai itu dengan centong sayur
ha.ru.ha.ru.an [hauhauwan] a kekenyangan (sakit karena kebanyakan makan): : ya jadi bakik tahini bakna  dia jadi sakit perut karena kekenyangan
ha.ti ba.ruk [hati bau] n sabut kelapa: :  pacak dijadiko sapu sabut kelapa bisa dijadikan sapu
ha.tok [hato] n atap: : -- lambahanna warna handak atap rumahnya berwarna putih
han.cau [hancaw] v terkena tumpahan seperti kopi: : kawaina mak bosih lagi bakna kok  bajunya tidak bersih lagi karena sudah terkena tumpahan seperti kopi
han.cing [hanci] a pesing: : juk ambau  kawai say niku pakai seperti bau pesing baju yang kau pakai
han.dak [handa] n putih: : buwokna kok lamon sai  rambutnya sudah banyak yang putih
han.dop [handp] a hangat: : kopi itu – kopi itu hangat
1 hi.nik [hini] n putih bersih: : kawai handak sina disahsahna tungguk  baju putih itu disikatnya sampai putih bersih
2 hi.nik [hini] a rata tidak berlubang seperti jalan raya: : rangraya di handopan lambahanku kok  jalan di depan rumahku sudah hinik
him.pun tu.ha [himpun tuha] n rasan tua (kesepakatan antar orang tua): : ya nyopok jodoh makai  dia mencari jodoh melalui rasan tua
hing.an hing.an.an [hian hianan] n jadi-jadian (siluman): : api binatang sina ? apakah hewan itu jadi-jadian?
hiring-hiring [hii- hii] n lihat canggoh :
ho.jong [h] duduk :
1 ti.ho.jong [tih] v 1 terduduk: : nyak kok -- rua jam dija saya sudah terduduk dua jam di sini:
ho.jong.ko [hk] v dudukkan: : dang -- sanak ronik di pok sai langar jangan dudukkan anak kecil di tempat tinggi
ho.lau [hlau] a bagus: : lambahanmu – nihan, rumahmu bagus sekali
ho.nguk [hu] a sayang: : nyak  rik niku aku sayang padamu
ho.ning [hni] a diam tidak bergerak atau tidak melakukan apapun: : anaknya – waktu nuntun filem anaknya diam saat menonton film
ho.rum [hrm] a harum; wangi: : – horum nihan kawaimu! Harum sekali bajumu!
ho.wok [hw] n sampah kulit padi: : --dapat dijadiko pakan itik sampah kulit padi dapat dijadikan makanan itik
ho.wong [hw] n bau kurang enak: : dipa umbor – sa? dari mana bau tidak enak ini?
ho.yas [hjas] v ada isinya atau berisi seperti telur kutu: : ngapi da pari tahun sa lamon sai  mengapa padi tahun ini banyak yang hoyas
hong.kak hong.kik [hka hki] v kekenyangan karena kebanyakan makan: : dang lamon ga mongan, nonti – jangan kebanyakan makan, nanti kekenyangan
hu.jan ko.duk [huan kd] n hujan deras: : di luah lokok  di luar masih hujan deras
hu.lor [hul] n ulat: : wat – di rampai sina ada ulat di sayuran itu
hu.lu [hulu] n kepala: : ya sakik -- ia sakit kepala
hu.ma [huma] n sawah: : akas makkung mulang jak -- kakek belum pulang dari sawah
hu.yam [hujam] n sampah tangkai padi: : wat lamon– amon radu panin ada banyak huyam setelah panen
hul.pang [hulpa] n alat yang digunakan sebagai pola untuk menukar besaran lubang jaring yang akan dibuat. Alat ini terbuat dari bambu: : -- dipakai paranti angguwai jaring hulpang digunakan untuk membuat jaring
i.ba.rat [ibaat] n umpama: : -- niku haga lapah, kunci lombahan tapko dunggak suda umpama kamu mau pergi, kunci rumah taruhkan atas sana;
i.ba.rat.ko p umpamakan: : ~ niku jadi kabayan bakasna umpamakan kamu jadi pengantin laki-lakinya;
iba.rat.na p umpamanya: : ~ nyak cakak kapal torbang niku haga iyot? umpamanya saya naik kapal terbang kamu mau ikut;
nga.i.ba.rat.ko p mengumpamakan: : ombay sina ~ nyak jadi ompuna nenek itu mengumpamakan saya jadi cucungnya;
ti.i.ba.rat.ko p diumpamakan: : haga niku ~ jadi halimawong kamu mau diumpamakan jadi harimau;
i.bot [ibot] n bekal; sesuatu yg dibawa berupa makanan; bontot: : nyak nunda -- lapah sakolah onti kabotohan saya membawa bekal pergi sekolah nanti kelaparan;
bu.i.bot v berbekal: : niku ~ api? kamu berbekal apa?;
i.bot.i v bekali: : onti niku nyak ~ sisu guring rik sambol nanti kamu saya bekali ayam goreng sama sambal;
ti.i.bot.i v dibekali: : nyak jona ~ ombay punti timajak saya tadi dibekali nenek pisang direbus
i.bu.ng [ibu] n rebung: : nyak ga amboli --di bay-bay sina saya mau membeli rebung di ibu-ibu itu
bu.i.bung v berebung: mempunyai rebung: : nyak ~ nayah haga ku masak onti saya mempunyai rebung banyak mau kumasak nanti;
i.cak [ica] a bohong: : -- nyak bugawoh sai ratong jona bohong saya saja yang datang tadi;
i.cak.i v bohongi: : nyak jona ~ anakku bakna ga iyot saya tadi bohongi anakku sebab mau ikut;
i.cak.ko v bohongkan: : tuwon nihan ~ juga pocakna niku mak pandai api-api benar sekali kamu bohongkan saja seolah kamu tidak tahu apa-apa;
ngi.cak.i v membohongi; berbohong: : ya galak ~ padahal hulun pandai yona pabudi dia suka berbohong padahal org tahu dia pembohong;
ngi.cak.ko v membohongkan; meniadakkan: : dang galak ~ api sai kita wat jangan suka meniadakkan apa yang kita miliki
i.dam [idam] n ingin: : nyak -- kawai hujau sa saya ingin baju hijau ini;
i.dam.i v ingini: : rupana niku ~ maranai suda rupanya kamu ingini bujang itu;
i.dam-i.dam v ingin-ingin: : ~ nyak ga lapah jawoh nihan ingin-ingin saya mau pergi jauh sekali;
ngi.dam.i v mengingini: : waktu nyak hamil anakku sai ronik ~ sate padang waktu saya hamil anakku yang kecil mengingini sate padang;
i.dam.ko v inginkan: : sabonorna nyak ~ sapatu handak jona sebenarnya saya inginkan sepatu putih tadi;
ti.i.dam.i v diingini: : ngapi niku miwang jona adok sai ~ mengapa kamu nangis tadi apa yang diingini;
ti.i.dam-i.dam.ko v diingin-inginkan: sesuatu keinginan yang sudah lama belum terpenuhi: : sai ~ bakahna kok diakuk hulun yang diingin-inginkan rupanya sudah diambil orang;
ti.pa.i.dam v kepingin: : nyak lapah ti kalangan ~ limus saya jalan ke pasar mingguan kepingin mangga bacang;
i.dan [idan] pron kapan: kata tanya untuk menanyakan waktu: bilamana: : -- niku mingi di lombahanku kapan kamu menginap di rumahku
i.dor [ido] v keliling: : nombija tian -- unyin mak ongka sai tinggal kemarin keliling semua tidak ada yang tinggal;
bu.i.dor v berkeliling: : alang uni nyak jona ~ haguk lombahanmu alang lama saya tadi berkeliling menuju rumahmu;
i.dor.i v kelilingi: : amon niku jago onti bingi ~ unyin lombahan jika kamu jaga nanti malam kelilingi semua rumah;
i.dor.ko v kelilingkan: : jak pagi tungguk dibi ~ jualan sija dari pagi sampai sore kelilingkan jualan ini;
ngi.dor v mengeliling: : angka gawi barih niku ja ~ tiyuh bingi harani tidak ada kerja lain kamu ini mengeliling dusun siang malam;
ngi.dor.i v mengelilingi: : niku haga ~ lapangan sija pin pitu kamu mau mengelilingi lapangan ini sebanyak tujuh kali;
ngi.dor.ko v mengelilingkan: : amon kok dibi nyak ~ jualan rampai jika sudah sore saya mengelilingkan jualan sayur;
ti.i.dor v terkeliling: sanggup keliling: : ~ hoda lapangan suda pin pitu walaupun umurku kok pitu ngapuluh terkelilng juga lapangan itu sebanyak tujuh kali walaupun umurku sudah tujuh puluh;
ti.i.dor.i v terkelilingi: : mak karasayan kok ~ sanak piwari tak terasa sudah terkelilingi semua sanak famili;
ti.i.dor.ko v dikelilingkan: : amon niku ganta makangka gawi ~ juga kanian sina jika kamu tidak ada kerja dikelilingkan saja kue itu;
ti.pa.i.dor v tidak sengaja terkeliling: : niku jona ~ di tiuh Minanga kamu tadi tak sengaja terkeliling di desa Minanga;
i.ga.ma [igama] n agama: : -- kok titanomko jak ronik agama sudah ditanamkan sejak kecil;
bu.i.ga.ma v beragama: : kaunyin kita dija ~ Islam seluruh kita di sini beragama Islam;
i.kar [ka] n kelereng: : nyak amboli -- nombija saya membeli kelereng kemarin
i.kol [kol] n keriting: : alang holau sanak sina buwokna -- alang bagus anak itu rambutnya keriting;
bu.i.kol v berkeriting: : niku ~ dipa, holau nihan kamu berkeriting dimana, bagus sekali;
i.kol.ko v keritingkan: : liyak buwokku ~ jona lihat rambutku keritingkan;
ngi.kol v mengeriting: : musim kumarau sa laju tanonaman cabiku ~ unyin musim kemarau ini jadi tanaman cabeku mengeriting semua;
ngi.kol.ko v mengeritingkan: : nyak jona ~ sanak ronik sija saya tadi mengeritingkan anak kecil ini;
ti.i.kol v dikeriting: : niku haga ~ jolma sina kamu mau dikeriting orang itu;
ti.i.kol.ko v dikeritingkan: : buwokku amon ~ cutik holau makwat yo? rambutku jika dikertingkan sedikit bagus tidak ya?;
ti.pa.i.kol v terkeriting: tidak sengaja menjadi keriting: : buwok sa cakku ga rulus juga ngapi ~ rambut ini kata saya mau lurus saja mengapa terkeriting?;
i.lik [ili] v injak: : alang loh-loh kukutku tulung -- pai alangkah pegal kaki saya tolong injak dulu;
i.lik.ko v injakkan: : niku ~ kukutmu di honi jadi kutur unyin galadak sa kamu injakkan kakimu di pasir jadi kotor semua lantai ini;
ngi.lik v menginjak: : amon musim anggotas nayah jolma ~ pari jika musim panen banyak orang menginjak padi;
ngi.lik.ko v menginjakkan: : dang niku ~ somayan pari onti mati unyin jangan kamu mengijakkan semaian padi nanti mati semua;
ti.i.lik v diinjak: : ngayung-ngayung anak kucing sina ~ kukut kursi meong-meong anak kucing itu diinjak kaki kursi;
ti.ilik.ko v diinjakkan: : cak hulun guwai lobas rah kambing ~ cutik kata orang untuk obat darah kambing diinjakkan sedikit;
ti.pa.i.lik v terinjak:tidak sengaja terinjak: : niku minggir cutik onti ~ jolma liyu limbar kamu minggir sedikit nanti terinjak orang lalu lalang
1 i.ling [ili] n lihat: : -- juga amon ya lapah mona lihat saja kalau dia pergi duluan;
i.li.ng.ko v lihatkan: : amon niku lapah rik adikmu ~ juga jika kamu pergi sama adikmu lihatkan saja;
ngi.ling v melihat: : nyak sompat ~ niku liyu jona saya sempat melihat kamu lewat tadi;
ngi.ling.ko v melihatkan: : ~ niku mak cakak-cakak melihatkan kamu tidak naik-naik;
ti.i.ling v terlihat: : nyak ~ niku jona ti pasar saya terlihat kamu tadi ke pasar;
ti.pa.i.li.ng v terlihat tidak sengaja: : niku jona ~ rik sanak ronik kamu tadi terlihat tidak sengaja sama anak kecil
2 i.ling-i.ling [l-l] n hati-hati: : -- ranggaya sa licak onti tipalisut hati-hati jalan ini becek nanti terpeleset;
i.li.ng-i.li.ng.da v hati-hatilah: : amon di ranggaya ~ liyak kiri kanan ampai nyuborang jika di jalan hati-hatilah lihat kiri kanan baru menyeberang
i.lui [ilui] n liur; : ya turuy tapi luwah -- dia tidur tapi keluar liur;
i.lui.an v liuran: keluar liur: : sanak ronik sina ~ anak kecil itu liuran;
bu.i.lui v berliur: : ngapida bangukku salalu ~ mengapalah mulutku selalu berliur;
bu.li.ur.da v berliurlah: meludahlah: : ~ dija amon mak katahan lagi meludahlah di sini jika tidak tahan lagi
i.nang [ina] v asuh: : -- pai adikmu ja nyak haga nasak asuh dulu adikmu ini saya mau masak;
bu.ina.ng v berpengasuh: mempunyai seorang pengasuh: : hanjak hatiku kok ~ senang hatiku sudah mempunyai seorang pengasuh;
i.nang.ko v asuhkan: : amon nyak nyuci onti tulung ~ anakku jika saya mencuci nanti tolong asuhkan anakku;
ngi.nang v mengasuh: : nyak ganta ~ anak niayku saya sekarang mengasuh anak kakak perempuanku;
ngi.nang.ko v mengasuhkan: : ombay jona ~ ompu bakasna nenek tadi mengasuhkan cucung laki-lakinya;
ti.i.nang v diasuh: : nyak pacak bugawi anakku ~ ombayna saya bisa berkerja anak saya diasuh neneknya;
ti.i.nang.ko v diasuhkan: : lajuda amon niku haga lapah onti anakmu ~ lajulah jika kamu mau pergi nanti anakmu diasuhkan;
ti.pa.i.nang v terasuh: tidak sengaja terasuh: : nyak ~ anak jolma suda saya tidak sengaja terasuh anak orang itu
i.ngok [io] v ingat: : -- bubuka kok rodik anak-anak makkung tiboliko baju ingat lebaran sudah dekat anak-anak belum dibelikan baju;
i.ngok.ko v ingatkan: : ~ nyak onti tinggal kanian sa ingatkan saya nanti tinggal kue ini;
ngi.ngok v mengingat: : ~ harani kok dibi payu unyinna mulang mengingat hari sudah sore ayo semuanya pulang;
ngi.ngok.ko v mengingatkan: : nyak meh ~ bugawoh kaunyinna tisorahda di kuti saya cuma mengingatkan saja semuanya terserahlah sama kalian;
ti.i.ngok v teringat: diingat: : nyak bingsina ~ di niku saya semalam teringat sama kamu;
ti.i.ngok.ko v teringatkan: diingatkan: : amon ~ torus laju nyak miwang jika diingatkan terus terus saya menangis;
ti.pa.i.ngok v tidak sengaja teringat: terlintas ingatan: : amon ~ cutik rik ompu sai jawoh ombay pasti miwang jika teringat sedikit sama cucung yang jauh nenek pasti menangis;
si.i.ngo.tan v saling ingat: : amon kita mulang onti ~ nyinggahko biyas sa di akas jika kita pulang nanti saling ingat mampirkan beras ini sama kakek;
i.ngun [in] n pelihara: peliharaan khusus untuk hewan: : nyak ganta -- sapi unyinna lima saya sekarang ingun sapi semuanya lima;
bu.i.ngun.an v mempunyai peliharaan: : niku ganta ~ api? kamu sekarang mempunyai peliharaan apa?;
i.ngun.an v peliharaan: : ~ iwak jolma sina mati unyin diputas hulun peliharaan ikan orang itu mati semua diputas orang;
i.ngun.ko v peliharakan: : amon nyak lapah mohpagi ~ itik sai di balakang lombahan jika saya pergi besok pagi peliharakan bebek yang di belakang rumah;
ngi.ngun v memelihara: : nyak mirak ~ lindung saya ingin memelihara belut;
ti.pa.i.ngun v terpelihara: tidak sengaja terpelihara: : nyak ~ kucing anggora cak hulun holau saya terpelihara kucing anggora kata orang bagus
i.ngus [i] n ingus: : nyak ngaliak -- sanak ronik sina ga tikajaluawak saya melihat ingus anak kecil itu mau muntah;
i.ngu.san n ingusan: mempunyai ingus terus-menerus: : amon niku ~ dang mojong rodik nyak jika kamu ingusan jangan duduk dekat saya
i.ni.pi [inpi] n mimpi: : nyak -- rik niku lapah-lapah saya mimpi sama kamu jalan-jalan;
bu.i.ni.pi v bermimpi: : nyak ~ dialau asu saya bermimpi dikejar anjing;
i.ni.pi.ko v mimpikan: : nyak konjak ~ niku saya pernah mimpikan kamu;
ng.i.ni.pi v memimpi: : ~ pangasaku nyak lapah-lapah ti Mokah memimpi perasaanku saya jalan-jalan ke Mekkah;
ngi.ni.pi.ko v memimpikan: : nyak ~ kuti rua bukalanguy saya memimpikan kalian berdua berenang;
ti.pa.i.ni.pi v termimpi tidak sengaja termimpi: : nyak bingsina ~ rik niku saya semalam tidak sengaja termimpi sama kamu;
i.nih [inih] n kenang: : dang -- lagi amon nyak kok jawoh onti jangan kenang lagi jika saya sudah jauh nanti;
i.nih.da v kenanglah: : amon niku ngiramko ~ nyak jika kamu merindukan kenanglah aku;
i.nih.ko v kenangkan: : amon kok boji dang ~ lagi jika sudah benci jangan kenangkan lagi;
ngi.nih v mengenang: : sikam rua ~ niku lapah nombija kami berdua mengenang kamu pergi kemarin;
ti.i.nih v terkenang: : kiyai ~ rik ubak sai tinggal di tiyuh posai kakak terkekang sama ayah yang tinggal di dusun sendiri;
ti.i.nih.ko v terkenangkan: : amon nyak moguk pasti ~ rik niku jika saya melamun pasti terkenang sama kamu;
ti.pa.i.nih v tidak sengaja terkenang: : dibi-dibi ~ rik ombay sore-sore tidak sengaja terkenang sama nenek;
i.num [inm] n minum: : kucing suda -- way lom imbir kucing itu minum air dalam ember;
bu.i.num.an v berminuman; mempunyai minuman (berupa penganan untuk sarapan): : nyak mikirko ~ adok kita mohpagi saya memikirkan berminuman apa kita besok pagi;
i.num.an v minuman: : nyak ga nyotarko ~ tan sabai saya mau menyajikan minuman rombongan besan;
i.num.da v minumlah: : amon jomoh sawai lapah haji ~ way jam-jam jika besok lusa pergi haji minumlah air zam-zam;
i.num.i v minumi: beri minum: : sanak ronik sina kahawosan gancang ~ anak kecil itu kehausan cepat beri minum;
i.num.ko v minumkan: : ~ lobas sija amon tanihimu lokok sakik minumkan obat ini jika perutmu masih sakit;
ng.i.num v meminum: : sapa ~ wayku dunggak mijah siapa meminum airku di atas meja;
ng.i.num.ko v meminumkan: : amon nyak radu ~ anakku ampai kita lapah jika saya sudah meminumkan anakku baru kita pergi;
ti.pa.i.num v terminum: tidak sengaja terminum: : nyak ~ lobas ombay saya tidak sengaja terminum obat nenek
i.pon [ipon] n gigi: : ~ na mak rata giginya tidak rata;
i.pon.na n giginya: : ~ bulubang laju sakik giginya berlobang lalu sakit
i.pos [ipos] n lipas; kecoak: serangga bersayap: : sanak sina rabai amon paliyak -- anak itu takut jika terlihat kecoak
i.puk [p] n bujuk; rayu: : -- adikmu sai miwang jona bujuk adikmu yang menangis tadi;
i.puk.da v bujuklah: rayulah: : ~ bakmu biar ya haga lapah rayulah oleh kamu agar dia mau pergi;
i.puk.ko v bujukkan: rayukan: : amon adikmu mak haga mongan ~ cutik jika adikmu tidak mau makan rayukan sedikit;
ngi.puk v membujuk: merayu: : amon juk sija nyak mak haga ~ sanak miwang jika seperti ini saya tidak mau membujuk anak menangis;
ng.i.puk.ko v membujukkan: rayukan: : hortina niku ~ morli sija artinya kamu merayukan gadis ini;
ti.i.puk v dibujuk: dirayu: : ~ amon ngaliyak sanak ronik tisingut dibujuk jika melihat anak kecil merajuk;
ti.pa.i.puk v terbujuk: terayu tidak sengaja: : nyak ~ di piwari diwik saya terbujuk tidak sengaja sama sanak saudara sendiri
i.ram [iam] n kangen: rindu: : nyak -- nihan rik anakku sai jawoh saya rindu sekali sama anakku yang jauh;
i.ram.ko v rindukan: : amon kok jawoh untuk api ~ niku jika sudah jauh untuk apa rindukan kamu;
ngi.ram v merindu: : nyak amon kok dibingi mak hodak-hodak ~ di niku saya jika sudah malam tidak sembuh-sembuh merindu sama kamu;
ng.i.ram.ko v merindukan: : anakku sai tuha ~ ombayna anakku yang tua merindukan neneknya;
ti.i.ram.ko v dirindukan: : bingi harani ~ amon kok saka jak tiliyak siang malam dirindukan jika sudah lama tidak terlihat;
ti.pa.i.ram v terindu: tidak sengaja rindu: terlintas rindu: : nyak ~ rik niku sai jawoh saya tidak sengaja rindu sama kamu yang jauh
i.ring [i] v iring: : niku lapah posai nyak mak pacak ~ ganta kamu pergi sendiri saya tidak bisa iring sekarang;
i.ri.ngi v iringi: : amon ombay onti tidija ~ bakmu jika nenek nanti ke sini iringi olehmu;
i.ring.ko v iringkan: : dang kotong sanak ronik sija cukup ~ juga jangan pegang anak kecil ini cukup iringkan saja;
si.i.ring.an v seiringan: saling iring: : ngaliyak jolma rua suda lapah tidipa-dipa ~ melihat orang dua itu jalan kemana-mana seiringan;
ti.i.ri.ngi v diiringi: : pambukaan acara sija ~ lagu Indonesia Raya pembukaan acara ini diiringi lagu Indonesia Raya;
ti.i.ring.ko v diiringkan: : amon akas ga ti pangkalan onti ~ ompuna jika kakek mau ke sengai nanti diringkan cucungnya;
ti.pa.i.ring v tidak sengaja teriring: : nyak ratong jona ~ dikuti sai mona saya datang tadi tidak sengaja teriring sama kalian yang duluan
i.rung [iu] n hidung: : ~ jolma sina bayoh dikoroh panyingok hidung orang itu bengkak digigit tawon;
bu.i.ru.ng n mempunyai hidung: : kaambawanda bakna ~ kebauanlah sebab mempunyai hidung
i.sang [ isa] n insang: : -- iwak sija siyau tanda kok holau dagingna ingsang ikan ini merah tanda msaih bagus dagingnya;
bu.i.sang n beringsang: mempunyai ingsang: : iwak muhongas bakna ~ ikan bernapas sebab mempunyai ingsang
i.sau [isau] n usus: : -- iwak sija mak holau lagi usus ikan ini tidak bagus lagi;
bu.i.sau v berusus: : mak ~ lagi iwak sija laju nyak haga ambolina tidak berusus lagi ikan ini lalu saya mau membelinya
i.sin [isin] n segan: : nyak -- nihan rik kamaman amon ya ratong saya segan sekali sama paman jika dia datang;
ti.i.sin.i v disegani: : akasku paija ~ kaunyin jolma di tiyuh kakekku dulu disegani semua orang di dusun;
ti.i.sin.ko v disegankan: : amon jadi kapala kampung ~ cutik jika jadi kepala kampung disegankan sedikit;
ng.i.sin.ko v menyegankan: : jolma suda pas lagi anjabat ~ nihan orang itu waktu lagi menjabat menyegankan sekali;
i.tik [it] n itik: : lamon -- nohlui di huma banyak itik bertelur di sawah
i.tut [tt] n lambat: : niku ku tinggalko amon lapah -- kamu kutinggalkan jika jalan lambat
i.wak [iwa] n ikan: : nyak mak haga nganik -- bakna rabai kahlin saya tidak mau makan ikan sebab takut ketulangan;
bu.i.wak v berikan: mempunyai ikan: mencari ikan: : nyak ~ nayah saya mempunyai ikan banyak
i.yu [iyu] n iya: : -- nyak radu ngakuk biyas jona iya saya sudah mengambil beras tadi;
i.yu.da n iyalah: : ~ niku onti posai sai ngakuk gonting sa iyalah kamu nanti sendiri yang mengambil genteng itu
ijan [ijan] n tangga: : -- sikam kok burak haga tigonti pai tangga kami sudah buruk mau diganti dulu;
ti.i.jan v di tangga: : sikam mojong ~ pagi jona kami duduk di tangga pagi tadi;
im.bir [imb] n ember: : horga -- sija pira? harga ember ini berapa?;
bu.im.bir v berember: memakai ember: : amon niku ngakuk way ~ sija juga jika kamu mengambil air memakai ember ini saja;
bu.im.bir.da v beremberlah: : ~ ngakuk honi mari dang saro beremberlah mengambil pasir agar tidak susah;
ti.im.bir v di ember: : niku ngotapko basuhan jona ~ dipa kamu menaruhkan cucian tadi di ember mana;
sa.nga.im.bir num satu ember: : amon niku haga akukda kadungdung ~ jika kamu mau ambillah satu ember kedondong;
im.bun [imbun] n embun: : nyak goring ngusap -- waktu pagi bersih embun pagi jika di dusun;
bu.im.bun v berembun: : pagi harani ~ rasana ngison nihan pagi hari berembun rasanya dingin sekali;
ti.im.bun v diembun: : ~ cirik sija netes amon jak tipajakko di embun cerek ini menetes jika dari direbuskan;
ti.im.bun.ko v diembunkan: : kaunyin rampai sa holauna ~ semua sayur ini bagusnya diembunkan;
tipa.im.bun v tak sengaja diembunkan; terimbun: : way sija ~ air ini tidak sengaja diembunkan
im.ping [mp] n emping: : nyak haga angguring -- saya mau menggoreng emping
in.cang [inca] n pantun: : -- jona nyindirko kabayan pantun tadi menyindirkan penganten perempuan;
incang-incang n pantun-pantun: : ~ di Kumoring sa nayah tapi jolma ganta mak nayah sai pandai pantun-pantun di Komering ini banyak tapi orang sekarng tidak banyak yang bisa
in.cir [IncI] a cair: : kicap hasin biasona -- , kecap asin biasanya cair
in.dok [ind] n ibu: : -- jona jak haguk pa? ibu tadi dari mana?;
bu.in.dok n beribu: mempunyai ibu: : jolma sina mak ~ lagi orang itu tidak mempunyai ibu lagi
in.dom [indom] n teduh: : amon -- harani sa angkitida kaunyin pawayan jika teduh hari ini angkatlah seluruh jemuran;
bu.in.dom v berteduh: : amon kalosuan kita ~ di bah kayu jika sudah terlalu capek kita berteduh di bawah pohon;
in.dom.i v teduhi: : ~ cutik adikmu yona kapanasan teduhi sedikit adikmu dia kepanasan;
in.dom.ko v teduhkan: : amon kok ngoluh ~ di bah mijah jika sudah kering teduhkan di bawah meja;
ng.in.dom.ko v meneduhkan: : amon unyin kok radu ~ harani ga hujan jika semua suda meneduhkan hari mau hujan;
si.in.do.man v saling teduh: : sikam baris jona ~ kami baris tadi saling teduh;
ti.pa.in.dom v tidak sengaja terteduh: : cakku kok ngoluh pawaiyan sija ~ kata saya sudah kering jemuran ini tidak sengaja terteduh
in.jak [inja] v angkat: : karupukmu -- langgar-langgar onti dicotuk sisu kerupukmu angkat tinggi-tinggi nanti dipatok ayam;
in.jak.ko v angkatkan: : amon adikmu miwang ~ juga jika adikmu menangis angkatkan saja;
ng.in.jak v mengangkat: : nyak mak pacak ~ pungu sai saya tidak bisa mengangkat tangan satu;
ngin.jak.ko v mengangkatkan: amon niku onti tiliyu singgah sangrobok kilu tulung ~ garubuk jika kamu lewat nanti mampir sebentar minta tolong mengangkatkan lemari; : amon niku onti tiliyu singgah sangrobok kilu tulung ~ garubuk jika kamu lewat nanti mampir sebentar minta tolong mengangkatkan lemari;
si.in.jak v saling angkat: : ~ amon nunda biyas onti bakna biyak saling angkat jika membawa beras nanti sebab berat;
si.in.jak.an v saling angkatkan: : amon kita onti tiholpak ~ jika kita nanti terjerembab saling angkatkan;
ti.in.jak v diangkat: : ~ sapada batu nayah dija diangkat siapalah batu banyak di sini;
ti.in.jak.ko v diangkatkan: : amon haga ~ gantada jika mau diangkatkan sekaranglah;
ti.pa.in.jak v terangkat: tidak sengaja terangkat: : nyak ~ kutak jolma sina saya tidak sengaja terangkat kotak orang itu
in.jing [in] v jinjit: berjalan atau berjalan dgn ujung kaki: : nyak lapak -- bakna ngilikko aspal sai panas nihan saya jalan jinjit sebab menginjakkan aspal yang panas sekali;
ngin.jing v menjinjit: : nyak ngaliak wat rah di ja laju nyak lapah ~ saya melihat banyak darah di sini terus saya jalan menjinjit;
ngin.jing.ko v menjinjitkan: : alang kutur galadak sa laju jolma suda ~ kukutna alangkah kotor lantai ini lalu orang itu menjinjitkan kakiknya;
si.in.ji.ng.an v saling jinjit: saling tinggi-tinggian: : sapa sai langgar payu kita ~ siapa yang tinggi ayo kita saling jinjit;
ti.in.jing v dijinjit: : ~ cutik kukutku biar mak kona dijinjit sedikit kakiku agar tidak kena;
ti.in.jing.ko v dijinjitkan: : kukutmu ~ cutik amon liyu di ja kakimu dijinjitkan sedikit jika lewat di sini;
ti.pa.in.jing v dijinjit tidak sengaja: : ~ kukutku jona dijinjit tidak sengaja kakiku tadi
in.ta.r [inta] v berangkat: : nyak miwang ya -- lapah jawoh saya menangis dia berangkat pergi jauh;
ng.in.tar.ko v memberangkatkan: : nyak sodih ~ tian ubak jona lapah haji saya sedih memberangkatkan (mereka) ayah tadi pergi haji;
si.in.tar.an v saling berangkatkan: : amon juk sina kita onti ~ kalau begitu kita nanti saling berangkatkan;
ti.in.tar.ko v diberangkatkan: : jona sikam ~ jak tiyuh jam sabolas dibingi tadi kami diberangkatkan dari dusun jam sebelas malam;
ti.pa.in.tar v terberangkat: tidak sengaja diberangkatkan: : nyak ~ di kiyai jona saya tidak sengaja diberangkatkan sama kakak laki-laki tadi
in.tik [int] v intip: : amon niku haga liyu onti -- cutik api sai gawina jika kamu mau lewat nanti intip sedikit apa yang dikerjakannya;
in.tik.da v intiplah: : ~ amon niku mak parcaya iya wat intiplah jika kamu tidak percaya dia ada;
in.tik.ko v intipkan: : amon bunyina anakku miwang tulung ~ jika bunyinya anakku menangis tolong intipkan;
ng.in.tik v mengintip: : dang galak ~ hulun onti kona marah jangan suka mengintip nanti kena marah;
ng.in.tik.ko v mengintipkan: : ~ jolma luwangan laju iyot luwangan mengintipkan orang gila lalu ikut gila;
si.in.tik.an v seintipan: saling intip: : nyak laju ~ saya lalu saling intip;
ti.pa.in.tik v terintip: tidak sengaja mengintip: : dang marah nyak ~ di niku jangan marah saya tidak sengaja mengintip kamu
in.ton [inton] n intan: : nyak dijuk golar kumala -- saya diberi gelar kemala intan;
in.ton.na n intannya: : ~ lobon dilom way i ntannya hilang dalam air
ing.guk [g] n goyang: : amon kukuk nombija lombahan sikam -- cutik jika gempa kemarin rumah kami goyang sedikit;
bu.ing.guk v bergoyang: : kaunyin bulung ~ bakna angin ribut semua daun bergoyang sebab angin kencang;
ing.guk.da v goyanglah: : amon niku angka gawi ~ ayun adikmu jika kamu tidak ada kerja goyanglah ayun adikmu;
ing.guk.ko v goyangkan: : ~ cutik-cutik iponmu ampai cabut diwik goyangkan sedikit-sedikit gigimu baru cabut sendiri;
nging.guk v menggoyang: : nayah sanak ronik ~ ayunan di mukak sakola TK banyak anak kecil menggoyang ayunan di halaman sekolah TK;
nging.guk.ko v menggoyangkan: : nyak kok radu ganta giliranmu ~ ayunan sa saya lah sudah sekarang giliranmu menggoyangkan ayunan ini;
ti.pa.ing.guk v tergoyang: tidak sengaja tergoyang: : nyak kilu maap ~ ayunanmu jona saya mohon maaf tergoyang ayunanmu tadi
ing.ku [iu] v kerja sama: : niku haga -- rik nyak kamu mau kerja sama sama saya;
bu.ing.ku v berkerja sama: : nyak haga ~ rik jolma suda saya mau berkerja sama dengan orang itu;
si.ing.ku v saling kerja sama: : niku bakahna ~ rik jolma suda kamu rupanya saling kerja sama dengan orang itu;
ti.pa.ing.ku v tidak sengaja saling kerja sama: : ~ nyak rik niku jona tidak sengaja saling kerja sama saya dengan kamu tadi;
ing.kuk [] n kue yang terbuat dari ketan dibentuk angka delapan lalu digoreng setelah itu diberi gula merah atau gula putih: : nyak galak nganik -- saya suka makan ingkuk
ing.kul [ikl] v engkol: : ~ mutor sija ngapi mak haga hurik engkol motor ini mengapa tidak mau hidup;
bu.ing.kul v berengkol: mempunyai engkol: : bakahna ~ ruwangabungkal mosin sija rupanya mempunyai engkol dua buah mesin ini;
ing.kul.da v engkollah: : ~ ganta mutor sina onti kita langsung lapah enggkollah motor ini nanti kita langsung pergi;
ing.kul.ko v engkolkan: : ~ mutor bay suda engkolkan motor wanita itu;
nging.kul v mengengkol: : nyak mak sanggup ~ mutormu sija saya tidak sanggup mengengkol motormu ini;
ngi.ng.kul.ko v mengengkolkan: : nyak jona ~ mosin parutan nyiwi saya tadi mengengkolkan mesin parutan kelapa;
ti.pa.ing.kul v terengkol: tidak sengaja terengkol: : sanak sina ~ mutorna laju ngojut lapah anak itu tidak sengaja terengkol motornya lalu terkejut pergi
ing.sil [isl] n engsel: : -- rawang suda kucil engsel pintu itu lepas;
bu.ing.sil v berengsel: : nyak porlu~ lima ngabungkal saya butuh berengsel lima buah
is [is] n es: : nyak jona haga amboli -- saya tadi mau membeli es
is.kan [iskan] n teko: cerek: : pira niku amboli ~ sija berapa kamu membeli teko ini;
bu.is.kan v berteko: mempunyai teko: : nyak mirak ~ jak Turki saya ingin mempunyai teko dari Turki
ja.bal.kap n negeri yg sangat jauh: negeri antah brantah: : poning nyak ngaliakmu, lapahda ti -- pusing saya melihatmu, pergilah ke jabalkap
ja.di [jadi] n jadi: : -- pira sai ga kubayar onti jadi berapa yang akan kubayar nanti
an.ja.di v menjadi: : liyak dokku uni-uni ~ nayah lihat punya saya lama-lama menjadi banyak;
an.ja.di.ko v menjadikan: : niku sai ~ kaunyin gawian sija kamu yang menjadikan semua pekerjaan ini
ja.di.da v jadilah: : nyak jona ngawil~ dapok cutik saya tadi mancing jadilah dapat sedikit;
ja.di.ko v jadikan: : mak mahalga horgana, amon cakku ~ juga tidak terlalu mahal harganya, kalau menurut saya jadikan saja;
ti.ja.di v terjadi: : amon kok ~ mak angka gunana jika sudah terjadi tidak ada gunanya lagi;
ti.ja.di.ko v dijadikan: : onti garubuk sija ga ~ nutupi ruang tongah nanti lemari ini akan dijadikan menutupi ruang tengah;
ti.pa.ja.di v tidak sengaja terjadi: : nyak mak bangik rik jolma sina laju ~ ambolina saya tidak enak sama orang itu lalu tidak sengaja terjadi membelinya
ja.go [jag] n jaga: : niku ganta -- ombay onti saro ga ti kamar mandi kamu sekarang jaga nenek nanti susah ke kamar mandi;
an.ja.go v menjaga: : bingija giliranku ~ ubak sai buhaban malam ini giliran saya menjaga ayah yang sakit;
an.ja.go.ko v menjagakan: : niku juga ~ barang sija onti lobon kamu saja menjagakan barang ini nanti hilang
ja.go.da v jagalah: : indok haga nasak pai ~ adikmu ibu mau masak dulu,jagalah adikmu;
ja.go.ko v jagakan: : nyak ga mulang pai tulung ~ warungku saya mau pulang dulu tolong jagakan warungku;
tipajago v terjaga: tidak sengaja menjaga: : batang baka sija ~ tanaman ronik di bahna pohon besar ini tak sengaja menjaga tanaman kecil di bawahnya
ja.guk [jag] n ayam jago: ayam jantan: : nyak amboli -- di kalangan saya membeli ayam jago di pasar mingguan;
bu.ja.guk n mempunyai ayam jago: : ganta nyak ~ tolu sekarang saya mempunyai ayam jago tiga
ja.gung [ja] n jagung: : jadi api mak niku nanom -- jadi atau tidak kamu menanam jagung?
ja.hat [jahat] n jahat: buruk rupa: jahat hati: jahat ttg rupa, sikap: : mak holau -- rik sapa juga tak baik jahat kepada siapapun;
an.ja.hat v menjahat: : nyak makai bodak sija tambah ~ layonda cindo saya memakai bedak ini malah jadi jahat bukan jadi cantik;
an.ja.hat.ko v menjahatkan: : dang galak ~ mantuha nayah akibatna onti jangan suka menjahatkan mertua banyak akibatnya nanti;
ja.hat.da v jahatlah: : ~ niku rik nyak pasti nyolsol ontina jahatlah kamu sama saya pasti menyesal nantinya;
ja.ha.ti v jahati: : amon niku sai mona ~ nyak mak api-apda jika kamu yang duluan jahati saya tidak apa-apalah;
ja.hat.ko v jahatkan: : mun mak pernah tibayar, ~ juga gawi sija jika tidak pernah dibayar, jahatkan saja pekerjaan ini;
ti.ja.hat.ko v dijahatkan: : nyak ~ mak radu-radu kutahan juga saya selalu dijahatkan tak sudah-sudah kutahan saja;
ti.pa.ja.hat v tidak sengaja dibuat jahat: : ulahna haga bugancang laju ~ bolu sija karena terburu-buru tidak sengaja dibuat jahat bolu ini
ja.ja [jaja] v jaja: : -- kaunyin jambu sija, kintu hulun haga jaja semua jambu ini mungkin orang mau;
an.ja.ja v menjaja: : lohloh punguku ~ jagung sija pegal tanganku menjaja jagung ini;
an.ja.ja.ko v menjajakan: : liba hulu nyak ~ humbuk, nayah sai laku hulu hilir saya menjajakan umbut rotan, banyak yang laku;
bu.ja.ja v berjaja: : nyak ja ~ impik-impik sa biar gancang bola saya ini berjaja pempek ini agar cepat habis;
ja.ja.da v jajalah: : ~ mona onti nyak nutul hoda jajalah duluan nanti saya ikut juga;
ja.ja.ko v jajakan: : nyak nombija ~ gulai masak saya kemarin jajakan lauk masak;
ka.ja.ja v minta jaja:a; : jualan sa lokok cutik nyak ga mulang jadi nyak ~ jualan ini masih sedikit saya mau pulang jadi say
ti.ja.ja v dijaja: : api sai ~ sanak jona apa yang dijaja anak kecil tadi;
ti.ja.ja.ko v dijajakan: : ~ kaunyinna bola diboli hulun dijajakan semuanya habis dibeli orang;
ti.pa.ja.ja v terjaja: tidak sengaja terjaja: : nyak ~ lamasa sija saya tidak sengaja terjaja nangka ini
ja.jak [jaja] n jajak: mengukur kedalaman air: : kilu nayah way kan sa -- pai rik ranga-ranga berapa banyak air nasi ini jajak dulu sama jari;
an.ja.jak v menjajak: : nyak radu mona ~ way sina roklom nihan saya sudah duluan menjajak air itu dalam sekali;
bu.ja.jak v berjajak: : nyak haga ~ kukutku ampai nyak ga nyambur saya mau berjajak kakiku baru saya nyebur;
ja.jak.da v jajaklah: : niku ~ wai sija kiluraklom kamu jajaklah air ini seberapa dalam;
ja.ja.ki v jajaki: : ganta gawimu ~ pai jolma sina nonti nyolsol sekarang kerjamu jajaki dulu orang itu nanti menyesal;
ja.jak.ko v jajakan: minta jajak: : sanak sina ~ di pangkalan jona anak ini minta jajak di sungai tadi;
ka.ja.jak v terjajak: : nyak ~ di way doros sija saya terjajak di air deras ini;
si.ja.ja.kan v saling jajak: : sanak rua sija ~ di way ampai tian nyambur anak dua ini saling jajak di air baru mereka nyebur;
ti.ja.jak v dijajak: : kaunyinna dangkung nyambur ~ bakdu katua pai semuanya jangan nyebur dijajak oleh ketua dulu;
ti.ja.ja.ko v dijajakkan: : nyak mona~ di way sija saya duluan dijajakkan di air ini;
ti.pa.ja.jak v terjajak: tidak sengaja terjajak: : nyak jona ~ di lubuk raklom saya tadi terjajak di lubuk dalam
ja.jal n uji: : -- amon niku barani nihan uji jika kamu berani sekali;
an.ja.jal v menguji: : nyak jona ~ niku bugawoh saya tadi menguji kamu saja;
bu.ja.jal v beruji: memberi ujian: : gawiku haga ~ sai ga kuruk sakola kerjaku mau memberi uji yang mau masuk sekolah;
ka.ja.jal v minta uji: : amon nyak ~ rik guruku sinangon jika saya minta uji sama guruku yang dahulu;
si.ja.ja.lan v saling uji: : amon haga kita ganta ~ jika mau kita sekarang saling uji;
ti.ja.jal v diuji: : amon ga kuruk sakola tiap sanak ~ pai jika mau masuk sekolah tiap anak diuji dulu;
ti.ja.jal.ko v diujikan: : kaunyin sai ~ nyak pacak unyin anjawabna semua yang diujikan saya bisa semua menjawabnya;
ti.pa.ja.jal v teruji: tidak sengaja teruji: : ~ di jolma lima tidak sengaja teruji sama orang lima
ja.ju.luk [jajul] n jajuluk: gelar: nama panggilan setelah menikah: pemberian gelar kepada seseorang yang sudah menikah di daerah Komering: misal gelar pengantin laki-lakinya Mangku Alam maka gelar pengantin perempuannya Nai Mangku Alam: : -- jolma sina Satria Bangsawan gelar orang itu Satria Bangsawan;
bu.ja.ju.luk v berjajuluk: bergelar: : diberi gelar: amon niku kahwin rik jolma kumoring ~
ja.ju.luk.na v gelarnya: : nyak andongi ~ kimbang gohgoh rik sikam saya mendengar gelarnya mirip sedikit dengan kami
ja.ko [ja] pron kesinian: : -- dang jawoh-jawoh jakku kesinian jangan jauh-jauh dari saya
ja.kun [jan] n jakun: : rupana sanak sina kok wat -- rupanya anak itu sudah ada jakun
ja.la [jala] n jala: : ubak amboli -- di kalangan nombija ayah membeli jala di kalangan kemarin;
an.ja.la v menjala: : niku ganta ~ dipa? kamu sekarang menjala dimana?;
an.ja.la.ko v menjalakan: : sapa haga ~ dok sanak ronik sija? Siapa yang akan menjalakan punya anak kecil ini?;
bu.ja.la v berjala: mempunyai jala: : honing hati kiyai ganta ~ sanang hati kakak sekarang sudah mempunyai jala;
ja.la.da v menjalalah: : gancang liyak nayah iwakna ~ ganta cepat lihat banyak ikannya menjalalah sekarang;
ja.la.ko v jalakan: : onti nyak ga lapah ti huma ~ ganta juga nanti saya mau pergi ke sawah jalakan sekarang saja;
ti.ja.la v dijala: : ~ sapa iwakku di lom kambang dijala siapa ikanku di dalam tambak;
ti.ja.la.ko v dijalakan: : nyak nayah mangsa iwak bakna ~ kiyai saya banyak dapat ikan sebab dijalakan kakak;
ti.pa.ja.la v terjala: tidak sengaja terjala: : nyak ~ ulai saya tidak sengaja terjala ular
ja.lak [jalak] n nama kemaluan perempuan: : liom mun kaliakan -- kita rik jolma barih malu jika terlihat kemaluan kita oleh orang lain
ja.lang [jala] n jalang: : alangko -- kora sija alangkah jalang kera ini
ja.lir ja.lir [alir alir] n capung: : sanak-sanak galak ninjuk -- anak-anak suka menangkap capung
ja.lir.ja.lir [jal-jal] n capung: : jona nyak dapok rua -- tadi saya mendapatkan dua capung
ja.ma.ja.ma [jama-jama] n sama-sama: : niku mongan -- rik adikmu kamu makan sama-sama dengan adikmu
ja.man [jaman] n zaman: : -- ganta sumang rik sikam paija zaman sekarang beda dengan kami dahulu
ja.mi [ami] n sampah batang dan daun padi: : ubak lokok nyuwah -- ayah sedang membakar jami
ja.mot [jamot] n simpan: : -- di lom kulkas iwak sa onti busuk simpan dalam kulkas ikan ini nanti busuk;
an.ja.mot v menyimpan: : sapa ~ sabidang ompayku nombija siapa menyimpan kain baruku kemarin;
bu.ja.mot v bersimpan: : dang galak ~ di bingi onti lobon jangan suka bersimpan di malam hari nanti hilang;
bu.ja.mo.tan v bersimpanan: : ombay ganta ~ piring kas sadokah bingsina nenek bersimpanan piring bekas sedekah kemarin;
ja.mot.ko v simpankan: : tulung ~ duitku sija tolong simpankan uangku ini;
ka.ja.mot v minta simpan: : ombay ~ duitna rabai lobon nenek minta simpan uangnya takut hilang;
si.ja.mo.tan v saling simpan: : sikam ~ kasut sai ampai tiboli kami saling simpan sendal yang baru dibeli;
ti.ja.mot v disimpan: : ganta ~ ombay kuncina sekarang disimpan nenek kuncinya;
ti.ja.mot.ko v disimpankan: : ~ cutik dagingsa untuk bubuka disimpankan sedikit daging ini untuk berbuka;
ti.pa.ja.mot v tersimpan: tidak sengaja disimpan: : ~ dipa duit sai dijuk ubak jona tersimpan dimana uang yang diberi ayah tadi
ja.mu [jamu] n jamu: : nyak haga nginum -- saya mau minum jamu
ja.rak [jaa] v jarak: : ~ jak lombahan ti huma paknga puluh mitir jarak dari rumah ke sawah empat puluh meter;
bu.ja.rak v berjarak: : ~ pira jak lombahan tungguk pangkalan berjarak berapa dari rumah sampai sungai
ja.rang [jaa] n jarang: : niku ganta -- kuliyak kamu sekarang jarang kulihat
an.ja.rang v menjarang: : ganta ~ hulun tiliba bakna horga karit murah sekarang menjarang orang ke ilir (Palembang) sebab harga karet murah;
an.ja.rang.ko v menjarangkan: : niku ~ tiyan ruwa suda ratong kamu menjarangkan mereka berdua itu datang;
ja.rang.ko v jarangkan: : amon mawaiko kampolang ~ cutik jika menjemurkan kemplang jarangkan sedikit;
ti.ja.rang.ko v dijarangkan: : ganta sikam ~ amon nganik mi sekarang kami dijarangkan jika makan mie;
ti.pa.ja.rang v terjarang: tidak sengaja jarang: : nyak ~ mawaiko iwak balur sa saya tidak sengaja jarang menjemurkan ikan asin ini
ja.ri ma.nis [jari mans] n jari manis: : wat rua cincin di -- na ada dua cincin di jari manisnya
ja.ring [ja] n jaring: alat untuk menangkap ikan: : mamang amboli -- nombija paman membeli jaring kemarin
an.ja.ring v menjaring: : nyak ~ iwak di pangkalan saya menjaring ikan di sungai;
bu.ja.ring v berjaring: mempunyai jaring: ampai : ~ sanga bungkal niku mak ngarilong lagi baru mempunyai jaring satu buah kamu sudah tidak menoleh lagi;
ka.ja.ring v minta jaring: : akas ~ rik ompuna kakek minta jaring sama cucungnya
si.ja.ri.ngan v saling jaring: : amon niku haga kita ~ jika kamu mau kita saling jaring;
ti.ja.ring v dijaring: : gancangda onti ~ jolma sina mona cepatlah nanti dijaring orang itu duluan;
ti.ja.ring.ko v dijaringkan : ~ pai kintu onti mangsa iwak balak dijaringkan dulu mungkin nanti dapat ikan besar;
ti.pa.ja.ring v terjaring: : tidak sengaja terjaring: liyakda nyak ~ iwak balida
ja.ru.mus [jams] v jerumus: :
ti.ja.ru.mus v terjerumus: jatuh ke depan: : hati-hati naitay jurambah sina onti niku -- hati-hati meniti jembatan itu nanti kamu terjatuh ke depan
ja.rung.ku.ngan [aukuan] v duduk dengan posisi kaki satu dilipat sila dan satu dilipat tegak : ubak mongan sambil -- bapak makan sambil jarungkungan
ja.sa [jasa] n jasa: : mak kabalos -- rik jolma tuha kita tak terbalas jasa pada orang tua kita;
bu.ja.sa v berjasa: : umak rik ubak ~ nihan ambalakko nyakja ibu dan ayah sangat berjasa membesarkan saya
ja.wab [jawab] n jawab: : -- cutik mak api-api jawab sedikit tidak apa-apa
an.ja.wab v menjawab: : nyak pandai unyin ~ soal sija saya bisa semua menjawab soal ini;
bu.ja.wab v berjawab: mempunyai jawaban: : nyak haga ~ api onti saya mau berjawab apa nanti;
ka.ja.wab v minta jawab: : niku ~ api amon ditanya ombay kamu minta jawab apa jika ditanya nenek;
si.ja.wa.ban v saling jawab: : kutija ~ mak radu-radu kalian ini saling jawab tidak sudah-sudah.;
ti.ja.wab v dijawab: : radu ~ sanak suda cakna makkung mulang ubakna sudah dijawab anak itu katanya belum pulang ayahnya;
ti.ja.wab.ko v dijawabkan: : api sai ~ amon mak bulajar apa yang dijawabkan jika tidak belajar;
ti.pa.ja.wab v terjawab: tidak sengaja terjawab: : nyak ~ bakna huluku poning saya tidak sengaja terjawab sebab kepalaku pusing;
ja.woh [jawh] n jauh: : niku ronongda nyak haga lapah -- kamu tinggallah saya mau pergi jauh
an.ja.woh v menjauh: : sumang nihan ganta niku ~ torus beda sekali sekarang kamu menjauh terus;
bu.ja.wo.han v berjauhan: : lombahan sikam ganta ~ rumah kami sekarang berjauhan;
ja.woh.da v jauhlah: : nyak ja ~ cutik saya ini panas jauhlah sedikit;
ja.woh.ko v jauhkan: : ~ golas sija onti pocoh jauhkan gelas ini nanti pecah;
si.ja.wo.han v saling jauh: : amon kok ~ saling inih jika sudah saling jauh saling sebut;
ti.ja.woh.ko v dijauhkan: : sangajo ~ onti kona marah umak sengaja dijauhkan nanti marah ibu;
ti.pa.ja.woh v terjauh: tidak sengaja jauh: : nyak ~ mawaiko sabidang ombay saya tidak sengaja jauh menjemurkan kain nenek
jah.jah [jahjah] v siram: : haga mak niku onti dibi -- tanoman sai di buri maukah kamu nanti sore siram tanaman yang di belakang;
an.jah.jah v menyiram: : ganta sa gawi sikam ~ tanoman rampai sekarang ini kerja kami menyiram sayur;
an.jah.jah.ko v menyiramkan: : onti niku sai ~ sanak ga wisuda nanti ku yang menyiramkan anak mau wisuda;
jah.jah.da v siramlah: : ~ huluna pai ampai badanna siramlah kepalanya dulu baru badannya;
jah.jah.ko v siramkan: : kanku ja ~ kuah sop cutik nasiku ini siramkan kuah sop sedikit;
ka.jah.jah v minta siram: : nyak ~ rik niku saya minta siram sama kamu;
ti.jah.jah v disiram: : ~ sai-sai bunga sija mari holau disiram satu-satu kembang ini agar bagus;
ti.jah.jah.ko v disiramkan : nyak ga lapah jadi tulung kaunyin tanoman ~ saya mau pergi jadi tolong semua tanaman disiramkan;
tipajahjah v tersiram: tidak sengaja tersiram: : nyak ~ di sisu sina saya tidak sengaja tersiram di ayam ini
jak.pa [japa] pron dari mana: : -- niku, bingi-bingi ompai mulang? dari mana kamu, malam-malam baru pulang?
jak.so [jas] n jaksa: : niku jadi -- bakahna kamu jadi jaksa rupanya;
bu.jak.so v berjaksa: memakai jaksa: : nyak ~ Riduan tolahna saya memakai jaksa Riduan namanya
jam.bak [amba] n daun bawang: : wat lamon -- di dapur ada banyak daun bawang di dapur
jam.ban [jamban] n jembatan kecil: : amon niku haga ti kamar mandi naitay -- jika kamu akan ke kamar mandi meniti jembatan
bu.jam.ban v berjamban: mempunyai jamban: : bangik ganta amon ga ti kamar mandi -- enak sekarang jika mau ke kamar mandi berjamban
ti.jam.ban v dijamban: : sanak-sanak ronik dang bugurau -- onti hulun ga liyu anak-anak kecil jangan main di jamban nanti orang mau lewat
jam.bang [jamba] n semai: : -- pai mulan tiyung sa ampai tanomko samai dulu bibit terong ini baru tanamkan
an.jam.bang v menyemai: : ganta kok ~ pari sekarang sudah menyemai padi
bu.jam.bang v bersemai: : rami-rami hulun ~ pari ramai-ramai orang bersemai pari
ka.jam.bang v minta semai: : ombay ~ kamurak cabi nenek minta semai biji cabe
ti.jam.bang v disemai: : tanoman sija ~ dibi-dibi biar holau jadina tanaman ini disemai sore-sore agar bagus jadinya
ti.jam.bang.ko v disemaikan: : ~ akas kaunyin pari dija disemaikan kakek semua padi di sini
ti.pa.jam.bang v tersemai: tidak sengaja disemai: : kamaapan nyak ~ di cabaimu maaf saya tersemai cabaimu
jam.bu [jambu] n jambu: : alangko mamisna -- sija alangkah manisnya jambu ini
bu.jambu v berjambu: mempunyai jambu: : sikam onti mak kilu lagi di kuti bakna sikam kok -- diwik saya nanti tidak minta lagi sama kalian sebab kami sudah mempunyai jambu sendiri
jam.bul [jambul] n jambul: : liyak -- sanak sija holau lihat jambul anak ini bagus;
an.jam.bul v menjambul: : jukuk jopang sija ~ cutik rumput jepang ini menjambul sedikit;
bu.jam.bul v berjambul: : ~ cutik mak api-api berjambul sedikit tidak apa-apa;
ti.jam.bul.ko v dijambulkan: : buwokku onti ~ juga biar holau rambutku nanti dijambulkan saja supaya bagus
jam.bur n beranda: teras depan: : ganta borsihko -- sekarang bersihkan teras depan
bu.jam.bur v mempunyai teras depan: : holau lombahan suda ~ bagus rumah itu mempunyai teras depan;
ti.jam.bur v di teras depan: : ~ sikam mojong di teras depan kami duduk
jam.pi [jampi] n jampi: : nyak kilu -- anakku sai buhaban saya minta jampi anakku yang sakit
an.jam.pi v menjampi: : dukun sina ~ ombay dukun itu menjampi nenek;
bu.jam.pi v berjampi: : bakas sina ~ tapi bangukna haga maha lelaki itu berjampi tapi mulutnya mau tertawa;
jam.pi.ko v jampikan: : ~ sanak sija ngapi nakalga jampikan anak ini mengapa terlalu nakal;
ka.jam.pi v minta jampi: : nyak radu ~ rik akas jona saya sudah minta jampi sama kakek tadi;
si.jam.pi.an v saling jampi: : nyak rik adik buhaban laju sikam ~ saya sama adik sakit lalu kami saling jampi;
ti.jam.pi v dijampi: : nyak ~ bakas tuha jona saya dijampi laki-laki tua tadi;
ti.jam.pi.ko v dijampikan: : amon sanak ronik sija miwang torus cuba ~ jika anak kecil ini menangis terus coba dijampikan
jan.ji [janji] n janji: : niku -- haga ti lombahan dibi onti kamu janji mau ke rumah sore nanti
an.jan.ji v menjanji: : dangda ~ ga ngonjuk duit rik sanak onti diingokkona janganlah menjanji mau memberi duit dengan anak nanti diingatkannya;
an.jan.ji.ko v menjanjikan: : niku sai ~ haga ratong kamu yang menjanjikan mau datang;
bu.jan.ji v berjanji: : kita radu ~ ga sihaluan di mukak toko Sehati kita sudah berjanji mau ketemu di depan toko Sehati;
ti.jan.ji.ko v dijanjikan: : amon nyak juara kolas ~ umak ga amboli karito jika saya juara kelasa dijanjikan ibu mau membeli sepeda;
ti.pa.jan.ji v terjanji: tidak sengaja berjanji: : nyak radu ~ rik sanak ruwa sija saya sudah terjanji sama dua anak ini
jan.tung [jant] n jantung: : nyak haga pariksa -- kilu kawan rik niku saya mau periksa jantung minta kawan sama kamu
bu.jan.tung v berjantung: mempunyai jantung: : sisu sija mak ~ lagi ayam ini tidak berjantung lagi
jan.tung [jant] n jantung: : -- na gap gup jantungnya berdebar
jang.gal [jagal] n janggal: tidak seperti biasanya: tidak sesuai: : rasana -- nyak ngaliyak niku kabiansa rasanya janggal saya melihat kamu hari ini
jang.guk [a] n janggut: : -- bakas sina tijang janggut laki-laki itu panjang
1 jang.guk [jagu] n jenggot: : -- akas mak kaluhun lagi jenggot kakek tidak beraturan lagi
2 jang.guk [jagu] n syukur dlm keadaan marah: rasakan: : -- anada cakku lapah lambat-lambat onti tihumbak rasakan itulah kata saya jalan lambat-lambat nanti jatuh
jang.kau [jaa] n jangkau: : -- bakmu bakna niku sai langgar jangkau olehmu sebab kamu yang tinggi
an.jang.kau v menjangkau: : langgar kiluan hulun ~ sapa sai barani tinggi pintaan orang menjangkau siapa yang berani;
an.jang.kau.ko v menjangkaukan: : niku ~ jambu suda langgar nihan kamu menjangkaukan jambu ini tinggi sekali;
jang.kau.ko v jangkaukan: : tulung ~ kalopitku dunggak garubuk tolong jangkaukan dompetku di atas lemari;
si.jangkauan v saling jangkau: : sikam nombija ~ ngakuk jambu kami kemarin saling jangkau mengambil jambu;
ti.jang.kau v dijangkau: : kira-kira ~ sapa laju mubil sina kira-kira dijangkau siapa mobil itu;
ti.pa.jang.kau v terjangkau: tidak sengaja dijangkau: : nyak ~ kobun jambu jolma kabolah saya terjangkau kebun jambu tetangga
jang.kung [ja] a jangkung: postur tubuh yg tinggi: : anak miyanak tiansa -- kaunyin anak beranak mereka ini jangkung semua
ji.dur [jidu] n jidur: alat musik seperti gendang: : nayah sanak nabuh -- banyak anak menabuh jidur;
bu.ji.dur n berjidur: mempunyai jidur: memakai jidur: : nyak busunat onti ~ juga saya berkhitan nanti memakai jidur saja
ji.kit [jit] n jaket: : alang holau -- sija alangkah bagus jaket ini;
bu.ji.kit v berjaket: : niku amon haga lapah dibingi pakai ~ onti kangisonan kamu jika mau pergi malam hari pakai jaket nanti kedinginan
ji.mat [jimat] n jimat: : -- sija kutinggalko rik niku jimat ini kutinggalkan sama kamu
bu.ji.mat n berjimat: memakai jimat: : jak ronik nyak ~ ganta mak haga lagi dari kecil saya memakai jimat sekarang tidak mau lagi
ji.wa [jiwa] n jiwa: : layon -- sanak sija haga kuruk plisi bukan jiwa anak ini mau masuk polisi
bu.ji.wa n berjiwa: : amon niku ~ nihan haga jadi plisi lajuda jika kamu berjiwa sekali mau menjadi polisi lajulah
jik.jik [jiji] n tanpa sengaja keluar tinja karena tidak tahan lagi: menceret: : amon kok -- sanipa pangkalan jawoh jika sudah jikjik bagaimana sungai jauh
tikajik.jik v menjadi mencret: : nyak sakik tanihi laju ~ saya sakit perut akhirnya tikajikjik
jin [jin] n jin: : nyak mak haga ngaliyak -- saya tidak mau melihat jin
bu.jin n berjin: menggunakan kekuatan jin: : dukun sina -- amon ngalobasi dukun ini menggunakan kekuatan jin jika mengobati
jo.da [joda] n benar: : -- nihan cakmu jona benar sekali katamu tadi
jo.gil [jogl] senyum sedikit: :
jo.gol [jogl] a merasa aneh: : di hotel onti dang -- ngaliak jolma lamon yo di hotel nanti jangan merasa aneh melihat orang bayak ya
jo.las [jlas] n jelas: : -- jolma sina mak haga ratong jelas orang itu tidak mau datang
an.jo.las.ko v menjelaskan: : nyak radu ~ kaunyinna di sabai saya sudah menjelaskan semuanya di besan laki-laki;
jo.las.da v jelaslah: : amon juk sina ~ sikam kaunyin kalau begitu jelaslah kami semua;
si.jo.la.san v saling jelas: : niku amon mak puas ~ dunggak kamu jika belum puas saling jelas di atas;
ti.jo.las.ko v dijelaskan: : kok ~ unyin tapi mak noduh sudah dijelaskan semua tapi tidak mengerti;
ti.pa.jo.las v diperjelas: diperjelas: : tulung ~ rik rumpoksa apiya cakmu jona tolong diperjelas dengan penduduk apa maksudmu tadi
jo.lit [jlit] v delik: jelit: membelalakkan mata :
an.jo.lit v menjelit: : indokna ~ ngaliak anakna juk kumaruk di lombahan hulun ibunya menjelit melihat anaknya seperti kelaparan di rumah orang;
jo.lit.jo.lit.an v saling menjelit: : bakna nihan kuti ~ jak jona ada apakah kalian berdua saling menjelit dari tadi;
ti.jo.lit v terjelit : bay-bay sina ~ ngaliak lakina bunyanyi rik biduan perempuan itu terjelit melihat suaminya bernyanyi dengan penyanyi wanita
jo.moh [jmh] adv waktu yang akan datang: suatu saat: hari-hari esok: : amon -- hurikmu bangik dang lupa rik nyak jika suatu saat nanti hidupmu berhasil jangan lupa sama saya
jo.moh.sa.wai [jmh sawai] adv : nyak haga ti kota -- saya mau ke kota besok lusa
jo.na [jna] adv tadi: : jakpa niku -- dari mana kamu tadi;
jo.na.da [jnada] adv baru tadi: : ~ yona liwat dija baru tadi dia lewat di sini;
jo.nga.nan [janan] n rumah (bhs halus): : manjau pay ti ~ sikam mampir dulu ke rumah kami
jo.nguk [j] n jenguk: : -- pai ombaymu sai di hulu ngapi mak ratong-ratong jenguk dulu nenekmu yang di hulu mengapa tidak datang-datang
an.jo.nguk v menjenguk: : amon haga ~ kiyai onti barong-barong jika mau menjenguk kakak laki-laki nanti sama-sama;
an.jo.nguk.ko v menjengukkan: : nyak juga ~ akas amon niku mak sompat saya saja menjengukkan kakek jika kamu belum sempat;
jo.nguk.da v jenguklah: : ~ bakmu nyak kok boji jenguklah olehmu saya sudah benci ;
ka.jo.nguk v minta jenguk: : sanak sija ~ ganta anak ini minta jenguk sekarang;
si.jo.nguk.an v saling jenguk: : ganta mak ~ lagi sekarang tidak saling jenguk lagi;
ti.jo.nguk.ko v dijengukkan: : amon niku haga onti ~ ombay jika kamu mau nanti dijengukkan nenek;
ti.pa.jo.nguk v terjenguk: tidak sengaja jenguk: : nyak jona liyu di lombahanna laju ~ akas saya tadi lewat di rumahnya lalu tidak sengaja jenguk kakek
jo.pit [jpit] v jepit: : -- harong sija kok cadang jepit arang ini sudah rusak;
an.jo.pit v menjepit: : nyak haga ~ iwak panggang sa saya mau menjepit ikan panggang ini;
an.jo.pit.ko v menjepitkan: : amon niku ~ kuat-kuat iwaksa mak tiyak jika kamu menjepitkan kuat-kuat ikan ini tidak jatuh;
jo.pi.tan v jepitan: : ~ baju sina bola tiyak jepitan baju itu jatuh semua;
ka.jo.pit v minta jepit: kejepit: : nyak ~ jagung sija haga kupanggang saya minta jepit jagung ini mau kupanggang;
pan.jo.pit v penjepit: alat untuk menjepit: : ~ sija cadang kaunyinna penjepit ini rusak semuanya;
si.jo.pi.tan v saling jepit: berdesakan: : amon haga cakakda mubilku tapi ~ jika mau naiklah mobilku tapi berdesakan;
ti.jo.pit v terjepit: dijepit: : ~ kiri kanan mari mak tiyak dijepit kiri kanan agar tidak jatuh;
ti.jo.pit.ko v dijepitkan: : holau buwok sanak ronik sija ~ sapa? bagus rambut anak kecil ini dijepitkan siapa?;
ti.pa.jo.pit v terjepit: tidak sengaja dijepit: : nyak laju ~ di hulun rami saya lalu terjepit di tempat banyak orang
jo.ra [ja] n jera: : -- sanak sija yot rik nyak jera anak ini ikut sama saya
jo.ra.da v jeralah: : amon juk sina ~ niku mak haga ratong lagi jika begitu jeralah kamu tidak mau datang lagi;
jo.ra.ko v jerakan: : ~ jak ganta jadi mak tiuloh lagi jerakan dari sekarang jadi tidak terulang lagi;
ti.jo.rako v dijerakan: : amon kok ~ jak sanak ronik jika sudah dijerakan dari anak kecil;
ti.pa.jo.ra v terjera: tidak sengaja dijerakan: : nyak ~ rik sanak sija saya tidak sengaja dijerakan anak ini;
jo.rih [jh] n jerih payah: capek: : nyak kok -- nyusunkona niku angguyatakko saya sudah capek menyusunnya kamu tukang berantakannya
jo.ring [j] n jengkol: : nyak amboli -- sakilo saya membeli jengkol sekilo
jok.jok [joj] n sambal berupa pecel ikan: : amon niku haga mongan -- onti kuguwaiko jika kamu mau makan pecel ikan nanti saya buatkan;
bu.jok.jok n berjokjok: makan sama pecelan ikan: : alang bangik ~ amon mongan dunggak sapu di huma alangkah enak makan berjokjok jika makan di atas pondok di sawah
jol.jol [jljl] n sumbat: : amon wayna lokok luwah -- rik burak-buraksa jika airnya masih keluar sumbat sama kain perca ini
an.jol.jol v menyumbat: : nyak ~ gudu baka minyak saya menyumbat botol wadah minya;
an.jol.jol.ko v menyumbatkan: : amon niku mak angka gawi tulung nyak haga ~ pipa aliran way di kamar mandi jika kamu tidak ada kerja tolong saya mau menyumbatkan pipa aliran air di kamar mandi;
ka.jol.jol v minta sumbat: : ombay ~ minyak sai di lom gudu onti tungkop nenek minta sumbat minyak yang dalam botol nanti tumpah;
ti.jol.jol v disumbat: : liyakda nayah haiha i~ di lom galumbang lihatlah banyak sampah disumbat di dalam parit;
ti.jol.jol.ko v disumbatkan: : biar mak tungkop isi gudu sija ~ gabus agar tidak tumpah isi botol ini disumbatkan gabus;
ti.pa.jol.jol v tersumbat tidak sengaja: : sanak sina cupingna ~ abak itu telinganya tersumbat tidak sengaja;
jol.jol.hum.bol adv keadaan barang yg berantakan: : payu kita bonori pay say ~ di lombahansa mari kita benahi yang berantakan di rumah ini
jol.ma [jlma] n orang: nayah : -- bukumpul di sosat banyak orang berkumpul di balai desa
jom.bar [jmba] n luas: : amon haga akukda tanoh sina -- jika mau ambillah tanah itu luas
an.jom.bar v meluas: : jadi lombahanmu ~ ti buri jadi rumahmu meluas ke belakang;
jom.bar.da v meluaslah: : ganta ruangan sikam ~ cutik sekarang ruangan kami meluaslah sedikit
jom.bar.ko v luaskan: : -- cutik ruang tamu sija luaskan sedikit ruang tamu ini;
ka.jom.bar v minta luas: : jolma sina -- ruangan kamarna orang itu minta luas kamarnya
si.jom.ba.ran v saling luas: : amon haga kita ~ huma jika mau kita saling luas sawah
ti.jom.bar.ko v diluaskan: : ~ humaku mari nayah tanoman parina diluaskan sawahku agar banyak tanaman padinya
ti.pa.jom.bar v terluas tidak sengaja: : niku salah ngapi ~ huma du akas kamu salah mengapa tidak sengaja diperluas sawah kepunyaan kakek
jom.lah [jmlah] n jumlah: : makka -- lagi pira kaunyinna bakna huluku poning tidak bisa jumlah lagi berapa semuanya sebab kepalaku pusing
an.jom.lah v menjumlah: : radu niku~ kaunyin barang sija sudah kamu menjumlah semua barang ini;
an.jom.lah.ko v menjumlahkan: : rokop pai nyak haga ~ barang sanak sija diam dulu saya mau menjumlahkan barang anak ini;
bu.jom.lahan v berjumlahan: : amon lokok ngura mudah ~ jika masih muda mudah berjumlahan/berhitung;
jom.lah.ko.da v jumlahkanlah: ; : ganta ~ kaunyin pira hutangku sekarang jumlahkanlah berapa hutangku
ka.jom.lah v minta jumlah: : niku ~ rik jolma sina juga kamu minta jumlah sama orang itu saja;
si.jom.la.han v saling jumlah: : bakna nyak bingung laju ~ rik niku sebab saya bingung terus saling jumlah sama kamu;
ti.jom.lah.ko v dijumlahkan: : ~ ganta nyak haga mulang tiyuh dijumlahkan sekarang saya mau pulang ke dusun
ti.pa.jom.lah v terjumlah: tidak sengaja terjumlah: : nyak ~ barang jolma suda saya terjumlah barang orang itu
ju.a.dah [juadah] n juadah: dodol: : nyak nombija anggalu -- di lombahan niauku saya kemarin mengaduk dodol di rumah saudara perempuanku
ju.a.jal [juajal] n nakal luar biasa: nakal yg sudah berlebihan: : ngapi sanak sija jadi -- juk sija mengapa anak ini jadi nakal seperti ini
an.ju.a.jal v menjuajal: : jak ronik niku ja kok -- dari kecil kamu ini sudah menjuajal
ju.a.ra [jaa] n juara: : sanak ronik sina -- nganik karupuk anak kecil itu juara makan kerupuk;
ju.a.ra.da v juaralah: : niku ~ onti kuboliko karito kamu juararalah nanti kubelikan sepeda
ju.a.rah [jaah] n seandainya: bilamana: jika: : -- niku mak ratong sapa haga ngakuk lopang sa seandainya kamu tidak datang siapa mau mengambil timun ini
ju.ang [jua] n juang: :
bu.ju.ang v berjuang: : amon ingok akas carita waktu sinangon ~ jika ingat kakek dulu cerita waktu dahulu berjuang;
ju.ang.ko v juangkan: : ~ bakmu amon niku barani juangkan oleh kamu jika kamu berani;
ka.ju.ang v minta juang: : amon niku~ rik nyak onti kulapahani jika kamu minta juang sama saya nanti saya jalani;
ti.ju.ang.ko v dijuangkan: : ~ kaunyin ompu-ompu sa dijuangkan semua cucu-cucu ini;
ti.pa.ju.ang v terjuang: tidak sengaja diperjuangkan: : nyak ~ rik sai jolma mak haga bugawi saya tidak sengaja memperjuangkan sama orang yang tidak mau bekerja;
ju.bur [jub] n dubur: lubang pada ujung bawah usus: : -- sanak sija buhaban dubur anak ini sakit;
bu.ju.bur n berdubur: : sanak sija ~ mak gohgoh rik rumpok anak ini berdubur tidak sama dengan banyak orang
ju.bur [ubu] n lubang pantat, anus: : jolma lula sina mun tikanjat mokik -- orang pikun itu kalau terkejut menjerit anus
ju.duh [judh] n jodoh: : amon kok -- mak dipa jika sudah jodoh tidak kemana;
an.ju.duh.ko v menjodohkan: : lanyakda nyak sai ~ jolma ruwa suda bukannya saya yang menjodohkan dua orang dua;
bu.ju.duh v berjodoh: : amon niku ~ rik jolma sija hurikmu sonang jika kamu berjodoh dengan orang itu hidupmu senang;
ju.duh.da v jodohlah: : ~ niku rik jolma sina jodohlah kamu sama orang itu;
ka.ju.duh v minta jodoh: : amon niku ~ rik ombay lajuda jika kamu minta jodoh sama nenek lajulah;
si.ju.du.han v saling jodoh: : amon kita sihaluan ~ da tiyan umak jika kita bertemu saling jodohlah mereka para ibu;
ti.ju.duh.ko v dijodohkan: : jaman ganta nyopok posai mak ~ lagi zaman sekarang cari sendiri tidak dijodohkan lagi;
ti.pa.ju.duh v terjodoh: tidak sengaja berjodoh: : kintu nihan kita ~ mungkin saja kita terjodoh
ju.kuk [ju] n rumput: : -- mukak lombahan kok tojang rumput depan rumah sudah panjang
an.ju.kuk v merumput: : akas lagi ~ di huma kakek lagi merumput di sawah;
an.ju.kuk.ko v merumputkan: : nyak ganta ~ huma kiyai saya sekarang merumputkan sawah kakak laki-laki
ju.kuk.da v merumputlah: : ~ ganta onti panas merumputlah sekarang nanti pana;s
ju.kuk.ko v rumputkan: : amon niku mak angka gawi tulung ~ di buri lombahanku jika kamu tidak ada kerja tolong rumputkan di belakang rumahku;
ti.pa.ju.kuk v terumput tidak sengaja: : nyak ~ bungasa saya tidak sengaja terumput bunga ini
ju.lak [jla] v dorong: :
ju.lak.ko v dorongkan: : -- pay garubak sina ti dija dorongkan dulu gerobak itu ke sini
si.ju.lak.an v saling dorong: : puluh miyadik sina ~ burobut haga tidokop indokna sepuluh bersaudara itu saling dorong ingin dipeluk ibunya;
ti.ju.lak v terdorong: : bakna niku ~ mengapa engkau terdorong
ju.lung ju.lung [jl-jl] n nama jenis ikan: : nyak haga nyopok -- saya ingin mencari ikan julung-julung
ju.ra.yak [jaya] n jerawat: : nyak haga amboli lobas -- saya mau membeli obat jerawat
ju.rai [jai] n keturunan: : niku -- jak sapana kamu keturunan dari siapanya
bu.ju.rai v berketurunan: : amon ~ jak akas nayah jika berketurunan dari kakek banyak
ju.rak [ja] n balik: :
ju.rak.ko [ja] n balikkan: : -- kampolang marih gancang ngoluh balikkan kempelang itu supaya cepat kering;
ti.ju.rak [tija] n terbalik: : ~ bangku sina terbalik bangku itu
ju.ram.bah [jambah] n jembatan: : -- sai rodik topi wai rubuh jembatan yang dekat tepi sungai roboh;
bu.ju.ram.bah v berjembatan: : ganta sikam nyuborang ~ sekarang kami menyeberang berjembatan
ju.rang [ja] n jurang: : alang roklom -- sija alangkah dalam jurang ini
bu.ju.rang v berjurang: mempunyai jurang: : di tiyuh Jemaring nayah ~ di dusun Jemaring banyak berjurang;
ti.ju.rang v di jurang: : nyak ngori amon tiyak ~ sija saya takut jika jatuh di jurang ini
ju.rus [js] n mantap: pikiran sudah mantap: tidak goyah lagi: : amon niku -- haga rik nyak jika kamu sudah mantap mau sama saya;
ti.ju.rus.ko v dimantapkan: : ~ bonor dangda nyolsol di huri dimantapkan lagi janganlah menyesal di kemudian hari
1 juk [j] n seperti: : dang -- sina amon lokok wat haga jangan seperti itu jika masih ada kemauan
2 juk v beri: : : -- lima pai onti nambah lagi beri lima dulu nanti menambah lagi
bu.ju.kan v berikan: : ~ cutik nonti mak bola berikan sedikit nanti tidak habis;
juk.da v berilah: : amon niku kasian ~ sanak sija duit jika kamu kasihan berilah anak ini uang;
juk.ko v berikan: : ~ juadah sija rik ombay berikan dodol ini sama nenek
ka.juk v terberi: minta beri: : niku mak ~ di akas kamu tidak terberi sama kakek;
ngon.juk v memberi: : sapa saihaga ~ juk sija siapa yang mau memberi seperti ini;
si.ju.kan v saling beri: : amon bulan puasa sikam ~ untuk pambukaan puasa jika bulan puasa kami saling beri untuk buka puasa;
ti.juk.ko v diberikan: : punti jona ~ di sapa? pisang tadi diberikan sama siapa?;
ti.pa.juk v tidak sengaja diberikan: : amon nyak jona ~ rik akas jika saya tadi tidak sengaja diberikan sama kakek
juk.juk [juju] n lubangi: melubangi suatu dg alat: seperti mau melubangi karung beras dengan alat untuk melubangi dengan tujuan apakah beras itu bagus atau tidaknya: : -- ganta karung biyas sija lubangi sekarang karung beras ini
juk.juk.da v lubangilah: : ~ bakmu karung sija lubangilah oleh kamu karung ini
ka.juk.juk v minta lubangi: : akas ~ tanoh sina kakek minta dilubangi tanah itu;
ti.juk.juk v dilubangi: : cuba ~ kuat-kuat karung sija coba dilubangi kuat-kuat karung ini;
ti.pa.juk.juk v terlubangi: tidak sengaja terlubangi: : nyak ~ di karung kabolahna saya tidak sengaja terlubangi karung sebelahnya
juk.sa [jusa] pron begini: : mun cakku -- juga nuntasko masalah kutisa kalau menurut saya begini saja menyelesaikan masalah kalian ini
juk.si.ja [jusa] pron seperti ini: : -- cara ngalipat kawai sai bonor begini cara melipat baju yang benar
juk.si.na [jusina] pron begitu: : -- amon haga jadi say dihonguk jolma tuha begitu kalau ingin menjadi anak yang disayang orang tua
juk.si.pa [jusipa] pron bagaimana: : -- cakmu jona bagaimana menurutmu tadi?
jun.tai [juntai] n juntai: : bergantung terayun-ayun: -- juk sina juga buwokmu holau jadina juntai seperti itu saja rambutmu bagus jadinya
an.jun.tai v menjuntai: : kukutna ~ diunggak ijan kakinya menjuntai di atas tangga;
jun.tai.ko v juntaikan: : ~ kukutna di bah ijan juntaikan kakinya di bawah tangga;
bu.jun.tai v berjuntai: : toduhku hantu ~ di unggak batang nyiwi sangaka saya hantu berjuntai di atas pohon kelapa;
ti.jun.tai v dijuntai: : ~ tungguk wai kukutku jona dijuntai sampai air kakiku tadi;
ti.jun.tai.ko v dijuntaikan: : amon niku haga kukutmu ~ ganta jika kamu mau dijuntaikan kakimu sekarang
ti.pa.jun.tai v terjuntai: tidak sengaja terjuntai: : buwokku ~ diunggak batang punti rambutku terjuntai di atas pohon pisang
jung.gut [uut] n burung bangau: : nyak mak kala ngali yak -- saya belum pernah melihat burung bangau
jung.jung [jj] v junjung: : amon pagurauan sina niku -- langgar-langgar makka akuk bak sanak ronik sija jika mainan itu kamu junjung tinggi-tinggi tidak akan terambil oleh anak kecil ini;
an.jung.jung v menjunjung: : ~ jolma sina angka sai haga menjunjung orang itu tidak ada yang mau;
si.jung.ju.ngan v saling junjung: : niku haga kita ~ kamu mau kita saling junjung;
ti.jung.jung v dijunjung: : baka sija ~ di hulu wadah ini dijunjung di kepala;
ti.pa.jung.jung v terjunjung: tidak sengaja dijunjung: : nyak kilu maap ~ di bakamu saya minta maaf terjunjung di wadahmu
jung.ka.lak [jukala] v jatuh ke belakang: :
ti.jung.ka.lak v terjatuh ke belakang: : hati-hati bukarito onti ~ hati-hati bersepeda nanti terjatuh ke belakang;
ti.jung.ka.lak.ko v dijatuhkan ke belakang: : barahbah di lom truk sina ~ barang-barang dari dalam truk itu dijatuhkan dari belakang
jung.ka.lak [ukala], v terjungkal: :
ti.jung.ka.lak [tiukala] v terjungkal: : mak tahan ngaliyak sanak sina -- tak tega melihat anak itu terjungkal
jung.kak jung.kik [uka uki] v duduk di atas kaki orang lain yang ditekuk lalu kaki yang ditekuk tersebut diarahkan ke atas dan ke bawah: : sanak ronik biasana galak -- anak kecil biasanya suka jungkak jungkik
jung.kak pa.ra.ngak [uka paaa] v jungkir balik: : ya nangkop bola sina tungguk -- dia menangkap bola itu sampai jungkir balik
ka.ba.la [kabala] n pelihara: : amon niku haga -- sisu handak sa jika kamu mau peliharalah ayam putih ini;
bu.ka.ba.la v berpelihara: mempunyai peliharaan: : nyak mak pacak ratong di lombahan kuti lagi bakna ganta ~ saya tidak bisa datang ke rumah kalian lagi sebab mempunyai peliharaan;
ka.ba.la.da v peliharalah: : ~ sapi nayah ngahasilko duit peliharalah sapi karena bisa menghasilkan banyak uang;
ka.ba.la.ko v peliharakan: : nyak kilu ~ kambing lima juga saya minta peliharakan kambing lima ekor saja;
ti.ka.ba.la v dipelihara: : nyak haga ti Pulimbang sisuku ~ adik saya mau ke Palembang ayamku dipelihara adik
ti.ka.ba.la.ko v dipeliharakan: : nyak kilu tulung ~ sapi-sapi sija saya minta tolong dipeliharakan sapi-sapi ini
ka.bi.an [kabian] n sehari: : nyak mih -- di lombahanmu saya cuma sehari di rumahmu
nga.bi.an v sehari-hari; seharian: : lohloh kukutku -- lapah pegal kakiku karena seharian jalan
ka.bo.lot [kablt] n menyangkutnya makanan di tenggorokan saat kita makan: : rasa -- nyak tulung akukko way nginum makanan menyangkut di tenggorokan tolong ambilkan air minum
ka.bung [kabu] n air nira: : nyak galak nginum -- saya suka minum air nira
ka.dim.pa [kadimpa] n ibu jari: : -- na katan ibu jarinya terluka
ka.ham.pu.ra.an [kahampaan] n mohon maaf: : nyak -- haga cawa mohon maaf saya mau bicara
ka.ja.la [kaala] n hitam yg lengket pada kuali atau wajan untuk memasak: : awas -- di kotuk kuali awas kajala di pantat kuali
ka.ja.ng ang.kap [aa aap] n plafon: langit-langit rumah: : amon hujan wat way turuh rupana -- sikam bucur jika hujan ada air netes rupanya plafon kami bocor
bu.ka.jang ang.kap v berplafon: : sonang nyak ngaliyak lombahan sikam ~ senang saya melihat rumah kami berplafon
ka.ka [aa] n panggilan kepada istri kakak laki-laki kita: : -- jona jak dipa? kaka tadi dari mana?
bu.ka.ka v berkakak: mempunyai kakak: : ganta nyak -- jadi wat sai nulung nasak saya sekarang mempunyai kakak jadi ada yang menolong masak
ka.kur.kur v minta kukur: : nyak ~ nyiwi sija kabolah saya minta kukur kelapa ini sebelah
si.kur.kur.an v saling kukur: : amon niku haga kita ~ nyangapusimbang jika kamu mau kita saling kukur bergantian
ti.kur.kur v dikukur: : ~ sapa nyiwi sija dikukur siapa kelapa ini
ti.kur.kur.ko v dikukurkan: : amon niku mak kawawa onti nyiwimu ~ jika kamu tidak kuat nanti kelapamu dikukurkan
ti.pa.kur.kur v terkukur tidak sengaja: : nyak ~ nyiwi dok ayuk saya terkukur kelapa milik kakak perempuan
ka.la.ma [kalama] n istilah hubungan kekerabatan kita dengan saudara laki-laki ibu yg muda dan tua dengan sapaan mama: : Ahmad Bidin -- sai haga lapah haji Ahmad Bidin kalama yang mau pergi haji
ka.li.lu.wa.ng [kaliluwa] n kelelawar: : nyak rabai amon -- nganik jambu dibingi saya takut jika kelelawar makan jambu malam hari
ka.li.man.pun [kalimanpun] v mohon maaf: : sikam  digusti pohngun kami mohon maaf pada para hadirin
ka.li.mun [kalimun] v kelilipan: : awas matamu ! awas matamu kelilipan!
ka.li.ng [kal] n kaleng: : karupuk sija kurukko di lom -- kerupuk ini masukkan di dalam kaleng;
ka.li.ng.ko v kalengkan: : kaunyin roti sija onti ~ semua roti ini nanti kalengkan;
ka.li.ng.an v kalengan: dijual satu kaleng tidak boleh eceran: : nyak anjual minyak sija ~ saya menjual minyak ini kalengan
ka.lim.pu [kalimp] n ibu jari tangan dan kaki: : ~ sakik ngonyut konyut bayoh ibu jari sakit menyut bengkak;
bu.ka.lim.pu v beribu jari: : sanak ampai lahir sina mak ~ kukut anak yang baru lahir itu tidak beribu jari kaki
ka.ling.kang pi.nang [kalika pina] n bayi yang lahir terbelit usus: : anakna lahir – anaknya lahir terbelit usus
ka.ma.loman [kamalman] v kemalaman: : laju nyak ~ di tiuh sija akhirnya saya kemalaman di desa ini
ka.ma.man [kamaman] n istilah hubungan kekerabatan saudara laki-laki bapak yg tua, dengan sapaan pak tuha: : nyak wat ruwa -- saya ada dua kamaman
ka.ma.nak.an [kamanakan] n anak saudara (adik atau kakak): : nyak wat -- unyinna lima bolas saya punya kemenakan semuanya lima belas orang;
ka.mi.li.ng [kaml] n kemiri: : nyak makai minyak -- jadi buwokku halom saya memakai minyak kemiri jadi rambutku hitam;
bu.ka.mi.li.ng v berkemiri: memakai kemiri: : nyak mayos iwak ~ saya mepes ikan memakai kemiri
ka.min.cak [kaminca] n katak: : wat -- hujau di kamarmu ada katak di kamarmu
ka.min.cak [kamnca] n katak: kodok: : amon musim hujan nayah -- di bah lombahan jika musin hujan banyak katak di bawah rumah
ka.na.han [kanahan] n kelihatan: : amon mak tipakai bobor -- jak luwah jika tidak dipasang gorden kelihatan dari luar;
ka.na.han.da v kelihatanlah: : ~ cutik amon kita liyak jak jawoh kelihatanlah sedikit jika kita lihat dari jauh;
ka.na.han.ko v kelihatankan: : niku amon sihaluan ~ icak-icak haga kamu jika bertemu kelihatankan pura-pura mau;
ti.ka.na.han.ko v dikelihatankan: : dang ~ jak ganta onti burubah mak haga jangan dikelihatankan sekarang nanti berubah tidak mau;
ti.pa.ka.na.han v terlihat: tidak sengaja terlihat: : nyak laju ~ niku tiliyu saya lalu tidak sengaja terlihat kamu lewat
ka.ni.an [kanian] n kue: kue-kue kecil untuk penganan: : dibi onti kita nganik -- api? sore nanti kita makan kue apa?;
bu.ka.ni.an v berkue: dengan kue: sama kue: : kita onti ~ tumpi juga bakna sadaku haga ratong kita nanti berkue pepes pisang saja sebab besanku mau datang
ka.nik [kani] n makan-makanan khusus kue-kue kecil atau penganan waktu sore: : -- cutik juga amon jolma sina nyotarko kanian makan sedikit saja jika orang itu menyajikan makanan;
ka.ka.nik v termakan: : kampolang ~ bakdu sanak ronik sija kemplang termakan oleh anak kecil ini;
ka.nik.da v makanlah: : amon niku kok minjak ~ kanian sija jika kamu sudah bangun makanlah kue ini;
ka.nik.ko v makankan: : ~ punti godah amon rasa pahik makankan pisang gedah jika rasa pahit;
ti.ka.nik v dimakan: : impik-impik sa ~ rik cuko pempek ini dimakan sama cuka;
ti.ka.nik.ko v dimakankan: : sanak ronik sa ~ hurang ronik mari pacak bukalanguy anak kecil ini dimakankan udang kecil agar bisa berenang;
ti.pa.ka.nik v termakan: tidak sengaja termakan: : nyak ~ kanian kok bayu saya tidak sengaja termakan kue sudah basi
ka.pak [kapa] n kapak: : ubak ambolah kayu makai – ayah membelah kayu menggunakan kapak
ka.ra [kaa] n terlalu: : amon niku -- juk sija mak angka sai haga lagi jika kamu terlalu begini tidak ada yang mau lagi
ka.ri [kai] n hampir: : -- dapok nyak ninjuk jalir-jalir suda saya hampir dapat menangkap capung itu
ka.ri.lang [kala] n kadal: : hati --pacak jadi obat hati kadal bisa jadi obat
ka.ri.to [kat] n sepeda: : cawako di ubak boliko nyak -- paranti sakola katakan pada ayah belikan saya sepeda untuk sekolah;
bu.ka.ri.to v bersepeda: memakai sepeda: : nyak ti lombahanmu ~ juga saya ke rumahmu bersepeda saja
ka.rit [kat] n karet: : nyak losu nampas bakna horga -- murah bonor ganta saya malas menyadap karena harga karet murah sekali sekarang
bu.ka.rit n mata pencarian menyadap getah karet: : nyak rik kiyai -- dilom pulan saya dan kakak menyadap karet di dalam hutan
ka.ru.ng [ka] n karung: : kurukko biyas sa dilom -- masukkan beras ini dalam karung;
bu.ka.ru.ng v berkarung: : onti nunda lomasa sija ~ juga nanti membawa nangka ini berkarung saja;
ka.ru.ng.an v karungan; sekarung: : ubak ga amboli biyas ~ ayah mau membeli beras karungan;
1 ka.ru.ng.ko v 1 karungkan; masukkan dalam karung: : tulung kaunyin potai sija tolong semua petai ini masukkan dalam karung;
2 ka.rung.ko v 2 karungkan; ambilkan bagian untuk kami: : amon niku ngakuk rampai ~ sikam jika kamu mengambil sayur karungkan kami
ka.ru.suk [kas] n bagian pohon pisang yang sudah kering: : nyak haga ngakuk -- punti saya mau mengambil karusuk pisang
ka.ru.wak [kauwa] n orang-orangan sawah: : -- biasona ditapko di tongah sawah orang-orangan sawah biasanya diletakkan di tengah sawah
ka.ruk [ka] v ikat: : -- ganta onti sisu sina lucuk ikat sekarang nanti ayam itu lepas;
bu.ka.ruk.an v berikatan: : nyak radu ~ karung sija tinggal burangkat saya sudah berikatan karung ini tinggal berangkat;
ka.ka.ruk v minta ikat: : liyakda karung sija nyak ~ ganta lihatlah karung ini saya minta ikat sekarang;
ka.ruk.da v ikatlah: : ~ kuat-kuat dang onti tikucil ikatlah kuat-kuat agar tidak terlepas;
ka.ruk.ko v ikatkan: : ~ karung biyas sija ganta ikatkan karung beras ini sekarang;
si.ka.ru.kan v saling ikat: : onti kita ~ panyapu lihai sija nanti kita saling ikat sapu lidi ini;
ti.ka.ruk v diikat: : rambutan sija ~ rua-rua rambutan ini diikat dua-dua;
ti.ka.ruk.ko v diikatkan: : sisu sija ~ di karito ayam ini diikatkan di sepeda;
ti.pa.ka.ruk v terikat: : kukut sanak sija ~ bakna diwik kaki anak ini terikat olehnya sendiri
1 ka.sab [kasab] n 1 kasar ttg telapak tangan: : alang -- jolma suda alangkah kasar telapak tangan orang itu;
2 ka.sab [kasab] n 2 kotor lantai dengan pasir atau debuan: : lombahan -- rumah kotor
ka.si.pong [kasip] a marah secara tiba-tiba: : guruku – di kolas guruku marah secara tiba-tiba di kelas
ka.so.na [kasna] n kaca bayang: : nyak nombija amboli -- saya kemarin membeli kaca;
bu.ka.so.na v berkaca: : nyak ~ makkung bayoh bihngomku saya berkaca sebelum pipiku bengkak;
ka.so.na.i v kacai: : ngapi bihngommu halom ~ pai mengapa pipimu hitam kacai dulu;
ka.so.na.ko v kacakan: : ~ bakmu amon adik sija saro ngotongna kacakan olehmu jika adik ini susah memegangnya
ka.so.pik [kaspi] a sakit karena kebanyakan makan jengkol: : ia musti nganik lobas bakna – dia harus makan obat karena kasopik
ka.som.pok [kasmp] v tersedak air saat minum: : dang ngomong waktu nginum marik mak –! jangan minum sambil bicara agar tidak kasompok!
ka.sur [kas] n kasur: : -- sikam basoh kona hujan jona kasur kami basah kena hujan tadi;
bu.ka.sur v berkasur: : nyak turuy mak ~ saya tidur tidak berkasur
ka.sut [kast] v sendal: : -- sanak sija lobon kabolah sendal anak itu hilang satu
bu.ka.sut v bersendal: : nyak mak -- lapah ti huma saya tidak bersendal pergi ke sawah
ka.tan [katan] n luka: : -- dipunguna kok hodak luka ditangannya sudah sembuh;
ka.tang.go.ran [kataan] a terlalu lapar atau kelaparan: : ya  bakna mak mongan sikabiyanan dia kelaparan karena tidak makan seharian
ka.ti.la [katila] n ubi jalar: : sikam ampaida panin -- kami baru saja panen ubi jalar
ka.ting [ka.ti] v memegang: :
ka.to.dan [katdan] v membagi nasi dan lauk pauk kepada tetangga: : sikam biasona – kimis dibingi kami biasanya membagi katodan pada kamis malam
ka.u.nyin [kaun] n semua: seluruh: : -- sai wat di ja moh pagi ratong ti lombahanku semua yang ada di sini besok pagi datang ke rumahku;
ka.u.nyin.na v semuanya: seluruhnya: : -- tisorahko di kuti sai wat di ja semuanya diserahkan pada kalian yang ada di sini
ka.wa.li [] n kuali: : umak angguring iwak makai – ibu menggoreng ikan menggunakan kuali
ka.wa.ning [kawani] a bengis atau mudah marah: :  nihan bai sina bengis sekali perempuan itu
ka.wa.ri [] n sanak saudara: : -- lakiku ga ratong joh pagi sanak saudara suamiku akan datang besok pagi
ka.wai [kawaj] n baju: : -- na carik bak paku bajunya robek terkena paku
ka.wai [kawai] n baju: : --mu handak baju putih;
bu.ka.wai v berbaju: : iya ~ handak jona kamu dia berbaju putih tadi
ka.wan [kawan] n teman: : ya lapah rik -- na ia pergi dengan temannya
ka.wik [kawi] n jolok: : -- bakmu jambu suda jolok olehmu jambu itu;
ka.ka.wik v minta jolok: : sanak sija ~ jambu komang sai kok masak anak ini minta jolok jambu bol yang sudah masak;
ka.wik.da v joloklah: : amon niku haga ~ bakmu diwik jika kamu mau joloklah olehmu sendiri;
ka.wik.ko v jolokkan: : ~ buah manggo suda langgar-langgar jolokkan mangga itu tinggi-tinggi;
nga.wik v menjolok: : nyak nayah gawi niku ~ diwik juga saya banyak kerjaan kamu menjolok sendiri saja;
nga.wik.ko v menjolokkan: : alang saro nyak ~ lomasa jona alangkah susah saya menjolokkan nangka tadi;
ti.pa.ka.wik v terjolok: : jambu sija ~ lima ngabungkal jambu ini terjolok lima buah
ka.wil [kawil] n pancing: : ubak anjamotko – di pawon ayah menyimpan pancing di dapur;
nga.wil [awil] v memancing: : akas galak -- iwak dibingi kakek sering memancing ikan di malam hari
ka.yo [kay] a kaya: : bangik nihan jadi jolma – enak sekali menjadi orang kaya
ka.yon [kayn] n suruh: : -- sanak sija juga amboli siya suruh anak ini saja membeli garam;
ka.yon.an v suruhan: : amon ~ ubak langsung niku lapah jika suruhan ayah langsung kamu pergi;
ka.yon.da v suruhlah: : ~ lapah ganta onti jolmana mak angka lagi suruhlah pergi sekarang nanti orangnya sudah tidak ada lagi;
nga.yon v menyuruh: : nyak mak haga lagi ~ niku saya tidak mau lagi menyuruh kamu;
si.ka.yon.an v saling suruh: : gawian sija mak radu amun kuti ~ Pekerjaan ini tidak akan selesai jika kalian saling suruh;
ti.ka.yon v disuruh: : niku ~ kiyai nungguko kambingna kamu disuruh kakak menunggu kambingnya;
ti.pa.ka.yon v tersuruh: tidak sengaja disuruh: : nyak ~ sanak sija ngakuk rampai saya tidak sengaja menyuruh anak ini mengambil sayur
kabau [kaba] n buah yg berbau tidak sedap, sama dengan aroma jengkol, petai tetapi dimakan orang untuk lalapan: : niku haga nganik -- jak Lampung? kamu mau makan kabau dari Lampung?
kah.lin [kahlin] v tersedak tulang saat makan : ati-ati nganik iwak, kantu – hati-hati makan ikan, jangan sampai kahlin
kak.kak [kaka] n burung gagak: : amon -- bubunyi biasona tanda mak holaw kalau burung gagak berbunyi biasanya pertanda buruk
kam.bi.tuk [kambit] n istilah nama buah timun yg tumbuh tidak sempurna: : amon cak hulun ~ lopang jika kata orang kambituk timun;
bu.kam.bi.tuk v mempunyai kambituk: semua timun tidak tumbuh sempurna: : tahun sija lopangku -- unyin tahun ini timunku berkambituk semua
kam.bo.lo.nan [kamblnan] adv tersedak makanan: : sanak sina – bakna mongan gancang ga, anak itu tersedak makanan karena makan terlalu cepat
kam.bo.lo.nan [kamblnan] v tersedak makanan saat makan: : dang gancang ga amon mongan, nonti –! jangan terlalu cepat kalau makan, nanti tersedak!
kam.po.la.ng [kampla] n kemplang: kerupuk terbuat dari sagu dan ikan bentuknya pipih lonjong: : nyak ampai radu angguwai -- saya baru selesai membuat kemplang;
bu.kam.po.la.ng v berkemplang: memakai kemplang: : anakku haga mongan ~ anakku mau makan berkemplang
kamolonan kabolot :
kan [kan] n nasi: beras yang dimasak menjadi nasi: : liyak pai -- kita kok masak api makkung lihat dulu nasi kita sudah masak apa belum;
bu.kan v bernasi: sama nasi: : dang nganik mi bugawoh ~ jangan makan mi saja sama nasi
kan.tu [kantu] p kalau (belum terjadi): :  niku ga lapaj nyak ga iyot kalau kau ingin pergi saya akan ikut
kas [kas] n bekas; mantan: : nyak mak haga kaniyan -- sija saya tidak mau makanan bekas ini
ke.tek [kt] n perahu bermotor: : ya ti dija makai – dia datang ke sini menggunakan perahu bermotor
ki.an [kian] n nanah: : wat -- dikukutna ada nanah di kakinya
ki.bol [kibl] n kolang-kaling: : -- bangik diguwai inuman kulang-kaling enak dibuat minuman
ki.cak [] n cicak: : wat lamon – di lambahana ada banyak cicak di rumahnya
ki.cap [kicap] n kecap: : umak kilu boli -- asin ibu minta dibelikan kecap asin
ki.kil [kikl] n mata kaki: : nyak tipakuhkuh -- sanak sija saya memukul tidak sengaja mata kaki anak ini;
bu.ki.kil v bermata kaki: : tiap jolma ~ rua tiap orang bermata kaki dua
ki.kim [kikim] n ubi: : wat lalum -- di handopan lambahan ada banyak ubi di depan rumah
ki.kis [kikis] n ruangan atau kurungan ayam, bebek, kambing dll di bawah rumah yang dindingnya dibuat dari bambu: : -- sikam ponuh ingunan kikis ganta kendang kami penuh peliharaan sekarang;
bu.ki.kis v berkikis: mempunyai kikis: : nyak mirak ~ mari ngingun sisu saya ingin mempunyai kikis agar memelihara ayam
ki.lar [kila] n jelas: penglihatan yg mata: : -- upi sija kok jolas penglihatan bayi ini sudah jelas
ki.lat [kilat] n kilat: : mak selalu wat – timpu hujan tidak selalu ada kilat saat hujan
ki.lu [kilu] n minta: : nyak -- lobas sakik ipon saya minta obat sakit gigi;
ka.ki.lu v orang yg memohon; meminta: : nyak ~ sisu guring say panas saya meminta ayam guring yang masih panas;
ki.lu.da v mintalah: : ~ duit rik ubakmu mintalah uang sama ayahmu;
ki.lu.ya v memohon dengan hati yg paling dlm: : nyak -- niku dang lapah saya mohon kamu jangan pergi;
ngi.lu v meminta: : nyak haga ~ sai ronik juga saya mau meminta yang kecil saja;
ngi.lu.ko v memintakan: : niku juga say ~ kawai sa di ayuk kamu saja yang memintakan baju itu pada kakak perempuan;
pu.ki.lu v peminta: tukang minta: : ~ diboji hulun peminta akan dibenci orang;
ti.ki.lu v diminta: : ~ sapa nyiwi sai kutapko dija diminta siapa kelapa yang kutaruhkan di sini;
ti.ki.lu.ko v dimintakan: : nyak haga ~ ruwa punti juk niku saya akan mintakan dua pisang untuk kamu;
ti.pa.ki.lu v terminta: tidak sengaja minta: : nyak ~ rik jolma sai ampai ratong sina saya tidak sengaja minta sama orang yang baru datang itu
ki.mang [kima] n agak: : badanna -- panas badannya agak panas
ki.sa.kan [kisakan] lihat canggoh :
ki.yai [kaka] n kakak: panggilan untuk saudara laki-laki yg lebih tua: : -- ampai mulang dibi Komis kakak baru pulang sore Kamis
kin.tu [kintu] n jika, apabila, andai kata,: : -- jolma sina ratong cawako nyak lagi mandi jika orang itu datang beritahu saya lagi mandi
kip.kip [kipkip] n insang (ikan) di luar: : sikam mak kala nyanik – iwak kami tak pernah makan kipkip ikan
ko.bok [kb] n tutup: : dang –ko matamu jangan tutup matamu;
ti.ko.bok [tikb] v tertutup: : lambahanna ~ rumahnya tertutup
ko.bol [kbl] a kebal: : badanna – badannya kebal
ko.buk [kb] n kendi wadah air minum yang terbuat dari tanah liat: : mak lamon lagi jolma makai – tidak banyak lagi orang yang menggunakan kobuk
ko.cik [koc] n kelingking: : ngapi -- jolma sina bayoh mengapa kelingking orang itu bengkak
ko.dak [koda] n dahi: : -- sanak sina tihandos di rawang dahi anak itu tersantuk di jendela
ko.dok [kod] n deras: hujan sangat deras: hujan lebat: : nombija hujan -- laju sikam mak jadi lapah kemarin hujan deras sehingga kami tidak jadi pergi
ko.dol [kdl] a tebal: : bukuna – bukunya tebal
ko.jol [kl] a alot: : kanian sai diguwaina – makanan yang dibuatnya alot
ko.lai [klaj] v terbiasa: : ya kok -- bugawi dia sudah terbiasa bekerja
ko.las [kolas] n kelas: : amon nyak mak naik -- pasti kona marah kiyai jika saya tidak naik kelas pasti kena marah kakak
ko.ling [koli] n keling: warna kulit yg hitam: : amon kok -- juk sina hulun mak haga lagi modok jika sudah keling seperti itu orang tidak mau lagi mendekat
ko.lir [kli] n warna: : -- kawaina siyaw warna bajunya merah
ko.lor [kolor] n celana dalam: : -- na lokok dipawai kolornya sedang dijemur
ko.mis [koms] n Kamis: nama hari: : -- onti nyak ampai mulang Kamis nanti saya baru pulang
ko.mul [komul] n lihat salinggom: :
ko.na [kona] n kena: menyentuh: : amon niku mak mulang -- marah ubak jika kamu tidak pulang akan kena marah ayah;
ti.pa.ko.na v terkena: tidak sengaja dikenakan: : amon ~ pungumu cutik dang haga marah jika terkena tanganmu sedikit jangan marah
ko.nui [konuj] n burung elang: : -- kok jarang dihalu burung elang sudah jarang ditemukan
ko.pi [kpi] n kopi: : -- rasanya pahit kopi terasa pahit
ko.ra [koa] n kera: : sanak sija ngaliyak -- rabai anak ini melihat kera takut
ko.rang [ka] n kerang air tawar: : mak kaunyin jolma galak nganik – tidak semua orang suka makan kerang air tawar
ko.ras [koas] n keras: : kanian sina – ga makanan itu terlalu keras;
ko.ras.ko v keraskan: : ~ pai agor sija ampai tihiris keraskan dulu agar ini baru diiris;
ngo.ras v mengeras: : amon kok ~ sominna ampai jadi tiilikko jika sudah mengeras semennya baru boleh diinjakkan;
ti.ko.ras.ko v dikeraskan: : amon kok ~ kanian sija ampai jadi tikanik jika sudah dikeraskan makanan ini baru bisa dimakan;
ti.pa.ko.ras v terkeras: tidak sengaja keras: : nyak jona nasak kan -- bakna kurang way saya tadi masak nasi tidak sengaja keras sebab kurang air
ko.rik [ko] v kerik: : amon kuruk juga jika masuk angin kerik saja;
bu.ko.rik v berkerik: : nyak jona ~ di ombay Diwa saya tadi berkerik dengan nenek Diwa;
ka.ko.rik v minta kerik: : niku ~ rik sapa? kamu minta kerik sama siapa;
ko.rik.ko v kerikkan; : rasana nyak kuruk angin tulung ~ ganta rasanya saya masuk angin tolong kerikkan sekarang;
1 ko.ris [kos] n keris: : nyak wat -- paninggalan tuyuk paija saya punya keris peninggalan buyut dahulu
2 ko.ris [ks] n jagung muda untuk dijadikan sayur; keris jagung: : nyak mirak nganik -- saya kepingin makan jagung muda;
ko.roh [kh] v menggigit: :
ngo.roh [h] v menggigit: : anak itu -- jambu anak itu menggigit buah jambu
ko.ruh [kh] ribut; cekcok: : amon kuti haga -- torus nyak mak ratong lagi ti lombahan sija jika kalian mau ribut terus saya tidak mau datang lagi di rumah ini;
ti.ko.ruh.ko v diributkan: : duit cutik ~ uang sedikit diributkan;
ko.ruk mi.yuk [k miy] keriput; : badan akas kok – , badan kakek sudah keriput
ko.sih [ksih] n debu yg berasal dari padi: : rasana -- unyin badan ku jak huma jona rasanya debu semua badanku dari sawah tadi
ko.sol [ksol] n kesal; jenuh; bosan: : nyak mak -- nganik iwak saluwang saya tidak bosan makan ikan seluwang
ngo.sol.ko v membosankan : gawi juk sa -- kerja seperti ini membosankan
1 ko.til [kotil] n kutil: : haban -- jolma sina mak hodak-hodak sakit kutil orang itu tidak sembuh-sembuh
2 ko.til [kotil] n orang kecil pendek: orang kate: : jolma sija -- tapi pintor nihan orang ini kecil tapi pintar
ko.tuk [kotu] n pantat: : awas nyak haga liyu onti nyinggul -- awas saya mau lewat nanti nyenggol pantat
kok [k] n sudah: : amon -- lapah unyin nyak ampai buringkos jika sudah pergi semua saya baru beres-beres
kok.kok [kk] n habis sama sekali tidak ada sisa: : nyak mak pacak ngonjuk niku bakna duitku kok -- saya tidak bisa memberimu kamu sebab uangku sudah habis tidak ada sisa lagi
kol.pah [klpah] n saudara (baik yg tua atau yg kecil): : mak bangik hurik mak angka -- tidak enak hidup tidak ada saudara
kolkol [klkl] n kental: : galuda agor sija tungguk -- aduklah agar ini sampai kental
kom.bih [kombh] n mungkin: : mak -- niku haga ratong pokku tidak mungkin kamu mau datang ke tempat saya;
kom.bih.da v mungkinlah: : mak ~ tingkahna juk sina rik niku tidak mungkinlah tingkahnya seperti itu sama kamu
kom.pis [] v kempis: : ban mubilna – ban mobilnya kempis
kom.pit [kompt] n kempis: : dang lapahko karoto sija bakna banna -- jangan jalankan sepeda ini sebab bannya kempis;
ka.kom.pit v minta kempis: : koncongga ban karito sija nyak ~ cutik terlalu kencang ban sepeda ini saya minta kempis sedikit;
kom.pit.ko v kempiskan: : kalombungan adik koncong nihan ~ cutik biar mak pocoh balon adik kencang sekali kempiskan sedikit agar tidak pecah;
ngom.pit v ngempis: : ban karito ku ~ jona laju dikumpo kiyai ban sepeda saya ngempis lalu dipompa kakak;
ti.kom.pit.ko v dikempiskan: : ngapi kalombungan manmu ~ mengapa balon punya kamu dikempiskan;
ti.pa.kom.pit v terkempis: tidak sengaja dikempiskan: : ban karito sanak suda~ ban sepeda anak itu terkempis;
kon.co.ng [konc] n kencang: : amon niku ngumpo ban sija dang -- jika kamu memompa ban ini jangan kencang;
ka.kon.co.ng v minta kencang: : nyak tulung ~ ban karito sija saya minta tolong kencangkan ban sepeda ini;
kon.cong.ko v kencangkan: : ban karito sija ku~ ban sepeda ini saya kencangkan;
ngon.cong v mengencang: : ban sija kona panas laju ~ ban ini kena panas lalu mengencang;
ti.kon.cong.ko v dikencangkan: : ban karito ~ sija tikoncongko adikku ban sepeda ini dikencangkan adikku;
kon.jak [kona] n pernah: : nyak-- lapah-lapah ti Singapura amboli tas saya pernah jalan-jalan ke Singapura membeli tas
kor.ci.ng [koc] n nyaring: suara nyaring: : alang -- suara sanak sija bunyanyi alangkah nyaring suara anak ini bernyanyi;
kor.cing.ko v nyaringkan: : ~ cutik suaramu nyaringkan sedikit suaramu;
ku.ali [kual] n kuali: wajan untuk menggoreng: : -- jona mak angka sai ronik kuali tadi tidak ada yang kecil;
bu.ku.ali v berkuali: memakai kuali: : nyak ~ sai balak amon haga masak rondang saya memakai kuali besar jika mau memasak rendang
ku.bu [kub] n pondok kecil di tengah sawah atau kebun: : nyak ngaliyak -- kamutungan saya melihat pondok kebakaran
ku.bu-ku.bu n pondok-pondok: : nyak angguwai di mukak lombahan ~ saya membuat pondok-pondok di depan rumah
ku.buk [kubu] n dedaunan yang digunakan sebagai bahan pembuatan sampo: : wat lamon tanoman– di hutan terdapat banyak tanaman kubuk di hutan
ku.cil [kucl] n lepas: : amon niku kapanasan -- kawaimu jika kamu kepanasan lepas bajumu;
ku.cil.ko v lepaskan: : ~ ganta kawai kabayanmu bakna haga tigonti kawai barih lepaskan baju pengantinmu sekarang mau diganti baju lain;
ti.ku.cil.ko v dilepaskan: : -- juga amon saro juk sa dilepaskan saja jika susah seperti ini;
ti.pa.ku.cil v terlepas: tidak sengaja dilepas: : aliku ~ diwik di kamar mandi jona cincinku saya terlepas sendiri di kamar mandi tadi;
ka.ku.cil v minta lepas: : nyak ~ ganta dang haga nunggu jomoh pagi saya minta lepas sekarang jangan nunggu besok pagi
ku.du [kud] n kuncup: : bunga sija amon dibi -- kembang ini jika sore kuncup;
bu.ku.du v mempunyai kuncup: berkuncup: : nyak goring ngaliyak bunga sikam kok ~ saya senang melihat kembang kami sudah berkuncup;
ngu.du v menguncup: : amon bunga sija kok ~ nyak haga motikna jika bung aitu sudah menguncup saya mau memetiknya
ku.ku [kuku] n kuku: : -- na tinjang nihan kukunya panjang sekali
ku.kuk [kuku] n gempa bumi: : rasana wat -- nanbija dibingi sepertinya ada gempa bumi semalam
ku.kut [kukut] n kaki: : -- sanak sija bayoh-bayoh disorot sorom gatol kaki anak ini bengkak-bengkak disengat semut merah
ku.lak [kula] n jamur: : nyak amboli -- di sanak sai nandangko buhur jona saya membeli jamur sama anak yang menjajakan siang tadi
ku.lang [kula] n lepas dari kulit: : -- unyin amon kok tolu harani lepas semua jika sudah tiga hari
ku.luk [kulu] a kusut (untuk pakaian): : kawaina  pakaiannya kusut
ku.ma.lang [kumala] n terkelupas dari bijinya, misalnya daging buah rambutan yg mudah lepas dr bijinya: : -- rambutan rambutan kumalang
ku.ma.ngi [kumai] n kemangi: : -- bangik dikurokko dilam pindang kemangi enak dimasukkan dalam pindang
ku.mis [kumis] n kumis: : -- na halom kumisnya hitam
ku.ning [kuni] n kuning: : kawaina kuning bajunya kuning
ku.nyir [kuir] n kunyit: : kona -- dipungu biasona saro ga lobon terkena kunyit di tangan biasanya sulit hilang
ku.rang [kua] kurang: : amon nasimu --, onti kutambah jika nasimu kurang, nanti kutambah
ku.rang.ko v kurangkan: : ~ cutik horgana kurangkan sedikit harganya
bu.ku.rang v berkurang: : amon kok -- sai nyak mak haga lagi ambolina jika sudah berkurang satu saya tidak mau lagi membelinya
ka.ku.rang.an v kekurangan: : sikam kaundangan dipok kiyai nombija -- pok mojong kami keundangan tempat kakak kemarin kekurangan tempat duduk
ku.ri.das [kudas] koreng: : sanak sijak nayah -- anak ini banyak koreng
ku.ring [ku] n loreng: : kucing sikam -- kucing kami loreng
ku.ruk [ku] v masuk: : kabiansa sanak sakola kok -- hari ini anak sekolah sudah masuk;
ka.ku.ruk.an v kemasukan: : nyak ngaliyak bay-bay sija ~ saya melihat ibu ini kemasukan;
ku.ruk.ko v masukkan: : ~ karito sija di lom lombahan masukkan sepeda ke dalam rumah;
ti.ku.ruk v termasuk: : amon mak salah niku ~ di sakola sai holau kalau tidak salah kamu termasuk di sekolah yang bagus
ti.pa.ku.ruk v termasuk tidak sengaja: : nyak jona ~ limau lima ngabungkal saya tadi termasuk jeruk lima buah
ku.si.tan [kustan] n korek api: : nyak haga amboli ~ pai saya mau membeli korek api dulu
ku.ta [kuta] n pagar: : tukang kok radu angguwai  tukang sudah selesai membuat pagar
ku.tang [kuta] n pakaian dalam wanita: : -- biasona dipakai bai kutang biasanya dipakai oleh wanita
ku.ti [kut] pron mereka; kalian: : -- kuantak mulang onti kalian kuantar pulang nanti
ku.tu [kut] n serangga yg merayap, baik yg ada di dalam beras atau terdapat di kepala manusia: : sanak ronik sija nayah -- anak kecil ini banyak kutu
ku.yuk [kuju] n anak anjing: : -- na ampai lahir anak anjingnya baru lahir
kuh.kuh [kuhkh] v memukul seseorang khusus pada bagian kepala: : dang -- adikmu jangan pukul adikmu
kuh.kuh.ko v pukulkan: : -- uncing sina pukulkan lonceng itu
kui.kui [kiki] v menggaruk: :
ngui.kui [iki] v menggaruk: : sanak sina – kukutna sai dikoroh sorom, anak itu menggaruk kakinya yang digigit semut
kuk.kuk [kuk] n bubur: : dinyak nganik -- jona pagi saya makan bubur tadi pagi
kum.ba.hang [kumbaha] n sejenis pohon keladi yg gatal: : nyak haga nanom batang -- saya mau menanam pohon kumbahang
kun.ku.nan [kunknan] n utusan yg diutus sebelum penjemputan pengantin wanita: : nyak jona kok ngayonko -- jak kabayan bakas saya tadi sudah menyerukan kunkunan dari pihak pengantin laki-laki
kun.tak ra.yak [kunta aja] a kondisi seseorang yang berantakan baik rambut maupun pakaiannya: : ya lokok  waktu sikan ti lambahanna dia masih kuntak rayak saat kami ke rumahnya
kur.kur [ku] n kukur: : amon niku angka gawi, -- nyiwi sija jika kamu tidak ada kerja, kukur kelapa ini
la.bah [labah] a banyak menggunakan: : gulai sa -- minyak lauk ini banyak menggunakan minyak
la.buh [labuh] v henti: :
la.bu.han v perhentian: : -- sikam di tiuh Campang Tiga perhentian kami terakhir di desa Campang Tiga;
la.buh.ko v hentikan: : nyak onti ~ di pokon ijan saya nanti hentikan di pangkal tangga;
ti.la.buh.ko v dihentikan: : ~ dipa usungan akas sija onti dihentikan dimana bawaan kakek ini nanti
la.ci [laci] a laci; tempat menyimpan sesuatu: : amon angguawai garubuk, dang lupa guwaiko -- jika membuat lemari, jangan lupa buatkan laci
la.cut [lacut] a kulit yg keriput karena basah: : ranga-ranga sanak sina -- unyin jari-jari anak ini lacut semua
la.dang [lada] n ladang: : -- umak lamon nihan ladang ibu banyak sekali;
bu.la.dang v berladang : tahun sa kita mak ~ tahun ini kita tidak berladang.
la.das [ladas] a senang, senang yg tak terhingga: : dang -- onti miwang jangan senang nanti menangis;
bu.la.das a bersenang: : sanak ruwa sija gawi ~ anak dua ini kerja bersenang
la.din [ladin] v layani: : -- pai adik mu na layani dulu adikmu itu
nga.la.di.ni v melayani : indok ~ adik mongan ibu melayani adik makan
di.la.di.ni v dilayani : adik lokok ~ mongan adik sedang dilayani makan.
la.ding [ladi] n pisau: : -- tiasah ubak pisau diasah oleh ayah
la.duk [lad] terlanjur: :
ti.la.duk v terlanjur: : ~ niku kok lapah,laju nyak tinggal posai terlanjur kamusudah pergi, terus saya tinggal sendiri
la.ga [laga] v laga, : adu -- sisuku rik sisumu ayamku laga dengan ayammu
bu.la.ga v berlaga : sapimu mak haga ~ sapimu tidak mau berlaga;
nga.la.ga.ko v mengadu: : payu kita ~ sisu mari kita mengadu ayam;
di.la.ga.ko v diadu: : sisumu ~ adik ayammu diadu oleh adik
la.gak [laga] n bagus: : -- na makka tanggung bagusnya tidak kepalang;
bu.la.gak v tampan: : maranai sina ~ nihan pemuda itu tampan sekali
la.gik [lagi] v ledek: : dang ~ adikmu onti miwang jangan ledek adikmu nanti menangis;
di.la.gik.i v diledek: : amon sanak sija ~ pasti iya miwang jika anak ini diledek pasti dia menangis
nga.la.gik-la.gik v meledek-ledek; mengganggu: : niyaina galak ~ adikna say puhiwang kakak perempuannya suka meledek-ledek adiknya yang cengeng
la.gu [lagu] n lagu: : -- na holau-holau lagunya bagus-bagus;
bu.la.gu v berlagu: : ia ngumung ~ ia berbicara berlagu;
nga.la.gu.ko v melagukan: : biduan sina ~ lagu kagoringanku biduan itu melagukan lagu kesenanganku;
ti.la.gu.ko v dilagukan: : lagu Indonesia Raya ~ idang tanggal pitubolas lagu Indonesia raya dilagukan tiap tanggal tujuh belas;
la.hap [lahap] a rakus: : -- sanak sina monganna anakitu makannya rakus;
nga.la.hap v makan dg rakus: : sanak sina ~ kanian tungguk bola anak itu memakan makanan dg rakus sampai habis;
pu.la.hap n makan dg rakus: : sapa sai ~ dija siapa yg makannya dg rakus di sini?;
la.hir [lahi] v lahir: : adik -- bingsina adik lahir semalam;
nga.la.hir.ko v melahirkan: : baibai sina ~ bakas perempuan itu melahirkan anak laki-laki;
di.la.hir.ko v dilahirkan: : nyak ~ indok di tiuh saya dilahirkan ibu di dusun ;
ke.la.hi.ran n kelahiran: : harani sija harani ~ ku hari ini hari kelahiranku
1 la.ju [laju] a terus: : ulah dimarahi indokna iya -- lijung karena dimarahi ibunya, ia terus pergi
di.la.ju.ko n diteruskan: : gawianna kok ~ na pekerjaannya sudah diteruskan;
la.ju.ko n teruskan: : ~ gawianmu teruskan pekerjaanmu;
nga.la.ju.ko n meneruskan: : kiay ~ gawianna tungguk bingi kakak meneruskan pekerjaannya hingga malam hari
2 la.ju v meninggal dunia: : ya kok -- jam rua bolas jona dia sudah meninggal pukul dua belas tadi
la.kar [laka] a kayu untuk ramuan rumah : ubak ngaholauko -- sikam ayah memperbaiki kayu ramuan rumah kami;
bu.la.kar a mengumpulkan kayu ramuan: : kiai lagi ~ di talang kakak mengumpulkan kayu ramuan di talang
la.kau [lakau] n ipar: : jolma sina -- na lamon nihan orang itu iparnya banyak sekali;
bu.la.kau v hubungan ipar: : nyak lokok ~ rik yudo saya masih ada hubungan ipar dengan dia;
si.la.kau.an v beriparan: : tian rua udo lokok ~ mereka berdua masih beriparan
pa.la.ki v mendapat suami : niai ~ rangda: kakak pr ku mendapat suami duda
la.ki [laki] n suami: : -- na balak langgar suaminya besar tinggi;
bu.la.ki v bersuami: : bai-bai sina mak ~ lagi perempuan itu tidak bersuami lagi;
bu.la.lak v berpedas: : nyak mak tahan mongan ~ saya tak tahan makan berpedas;
ka.la.la.kan n kepedasan: : adikku - adikku kepedesan;
ti.pa.la.lak n tidak sengaja menjadi pedas: : gulai ubak ~ bak indok gulai ayah tak sengaja menjadi pedas oleh ibu
la.lak [lala] n pedas: : sambal sina -- nihan sambal itu pedas sekali;
la.la.ran n lalatan: : kanian sa ~ makanan ini lalatan
la.lar [lala] n lalat: : -- asal panyakik lalat sumber
la.las [lalas] n botak: : huluna— kepalanya botak
bu.la.lik v berdaki: : badan adikku ~
la.lik [lali] n daki: : -- sanak sina kodol nihan daki anak itu tebal sekali;
nga.la.mar v melamar: : sapa sai ~ morli sina siapa yang melamar gadis itu;
di.la.mar n dilamar: : adikku ja haga -- maranai adik saya mau dilamar bujang
la.ma-la.ma ko.pi [lama-lama kpi] n kopi giling kasar: : ubak anggiling ~ ayah menggiling kopi giling kasar
la.mar [lama] v lamar :
nga.lam.bat.ko v melambatkan: : ia ~ lapahna ia melambatkan jalannya;
di.lam.bat.ko v dilambatkan: : lapahna sangajo ~ na jalannya sengaja dilambatkannya;
ka.lam.ba.tan n kelambatan: : niku ~ ratong engkau kelambatan datang;
pu.lam.bat v pelambat: : ~ nihan niku ja pelambat betul engkau ini;
ti.lam.bat v terlambat: : niku salalu ~ engkau selalu terlambat;
lam.bat.ko v lambatkan: : ~ lapahmu lambatkan jalanmu;
lam.bat-lam.bat a lambat-lambat: : ia lapah ia berjalan lambat-lambat
la.mon [lamn] a banyak: : -- kanian sikam makanan kami banyak;
la.ngai [laa] v mengambil atau melihat hasil tangkapan ikan: : -- da pay di bubu jona wat apiya lihat lah dulu di bubu tadi ada apa saja
la.ngik [lai] n langit: : liak pay -- kok haga hujan makwat lihat dulu langit sudah akan hujan belum
bu.lan.gir v berlangir: : kabayan sina -- pengantin itu berlangir;
nga.lan.giri v melangiri: : ombai ~ adik nenek melangiri adik;
ti.lan.giri v dilangiri: : sanak sai buhaban sina anak yang sakit itu dilangiri
la.ngir.ko v langirkan: : ~ wai sija di badanna langirkan air ini ke tubuhnya
la.pang [lapa] a lapang: : ~ nihan lombahanmu besar sekali rumahmu
bu.la.pa.ngan n mempunyai lapangan: : lombahanna ~ badminton rumahnya mempunyai lapangan bulu tangkis
nga.la.pa.ngi v melapangi: : ia ~ kamarna ia melapangi kamarnya
ka.la.pa.ngan adv terlalu besar: : tian angguai pok mongan ~ mereka membuat tempat makan terlalu besar
si.la.pa.ngan adv saling lapang: : tian ~ dada mereka saling lapang dada
ti.pa.la.pang adv tak sengaja jadi lapang: : bus sija ~ bakna jolma lamon mak lapah bus ini menjadi lapang karena banyak orang tidak pergi
la.pis [lapis] n lapis: : ~ sabidang sija kodol lapis kain ini tebal;
bu.la.pis v berlapis: : bajunya ~ rua bajunya berlapis dua;
nga.la.pis.ko v melapiskan: : ia ~ palastik ti mijah dia melapiskan plastik ke meja;
ti.la.pis.ko n dilapiskan: : bukuku ~ rik bukuna bukuku dilapiskannya dengan bukunya;
ka.la.pi.san n minta dilapiskan: : nyak ~ rik indok sabidang anyarku saya minta dilapiskan dengan ibu kain baruku;
pe.la.pis n terlapis: : ~ sabidang tiguai boning adik pelapis kain dibuat menjadi popok adik;
si.la.pi.san adv saling lapiskan: : sikam ~ waktu angguay bolu lapis kami saling lapiskan saat membuat bolu lapis
la.por [lap] n lapor: : -- pai rik satpam, ompai pacak kuruk lapor dahulu kepada satpam baru boleh masuk;
nga.la.por n melapor: : nyak haga ~ kajadian sija rik pulisi saya mau melaporkan kejadian ini kepada polisi;
ti.la.por.ko n dilaporkan: : kajadian sudo kok ~ kejadian itu sudah di laporkan;
pu.la.por n pelapor (orang yang melaporkan): : ~ kajadian sina haga tijuk hadiah pelapor kejadian itu akan diberi hadiah;
la.po.ran n laporan: : ~ kuti kok titarima laporankalian sudah diterima
la.por.ko v laporkan: : ~ hal sina rik gurumu laporkan hal itu kepada gurumu
la.puk [lapu] adv lapuk; rusak; buruk: : tambaku akas kok -- tembakau kakek sudah rusak
la.puk.an adv jamuran: : kanian sina mak tikanik kok ~ makanan itu tidak dimakan karena sudah jamuran
la.tih [latih] v latih; :
bu.la.tih v berlatih: : ia ~ main badminton ia berlatih main bulu tangkis;
nga.la.tih v melatih: : guru sina ~ senam di sikola sikam guru itu melatih senam di sekolah kami;
ti.la.tih v dilatih: sanak-sanak di sikola ~ : bubaris anak-anak di sekolah dilatih berbaris
la.tik [lati] v ganggu: : dang -- adikmuna jangan ganggu adikmu itu;
nga.la.tik v mengganggu: : ia ~ sanak bugurau di pokon ia mengganggu anak yang bermain di halaman;
di.la.tik v diganggu: : ~ sapa niku laju miwangsa? kamu diganggu siapa sehingga jadi menangis?;
si.la.ti.kan v saling ganggu: : sanak-sanak sina ~ anak-anak itu saling ganggu
la.wan [lawan] n lawan musuh: : dipa ~ kita main bol mana lawan kita main bola?;
nga.la.wan v melawan: : sanak sina ~ nihan anak itu melawan benar;
di.la.wan.ko n dilawankan: : adik bubalah ~ kiai adik berkelahi dilawankan kakak;
ka.la.wan v terlawan: : sanak sina mak ~ bak adik anak itu tidak terlawan oleh adik;
si.la.wa.nan n saling beradu: : sisu-sisu sina ~ ayam-ayam itu saling beradu
la.was [lawas ] n laos: : ombai nanom -- nenek menanam laos
la.wok [law] n laut: : -- sina mak roklom laut itu tidak dalam
la.yok [ lay] v lempem: : karupuk sa -- kerupuk ini lempem;
la.yon [layon] adv bukan: : -- nyak ngakukna bukan saya mengambilnya
lai.lai.an [lailayan] n jemuran: : pok -- patoh tempat jemuran patah;
bu.lai-lai.an v berjemuran: : tian ~ pinggir pangkalan mereka berjemuran di pinggir sungai;
nga.lai-lai.ko n menjemurkan: : yona da sai ~ kawaimu dialah yang menjemurkan pakaianmu;
di.lai-lai n dijemur: : kawaiku ko ~ bajuku sudah di jemur
lai-lai.ko n jemurkan: : ~ andukku disan jemurkan andukku disana
lam.bat [lambat] a lambat: : -- lapahna jalannya lambat;
nga.lam.bir n bertambah keriput: : bawakna ~ jak sai radu kulitnya bertambah keriput dari yang sudah
lam.bir [lambi] n kulit yang sudah berkeriput: : kok -- bawak badan akas sudah berkeriput kulit badan kakek;
1 lam.bung [lambu] n puncak: : ia mojong di -- ijan ia duduk di puncak tangga
2 lam.bung v tinggi: : -- nihan bol sina disipakna tinggi sekali bola itu disepaknya
nga.la.mon v bertambah banyak: : sisu tian ayam mereka bertambah banyak;
ka.la.mo.nan a kebanyakan: : indok ~ ngonjuk adik kan ibu kebanyakan memberi adik nasi
lam.pam [lampam] n sejenis ikan air tawar: : iwak -- kujamotko dilom garubuk ikan lampam kusimpan di dalam lemari
bu.lam.pu v berlampu: : pawonna manom bakna mak ~ dapurnya gelap karena tidak berlampu;
nga.lam.pu.ko n melampukan: : tian ~ lilin mereka memakai lampu lilin
ka.lam.pu.an n berlampukan: : sabalak godung sina ~ bak lampu sangabungkal sebesar gedung itu berlampukan oleh sebuah lampu;
ti.lam.pui n dilampui: : sikam ~ adikmu kami dilampui oleh adikmu;
ti.pa.lam.pu n terlampukan: : untungda wat niku, jadi sikam ~ bolor syukurlah ada kamu, jadi kami terlampukan senter
lam.pu [lampu] n lampu: : -- makkung dibayako lampu belum dihidupkan
lam.sir [lamsi] n pulang pergi: : tian -- ti pulimbang mereka pulang pergi ke Palembang
nga.lan.car.ko v melancarkan: : musuh ~ sorangan musuh melancarkan serangan;
ke.lan.ca.ran n kecepatan: : bidukmu lapahna ~ perahumu jalannya kecepatan;
lan.car.ko v lancarkan: : ~ bidukmu lancarkan perahumu
lan.car [lanca] a lancar: : biduk sina -- lapahna perahu itu lancar jalannya;
lan.dai [landai] n pisau untuk merumput: : indok nganjukuk rik -- ibu merumput dengan landai
nga.lan.dop.ko v menajamkan: : ubak ~ bosi baka nyambolih sisu ayah menajamkan pisau untuk menyembelih ayam ;
ti.lan.dop.ko v ditajamkan: : bosi sai kudul sina kok pisau yang tumpul itu sudah ditajamkan;
ka.lan.do.pan v terlalu tajam: : bosi sai diasah ubak sina pisau yang diasah ayah itu terlalu tajam
lan.dok [land] a nyeyak: : turuina -- tidurnya nyeyak;
nga.lan.dungko v menjadikan panjang: : niai ~ kabayakna kakak pr menambahkan panjang kebayanya;
ka.lan.dun.gan v kepanjangan: : baju sina ~ di nyak baju itu kepanjangan untuk saya
lan.dop [landp] a tajam: : -- parang sina parang itu tajam;
ka.lan.do.kan a terlalu nyenyak: : turuina tidurnya terlalu nyenyak
lan.dok-lan.dok a nyenyak-nyenyak: : turuida ~ mari jomoh pagi mak kamawasan tidurlah nyeyak-nyeyak agar besok pagi tidak kesiangan
lan.dung [landu] a panjang menjulur ke bawah: : kawaina ~ bajunya menjulur kebawah;
bu.lan.gan v berbatasan: : tanoh kobunmu ~ rik tanoh sikam tanah kebunmu berbatas dengan tanah kami;
nga.lan.gan v membatasi: : ubak ~ tanohna ayah membatasi tanahnya;
ti.lan.ga.ni n dibatasi: : tanoh sina ~ rik kayu balak tanah itu dibatasi dengan kayu besar
lan.gan [laan] n batas: : -- tanohmu rik tanohku mak jolas batas tanahmu dan tanahku tidak jelas;
bu.lan.gas v berlangas : palita sikam ~ lampu kami berlangas
lan.gas [laas] n langas: : kajang angkap lombahan sikamhirom kona -- loteng rumah kami hitam kena langas;
bu.lang.ga.nan v berlangganan: : sikam ~surat kabar kami berlangganan koran;
lang.ga.nan n langganan: : ~ surat kabar sikam mak ratong langganan koran kami tidak datang
1 lan.gir [lai] n langir: :
2 lan.gir n jeruk purut: : limau ~ mahal horgana dikalangan jeruk purut mahal harganya di pasar
nga.lang.kah v melangkah: : adik bulajar ~ adik belajar melangkah
di.lang.ka.hi n dilangkahi: : kuburan sina ~ korbau kuburan itu dilangkahi kerbau;
lang.ka.hi n langkahi: : dang ~ kanian sina jangan langkahi makanan itu
lan.tak [lanta] v hantam: : -- pai bakmu bakas sina hantam dulu oleh kamu laki-laki itu;
lan.tang [lanta] a terang, bersih, cerah: : -- nihan harani sija cerah sekali hari ini;
nga.lan.tak v menghantam: : ia ~ jolma sai balak jak ya ia menghantam orang yang lebih besar dari dia
lan.tar [lanta] n lantar: :
ti.lan.tar v terlantar: : anak anggoman ~ bak lakina anak istrinya terlantar oleh suaminya
lan.tih [lantih] a ganjen: : jadi bay dang galak ~ jadi perempuan jangan suka ganjen
lan.ting [lanti] n rakit: : -- na hanyuk rakitnya hanyut
bu.lan.ting v berakit: : tian ~ ti pulimbang mereka berakit ke palembang;
nga.lan.ting.ko v merakitkan: : jolma sina ~ puntina orang itu merakitkan pisangnya
lang.gan [lagan] v langgan :
nga.lang.gar v melanggar: : ia selalu ~ janji ia selalu melanggar janji;
ti.lang.gar v dilanggar: : dang ~ umunganna jangan dilanggar pembicaraannya
1 lang.gar [laga] v langgar: : dang -- janjimu ambija jangan langgar janjimu kemaren;
2 lang.gar [laga] a tinggi: : bol sina ~ nihan, bola itu tinggi sekali
3 lang.gar [laga] n surau: : lamon sanak-sanak ngaji di ~ banyak anak-anak mengaji di surau
lang.kah [lakah] n langkah: : -- jolma sina jarang nihan langkah orang itu jarang sekali;
ti.lang.kaui v dilangkaui: : baris sina ~ mak dibaca baris itu dilangkaui, tidak di baca;
ka.lang.kau.an v terlangkau: : kalimat sina ~ kalimat itu terlangkau
lang.kau.i v langkaui: : ~ jodaya kalimat sina langkaui saja kalimat itu
lang.kau [lakau] v langkau, melewati: :
bu.lang.sak n kegiatan (memanen buah langsat): : ubak ambija ~ ayah kemaren memanen buah langsat
lang.lang [la-la] v orang suruhan: : -- kiyai sija alangko holauna orang suruhan kakak ini alangkah bagusnya
nga.lan.gik v melangit; meninggi: : umunganna ~ pembicaraannya melangit
lan.gik-lan.gik n loteng: : ~ lombahan sikam kutur loteng rumah kami kotor
lang.sak [lasa] n duku: : buah -- manis buah duku manis;
bu.lang.sung v berlangsung: : pista lokok – tungguk bingi pesta masih berlangsunghingga malam;
nga.lang.sung.ko v melangsungkan: : kapan kuti haga ~ sadokahan? kapan kalian akan melangsungkan kenduri?;
lang.sung [lasu] adv langsung: : satunggukna dilombahanna -- ya turui setiba di rumahnya langsung ia tidur;
nga.lan.tang.ko v menjadikan bersih: : nyak ~ huma saya membuat kebun menjadi bersih;
ti.lan.tang.ko v dibersihkan: : kobunku kok ~ kebunku telah dibersihkan;
lan.tang.ko n bersihkan: : ~ pai guci sija bersihkan dulu guci ini
lap [lap] n lap: : -- mijah sina lap meja itu
nga.lap v mengelap; menepel: : sapa sai ~ lantai siapa yang mengepel lantai;
ti.lap v dilap: : mijah kokradu ~ meja sudah dilap;
ka.la.pan v sanggup mengelap: : sapa da say ~ kaco sina siapakah yg sanggup mengelap kaca itu;
si.la.pan adv saling lap: : tian ~ karuyung mereka saling lap punggung
ti.pa.lap v terlap (tidak sengaja): : kursi sai cindo sina ~ adik kursi yang bagus terlap (oleh) adik
lap-lup [lalp] a cepat (makan): : -- tian nganik pimpik sina cepat mereka makan pempek itu
lap.ah [lapah] n jalan: : nyak -- ti huma saya jalan ke sawah;
nga.la.pah.ko v menjalankan : ya ~ karito ia menjalankan sepeda
la.pah-la.pah n jalan-jalan: : payuda kita ~ marilah kita jalan-jalan
li.ak [liya] v lihat: : -- pai adikmu mandi lihat dulu adikmu mandi;
nga.li.ak v melihat: : nyak ~ jolma sina ngamaling saya melihat orang itu mencuri;
di.li.ak v dilihat: : mak kombihna jolma sabalak sina mak ~ tak mungkin orang sebesar itu tidak dilihat;
ka.liak.an v kelihatan: : lombahanku ~ jak ja rumah saya kelihatan dari sini;
si.li.ak.an v saling lihat: : tian ~ pawaian mereka saling lihat jemuran
ti.pa.li.ak v terlihat (tidak sengaja): : adik ~ sanak balah adik tidak sengaja terlihat anak berkelahi
li.ar [liya] a liar, nakal: : sanak sina -- nihan mak mantop dilombahan anak itu nakal sekali tidak betah di rumah;
nga.liar a menjadi liar: : sisuku ~ ulahna mak kujuk pakan ayam saya menjadi liar karena tidak saya beri makan;
di.liar.ko a diliarkan: : asu sai luangan sina ~ ongkana anjing yang gila itu diliarkan oleh pemiliknya
li.ba [liba] v hilir: :
ti.li.ba.ko v dihilirkan: : kayu sija ~ onti dibi kayu ini dihilirkan nanti sore;
nga.li.ba.ko v menghilirkan: : idan niku haga ~ punti sija kapan kamu akan menghilirkan pisang ini
li.cit [licit] a lecet: : kukutku ~ kaki saya lecet
li.gok [lig] v putar: : -- kopai ban karitona putar dulu roda sepedanya;
bu.li.gok v berputar: : gasing sina ~ gasing itu berputar;
nga.li.gok v memutar: : sapa sai ~ mosin sina siapa yang memutar mesin itu;
li.jung [liju] v pergi: : tian kok -- jak ja mereka sudah pergi dari sini
nga.li.jung.ko v menjauhkan: : sapa sai ~ sapatuku jakja siapa yg menjaukan sepatuku dari sini?;
ti.li.jung.ko v di jauhkan: : iwak sina ~ jak ja marik dikanik kucing ikan itu dijauhkan dari sini supaya tidak dimakan kucing;
ka.li.jung v jauhkan: : ya haga ~ asu sina ia minta jauhkan anjing itu;
ti.pa.li.jung v tidak sengaja terjauhkan: : uni-uni sapatu sina ~ lama-lama sepatu itu tidak sengaja terjauhkan
li.lir [lili] n telinga berair: : sanak sina kupingna wat -- anak itu telinganya berair
li.li.ran n telinga yang berair: : cuping sanak sina ~ telinga anak itu keluar air
li.om [liym] a malu: : nyak -- sihaluan rik ya saya malu bertemu dia
nga.liom.ko v memalukan : jolma sina ~ sikam orang itu memalukan kami;
ka.liom.an v menjadi malu: : nyak ~ di hulun rami jona saya kemaluan ditempat orang ramai tadi;
si.liom.an v sama-sama malu : : maranai rik morli sina ~ pas sipodokan bujang dan gadis itu sama-sama malu pada saat berdekatan;
ti.pa.liom v dipermalukan: : ia ~ di tongah jolma rami dia dipermalukan ditengah orang banyak
li.tok [lit] adv tidak berdiam diri: : jolma sina -- ulah bak adikna sai haga kahwin orang itu tidak pernah diam karena adiknya yg mau nikah
li.u [liyu] v lewat: : jolma sina -- mak parmisi orang itu lewat tidak permisi;
nga.li.u.ko v melewatkan: : tian ~ batang di pangkalan mereka melewatkan kayu balok disungai;
ti.li.u.ni v dilewati: : rangraya sikam ~ bak bica jalan kami di lewati oleh beca
li.ut [liyut] a licin: : -- ijanna licin tangganya;
ti.li.ut.ko v dilicinkan: : batang urai sina ~ guai takat urai batang pinang itu dilicinkan untuk panjat pinang;
ka.liut.an n kelicinan: : indok ngalap lantai rik minyak solar ~ ibu mengepel lantai dengan minyak solar kelicinan
lim.par [limpa] adv meluap: : wai balak -- tungguk ti tobing air pasang meluap sampai ke tebing
lin.gus [lius] v paling: :
di.li.ngus.ko adv dipalingkan: : pudakna ~ kona ti kiri mukanya dipalingkanya kekiri;
si.li.ngus.an adv saling: : sanak sina ~ pudak anak itu saling paling muka
ling.gur [ligu] n lumbung: : ~ pari sikam balak nihan lumbung padi kami besar sekali
nga.ling.gur.ko v melumbungkan: : ubak ~ pari sikam sai ompai mongsa ayah melumbungkan padi kami yang baru dapat
ling.kor [lik] n lingkar: : pira -- tali jona? berapa lingkar tali tadi?;
bu.ling.ko.ran v berlingkaran: : golong-golong sina ~ cacing-cacing itu berlingkaran;
nga.ling.kor a melingkar: : adikku turui ~ adikku tidur melingkar;
di.ling.kor.ko v dilingkarkan: : kawak sina ~ ubak kawat itu dilingkarkan ayah;
ling.kor.ko n lingkarkan: : ~ pai kabol sina di ari lingkarkan dulu kabel itu ditiang
ling.kor.an n lingkaran: : sikam sihaluan di ~ kami bertemu dilingkaran
bu.li.ngus v berpaling: : mun ngaliak sai mak holau niku – juga kalau melihat hal yg tidak baik kamu melengos saja;
lo.bar [lba] v bubar: : partomuan sina kok ~ pertemuan itu sudah bubar
nga.lo.bar.ko v membubarkan: : sapa sai ~ barisan sina siapa yang membubarkan barisan itu
ti.lo.bar.ko v dibubarkan: : parsatuan sina kok ~ persatuan itu sudah dibubarkan;
pa.lo.ba.ran n pembubaran: : ~ panitia jomoh pagi bingi dilombahan sikam malam di rumah kami
lo.bar.ko v bubarkan: : ~ sanak-sanak sai bukumpul di mukak lombahan, angganggu nyak turui bubarkan anak-anak yang berkumpul didepan rumah mengganggu saya tidur
lo.bas [lbas] n obat: : wat mak niku lobas sakik tanihi ada tidak engkau obat sakit perut
nga.lo.ba.si v mengobati: : sapa sai ~ payakikmu siapa yang mengobati penyakitmu;
ti.lo.ba.si v diobati: : habanna makkung ~ sakitnya belum diobati;
si.lo.ba.san v saling mengobati: : tian ~ payakitna mereka saling mengobati penyakitnya;
ti.pa.lo.bas v terobat (tidak sengaja): : indok ratong jadi ~ rik adik ibu datang menjadi obat untuk adik
lo.bih [lbih] a lebih: : kayu sina -- tijang kayu itu lebh panjang;
nga.lo.bi.hi v melebihi: : kapintoranna ~ niku kepintarannya melebihi engkau;
di.lo.bi.hi a dilebihi: : umak jona ngonjuk bias ~ na cutik ibu tadi ngasih beras dilebihinya sedikit
ka.lo.bi.han n kelebihan: : bai-bai jualan rotak jona ~ nimbang ibu-ibu jualan kacang tadi kelebihan nimbang
ti.pa.lo.bih adv terlebih (tidak sengaja) : nyak ngonjuk bias ~ saya memberi beras terlebih
lo.bon [lbn] v hilang: : aliku -- di rangraya cincinku hilang di jalan;
nga.lo.bon.ko v menghilangkan: : saro ~ lalik sai lokok ngalokok di badan sukar menghilangkan daki yang sudah melekat di badan;
di.lo.bon.ko v dihilangkan: : pin sai ompai kuboli ~ nakanku penak yang baru kubeli dihilangkan keponakanku;
ka.lo.bo.nan n kehilangan: : ompai sa yona jak ~ duit baru saja dia dari kehilangan uang;
pu.lo.bon n sering kehilangan: : bakna nikuja ~ mantolut mengapa kamu ini sering kehilangan pensil?
lo.bu [lbu] adv memanggil obu (paman): : sanak ronik sina andudu -- na anak kecil itu memanggil pamannya;
bu.lo.bu adv memanggil obu (paman): : nikuna lokok ~ rik nyak engkau memanggil paman kepada saya
lo.bung [lbu] n tambak: : -- na lamon iwak mancat tambaknya banyak ikan gabus;
nga.lo.bun.gi v mencari ikan di tambak: : tian ~ tambak iwak mereka mencari ikan di tambak;
ti.lo.bun.gi v dilebungi: : tambak sina kok radu ~ tian ambija tambak itu sudah dilebungi mereka kemarin;
lo.bu.ngi v ambil ikannya: : ~ pai di tambak sina pocakna nomon iwak ambil ikannya dulu di tambak itu sepertinya banyak ikan
lo.bur [lbu] a lebur: : -- juga mas sija rik pirak mas ini lebur saja dengan perak;
nga.lo.bur v melebur: : gawina ~ mas kerjanya melebur emas;
ti.lo.bur v dilebur: : ali sija ~ rik mas cincin ini dilebur dengan emas
lo.ga [lga] a puas: : nyak -- kok radu ti masigit saya lega sudah ke masjid;
nga.lo.ga.ko v memuaskan: : gawina ~ hati pekerjaannya memuaskan hati;
ka.lo.ga.an n kepuasan: : adikku ~ miwang adikku kepuasan menangis;
si.lo.ga.an n sepuasan: : sikam nginum wai handak ~ kami minum air putih sepuasan;
ti.pa.lo.ga adv sepuas-puasnya: : ~ niyaiku bulangui di pangkalan sepuas-puasnya kk perempuanku berenang di sungai
lo.hot [lht] n pesan: : nyak haga nunggukko -- jolma tuhamu saya akan menyampaikan pesan orang tuamu ;
bu.lo.hot v berpesan: : ia ~ di indok kaboli tohlui ia berpesan kepada ibu, minta belikan telur;
nga.lo.hot.ko v memesankan: : ya ~ kampolang sanga bungkus dia memesankan kempelang satu bungkus;
ti.lo.hot.ko v dipesankan: : kiaimu kok radu ~ tiket kakakmu sudah dipesankan tiket;
ka.lo.hot v dipesankan: : ia ~ di ubak mohpagi mulang pai ia dipesankan bapak besok pulang dulu
lo.kok [lk] adv masih: : kan sikam -- lamon nasi kami masih banyak
lo.kor [lk] n alas panci: : dipa -- kita ja dimana alas panci kita ini
lo.pak [lpa] n letak: : -- kopai bukuku disan letakkan dulu bukuku di sana;
nga.lo.pak.ko v meletakkan: : ya ~ adikna di san ia meletakkan adiknya disana;
ti.lo.pak v terletak; terkapar: : ia buhaban ~ ia sakit terkapar
ti.pa.lo.pak v terletak (tidak sengaja): : barang buhorga sina ~ di sana barang yang berharga itu tak sengaja terletak disana
lo.pang [lpa] n timun: : -- tibukbuk bangik tikanik timun direbus enak dimakan
lo.pih [lpih] v lipat: : -- pai sabidang ubakna lipat dulu kain ayah itu;
nga.lo.pih.ko v melipatkan: : adik mak haga ~ kawai kiai adik tidak mau melipatkan baju kakak;
di.lo.pih.ko v dilipatkan: : sabidangku kok radu ~ adik kainku sudah dilipatkan adik;
si.lo.pi.han v saling lipat : tian ~ kawai mereka saling lipat baju;
ti.pa.lo.pih adv terlipat (tidak sengaja): : sabidang bibik mak sangajo -- bak adik kain bibi tidak sengaja terlipat oleh adik
lo.pus [lopus] a menyelam sampai tenggelam; menunjukkan dalam air: : sanak sija nyolom tungguk -- anak ini menyelam sampai tenggelam kepalanya
lo.sa [lsa] n telur kutu: : di hulu sanak sina lamon -- di kepala anak itu banyak telur kutu;
bu.lo.sa n mencari kutu: : ombai ~ dunggak ijan nenek mencari kutu di atas tangga
lo.sai [lsay] v selesai: : sikam ompaida -- ngalihko lombahan kami baru saja selesai memindahkan rumah;
bu.lo.sai v membereskankan: : ya ~ dilom kamarna ia membersihkan kamarnya;
nga.lo.sai.ko v merapikankan: : indok ~ pari sai titabur ibu merapikankan padi yang berantakan
lo.su [lsu] a lesu: : badanna -- mak mongan badannya lesu karena tidak makan;
nga.lo.su.ko v membuat jadi lesu: : gawian sina ~ badan pekerjaan itu membuat badan jadi lesu;
ti.lo.su.ko adv dilesukan: : badanmuna dang ~ samangatda cutik biar gawianmu gancang radu badanmu itu jangan dilesukan semangatlah sedikit biar pekerjaanmu cepat selesai;
ka.lo.su.an n kelesuan: : tian ~ jak lapah-lapah mereka kelesuan dari jalan-jalan
lo.sung [lsu] n lesung: : -- sina tingguai jak kayu lesung itu terbuat dari kayu
lo.tup [ltup] a lecet: : kukutna -- bak sapatu kakinya lecet oleh sepatu
lom.ba.han [lmbahan] n rumah: : -- sina balak nihan rumah itu besar sekali
di.lom.bah.an n dirumah: : adik jona bugurau ~ adik tadi bermain dirumah;
sanga.lom.bah.an n serumah: : bibikku ganta kok radu kahwin jadi ya ~ rik lakina bibiku sekarng sudah nikah jadi dia serumah dengan suaminya
ti.lom.bah.an n kerumah: : jomoh pagi ~ yo besok pagi ke rumah ya
lom.bik [lmbi] a lembek: : punti sina kok -- pisang itu sudah lembek;
nga.lom.bik v melembek: : sawo sai tiporom sina kok ~ buah sawo yang diperam itu sudah melembek;
di.lom.bik.ko v dilembekkan: : nasak kan onti ~ juga masak nasi nanti dilembekkan saja;
ka.lom.bi.kan adv terlalu lembek: : sapa sai nasak kanas ~ siapa yg masak nasi ini terlalu lembek;
lom.bok [lmb] a kempot: : iskanmu -- tekomu kempot;
ti.lom.bok.ko a dikempotkan: : rayoh sina ~ bak adik panci itu dikempotkan oleh adik
lom.bur [lmbu] n lembur: : sakabianan kiyai ambija -- seharian kakak kemaren lembur;
nga.lom.bur v melembur: : kok pira harani sija tian ~ sudah berapa hari ini mereka melembur di kantor;
ti.lom.bur.ko adv dilemburkan : kabian sa kauyin pegawai ~ hari ini seluruh pegawai dilemburkan
lom.but [lmbut] a lembut : : punti kayu sija kok -- pepaya ini sudah lembut;
nga.lom.but v melembut: : sawo sija kok ~ sawo ini sudah melembut;
ti.lom.but.ko v dilembutkan: : kan sina sangajo ~ nasi itu sengaja dilembutkan;
ka.lom.bu.tan n kelembutan: : agor sija nasakna ~ agar-agar ini masaknya kelembutan
lom.por [lmp] n lemper: : indok angguai -- ibu membuat lemper
lom.pur [lmpu] a gembur: : tanoh sija -- holau untuk nanom rotak tanah ini gembur bagus untuk menanam kacang
lon.tik [lnti] a ramping: : morli sina tongahna -- nihan gadis itu pinggangnya ramping sekali;
nga.lon.tik v meramping: : tongah sanak sina ~ pinggang anak itu meramping
ka.lon.ti.kan a kerampingan: : morli sina rasah nihan taka tongahna ~ gadis itu kurus sekali sampai pinggangnya kerampingan;
lon.yap [lnyap] a lenyap: : ngapi way kopi dija jona -- mengapa minuman kopi di sini tadi menghilang?;
nga.lo.nyap a menghilang : sanak sina ~ di pasar anak itu menghilang di pasar
long.kap [lngkap] a lengkap: : kok -- makkung bumbu pindangsa sudah lengkap belum bumbu pindang ini;
nga.long.kap.ko v melengkapkan : tian ~ urauan pai mari acara timulai mereka melengkapkan undangan dulu, setelah itu acara dimula
di.long.kap.ko v dilengkapkan: : buku-bukuku kok ~ ubak buku-bukuku sudah dilengkapkan ayah
ka.long.ka.pan n kelengkapan: : ~ bahan haga sidokah kok ratong kelengkapan bahan untuk sedekah sudah datang
lu.ah [luah] v keluar: : adikku -- jak rawang ronik adikku keluar dari jendela;
nga.luah.ko v mengeluarkan: : tian ~ jakat fitorah di bulan puasa mereka mengeluarkan zakat fitrah di bulan puasa
di.lu.ah.ko v dikeluarkan: : sanak sina ~ guru ulahna nakal anak itu dikeluarkan guru karena nakal;
ka.lu.ah.ko v keluarkan: : tulung ~ kapiah jak garubuk tolong keluarkan peci dari lemari;
si.luah.an adv saling mengeluarkan: : tian bucurita sampai ~ rusio mereka bercerita sampai saling mengeluarkan rahasia;
ti.pa.luah v terkeluarkan (tidak sengaja): : indok ~ cawa sai mak holau ibu tidak sengaja mengeluarkan perkataan yg tak baik
lu.ang [lua] adv kurang: : wai -- sikam sanga imbir air kami kurang satu ember;
bu.lu.ang v berkurang: : iwak tingguring bibik ~ dikanik kucing ikan gorengan bibi berkurang dimakan kucing;
nga.luang.ko v mengurangkan: : yona ~ pangonjukna dia mengurangkan pemberiannya;
di.luang.ko v dikurangi: : duit saidijuk akas ambija ~ ombai uang yang dikasih kakek kemaren dikurangi nenek
ka.lu.a.ngan v minta dikurangi: : yona ~ usunganna ulahna kabiakan dia minta dikurangi bawaannya karena keberatan
lu.a.ngan [luangan] a gila: : jolma sina -- orang itu gila;
nga.lu.a.ngan v menjadi gila: : ia ~ bak bai ia menjadi gila oleh perempuan;
lu.a.ngan bang.kai a gila anjing: : jolma sina ~ padahal lokok ngura orang itu gila anjing padahal masih muda
lu.bang [luba] n lobang: : -- sina balak nihan lobang itu besar sekali;
bu.lu.bang v berlobang: : iponna ~ giginya berlobang
nga.lu.ba.ngi v melobangi: : ubak ~ sai-sai ayah melobangi dinding
ti.pa.lu.bang n terlobang (tidak sengaja) : dorum sikam ~ bak ubak drum kami terlobang oleh ayah
lu.ba.ngi n lobangi: : ~ papan sa lobangi papan ini
lu.cuk [lucu] a lepas: : iwak sina -- ikan itu lepas;
nga.lu.cuk.ko v melepaskan: : mamang ~ sisuna dipok jolma rami paman melepaskan ayamnya ditempat orang ramai;
di.lu.cuk.ko v dilepaskan: : manuk ~ kiai burung dilepaskan kakak;
ku.lu.cuk.ko v minta dilepaskan: : umak ~ sisu sai dikalilingan ibu minta lepaskan ayam di sangkar;
lu.mut ko.pi [lumut kpi] n daging buah kopi dalam bentuk lendir: : nyak ampai pandai -- saya tidak mau minum lumut kopi
lun.tak-lan.tung [lunta lantu] a menganggur : walaupun kok bola sikola, ia lokok ~ walaupun sudah tamat sekolah, ia masih menganggur.
ma [ma] n lidah: : -- sanak sija sakik lidah anak ini sakit
ma.ap [maap] n maaf: : niku kilu -- amon salah kamu minta maaf kalau salah
ka.ma.a.pan n mohon dimaafkan: : ~ nyak haga ngumung pay mohon maaf saya akan berbicara dulu;
ti.ma.ap.ko n dimaafkan: : radu ~ kaunyin salahmu sudah dimaafkan semua kesalahanmu
ma.buk [mab] v mabuk: muntah: : nyak jona -- di ranggaya saya tadi muntah di jalan
ma.cit [mact] v macet: : -- amon haga pok lombahan ku macet jika mau ke rumah saya
ma.com [macam] n macam: : -- sija niku haga ti usung onti iya mak haga macam begini kamu mau dibawa nanti dia tidak mau
ma.ha [maha] v tertawa: : dang galak -- posai onti cak jolma sija luwangan jangan tertawa sendiri nanti kata orang ini gila;
ma.ha ma.ha [maha-maha] v tertawa-tawa: : rua miyanak sina ~ jak jona dua orang saudara itu tertawa-tawa dari tadi
ma.hal [mahal] n mahal: : amon horgana -- nyak mak haga ambolina jika harganya mahal saya tidak mau membelinya;
ma.hal.ga n mahal sekali: : ~ niku anjualko lombahan sina mahal sekali engkau menjual rumah itu;
kama.halan a cak kemahalan: : ai, ~ harga langsak sija ah, kemahalan harga duku ini
ma.jal [maal] a nakal: berkelakuan buruk: : polik hati jolma tuha ngaliak sanak lamon say -- susah hati org tua melihat banyak anak yg nakal
ma.ju [mau] n saudara ipar: : nambija -- ratong ti dija kemarin saudara ipar datang ke sini
ma.juh [mah] n makan tapi maknanya kasar: : niku ja gawi haga -- kamu ini kerja mau makan
ma.la.rat [malaat] n melarat: : payja ya -- tapi ganta kok gorut dia dulu melarat tapi sekarang dia sudah berada
ma.la.wot [malawot] n kutu kasur, kepinding: : badan na gatol dikoroh -- badannya gatal digigit kutu kasur
ma.lok [mal] n bosan: : nyak mak haga nganik tohluy -- saya tidak mau makan telor bosan
ma.ma [mama] n panggilan untuk adik atau kakak dari ibu, baik yang laki-laki mapupun perempuan: : -- haga amboli mubil mama mau membeli mobil
ma.mis [mams] a manis: : -- rasa kuwah pindang sija manis rasa kuah pindang ini
1 ma.ngah [maah] v melirik: : kuliak ya -- dinyak kulihat dia melirik padaku
2 ma.ngah [maah] v melihat dengan teliti: : haga ku -- pai kanian say ga tijukkona di hulun akan saya lihat dengan teliti makanan yg akan diberikannya kpd org
ma.ngian [maan] n suami: : ombay butanya, -- sapa sija ombay bertanya suami siapa ini
ma.ngu-ma.ngu [ma-ma] v manggut-manggut: : nyak -- ngaliyak sanak sija saya manggut-manggut melihat anak ini
ma.nom [manm] a gelap: : amon kok -- nyak mak haga lagi luah jika sudah gelap saya tidak mau lagi keluar;
ma.nuk [manu] n burung: : lamon -- torbang dunggak lambahan banyak burung terbang di atas rumah
ma.nuk [man] n burung: : -- sina nganik pari burung itu makan nasi
ma.nuk [man] n kelamin laki-laki: : -- sanak sija bayoh kabolah kelamin anak ini bengkak sebelah
ma.nyai.sai [maaisai] a satu persatu: : tian kuruk lambahan -- mereka masuk rumah satu persatu
ma.nyang [maa] a genit: : dang -- jadi jolma jangan genit jadi orang
ma.ra.mis [maams] n kerang; binatang lunak yang hidup di air: : nyak mirak nganik -- saya ingin makan kerang
ma.ra.ni ra.tus [maani atus] n lelaki yang sudah berumur: : walau ya -- tapi lakok hoda lincah walaupun dia lelaki yang sudah berumur tetapi tetap lincah
ma.rah [maah] v memarahi: : guruna --, gurunya marah-marah
ma.rah [maah] v memarahi: : guruna --, gurunya marah-marah
ma.ring [ma] n demam: : dang ribut ombay -- jangan ribut nenek sedang demam
ma.ro.sot [mast] n penghasilan merosot: : panyopokan ku ganta -- nihan pencarian saya sekarang merosot sekali
ma.ros.pos [masps] a sudah keropos: : batang sina kok tuha nihan jadi -- pohon itu sudah tua jadi sudah keropos
ma.sa.ti [masati] v melihat dengan teliti: : ombay sina -- anakna sai kok uni mak sihaluan nenek itu melihat dengan teliti anaknya yang sudah lama tak berjumpa
ma.si.git [masgt] n mesjid: : -- say di ujung suda nayah jolma mesjid yang diujung itu banyak orang
ma.ta.ha.ra.ni [matahaan] n matahari: : -- pagi sija alang torangna matahari pagi ini alangkah terangnya
ma.tah [matah] n mentah: : buah jambu sija lokok -- buah jambu ini masih mentah
ma.tuh [math] v tetap: : mak -- nyak bugawi di ja tidak tetap saya bekerja di sini
ma.was [mawas] n siang: : amon kok -- nyak haga lapah jika sudah siang saya mau pergi;
ma.was ma.lom [mawas malom] n siang malam: : ~ nyak angguwai sija siang malam saya mengerjakan ini
kama.wasan a kesiangan: : nyak turui ~ saya tidur kesiangan;
mak.i.lui.ilui [ma iluj iluj] v berbicara dengan air ludah yang menyembur: : nyak mak haga rik jolma sai -- saya tidak suka berbicara dengan orang yang air ludah menyembur
mak.ka.hang.sa hang.sa  a tidak sabaran: : sanak sina juk -- ga mongan anak itu seperti tidak sabaran ingin makan nasi
mak.kung [ma] adv belum : ganta -- haga lapah belum mau pergi sekarang
mak.wat [mawat] adv tidak: : nyak -- haga ratong nonti saya tidak mau datang nanti
mam.pam [mampam] v membawa (sesuatu) di depan dada: : sanak bai sina -- bandira ati-ati nihan anak perempuan itu mampam bendera dengan hati-hati
man [man] n punya: : -- sapa lombahan sija punya siapa rumah ini
man.cik [manci] n perkenalan orang tua calon mempelai (tahap pertama dalam tahap pernikahan adat komering): : dang lupa onti -- pay semakkung kahwin jgn lupa mancik dahulu sebelum menikah
man.jau [mana] v kunjung: datang: menengok: : nyak haga -- di morli sija saya mau kunjungi tempat gadis ini
man.ti.ga [mantga] n mentega: margarin: : punti sija culikko di -- pisang ini colekkan sama mentega
man.to.lut [mantlt] n pensil: : -- sanak sija tiyak di ranggaya pensil anak ini jatuh di jalan
man.top [mantp] a mantap: : -- rasa hatiku amon ngaliyak niku buhasil mantap rasa hatiku jika melihat kamu berhasil;
timan.top a dimantapkan: : ~ pay hatimu ompay pastiko haga juksipa mantapkan dulu hatimu baru pastikan mau bagaimana
man.tu.ha [mantha] n mertua: : -- sapa suda lapah-lapah mertua siapa itu jalan-jalan
mang.go [mago] n mangga: : -- na kok masak mangganya sudah masak
mang.gor [mag] n ngorok: : sapa say turui -- ? siapa yang tidur ngorok?
mang.kuk [ma] n mangkok: : nyak haga ngakuk -- di pawon saya mau mengambil mangkok di dapur
mang.sa [masa] n dapat: : nyak ngawil -- iwak mancat saya mancing dapat ikan gabus
mi.dang [mda] v diarak jalan keliling kampung: : sanak sija radu busunat -- anak ini sudah disunat diarak keliling kampung
mi.dor [md] v keliling: : niku jona tiajak ~ dipa kamu kemarin diajak keliling kemana
mi.ho.ngas [mihas] v bernafas: : ya -- loga waktu tasna dihalu, dia bisa bernafas lega saat tasnya ditemukan
mi.jah [miah] n meja: : -- sija tiguwai jak batu meja ini dibuat dari batu
mi.lur [ml] pron saudara perempuan: : -- ku nayah saudara perempuan saya banyak
mi.mang [mma] adv memang: : -- jak jona nyak haguk uda memang saya tadi ke sana
mi.mik [mimi] n buah dada: : bai sina nutupi -- na rik jilbab tojang wanita itu menutupi buah dadanya dengan jilbab panjang
mi.ngut [mt] a tidak lurus: : ngapida pangliakanku kortas sija -- mengapa penglihatanku kertas ini mengot
mi.num [minum] minum: : ya mih – wai handak, dia hanya minum air tawar
ngi.num [inum] v minum: : ya mih – wai handak, dia hanya minum air tawar
mi.rak [ma] n ingin, ngidam: : nyak -- nganik jambu saya ingin makan jambu
mi.ro.tok [mt] adv ingin, mau: : sanak sija -- nganik burung guring anak ini ingin makan burung goreng
mi.ru.a.wai [mwai] n madu, istri muda: : -- jolma sija marah torus madu orang ini marah terus
mi.sing [misi] v buang air besar: : kucing sina nyopok pok ga -- kucing itu mencari tempat buang air besar
mi.wah [mwah] n mewah: : -- nihan mijah sija mewah sekali meja ini
mi.wang [mwa] v menangis: : sanak ronik sini -- jak pagi anak kecil itu menangis sejak pagi
mi.yah [miyah] v bangun dari tidur: : nyak ampai -- saya baru bangun dari tidur
mi.yoh [mijoh] v buang air: : sanak sina -- di bah batang punti anak itu buang air di bawah pohon pisang
mi.yoh [myh] v kencing: buang air kecil: : mun -- mojong yo kalau buang air kecil duduk ya
mi.yot [miyot] v ikut: : nyak haga -- amon kuti lapah saya mau ikut jika kalian pergi
mih [mih] adv hanya: : ya -- ngakuk sorok sabungkal dia hanya mengambil jarum sebuah
min.jak [minja] v bangun: : anakna kok -- , anaknya sudah bangun
min.jak [mna] v bangun: : -- jak turuy langsung mandi bangun dari tidur langsung mandi
mis.mis [ms ms] n manis: : weh alangko -- hampolom sija wah, alangkah manisnya mangga ini
1 mit.mit [mitmit] a cerewet: : -- nihan bai sina cerewet sekali wanita itu
2 mit.mit [mitmit] v suka menggunjing: : dang galak -- gawi jolma barih! jangan suka menggunjing urusan orang lain!
mo.guk [mg] v melamun: : ngapi niku -- mengapa kamu melamun
mo.jong [m] v duduk: : nyak -- dunggak ijan saya duduk di atas tangga
mo.lur [ml] n melati: : nyak haga ngakuk -- saya mau mengambil bunga melati saya mau mengambil bunga melati
mo.mok [mm] n luka besar dan dalam: : ngori ngaliak -- di kukutna ngeri melihat luka besar di kakinya
mo.mos [mms] v menyelam dlm waktu yg lama: : alangko uni bakas sina -- alangkah lamanya pria itu menyelam
mo.nang [mna] n menang: : nyak -- butanding nombija saya menang bertanding kemarin
mo.ngah [mah] v ngos-ngosan: : jadida lapah sanyak kok -- nyak sudahlah berjalan ini saya sudah ngos-ngosan
mo.ngan [man] v makan: : nyak -- gulai iwak saya makan lauk ikan
mo.ngian [man] v menantu laki-laki: : sina -- siapa? itu menantu laki-laki siapa?
mo.nit [mnit] n menit: : pira -- amon jak lombahan sikam berapa menit jika dari rumah kami
mo.sin [msn] n mesin: : -- mutor sija mak haga hurik mesin motor ini tidak mau hidup
mo.tuk [mt] n kentut: : sanak sija sakik tanihi mak haga -- anak ini sakit perut tidak mau kentut
mo.yos [mys] a dingin: : bakna gudu sija -- mengapa botol ini dingin?
moh.poh [mhph] v mencuci pakaian: : umak -- kawai di pangkalan, ibu mencuci baju di sungai
mok.mon [mmn] v menyimpan rapat-rapat: : jamotko -- dang diliak hulun mas sija simpan rapat-rapat jangan dilihat orang mas ini
mom.pur [mmpu] a lembut seperti roti (tentang umbi): : nyak haga hubi kayu -- aku suka ubi kayu yang lembut
mong.sa [msa] adv dapat: : niku jona -- pira kamu tadi dapat berapa
mor.li [ml] n gadis: : -- suda haga mandi gadis itu mau mandi
mor.li ra.tus [moli atus] n perempuan yang sudah berumur: : nyak mak nyangko amon ya ~ saya tidak menyangka kalau dia perempuan yang sudah berumur
mor.tok [mt] adv mau: ingin: : cuba cawako niku -- api coba katakana kamu mau apa;
mu.dim [mudim] n petugas atau orang yang mengurus jenazah, mulai dari memandikan sampai mengafani: : Pak Jai jadi – Pak Jai jadi mudim
mu.hoyok [mhy] n batuk: : yona -- jak bingi jona dia batuk sejak semalam
mu.jur [mj] a mujur, beruntung: : Alhamdulillah -- nihan kabiansa alhamdulillah beruntung sekali hari ini
mu.kun [mukun] n rantang makanan untuk undangan: : umak lokok sibuk nyiapko -- ibu sedang sibuk mempersiapkan rantang makanan
mu.kung [mk] n bagian atas vagina yg agak menonjol: : kawaina anjiplak laju kaliakan -- bajunya menjiplak badan akhirnya terlihat mukungnya
mu.lang [mula] v pulang: : ganta kok manom tapi ubakna makkung --, sekarang hari sudah malam, tetapi ayahnya belum pulang
mu.langda v pulanglah: : -- ganta pulanglah sekarang
mu.lang.an [mulaan] v berkeliling dusun (untuk gadis yang ingin menikah): : bakal kabayan lakok -- calon pengantin sedang berkeliling dusun
mu.li [ml] pron perempuan: : alang cindona -- sina alangkah cantiknya gadis itu
mu.loh [mlh] v kembali: : bakna niku -- mengapa engkau kembali;
mu.lohko v kembalikan: : -- mantolutku kembalikan pensilku
mu.ngap [map] v menap-mengap: kesulitan bernapas: : nyak jona -- di bah biduk saya tadi mengap-mengap di bawah perahu
mu.ni [mn] a lama: waktu yang panjang: : lapah onti dang -- yo pergi nanti jangan lama ya;
mu.nida a lamalah: berlama-lamalah: : ~ manjau dija dang gancangga berlama-lamalah bertamu di sini jangan terlalu cepat
mu.nih [mnh] p pula: sama dg yg terdahulu: : api niku haga tidudo -- apakah kamu mau ke sana juga
mu.tah [mtah] v muntah: : jona nyak -- di rangraya tadi saya muntah di jalan;
mun.tahan n muntahan: : ~ sapa sina muntahan siapa di sana
mu.tung [mt] v musnah terbakar: : uniga tipanggang laju -- iwak sija terlalu lama dipanggang akhirnya ikan ini mutung
mu.yus [mys] a basah: : sabidang sija lokok ~ ngoluhko pay kain ini masih basah keringkan dulu
muk.buk [mubu] v memukul dengan menggunakan alat: : pak satpam ~ rawang lambahan sina pak satpam memukul pintu rumah itu
mul.pul [mulpul] v memanggang (sesuatu): : umak -- caluk ibu memanggang terasi
na.hun [nahun] v pergi haji dan langsung dilanjutkan dengan menuntut ilmu di sana selama bertahun-tahun lalu pulang ke tanah air dengan memiliki kemampuan yang mapan untuk menjadi seorang kiai : waktu lokok ngura, Pak Udin pernah – saat masih muda Pak Udin pernah nahun
na.lih [alih] n wadah beras besar yang terbuat dari bambu atau rotan : :Pak Satman pintor angguwai – pak satman pandai membuat nalih
na.nas [nanas] n nanas : bangik rasana nanas enak rasanya
na.nas gu.ra [nanas gua] n buah nanas yang masih sangat kecil : ~ mak kung pacak dipanen buah nanas yang masih sangat kecil belum bisa dipanen
i.rung na.nas [iu nanas] n mata duri buah nanas : ~ biasana mak dikanik mata duri buah nanas biasanya tidak dimakan
lu.tis na.nas [lutis nanas] n manisan nanas : nyak haga ~ saya suka manisan nanas
pu.lur na.nas [pulu nanas] n bongkol nanas : ~ kadang-kadang mak dikanik bongkol nanas kadang-kadang tidak dimakan
na.pu [apu] v mengumpulkan sampah atau sesuatu yang berserakan : mamang sibuk - angsak sai titabur paman sibuk mengumpulkan sampah buah duku yang berserakan
na.sak [nasa] v masak : umak – di pawon ibu masak di dapur
nam.pe.rau [nampraw] v berteriak marah-marah : umakna – waktu anakna dianik-anik golma barih ibunya marah-marah ketika anaknya dihina orang lain
nam.puk [nampu] n kelopak bagian bawah pada kulit manggis : pira isi manggis biasona bacak diliyak jak – na isi manggis biasanya bisa dilihat dari jumlah kelopak bagian bawahnya
nang.ka.yung [nakaju] v berteriak : ya – waktu kukutna tipailik tahi sapi dia berteriak saat kakinya terinjak tahi sapi
nang.ko.rik [nakri] v lihat nangkayung :
ne.ro.lok [nl] v menentukan waktu pernikahan : idan kaluarga kita ga –? Kapan keluarga kita akan menentukan waktu pernikahan?
1 nga.bi.lang ha.ra.ni [abila haani] v mengingat : ubak lokok – dipa ya ngotabko kacomatona ayah sedang mengingat di mana ia meletakkan kacamatanya
2 nga.bi.lang ha.ra.ni [abila haani] v meramal : ya lokok – tanggal kahwin anakna dia meramal tanggal pernikahan anaknya
nga.cam.bah [acambah] n akar (padi) yang tumbuh saat benih berkecambah : bilat parina kok – bibit padinya sudah berkecambah
nga.ga.lu [agalu] v membuat (mengaduk) dodol : bibik sibuk – juwadah jak pagi jona bibi sibuk membuat dodol sejak pagi tadi
nga.gah [agah] v bermain (dengan anak kecil) : ya lokok – sanak sina dia sedang bermain dengan anak itu
nga.ha.la ha.la [ahala hala] v berbuat semaunya : dang galak – jangan suka berbuat semaunya
nga.ha.ning [ahani] v mendengar dengan khusyuk dan sengaja : umakku galak – jolma ambaca Qur’an ibuku suka mendengarkan orang membaca Al-Qur’an
nga.han.da.rang [ahandaa] a udara panas sekali : kok sabulan -- juk sa sudah sebulan udara panas seperti ini
nga.hin.di [ahindi] v memerintahkan atau mengandalkan orang lain untuk mengerjakan sesuatu : ya galak nihan  kawanna dia suka sekali memerintahkan temannya
nga.hing.sor [ahi] v menggiling padi dengan alat yang terbuat dari kayu : ubak lokok sibuk – pari ayah sedang sibuk menggiling padi
nga.ho.luk [ahlu] v memeluk : ya – kolpahna sai kok uni tipisah ia memeluk saudaranya yang sudah lama terpisah
nga.kat [akat] v membersihkan rumput di sawah : umak rik ubak lokok – ibu dan ayah sedang membersihkan rumput di sawah
nga.la.ngui [alauj] v berenang karena ada yang akan diambil : kiyai – ga nyopok jamna sai lobon kakak berenang mencari jamnya yang hilang
nga.li.dang.dang [nga.li.dang.dang] v berjalan tapi tanpa tujuan : bakna lamonga sai dipikirko ya laju - karena terlalu banyak yang dipikirkan ia jadi berjalan tapi tanpa tujuan
nga.li.yak [alija] v melihat : nyak – niku di pasar nambija saya melihatmu di pasar kemarin
nga.lih [alih] n wadah besar yang terbuat dari bambu : umak nguruk ko pari dilom – ibu memasukan padi ke dalam ngalih
nga.lu.ku [aluku] v membajak sawah dengan bantuan sapi atau kerbau : mak lamon lagi petani - di jaman sa tidak banyak lagi petani membajak sawah dengan bantuan sapi atau kerbau di zaman ini
nga.nik [ani] v makan selain nasi (butuh objek) : sanak sina galak – kanian anak itu suka makan kue
nga.nik a.nik [ani-ani] v mendatangi seseorang dengan marah-marah sambil menunjuk ke arah orang yang dimarahi : bakna marah, ya laju – sanak nakal sina karena marah, ia nganik-anik anak nakal itu
nga.ra.bun [aabun] n teknik pengobatan dengan membakar kemenyan yang ditiupkan ke arah orang sakit : - kok jarang nihan dipakai ganta ngarabun sudah jarang sekali digunakan sekarang
nga.ra.cak ka.ra.cak [aca kaaca] v bicara tiada henti : tamu sina -- jak jona pagi tamu itu tidak berhenti bicara dari pagi tadi
nga.ra.yu [aayu] v membujuk : sanak sina – umakna marik dijuk duit anak itu membujuk ibunya agar diberi uang
nga.ro.ngon [an] v turun tanah atau belajar berjalan : anak Pak Udin kok – anak Pak Udin ngarongon
nga.ro.sop ka.ro.sop [asp kasp] v ada sesuatu yang merayap di tubuh : cicak sina – cakak saisai cicak itu merayap perlahan naik di dinding
nga.si-nga.si [asi-asi] v melakukan sesuatu karena ingin perhatian : dang galak – ! jangan suka melakukan sesuatu karena ingin perhatian!
nga.ting [ati] v memegang : nyak mak – api-api saya tidak memegang apapun
nga.ting [a.ti] v memegang: : katingko pai abah-abah sa tolong pegang barang-barang ini
ngahala-hala [ahala hala] v berbuat semaunya : dang galak -- di pok hun jangan suka semaunya di rantau orang
ngam.bau [ambaw] v mencium sepintas lalu : nyak mak – api-api disan jona saya tidak mencium apa-apa di sana tadi
ngan.da.kok [andak] v memeluk dengan erat : sanak sina – umakna bakna karabian anak itu memeluk erat ibunya karena ketakutan
ngan.da.rak [andaa] v singgah: amon pacak, –da sangrobok : kalau sempat, singgahlah sebentar
ngar.kar [aka] v mengais : sisu – golong di tanoh ayam mengais cacing di tanah
ngas.kas [askas] v mengumpulkan sisa : bakna sayang umak kan di panci karena sayang ibu mengumpukan sisa nasi di panci
ngi.son [isn] a dingin : inuman sina – nihan minuman itu dingin sekali
ngo.cap ko.cap [cap kcap] v bunyi berdecap ketika seseorang sedang makan : waktu mongan dang danga da ga -- ketika makan hindari
ngo.ding ko.ding [di-kdi] v berjalan dengan berlenggak-lenggok : sanak ronik sina – nunjukko kawai anyarna anak kecil itu berlenggak-lenggok memperlihatkan baju barunya
ngo.ji [i] a keras (tentang umbi) : hubi kayu sina – ubi kayu itu keras
ngo.lis [lis] v kerok kotoran dengan benda tajam : ngilu iponku andongi ya – di rawang ngilu gigiku mendengar ia kerok kotoran dengan benda tajam di pintu itu
ngo.sang ko.sang [sa ksa] a lihat mak ka.hang.sa hang.sa :
ngo.sik ko.sik [si ksi] a rajin : sanak bai sina – nihan anak perempuan itu rajin sekali
ngob.rol [bl] v berbincang : ya mak buhodak – dia tidak berhenti ngobrol
ngu.pok [up] v membicarakan orang lain : mak holau amon galak - tidak baik kalau suka membicarakan orang lain
ngu.rih [uih] v menyangrai : umak – rotak ibu menyangrai kacang tanah
ngu.ring [ui] v menggoreng : dang garing ga – iwak! jangan terlalu garing menggoreng ikan!
ngun.jung.i [unui] v mengunjungi pemakaman dengan membawa kemenyan, bunga, dll : lamon jolma – semakkung bulan puasa banyak orang mengunjungi pemakaman sebelum bulan puasa
ngup.kup [upkup] v memeluk dari belakang : ya – ubakna sai ga lapah jawoh ia memeluk ayahnya yang akan pergi jauh
ni.ak [nia] v lihat ambirikbik :
ni.bu.dak [nibuda] n adik ipar perempuan : bai sina - ku wanita itu adik ipar perempuanku
ni.dang [nida] n wadah air minum yang terbuat dari seng : kupana lokok wat jolma sai makai – ternyata masih ada orang yang menggunakan nidang
ni.wa.lai [niwalaj] v berjalanan melenggang : ya mih -- di handopan sikam dia hanya berjalan melenggang di hadapan kami
ning.kuk [niku] n lihat bumiyah :
nong.nong [nn] v melamun : sanak sina – ngaliak pagurauan sina anak itu melamun melihat mainan itu
nu.gal [ugal] v penanaman padi perdana yang berlangsung dari pagi hingga petang : di tiuhku ganta musim – di kampung saya sedang musim nugal
nu.lis [nulis] v menulis : ya kok pandai – dia sudah bisa menulis
nyah.sah [ahsah] v mencuci dengan sikat sampai bersih : umak lokok - kawali ibu sedang mencuci dengan sikat sampai bersih penggorengan
nyai.sai [aisai] v membuat dinding (proses) : tukang lakok - lambahan tukang sedang membuat dinding rumah
nyam.buk [amb] v menyambut : nonti sikam sai nyambuk tamu nanti kami yang menyambut tamu
nyan.tik [anti] v mengambil makanan sedikit, tetapi belum tentu dimakan : ubak – kanian semakkung lapah ayah nyantik makanan sebelum pergi
1 nyang.kuk [aku] v jongkok : ya mandi sambil – dia mandi sambil jongkok
2 nyang.kuk [aku] v mengambil nasi atau makanan : – da pai semakkung lapah! ambillah dulu sebelum pergi!
nyap.nyap [apap] a hambar atau kurang garam : makananna jadi  bakna lupa ngonjuk sia makanannya jadi hambar karena lupa diberi garam
nyaw.nyaw [awaw] a tidak karuan rasanya : kanian sai ampai diboli jona – makanan yang dibeli tadi tidak karuan rasanya
nyi.lok-ci.lok [il-cil] a hampir tidak terlihat karena jarak yang sangat jauh : anakna – waktu buguraw di lapangan anaknya hampir tidak terlihat saat bermain di lapangan
nyi.pak [ipa] v menendang : sanak sina –ko bol anak itu menendang bola
nyi.um [ium] v mencium dengan sengaja : ya selalu – anakna semakkung bugawi dia selalu mencium anaknya sebelum bekerja
nyi.wi [iwi] n daging kelapa : nyak porlu lamon - saya butuh banyak daging kelapa
2 nyi.wi [iwi] n kelapa : ubak lokok ngubak -- ayah sedang mengupas kelapa
nyin.da.raw [indaaw] lihat ngalidangdang :
nyo.lai [olaj] n lipan kecil : -- mak bahayo ga lipan kecil tidak terlalu berbahaya
nyo.pok so.pok [pk sp] v membuat-buat atau mencari-cari masalah : sanak sina mimang galak - anak itu memang suka mencari-cari masalah
nyong nyong [o o] n tawon : kukutna bayoh dikoroh -- kukunya bengkak digigit tawon
nyu.wah [uwah] v membakar sampai habis : ubak – sampah ayah membakar sampah
nyu.woh [uwh] a benci (sulit untuk dimaafkan) : ya – nihan rik jolma sai galak buhianat dia sangat benci dengan orang yang suka berkhianat
nyum.pah.ko [mpahk] v menyumpahi : dang galak – hun jangan suka menyumpahi orang lain
nyung.cung [ucu] v memancing pembicaraan untuk mendapatkan informasi tertentu : ati-ati da yona galak – hati-hatilah, dia sering nyungcung
o.bo.ral [abal] n obral : amon niku ti kalangan boliko nyak kawai sai -- juga jika kamu ke kalangan belikan saya baju yang obral saja
ti∙obo.ral v diobral : nyak haga amboli kawai sija amon ~ saya mau membeli baju ini jika diobral
ngo∙bo∙ral v mengobral : horga kawai sija kujual lokok mahal kung ~ harga baju ini saya jual masih mahal belum mengobral
o.bor [obo] n obor : nyak haga ti pangkalan nunda -- bakna manom saya mau ke sungai bawa obor sebab gelap
bu.obor [berobor] v berobor; memakai obor : bingi sa manom jadi amon niku lapah onti ~ malam hari ini gelap jadi jika kamu pergi nanti memakai obor
nga.obor.ko v mengoborkan; memberi penerangan dg memakai obor : nyak jona ~ kiyai nyopok iwak saya tadi memberi penerangan untuk kakak mencari ikan;
ti∙obori v diobori : niku onti ~ adikmu juga bakna nyak nayah gawi kamu nanti diobori adikmu saja sebab saya banyak kerjaan
o.dol [odol] n odol; pasta gigi : ngaliak makangka -- laju nyak urung mandi melihat tidak ada odol saya tidak jadi mandi
o.ngah [ah] v bibi saudara perempuan ibu : -- haga tidipa onti ku antak bibi mau ke mana nanti saya antar
bu.ongah v mempunyai bibi : nyak ~ ruwa saya mempunyai bibi dua orang
o.pon [opon] n kompor: alat untuk memasak : nyak haga amboli ~ saya mau membeli kompor
obu [obu] n saudara laki-laki ibu; paman : amon niku ti lombahan -- nyak haga iyot jika kamu ke rumah paman saya mau ikut
bu.obu n berobu; berpaman; memiliki paman : nyak ~ tolu saya memiliki paman tiga
oli [oli] n oli; pelumas mesin : nyak haga amboli -- pai saya mau membeli oli dulu
om.bai [mbai] n panggilan seorang cucu untuk nenek : amon -- haga turui onti kakan racun agas jika nenek mau tidur nanti hidupkan obat anti nyamuk
om.ban [mban] v gendong : nyak mak kuat amon niku kilu -- saya tidak kuat jika kamu minta gendong
ka.omban.ko v minta gendongkan : umak ~ anakna rik ubak ibu minta gendongkan anaknya sama ayah
om.bani v minta gendongkan : umak ~ anakna rik ubak ibu minta gendongkan anaknya sama ayah
om.ban.ko v gendongkan : loh-loh ping-pingku tulung ~ anakku penat bahuku tulung gendongkan anakku
ti.om.ban v digendong : obai sija ~ompuna bakna lagi buhaban nenek ini digendong cucunya karena lagi sakit
om.bih [mbih] adv mungkin : -- nyak mak ratong pok kiyai onti bakna nyak nunggu ombai lagi buhaban mungkin saya tidak datang ke tempat kakak nanti karena saya menunggu nenek lagi sakit
om.bih.na adv mungkinkah : ~ niku mak ratong ti lombahanku? mungkinkah kamu tidak datang ke rumahku?
mak om.bih adv tidak mungkin : ~ iya haga ratong ti pokku pokku tidak mungkin dia mau datang ke rumahku
om.bow [mbaw] n bau : niku – asom, mandida pai kamu bau asam, mandilah dulu
nga.om.bow.i v membaui, merasakan bau apa : nyak jona ~ masakan niyai saya tadi membaui masakan kakak perempuan
om.bow.na v baunya : minyak sija ~ horum nihan minyak ini baunya harum sekali
ti.om.bow v dibau : amon niku haga nganik lobas sija dang ~ jika kamu mau makan obat ini jangan dibau
om.but [mbut] n denyut : -- jantung denyut jantung
om.pai [mpay] a lihat anyar :
om.pong [mp] a lihat ranguh :
om.pu [mpu] n cucu : -- sapa sai lapah mona suda cucu siapa yang jalan duluan itu
om.pu.na n cucunya : ~ ganta jolma lima cucunya sekarang lima orang
bu.om.pu n bercucu : niku ~ pira ganta kamu bercucu berapa sekarang
ngom.pu n mempunyai cucu : nyak ganta kok ~ jadi gawiku nginang saya sekarang sudah mempunyai cucu jadi kerjaku mengasuh
on.doh [ndoh] n tingkat :
bu.on.doh n bertingkat : nyak haga ambangun lombahan -- tolu saya mau membangun rumah bertingkat tiga
bu.on.doh-on.doh n bertingkat-tingkat : lombahanna ~ rumahnya bertingkat-tingkat
ti.on.doh.ko n ditingkatkan : lombahanku haga ~ lagi amon wat duitna rumahku akan ditingkatkan lagi jika ada uang
on.dop [ndop] n endap :
on.dop.ko n endapkan : amon niku haga nginum lobas sija -- pai jika kamu mau minum obat ini endapkan dulu
ti.on.dopko n diendapkan : kopi sija ~ pay, ompai pacak tiinum kopi itu diendapkan dulu baru bisa diminum
on.ti [onti] n nanti : -- kita ti lombahan ombay nanti kamu datang cepat
ong.ka [oka] n tidak ada : kuti -- sai ratong ti lombahanku kalian tidak ada yang datang ke rumahku
op [op] v setop : karitoku -- di mukak jurambah sepeda saya berhenti di depan jembatan
op.ko v setopkan : niku nyak ~ di pangkal jurambah kamu saya turunkan di pangkal jembatan
op.rasi [opasi] n operasi; tentang penyakit : adikku haga -- onti bingi adik saya mau operasi nanti malam
pa.bo.rik n pabrik, perusahaan : anakku say tuha bugawi di – roti anakku yang tertua bekerja di pabrik roti
pa.bo.rik.ko v pabrikkan, tempat penggilingan padi : onti amon niku wat waktu tulung ~ pari sija nanti jika kamu ada waktu tolong antar ke penggilingan padi ini
ti.pa.bo.rik.ko v dipabrikkan : ~ juga pari sija bakna haga tijual jomoh pagi dipabrikkan saja padi ini sebab akan dijual besok pagi
pa.cak [paca] n bisa : tahu: amon -- niku onti ratong mona kalau bisa kamu nanti datang duluan
pa.cak.da v bisalah : amon niku haga nihan ~ kurang cutik horgana jika kamu benar mau bisalah kurang sedikit harganya
pa.cak.ko v bisakan : guayda kanian untuk jomoh bingi, pacak mak pacak pokokna ~ buatlah makanan untuk malam nanti, bisa atau tidak bisa pokoknya bisakan
ti.pa.cak.ko v dibisakan : laju ~ nyak ratong pok lombahan kuti lalu dibisakan saya datang tempat rumah kamu
pa.car [paca] n inai : biasanya dipakai pada saat muda-mudi mau jadi pengantin atau mau menikah : alang holau -- di kukumu alangkah bagus inai di kukumu
bu.pacar v bernilai : amon radu ~ niku ronong-ronong jika sudah berinai kamu diam-diam
ti.pa.ca.ri v diinai : dipasangkan inai : onti bingi nyak haga ~ nanti malam saya mau dipasngkan inai
pa.cat [pacat] n pacat: sebangsa lintah : sejenis hewan yg suka mengisap darah : nyak rabai amon ngaliak -- saya takut jika melihat pacat
pa.dok [pado] a padat : -- nihan isi karungsa, jadi biak ngusungna padat sekali isi karung ini, jadi berat membawanya
pa.dok.ko a padatkan : ~ wadah sina rik wajik kotan say ompai tiguay jona padatkan wadah itu dengan wajik ketan yg baru dibuat tadi
si.pa.dok.an a sepadat-padatnya : sanak rua mihngot sina ngakuk kanian ~ tikurukko lom tas tian dua anak kecil bersaudara itu mengambil makanan sepadat-padatnya dimasukkan dalam tas mereka
pa.dom [padom] n padam ttg lampu: api : alang unina lampu -- jadi manom poting mak kaliakan api-api alang lamanya lampu mati jadi gelap gulita tidak kelihatan apa-apa
nga.ma.dom.ko v memadamkan : haga mak niku onti ~ apuy sija amon kok radu nasak maukah kamu nanti memadamkan api ini bila sudah masak
ti.pa.dom.ko v dipadamkan : kamutungan nombija untungda gancang-gancang ~ jolma rami-rami kebakaran kemaren untunglah cepat-cepat dipadamkan orang secara beramai-ramai
ka.pa.dom.an v minta padamkan : nyak onti amon lupa kilu ~ rik niku sai apuy hai-hai kusuwah jona saya nanti jika lupa minta padamkan sama kamu yang api sampah kubakar tadi
pa.dom.ko v padamkan : ~ lampu sija amon haga turui onti padamkan lampu ini jika mau tidur nanti
pa.du.ka [paduka] n terompah kayu : niku amboli dipa -- sija kamu membeli dimana terompah kayu ini
pa.gas [pagas] v tusuk :
bu.pa.ga.san v saling tusuk : jolma rua sina kuruk rumah sakit ulahna ~ dua orang itu masuk rumah sakit karena saling tusuk
ti.pa.gas v ditusuk : bandit sina mati tipagas kawanna posay bandit itu mati ditusuk temannya sendiri
ma.gas v menusuk : ubakku payja pernah ~ halimawong say haga norkamna ayahku dulu pernah menusuk harimau yg akan menerkamnya
pa.gas-pa.gas v menusuk beberapa kali : dang lamon cawa, onti niku ku -- jangan banyak omong, nati kamu kutusuk berkali-kali
pa.gu [pagu] n lis: garis pada tepi: bilah papan pada tembok dsb biasanya tempat menyimpan buku, botol dll : akuk gudu kicap suda di -- kabolah pinggir pinggir ambil botol kecap itu di pagu sebelah pinggir
pa.ha [paha] n paha : nyak onti kilu -- sisu sija haga kuguring saya nanti minta paha ayam ini mau kugoreng
pa.hat [pahat] n pahat : nyak urung bugawi bakna -- sija patoh saya tidak jadi kerja sebab pahat ini patah
nga.ma.ha.ti v memahati : nyak haga ~ kayu sija saya mau memahati kayu ini
pa.ha.ti v pahati : ~ bakmu kayu sija tungguk radu pahati olehmu kayu ini sampai selesai
di.pa.ha.ti v dipahati : ~ kaunyin kayu sija amon kagawi bakmu pahati semua kayu ini jika terselesai olehmu
ka.pa.hat v minta pahat : nyak mirak ~ rik jolma suda juga saya ingin minta pahat sama orang itu saja
ti.pa.pa.hat v terpahat: tidak sengaja terpahat : nyak kilu maap di niku ~ saya mohon maaf sama kamu terpahat di kayu kamu
pa.hik [pahi] a pahit: rasa pahit : nyak mak haga nginum lobas sija bakna -- saya tidak mau minum obat ini sebab pahit
pahikko v pahitkan : mak api-api ~ juga sai jamu ku boli jona tidak apa-apa pahitkan saja jamu yang saya beli tadi
pahikda v pahitlah : amon lobas hantawali sija dikoroh ~ jika obat brotowali ini digigit pahitlah
nga.ma.hik.ko v memahitkan : korak kan sai mutung sija ~ kanian barih kerak nasi yang hangus itu memahitkan makanan lain
ka.pa.hik.an v kepahitan : nyak ~ nginum lobas jak niku saya kepahitan minum obat dari kamu
pa.jang [paja] v pajang : ~ gambar sija di lombahan nakan pajang gambar ini di rumah keponakan
pa.jang.ko v pajangkan : ~ ganta gambar sija bakmu bakna niku sai langgar pajangkan sekarang gambar ini olehmu sebab kamu yang tinggi
pa.jang.da v pajanglah : ~ di kamar juga gambar kabayan kuti pajanglah di kamar saja foto pengantin kalian
nga.ma.jang.ko v memajangkan : amon nyak sai ~ onti mak holau jika saya yang memajangkan nanti tidak bagus
ti.pa.jang v dipajang : nyak haga nanya pai ~ dipa amon gambar sija saya mau nanya dahulu dipajang dimana jika gambar ini
ka.pa.jang v minta pajang : amon niku ti ombahan nyak ~ bingkai sija jika kamu ke rumah saya minta pajang bingkai ini
pa.juh [pauh] v makan untuk kata-kata lagi marah atau emosi : kata makan yg kasar : -- bakmu sai niku haga makan olehmu yang kamu mau
pajuhda v makanlah : ~ bakmu kaunyin kanian sija makanlah olehmu semua makanan ini
ti.pa.pa.juh v termakan: tidak sengaja dimakan : lantakda jolma sina ~ di kanian sija syukurlah orang itu termakan di makanan ini
pa.kom [pakm] a pakem: teguh: kokoh: kuat mencengkam : -- rim karito sija pakem rem sepeda ini
ti.pa.kom.ko v dipakemkan : tulung rem karitoku sija ~ tolong rem sepeda saya ini dipakemkan
pa.kom.da v pakemlah : ~ amon rem karito kok tigonti rik sai anyar pekemlah jika rem sepeda sudah diganti dengan yang baru
ka.pa.kom v minta pakem : amon niku haga ~ rem karito antakko ganta jika kamu mau minta pakem rem sepeda antarkan sekarang
pa.ling [pali] adv jengger ayam : alang holau -- sisu sanak suda alangkah bagus jengger ayam anak itu
pa.mi.li [pamili] n famili: saudara: sanak : saro amon mak ongka- -- susah jika tidak punya saudara
pa.mo.tung [pamotu] n gorong-gorong jembatan : nyak mandi di bah -- saya mandi di bawah gorong-gorong jembatan
bu.pa.mo.tung v bergorong-gorong : mukak lombahanmu ganta ~ di depan rumahmu sekarang bergorong-gorong
pa.na.ku [pana] n loteng: langit-langit rumah : -- lombahan sikam amon hujan bucur langit-langit rumah kami jika hujan bocor
bu.pa.na.ku n berlangit-langit: mempunyai langit-langit rumah : lombahan sikam ampai tiguwai ~ rumah kami baru dibuatkan langit-langitnya
pa.nah [panah] n panah : -- sija holau amon haga tipakai onti panah ini bagusjika mau dipakai nanti
pa.na.hi n panahi : niku ~ jambu suda tibako bonor kamu panahi jambu itu tepatkan benar
pa.nas [panas] a panas : alangko -- harani sa rasana makka torak alangkah panas hari ini rasanya tidak bisa menapakkan kaki
pa.nas.ko v panaskan : ~ kan sija amon niku haga mongan onti panaskan nasi ini jika kamu mau makan nanti
pa.nyi.ngok [paio] n penyengat : serangga yang menyengat dan sangat menyakitkan : -- sija ngalau nyak kaliling lombahan itu mengejar saya keliling rumah
pa.pak [papa] v elu-elukan : nyak ratong jona tikojut alang nayah jolma -- niku saya datang tadi terkejut alangkah banyak orang elu-elukan kamu
di.pa.pak v dielu-elukan : adok rasamu amon ~ jolma rami jona apa rasamu jika dielu-elukan orang banyak tadi
pa.pan [papan] n papan : nyak haga angguwai sangkar sisu kurang -- sangakoping saya mau membuat sangkar ayam kurang papan sekeping
bu.pa.pan n berpapan : lombahanku ~ jak batang kayu sordang rumahku berpapan dari pohon kayu serdang
pa.ra.da [paada] n perada: kain perada : nyak amboli -- jak Pulimbang saya membeli kain perada dari Palembang
bu.pa.ra.da v berperada: memakai kain perada : anggoman camat sina ~ cindo nihan istri camat itu memakai kain perada cantik sekali
pa.rang.kop [paakp] n perangkap : nyak haga angguwai -- tikus saya mau membuat perangkap tikus
bu.pa.rang.kop v berperangkap: memakai perangkap : ~ sija juga amon niku haga memakai perangkap ini saja jika kamu mau
ti.pa.rang.kop v terperangkap : amon tikus sija ~ nyak hanjak jika tikus ini terperangkap saya senang
pa.ri [pai] n padi : dang rabai amon niku haga mongan bakna -- sikam nayah jangan takut jika kamu mau makan sebab padi kami banyak
bu.pa.ri v berpadi: mempunyai padi : tahun sa huma sikam alhamdulillah ~ nayah tahun ini sawah kami alhamdulillah berpadi banyak
pa.ri.ba.di [paibadi] n pribadi : amon haga ngonjuk jak -- sumang carana jika mau memberi secara pribadi beda caranya
pa.ria [paia] n pare: buah pare : nyak lagi nyopok -- saya sedang mencari buah pare
bu.pa.ria v berpare: mempunyai pare : amon haga ~ nayah nanomda ganta jika mau mempunyai pare menanam lah sekarang
pa.rik.sa [paisa] n periksa : ganta amon mak parcaya -- bakmu sekarang jika tidak percaya periksa olehmu
pa.rik.sa.da v periksalah : ~ ganta amon rabai diakuk hulun periksalah sekarang jika takut diambil orang
ti.pa.rik.sa v diperiksa : nyak jona ~ doktor Budiman saya tadi diperiksa dokter Budiman
ti.pa.rik.sa.ko v diperiksakan : gancang ~ di jolma say pandai cepat diperiksakan sama orang pintar
pa.ro.but [paobut] n perabot : barang-barang peralatan rumah tangga: nyak haga pindah lombahan tapi nayah -- say haga titunda saya mau pindah rumah tapi banyak perabot yang mau dibawa
bu.pa.ro.but v berperabot: mempunyai barang-barang peralatan rumah tangga : nyak haga ~ nayah amon rogoh ngalaki onti saya mau berperabot banyak jika sudah turun bersuami nanti
pa.rom [paom] n param : nyak haga amboli -- lobas kukutku sai sakik saya mau membeli param obat kakiku yang sakit
tiparomi v diparami : kukutmu onti bingi ~ mari bangik rasana kakimu nanti malam diparami agar enak rasanya
ti.pa.pa.rom v tidak sengaja diberi param : nyak tipalaju ~ dikukut kananmu saya terlanjur terberi param di kaki kananmu
pa.sang [pasa] v pasang: kenakan : pakai: -- antina tipi sija ganta pasang antena tv ini sekarang
ti.pa.sang v dipasang : amon haga manmu ~ hoda jika mau kepunyaanmu dipasang juga
pa.sang.ko v pasangkan : ~ ganta gas sija nyak haga nasak pasangkan sekarang gas ini saya mau masak
nga.ma.sang v memasang : lombahan akas wahwah bakna kok ~ lampu rumah kakek terang sebab sudah memasang lampu
ka.pa.sang.an v minta pasang : amon niku kok katiwor onti nyak ~ lampu di lombahanku jika kamu sudah sempat nanti saya minta pasang lampu di rumah saya
pa.si.rah [pasiah] n kepala marga : setingkat camat : nyak haga sihaluan rik -- saya mau ketemu dengan kepala marga
pa.ting [pati] n tusuk konde : -- ombay lobon lupa dipa anjamot kona tusuk konde nenek hilang lupa dimana menyimpankannya
bu.pa.ti.ng n mempunyai tusuk konde : niku ~ cindo nihan kamu mempunyai tusuk konde cantik sekali
pa.tom [patom] n perhiasan yang menempel dipakai di telinga bentuknya pipih: anting bergantung ditelinga : -- umak lobon kabolah patom ibu hilang sebelah
bu.pa.tom v berpatom: memakai patom : niku holau amon ~ say matana warna halom kamu bagus jika memakai patom yang matanya warna hitam
pa.tuk [patu] n patok: tanda batas wilayah : sija -- tanoh akas ini patok tanah dari akas
pa.tuk.ko v patokkan : amon niku katiwor ~ ganta jika kamu ada kesempatan patokkan sekarang
nga.ma.tuk.ko v mematokkan : amon niku say ~ nyak ampai parcaya jika kamu yang mematokkan saya baru percaya
ti.pa.tuk.ko v dipatokkan : humuku say ampai kuboli radu ~ kayu sordang sawahku yang baru kubeli sudah dipatokkan kayu serdang
pa.tut [patut] a pantas : -- niku mak kona ajak lapah bakna mak bukasut pantas kamu tidak diajak pergi sebab tidak memakai sendal
pa.tut.da v pantaslah : ~ amon niku haga makai baju siyau sija pantaslah jika kamu mau memakai baju merah ini
pa.tut.ko v pantaskan: baguskan : amon nyak sadokah onti ~ mari holau diliyak hulun rami jika saya sedekah nanti pantaskan agar bagus dilihat orang banyak
pa.wai [pawai] v jemur : -- dija kampolang sa mari ngoluh jemur di sini kemplang ini agar kering
pa.wai.ko v jemurkan : kawai ~ dunggak sing mari gancang ngoluh baju ini jemurkan di atas seng agar cepat kering
ti.pa.wai.ko v dijemurkan : onti amon harani lantang kaunyin say kawai basoh sija ~ nanti jika hari cerah semua yang baju basah ini dijemurkan
pa.won [pawon] n dapur : nyak haga ngaholawi -- minggu mukak saya mau memperbaiki dapur minggu depan
bu.pawon v berdapur: mempunyai dapur : nyak haga amboli lombahan say ~ saya mau membeli rumah yang ada dapurnya
pa.yung [payu] n payung : nyak haga amboli -- bakna ganta musim hujan saya mau membeli payung sebab sekarang musim hujan
bu.pa.yung v berpayung : 1.nyak ~ rik niku juga nonti ; 2. nyak haga ~ rik niku juga 1. saya berpayung dengan kamu saja nanti ; 2. saya mau berpayung sama kamu saja
pa.yung.i v payungi : ~ bakmu amon adikmu lapah onti payungi olehmu jika adikmu jalan nanti
si.pa.yung.an v saling payung : amon niku lapah rik nyak kita ~ jika kamu jalan sama saya kita saling payung
pah.lo [pahlo] n pahala : amon galak nulung hulun nayah ~ jika sering menolong orang banyak pahala
bu.pah.lo v berpahala : ~ nayah amon gawi haga ti masigit torus berpahala banyak jika kerja ke mesjid terus
pah.pah [pahpah] v tebas: memotong atau merambah tumbuhan yg kecil-kecil : amon niku makagka gawi -- ganta jika kamu tidak ada pekerjaan tebas sekarang
ti.pah.pah v ditebas : kobunku haga ~ mohpagi kebun saya akan ditebas besok pagi
pah.pah.ko v tebaskan : amon niku ganta katiwor ~ kobun limauku jika kamu sekarang ada waktu tebaskan kebun jeruk saya
nga.mah.pah v menebas : sanak sija haga ~ jukuk sai di muka lombahan kita anak ini mau menebas rumput yang berada di depan rumah kita
ti.pa.pah.pah v tidak sengaja ditebas : nyak kilu maap di sabai bakna ~ di kobunmu saya minta maaf sama besan sebab tidak sengaja tertebas sama kabun kamu
pai.da [paida] v mari : ~ ganta kita ti lombohanku mari sekarang kita ke rumah saya
pak.sa [paksa] v paksa : ~ amon iya mak haga lapah paksa jika dia tidak mau pergi
mak.sa v memaksa : dang niku-- juk sija, amon nyak makhaga radu jangan kamu memaksa seperti ini, jika saya tidak mau sudah
ti.pak.sa v dipaksa : ~ sapa niku laju haguk ja dipaksa siapa terus kamu mau ke sini
ka.pak.sa v terpaksa : ~ nyak lapah yot kuti jak haga tinggal posai di lombahan terpaksa saya ikut kalian pergi dari pada tinggal sendiri di rumah
pak.sa.ko v paksakan : ~ mongan mari gancang hodak habanmu paksakan makan agar cepat sembuh sakitmu
1 paku [paku] n paku : sebangsa logam untuk melekatkan papan dll : nyak haga amboli --sakilo saya mau membeli paku satu kilo
2 paku [paku] n pakis: sayur pakis : pira -- sika sangakaruk berapa pakis ini satu kebat
palak [pala] n ramal: meramal nasib seseorang : amon niku ti lombahan -- nyak pai jika kamu ke rumah ramal saya dulu
pa.lak.ko v ramalkan : ~ nyak juksipa hurikku mohpagi sawai onti ramalkan saya bagaimana hidupku besok lusa nanti
ti.pa.lak.ko v diramalkan : mon maksalah niku ~ haga lapah jawoh kalau tidak salah kamu diramalkan mau pergi jauh
pam.bo.tu [pam.b.t] n alat dr kayu unt pemukul: sejenis pentungan : golgol iwak sina rik -- pukul ikan itu dengan pemukul kayu
pam.pam [pampam] v pangku : amon saro niku nunda kanian sija onti ~ juga jika susah kamu membawa kue ini nanti pangku saja
pam.pam.ko v pangkukan : tulung ~ barang sija tolong pangkukan barang ini
ti.pam.pam v dipangku : onti ~ cangkir sija bakna mudah pocoh nanti dipangku gelas ini sebab mudah pecah
ti.pam.pam.ko v dipangkukan : ~ kaunyin barang sija dipangkukan semua barang ini
ka.pam.pam v minta pangku : ~ di jolma suda barang sija iya makangka tundaan minta pangku sama orang itu barang ini dia tidak ada bawaan
pan [pan] v tinggal : ngapi niku -- posai di lombahan? mengapa kamu tinggal sendiri di rumah?
ti.pan v ditinggal : ngapi tasmu -- di ganggaya jona mengapa tas kamu ditinggal di jalan tadi
ti.pa.pan v tidak sengaja tertinggal : kawaiku sai ompai kuboli jona ~ di lombahanmu bajuku yang baru kubeli tadi tidak sengaja tertinggal di rumahmu
ti.pan.ko v ditinggalkan : amon niku galak miwang ~ di lombahan akas jika kamu suka menangis ditinggalkan di rumah kakek
pan.ko v tinggalkan : ~ juga amon makka tunda bakmu tinggalkan saja jika tidak terbawa olehmu
ngo.pan.ko v meninggalkan : kuti ~ ombay posai di lombahan kalian meninggalkan nenek sendiri di rumah
pan.ci [panci] n panci untuk memasak : nyak haga amboli -- saya mau membeli panci
pan.co [panco] n panco: beradu kekuatan tangan : payu kita -- sapa sai kuat antara nyak rik niku ayo kita panco siapa yang kuat antar saya dan kamu
pan.cung [pancu] v pancung : -- bulung sija sai panahpah nyak ga angguai kanian pancung daun ini satu pelepah saya mau membuat makanan
man.cung v memancung : niku ~ buluh-buluh sai robah juga kamu memancung bambu-bambu yang pendek saja
pan.cung.da v pancunglah : amon niku haga bulung sija ~ posai jika kamu mau daun ini pancunglah sendiri
pan.cung.i v pancungi : ~ juga sipa sai niku haga akuk pancungi saja mana yang kamu mau ambil
ti.pan.cung v dipancung : ~ bulung sija haga angguwai iwak payos dipancung daun ini mau membuat ikan pepes
ti.pa.pan.cung v terpancung : nyak nombija ~ rik bulung sija saya kemarin terpancung sama daun ini
pan.cur [pancu] v memancur ke bawah atau rata :
pan.cur.ko v pancarkan : -- ko bakmu wai sija ti tanaman memancur ke bawah saja oleh kamu air ini ke tanaman
man.cur v memancur : amon nyak tipulimbang ngaliak way ~ di jurambah Ampera jika saya ke Palembang melihat air mancur di jembatan Ampera
ti.pan.cur.ko v dipancurkan : way sija laju ~ ti balakang lombahan air ini lalu dipancurkan ke belekang rumah
pan.cur.an v pancuran : ~ untuk naku way hujan ganta bucur pancuran untuk menampung air hujan sekarang bocor
pan.dai [pandai] a pandai : bisa : nyak mak -- lapah posai saya tidak bisa jalan sendiri
pan.dan [pandan] n pandan : nyak haga nanom -- di lombahanku saya mau menanam pandan di rumahku
pan.dok [pand] n sering : maranai sina -- manjau tidija pemuda itu sering berkunjung ke sini
pan.du [pandu] v bimbing ttg berjalan: misal anak kecil yg baru bisa berjalan : -- sanak ronik sina iya haga lapah-lapah pandu anak kecil itu dia mau jalan-jalan
pan.jar [panja] v panjar: uang pertama sebagai tanda jadi : amon niku haga nihan amboli mubil sija -- cutik pai jika kamu benar-benar mau membeli mobil ini panjar sedikit dulu saja
man.jar v memanjar : niku jona ~ lombahan sai haga diboli onti kamu tadi memanjar rumah yang mau dibeli nanti
ti.pan.jar v dipanjar : ~ pira amon nyak haga amboli karito dipanjar berapa jika saya mau membeli sepeda ini?
ti.pan.jar.ko v dipanjarkan : nyak mak ongka duit ganta jadi nyak jona ~ adikku pai saya tidak ada uang sekarang jadi saya tadi dipanjarkan adikku dulu
ti.pa.pan.jar v terpanjar : jadi niku jona ~ pira? jadi kamu tadi terpanjar berapa?
pan.tang [panta] a pantang : -- nyorah sanak sija totop lapah kukut pantang menyerah anak ini tetap jalan kaki
bu.pan.tang v berpantang : nyak ganta ~ nganik pamoros onti tanihiku sakik saya sekarang berpantang makan yang rasanya asam-asam nanti perutku sakit
pan.tang.an v pantangan : ~ sai diumungko doktor dang kanik-kanik pantangan yang diomongkan dokter jangan makan-makan
ti.pan.tang v dipantang : amon lokok sakik ~ pay sai nginum is jika masih sakit dipantang saja yang minum es itu
ti.pan.tang.i v dipantangi : amon niku haga hodak -- sai haga nganik basingna jika kamu mau sembuh dipantangi yang mau makan makanan sembarangan
pang.gai.gai [pagaigai] n sisir : nyak nginjam -- sija onti kuulohko saya meminjam sisir ini nanti kukembalikan
bu.pang.gai.gai v bersisir : nyak jona haga ~ sija tapi mak ka akuk bakna langgar saya tadi mau bersisir ini tapi tidak bisa mengambilnya sebab tinggi
gai.gai.ko v sisirkan : amon adikmu radu mandi ~ buwokna mari holau jika adikmu sudah mandi sisirkan rambutnya agar rapi dan bagus
ngai.gai.gai.ko v menyisisrkan : holau buwokmu sapa ~ jona bagus rambutmu siapa menyisirkan tadi
si.gai.gai.an v saling sisir : sikam jona laju ~ jadi gancang kami tadi lalu saling sisir jadi cepat
ti.gai.gai v disisir : nyak haga gacang jadi onti amon niku haga ~ ombay juga saya mau cepat jadi nanti jika kamu akan disisir nenek saja
ti.pa.gai.gai v tersisir: tidak sengaja disisir : nah ngapi nyak salah ~ di anak jolma suda nah mengapa saya salah tersisir sama anak orang itu
pang.gang [paga] v panggang : -- juga sisu sija onti rasana bangik untuk gulai mongan panggang saja ayam ini nanti rasanya enak untuk lauk makan
mang.gang v memanggang : onti amon anggotas kita ~ sisu di huma nanti jika panen kita memanggang ayam disawah
pang.gang.an v pangangan: alat untuk memanggang : nyak mirak amboli ~ say tiguwai jak bosi saya berkeinginan membeli panggangan yang terbuat dari besi
pang.gang.ko v panggangkan : ~ ganta jadi ubak tungguk iwakna kok masak panggangkan sekarang jadi ayah sampai ikannya sudah masak
ti.pang.gang.ko v dipanggangkan : amon niku jadi ratong onti ~ sisu sai jika kamu jadi datang nanti dipangangkan ayam satu
ti.pa.pang.gang v terpanggang : angkuk-angkuk sija ~ tungguk angus penyengat ini terpanggang sampai gosong
pang.ho.jo.ngan [pahan] n bangku kecil : payu kita mojong di luah tapi ngusung ~ ayo kita duduk di luar tapi bawa bangku kecil
pang.king [paki] n kamar : lombahanmu wat -- pira ? Rumahmu ada berapa kamar?
bu.pang.king v mempunyai kamar : ~ pira lombahanmu mempunyai kamar berapa rumahmu?
pang.pang [papa] n cabang bagian dari pohon : -- batang jambu sija dang torak onti patoh cabang pohon jambi ini jangan injak nanti patah
bu.pang.pang v bercabang : liyakda batang cabiku kok ~ lihatlah pohon cabeku sudah bercabang
pang.rok.rok [pa] n alat penumbuk daun sirih : akukko pay ~ ombay di lom garubuk sina ambilkan dulu alat tumbuk sirih nenek di dalam lemari itu
par.ca.ya [pacaya] n percaya : amon niku -- nyak haga nginjam ruwa juta jika kamu percaya saya mau meminjam dua juta
ti.par.ca.ya v dipercaya : jolma sija pacak ~ orang itu bisa dipercaya
par.ca.ya.da v percayalah : ~ nyak ratong pok sadokahmu onti percayalah saya datang tempat persedekahanmu nanti
par.ca.ya.ko v percayakan : ~ rikya mun haga nyopok tanoh percayakan padanya jika mencari tanah
par.ka.ra [pakaa] n perkara : -- sija mak pandai kita jamotko perkara ini tidak bisa kita simpankan
par.ma.da.ni [pamadani] n permadni : ambal : nyak amboli -- untuk masjid say ampai tibangun rodik lombahan saya membeli permadani untuk mesjid yang baru dibangun dekat rumah
bu.par.ma.da.ni v berpermadani : holauna ~ jadi mak ngison mojong di lantai bagusnya memakai permadani atau ambal agar tidak dingin duduk di lantai
par.ma.ta [pamata] n permata : -- sapa sija kuhalu jona permata siapa ini saya temukan tadi
bu.par.ma.ta v berpermata : nyak ~ jak Kalimantan saya berpermata dari Kalimantan
par.mi.si [pamisi] n permisi: berpamitan : niku -- ganta amon haga kamu permisi sekarang jika mau
par.mi.si.da v permisilah : niku jak ganta ~ onti kok suntuk waktuna kamu dari sekarang permisilah nanti sudah terbentur waktunya
par.pur [papu] v suatu bunyi benda yang dihambur-hamburkan : apiya -- dunggak sing sa apa bunya par.pur di atas seng ini
para.ng [paa] n parang: pisau panjang : -- say tinggal sija dok sapa? parang yang tinggal ini milik siapa?
bu.para.ng v berparang: memakai parang : nyak ngucik nyiwi ~ sija saya mengupas kelapa memakaiparang ini
parut [paut] v parut : -- juga nyiwi sija parut saja kelapa ini
pa.rut.an v parutan: alat untuk memarut : amon pakai ~ sija kudul jika pakai parutan ini tumpul
ma.rut v memarut : amon nyak katowor onti ampai ~ kikim sija jika saya ada waktu nanti baru memarut ubi ini
ti.pa.rut v diparut : kikim sija ~ kanongah juga ubi ini diparut setengah saja
ti.pa.rut.ko v diparutkan : amon niku haga onti ~ taka nyiwimu jika kamu mau nanti diparutkan sekalian kelapamu
pas.pas [paspas] v tebas : -- pay jukuk say di balakang lombahan kuti tebas dulu rumput yang di belakang rumah kalian
ka.pas.pas v minta tebas : amon niku angka gawi nyak ~ jukuk sija jika kamu tidak ada kerja saya minta tebas rumput ini
ti.pa.pas.pas v tertebas dengan tidak sengaja : amon nyak ~ di bulung punti akas nyak kilu maap jika saya tertebas sama daun pisang kakek saya minta maaf
ti.pas.pas.i v ditebasi : ~ cutik say jukuk kok tijang rodik lombahanmu ditebasi sedikit yang rumput sudah panjang dekat rumahmu
pas.pus [paspus] adv merokok terus-menerus: merokok tidak ada hentinya dengan istilah putus nyambung : alang ~ niku ngudut mak radu-radu sakali mojong bola sangabungkus alangkah tidak ada hentinya kamu merokok tidak sudah-sudah sekali duduk habis sebungkus
patoh [patoh] n patah : pangpang batang manggo jolma sija -- dahan pohon mangga orang ini patah
ka.pa.toh v minta patah : amon niku liyu lombahan ombay nyak ~ bulung pandan sangalambar jika niku lewat rumah nenek saya minta patah daun pandan selembar
pa.toh.ko v patahkan : ~ kayu sija nyak haga wat gunanya patahkan kayu ini saya mau ada gunanya
si.pa.toh.an v saling patah : niku haga kita ~ howi sija kamu mau kita saling patah bilah bambu ini
ti.pa.toh.ko v dipatahkan : amon ~ sangajo niku salah jika dipatahkan sengaja kamu salah
payot lihat picit :
pamong.sa n pendapatan: penghasilan: : pira ~ mu lambija berapa penghasilanmu kemarin
pi.cit [picit] v pijit: urut : alang loh-loh kukutku, tulung -- ganta alang pegal kakiku, tolong pijit sekarang
pi.cit.ko v pijitkan: urutkan : ~ kukutku ganta ngapi sakik nihan urutkan kakiku sekarang mengapa sakit sekali
ti.pi.cit.ko v dipijitkan : payu sipa say kukut haga ~ ayo mana yang kaki mau dipijitkan
ka.pi.cit v minta pijit : ombay ~ punguna lohloh nenek minta pijit tangannya pegal
mi.cit v memijit : -- sapa niku bingsina memijit siapa kamu semalam
pi.cong [picong] a picing : nyak maha ngaliak sanak sija -- saya tertawa melihat anak ini picing
pi.cong.ko v picingkan : ~ kabolah matamu picingkan sebelah matamu
ti.pi.cong.ko v dipicingkan : ~ kaunyin mata rua-ruana amon rasana podih dipicingkan semua mata dua-duanya jika rasanya pedih
pi.hak [piha] n pihak : niku jak -- sapa kamu pihak dari siapa
bu.pi.hak n berpihak : sapa ~ rik niku siapa berpihak sama kamu
pi.hik [pihi] n pesek : kucing sija irungna -- tapi nyak goring kucing ini hidungnya pesek tapi saya suka
pi.il [piil] n fiil: perbuatan: tingkah laku: perangai : amon haga bupikir tunjukko -- say holau jika mau berpikir tunjukkan tingkah laku yang bagus
bu.pi.il n berfiil: bertingkah laku : ngapi niku laju ~ njuk sija mengapa kamu terus bertingkah laku seperti ini
pi.kir [piki] n pikir : -- pay ampai lapahani pikir dulu baru jalani
bu.pi.kir v berpikir : nyak kadang ~ ngapi kuti haga ti dudo saya kadang berpikir mengapa kalian mau ke sana
pi.kir.da v pikirlah : ~ jak ganta dang onti nyolsol pikirlah dari sekarang jangan nanti menyesal
mikirko v memikirkan : amon nyak mak ~ kuti pasti kok saka nyak lijung jika saya tidak memikirkan kalian psati sudah lama saya berlalu pergi
pi.lur [pilu] n pelor : dang isi -- sinapang sija onti digurauko sanak jangan isi pelor senapang ini nanti dimainkan anak-anak
bu.pi.lur n berpelor, memakai pelor : sinapang sija ~ nayah jona jak ku isi senapang ini berpelor banyak tadi baru saya isi
pi.nor.tok [pint] n keinginan: : alangko lamo ~ nikuja alangkah banyaknya keinginan kamu ini
pi.rak [pia] n perak : sapa haga amboli -- sija siapa mau membeli perak ini
bu.pi.rak n berperak: mempunyai perak : ampai ~ ganta nyak ja padahal kok puas kuidamko baru mempunyai perak sekarang saya sekarang saya ini padahal sudah lama saya inginkan
pi.rik [pii] v pipis: memirik: memipis : niku -- cabi sija tungguk alus kamu pipis cabe ini sampai halus
pi.rik.ko v pipiskan : niku ganta ~ cabi rik bawang sija kamu sekarang pipiskan cabe sama bawang putih ini
ti.pi.rik.ko v dipipiskan : amon nyak onti katiwor haga ~ jika nanti saya sempat akan dipipiskan
pi.ring [pii] n piring : niku ngulohko -- kurang say kamu mengembalikan piring kurang satu
bu.pi.ring n berpiring : ~ api tibungkus bulung juga berpiring apa dibungkus daun saja
pi.sah [pisah] n pisah : niku diwik say haga -- kamu sendiri yang mau pisah
bu.pi.sah n berpisah : mak ku sangko kuti laju ~ tidak kusangka kalian jadi berpisah
pi.sah.da v pisahlah : ~ amon mak sangahati lagi pisahlah jika tidak sehati lagi
pi.sit [pisit] a pelit: kikir : alangko -- sanak sija alangkah pelit anak ini
bupisit v berpelit: untuk menyisakan makanan yang sedikit : ~ cutik mak api-api amon ganta berpelit sedikit tidak apa-apa jika sekarang
pi.tak [pita] n petak : say -- radu kutompah dang tijualko lagi satu petak sudah saya pesan jangan dijualkan lagi
bu.pi.tak n berpetak : holau amon pok jualan ~ juk sa bagus jika tempat jualan berpetak seperti ini
pi.tak.ko n petakkan : kutak sija onti ~ mari holau kotak ini nanti petakkan agar bagus
pi.yot [piyot] n peyot : amon kok tuha bihngom kok -- jika sudah tua pipi sudah peyot
pih.pih [pihpih] n pipih : dang ilikko baka palastik sija onti -- jangan tijakkan wadah plastik ini nanti pipih
pih.pih.ko v pipihkan : amon niku angguwai impik-impik ~ juga jika kamu membuat empek-empek pipihkan saja
ti.pih.pih.ko v dipipihkan : ~ cutik mari holau kanian sija dipipihkan sedikit agar bagus makanan ini
pik.pik [pp] n bibir : alangkok kodolna -- bakas sina alangkah tebalnya bibir lelaki itu
pil.pil [pilpil] v bersih: membersihkan sesuatu dengan memilah satu persatu, misal membersihkan ikan: sayur : iwak sija rondomko di way ampai -- ikan ini rendamkan dalam air baru bersihkan
pil.pil.ko v bersihkan : iiwak say kuboli jona onti ~ bak mu ikan yang kubeli tadi nanti bersihkan oleh kamu
ti.pil.pil.ko v dibersihkan : amon nyak mak angka gawi lagi onti iwakmu ~ jika saya tidak ada kerja lagi nanti ikan kamu dibersihkan
pim.pin [pimpin] v pimpin : -- bakmu rapat onti bingi pimpin oleh kamu rapat nanti malam
mim.pin v memimpin : sapa say haga ~ baca duo siapa yg akam memimpin baca doa
pim.pong [pimpo] n pimpong : sikam ampai angguwai mijah -- kami baru membuat meja pimpong
bu.pim.pong n berpimpong: mempunyai pimpong : sikam kok ~ jadi mak nginjam dok kuti lagi kami sudah mempunyai pimpong jadi tidak meminjam punya kamu lagi
pin.cak [pinca] n pencak silat : sanak sija lokok ronik tapi ppandai -- anak itu walau masih kecil tapi bisa pencak silat
pin.dah [pindah] v pindah : nyak mohpagi haga -- ti lombahan anyar saya besok pagi akan pindah di rumah baru
pin.dah.ko v pindahkan : biar holaw garubuk sija ~ duda juga agar bagus lemari ini pindahkan sana saja
min.dah.ko v memindahkan : nyak ~ pot bunga ti balakang lombahan saya memindahkan pot kembang di belakang rumah
ti.pa.pin.dah v terpindahkan : nyak ~ langsak sina ti dija saya terpindah duku itu ke sini
pin.dang [pinda] n pindang : lauk ikan yang berkuah dg bumbu dapur yg menjadi ciri khas gulai di Komering : moh pagi nyak haga masak -- besok pagi saya mau masak pindang
pin.jal [pnal] n bekas telapak kaki di tanah : wat -- halimawong mak di huma jona adakah bekas telapak kaki harimau di kebun tadi
pin.tor [pinta] n pintar : amon niku -- nyopok gawi mak saroga jika kamu pintar mencari pekerjaan tidak terlalu susah
pin.tor.da n pintarlah : ~ cutik amon di tongah jolma rami pintarlah sedikit di tempat khalayak ramai
min.tor n memintar: tambah pintar : niku ganta ~ nayah parubahanna kamu sekarang tambah pintar banyak perubahannya
ping.gan [pigan] n piring makan besar : nyak haga amboli -- di pasar saya mau membeli piring di pasar
bu.ping.gan v berpinggan: memakai piring besar : jolma sina mongan ~ orang itu makan memakai piring besar
ping.gir [pigi] n pinggir : -- dija juga niku mojong mari mak diilikko jolma pinggir sini saja kamu duduk agar tidaj diinjak orang
ping.gir.ko v pinggirkan : ~ cutik mutormu saro hulun liyu pingggirkan sedikit motormu susah orang lewat
ming.gir.ko v meminggirkan : sapa ~ karito jona siapa meminggirkan sepedaku tadi
ming.gir.da v meminggirlah : ~ jak tija bakna nyak boji ngaliyak niku meminggirlah dari sini sebab saya benci melihat kamu
ti.ping.gir.ko v dipinggirkan : kaunyin barang say wat dija ~ , onti ampai ku akuk semua barang saya yag ada di sini dipinggirkan, nanti baru saya ambil
ti.pa.ping.gir v terpinggir dengan tidak sengaja : nyak kilu maap bakna ~ kawaimu saya minta maaf sebab tak sengaja bajumu terpinggir
ping.ping [pipi] n bahu: antara leher dan pangkal lengan : -- ombay sakik kabolah bahu nenek sakit sebelah
ping.san [pisan] n satu kali: persatu kali: satu kali saja : nyak ampai -- ti lombahanmu saya baru satu kali ke rumahmu
pis.ta [pista] n pesta : -- ganta ga nayah ngaluwahko duit pesta sekarang harus banyak mengeluarkan uang
bu.pis.ta n berpesta : jolma sija amon haga ~ mona-mona orang ini jika mau berpesta dulu-duluan dia pergi
po.cak [poca] n seperti : -- sija mak haga ratong seperti ini tidak mau datang
po.cak.na n sepertinya : ~ nyak mak pacak ti dija sepertinya saya tidak bisa ke sini
po.coh [pocoh] a pecah : awas -- cangkir sija awas pecah cangkir ini
mo.coh.ko v memecahkan : awas sanak sija onti ~ cangkir sija awas anak ini nanti memecahkan cangkir ini
ti.po.coh.ko v dipecahkan : ~ ganta tohluy sija ampai timasakko dipecahkan sekarang telor ini baru dimaskkan
ti.pa.po.coh v terpecahkan: pecah tidak sengaja : nyak jona ~ tohluy sija saya tadi terpecah telor ini
po.dang [poda] n pedang : -- sija radu ku asah pedang ini sudah saya asah
bu.po.dang n berpedang: mempunyai pedang : akas amon haga ti huma ~ kakek jika mau ke sawah berpedang
po.dok [podo] a dekat : lombahanku -- lombahan akas Kodir rumahku dekat rumah kakek Kodir
po.dok.ko v dekatkan : ~ kaunyin rampai suda mari kumaskko dekatkan semua sayur itu agar kumasukkan
ti.po.dok.ko v didekatkan : niku rokop juga onti ~ rik morli jak tiyuh kamu diam saja nanti didekatkan sama gadis dari dusun
ti.pa.po.dok v terdekat: dekat dengan tidak sengaja : nyak ~ rik jolma suda saya terdekat sama orang itu
bu.po.dok v berdekat: berdekatan : nyak haga ~ rik niku saya mau berdekatan sama kamu
mo.dok v mendekat : ~ dija dang posay juk sina mendekat ke sini jangan sendiri seperti itu
mo.do.ki v mendekati : niku juga ~ sanak say miwang suda kamu saja mendekati anak yang menangis itu
po.lik [poli] a susah: sedih : hati ombay -- bakna akas mak hodak-hodak habanna hati nenek sedih sebab akas tidak sembuh-sembuh penyakitnya
po.lik.ko v susahkan: sedihkan : ngapi say niku ~ anakmu kok sonang hurikna mengapa yang kamu susahkan anakmu sudah senang hidupnya
nga.mo.lik.ko v menyusahkan: menyedihkan : jadi jolma dang galak ga ~ hulun rami jadi orang jangan mau menyusahkan orang banyak
po.nah [ponah] v tunggu : -- nyak amon kuti haga lapah onti tunggu saya jika kalian mau pergi nanti
po.nah.da v tunggulah : ~ sangrobok lagi nyak haga bugonti kawai pay tunggulah sebentar lagi saya mau berganti baju dulu
ka.po.nah v minta tunggu : nyak ~ rik kiyai juga onti saya minta tunggu sama kakak saja nanti
po.nah.ko v tunggukan : ~ adikmu ampai niku lapah tunggukan adikmu baru kamu pergi
ti.po.nah.ko v ditunggukan : ~ anak-anakna ratong ampai mayatna tikuburko ditunggukan anak-anaknya datang baru mayatnya dikuburkan
si.po.nah.an v saling tunggu : kita onti ~ dipa? kita nanti saling tunggu dimana?
po.ngong [p] v berdengung : cupingku -- bakna wat way sai kuruk pas mandi jona telingaku berdengung karena ada air yg masuk waktu mandi tadi
po.ning [poni] n pusing: sakit kepala : huluku -- ngaliyak kuti galak ribut kepalaku pusing melihat kalian suka ribut
po.rang [poa] v perang : amon jaman -- paija nyak makkung lahir jika zaman perang dulu saya belum lahir
bu.po.rang v berperang : ganta sa ~ rik buta hurup sekarang ini berperang dengan buta huruf
po.rom [poom] v peram : -- punti kayu sija mari gacang masak peram pepaya ini agar cepat masak
po.rom.ko v peramkan : ~ ganta manggo sija mari sawai kok masak peramkan sekarang mangga ini agar lusa sudah masak
mo.rom.ko v memeramkan : nyak ~ punti bingsina saya memeramkan pisang semalam
ti.po.rom.ko v diperamkan : ~ pay punti sija bakna lokok matah diperamkan dulu pisang ini sebab masih mentah
po.ros [poos] a asam : -- nihan masakanmu ja asam sekali masakanmu ini
po.ros.ko v asamkan : ~ cutik rasa kuwah pindang sija asamkan sedikit rasa kuah pindang ini
po.tai [potai] n petai : nyak mak haga nganik -- saya tidak mau makan petai
bu.po.tai v berpetai: mempunyai petai : nyak mak haga amon numis iwak ~ saya tidak mau jika menumis ikan pakai petai
po.tik [poti] v lempar : ngapi niku -- rik batu sanak suda mengapa kamu lempar dengan batu anak itungapi niku -- rik batu sanak suda mengapa kamu lempar dengan batu anak itu
mo.tik v melempar : nyak jona ~ jambu di topi lombahan kuti saya tadi melempar jambu di tepi rumah kalian
mo.tik.ko v melemparkan : sanak sija ~ batu dunggak gonting anak ini melemparkan batu di atas genting
po.tik.ko v lemparkan : ~ ganta mari jolma sina ngarilong lemparkan sekarang agar orang itu menoleh
ti.po.tik.o v dilemparkan : ~ jawoh-jawoh kawil sija mari mangsa iwak lemparkan jauh-jauh pancing ini agar mendapat ikan
ti.pa.po.tik v terlempar : lombahanmu ~ jona pagi rumahmu terlempar tadi pagi
poh.poh [pohpoh] v cuci : -- ganta calana sija onti mak ngoluh cuci sekarang celana ini nanti tidak kering
moh.poh v mencuci : gawiku kabiansa haga ~ kawai ombay kerjaku hari ini mau mencuci baju nenek
ti.poh.poh.ko v dicucikan : ganta kaunyin kawaiku ~ adikku sekarang semua bajuku dicucikan adikku
ti.pa.poh.poh v tercuci : kawai sija ~ bak adik, moh pagi haga kupakai baju ini tercuci oleh adik, besok pagi mau saya pakai
pok.pok [popo] n benam : nyak -- mulan lopang di muka lombahan saya benam bibit timun di depan rumah
pok.pok.ko v benamkan : ~ lom tanoh raklom-raklom mulan sija benamkan dalam tanah dalam-dalam bibit ini
ti.pok.pok v terbenam : ngapi niku ~ lom lobahan mak luwah-luwah mengapa kamu terbenam di dalam rumah tidak keluar-keluar
mok.pok.ko v membenamkan : ngapi niku ~ buntang tikus di ja mengapa kamu membenamkan bangkai tikus di sini
pon.car [ponca] v pencar : amon kita kok tungguk duda -- juga jika kita sudah sampai di sana pencar saja
bu.pon.car v berpencar : nyak mak tahan hurik rik jolma sija laju sikam ~ saya tidak tahan hidup dengan orang ini akhirnya kami berpencar
ti.pon.car.ko v dipencarkan : holauna jolma rua sija ~ juga bagusnya orang dua ini dipencarkan saja
por.cik [poci] v percik : awas minggir cutik nonti kona -- way sija awas minggir sedikit nanti kena percik air ini
por.cik.ko v percikkan : onti amon niku tunggu di lombahanna ~ way sija di hulu kabayan nanti jika kamu sampai di rumahnya percikkan air ini di kepala penganten
ti.pa.por.cik v terpercik : motor sija liyu ~ way hujan sija motor ini lewat terpercik air hujan ini
por.cun [pocun] n percon : bulan puasa nayah sanak ambunyiko -- bulan puasa banyak anak membunyikan percon
por.lu [polu] n perlu : amon -- di nyak ngumung juga jika perlu sama saya ngomong saja
por.lu.ko v perlukan : rasana niku ~ jolma suda rasanya kamu diperlukan orang itu
mor.lu.ko v memerlukan : amon nyak onti ~ niku juk sipa jika saya nanti memerlukan kamu bagaimana?
por.por [popo] v remuk : badanku rasana -- kalosuwan badanku rasanya remuk terlewat lesu
por.por.ko v remukkan : ~ kaunyin kampolang sija, ampai kurukko di lom kaling remukkan semua kemplang ini, baru masukkan di dalam kelang
mor.por.ko v meremukkan : sapa ~ kaco garubuk sija siapa meremukkan kaca lemari ini
ti.por.por.ko v diremukkan : kaco garubuk sija ~ bak kiyai kaca lemari ini diremukkan oleh kakak
ti.pa.por.por v terremuk : remuk tidak sengaja: nyak ~ kaco garubuk bibik saya tidak sengaja remuk kaca lemari bibi
pu.as [puas] a puas : -- rasana amon kok radu nginum puas rasanya jika sudah minum
pu.as.ko v puaskan : asak lokok wat waktu ~ nyopok ilmu jika masih ada waktu puaskan mencari ilmu
pu.cak [puca] a pucat : ngapi pudakmu -- amon ngaliyak rah mengapa mukamu pucat jika melihat darah
pu.cak.ko v pucatkan : kolir cit bangku say halom ~ onti cutik warna cat kursi yg hitam nanti pucatkan sedikit
nga.mu.cak v memucat : pas katahuman jolma sija ngamaling, pudakna ~ setelah ketahuan orang ini maling, mukanya memucat
pu.cak.da v pucatlah : uni-uni timarahi sanak sija ~ lama-lama dimarahi anak ini pucatlah
ti.pu.cak.ko v dipucatkan : nyak haga ngocit kuta kolir siyaw kimbang ~ saya mau mencat pagar warna merah agak dipucatkan
pu.dak [puda] n muka: wajah : amon ngaliyak ~ sanak sija nyak kasiyan jika melihat muka anak ini saya kasian
bu.pu.dak n bermuka : nyak laju mak ~ kaliyoman saya jadi tidak bermuka kemaluan
pu.ka.la.han [palahan] n alergi : niku -- mak nganik hurang kamu alergi tidak makan udang
pu.kul [pukul] v pukul : -- amon niku barani nihan pukul jika kamu benar berani
pu.kul.da v pukullah : ~ amon asu sina haga ngoroh pukullah jika anjung itu mau menggigit
ti.pu.kul v dipukul : amon loga ~ kucing sija mati hoda jika dipukul kucing ini mati juga
pu.lan [pulan] n hutan : di lom -- nombija wat jolma pahalu halimawong di dalam hutan kemarin ada orang ketemu harimau
pu.luk [pulu] n lengket : gula sija -- di kawai ku gula ini lengket di baju saya
pu.luk.ko v lengketkan : amon niku ~ rik nyak purmin sija nyak mak haga jika kamu lengketkan permen ini saya tidak mau
ti.pu.luk.ko v dilengketkan : lim sija ~ dikortas biar rampit lem ini dilengketkan di kertas agar dempet
nga.mu.luk.ko v melengketkan : niku ~ purmin sija di mubilku kamu melengketkan permen ini di mobilku
pu.pus [pupus] n bagian atas jala : -- sija haga kuholawi bagian atas jala ini akan saya perbaiki
pu.sa.ko [pusaka] n pusaka: simpanan harta yang berupa keris pusaka : : akas paija nayah anjamotko -- kakek dulu banyak menyimpankan pusaka
pu.tor [puta] v putar : -- panutup gudu sija putar penutup botol ini
pu.tor.ko v putarkan : ~ radio say nyiarko acara holau akas haga andongina putarkan radio yang menyiarkan acara bagus kakek mau mendengarnya
pu.wan [puwan] n susu : angguwai kaniyan sija tijuk -- membuat makanan ini diberi susu
bu.pu.wan v bersusu: memakai susu : sodop roti sija tikani ~ enak roti ini dimakan memakai susu
pudor lihat poning :
pul.pul [pulpul] n bakar : -- juga kikim sija bangik rasana bakar saja ubi ini enak rasanya
pul.pul.ko v bakarkan : amon niku radu nasak kan ~ iwak sija jika kamu sudah masak nasi bakarkan ikan ini
mul.pul v membakar : nyak haga ~ kikim sija saya mau membakar ubi ini
mul.pul.ko v membakarkan : niku haga ~ caluk sija kamu mau membakarkan terasi ini
ti.pul.pul.ko v dibakarkan : amon radu unyin kita nasak, panghurian ~ iwakna jia sudah semua kita masak, terakhir dibakarkan iwaknya
pun.ti [punti] n pisang : nyak mirak nganik -- taboh saya ingin makan pisang kepok
pun.tol [puntol] v pintal : -- bonang sija radu sina jamotko pintal benang ini sudah itu simpankan
pun.tol.ko v pintalkan : ~ nonti bonang sija pintalkan nanti benang ini
ti.pun.tol.ko v dipintalkan : ~ juk sa bonang sija dipintalkan seperti ini benang ini
ra.nga ra.nga [aa aa] n jari-jari : na ronik jari-jarinya kecil
ra.nguh om.pong [auh mp] n gigi ompong : iponna – giginya ompong
ra.ra [aa] n lidas nanas : -- mak dikanik lidas nanas tidak dimakan
ra.tong [at] v datang : tamuna kok – tamunya sudah datang
ra.wang [awa] n pintu : – lambahan sina lokok tikobok pintu rumah itu masih tertutup
2 ra.wang [rawa] n jendela : kobokko -- amon kok manom tutuplah jendela kalua sudah malam
ra.yoh [ajh] n panci yang terbuat dari tanah dan digunakan untuk menanak nasi : bik minah galak anjual – di kalangan bik minah sering menjual rayoh di pasar
rah [rah] n darah : lamon -- luah waktu punguna katan banyak darah keluar saat tangannya terluka
ram.pai [ampay] n sayur-mayur : umak ampaida amboli -- ibu baru saja membeli sayur-mayur
ran.dai [anday] n burung belibis : -- biasona pacak dikanik burung belibis biasanya bisa dimakan
ran.jang [ranja] n tempat tidur : umak amboli -- jak bosi ibu membeli ranjang dari besi
rang.gut [agut] a buranggut :
bu.rang.gut [buagut] adv mempercepat : bakna marah, jolma sina – ga mulang karena marah, orang itu mempercepat kepulangan
rang.ra.ya [aaja] n jalan raya : sikam monahna mak jawoh jak-- kami menunggunya tidak jauh dari jalan raya
rang.raya [aaja] n jalan raya : ya nunggu di -- dia menunggu di jalan raya
re.tak [ta] n kacang tanah : nambija sikam panen – kemarin kami panen kacang tanah
ri.tak [ita] n lihat retak :
ring.gok-ring.gok [ig-ig] n kisah tentang semendawai : mak lamon sanak ngura sai pandai -- tidak banyak anak muda yang mengenal ringgok-ringgok
ring.ka-ring.ka [ingka-ingka] n keranda : -- biasana dipakai paranti ngusung jolma mati keranda biasanya digunakan untuk membawa jenazah
ro.dik [di] a lihat podok :
ro.goh [gh] v turun : – da jak ja silakan turun dari sini!
ro.kop [okp] a diam tidak bicara : Sinta – waktu andongiko lagu Sinta diam saat mendengarkan lagu
pu.ro.kop [pukp] a pendiam; jarang bicara : sanak bai sina – nihan anak perempuan itu sangat pendiam
ro.nik [rni] a kecil : sanak – sina anak kecil itu
ro.tak [ta] n lihat retak :
rok.lom [rlm] a dalam (lubang) : sumur sina mak -- sumur itu tidak dalam
ru.lus [ls] adv lurus : tempat lambahanna mih – jak ja alamat rumahnya lurus saja
ru.ma [uma] n nyawa; yang menyebabkan hidup : mak ungka jolma sai galak kalobonan ~ tidak ada orang yang ingin kehilangan nyawa
ru.man.tung [umantu] n sesuatu yang jumlahnya banyak bergantungan : punti sina – buah pisang itu rumantung
ru.ngau [uaw] a kurang tidur : bauncang da turui marik mak -- seakan-akan matanya masih kurang tidur
rum.pi [umpi] a kembar : anak bai sina – anak wanita itu kembar
rum.pok [ump] n orang banyak atau orang ramai : sikam mak haga nyusahko -- kami tidak ingin menyusahkan orang banyak
sa.buk [sabu] n sabut kelapa : nyak porlu -- paranti ambasuh pinggan saya perlu sabut kelapa untuk mencuci piring
sa.ha.ra [sahaa] n kotak kayu besar yang berfungsi untuk menyimpan padi dan biasanya diletakkan di bawah rumah : wat lamon – dibah lambahan sikam ada banyak sahara di bawah rumah kami
sa.ling.gom [salom] n selimut : ya kilu -- bakna kangisonan dia meminta selimut karena kedinginan
sa.lo.mok [salm] a pandai mengambil hati : bai holau sina – nihan ggadis cantik itu sangat pandai mengambil hati
sa.lung.kar [saluka] v ubrak-abrik : kamarna marik bukumu tihalu ubrak-abrik saja kamarnya agar bukumu dapat ditemukan
nya.lung.kar [aluka] v mengubrak-abrik : ya – kamar adikna ga nyopok bukuna dia mengubrak-abrik kamar adiknya untuk mencari bukunya
sa.man.cat [samancat] n ikan gabus : umak lokok amborsihko -- ibu sedang membersihkan ikan gabus
sa.pi [sapi] n sapi : -- nganik jukuk sapi makan rumput
sa.pu [sapu], nyapu [mapu] v menyapu : dang lupa – halaman jangan lupa menyapu halaman
sa.ram.pang [saampa] n tombak mata tiga : mak kaunyin jolma wat -- tidak semua orang memiliki tombak mata tiga
sa.wa.ra [sawaa] n suara : -- na ronik suaranya kecil
sa.wak , nya.wak [sawa], [awa] v (bapak-bapak) membawa beras dalam karung untuk persiapan hajatan pernikahan : keluarga sikam haga – joh pagi keluarga kami akan nyawak besok pagi
sa.wang [sawa] n kotoran di plafon : kiyai dikayonko ubak amborsihko – kakak disuruh ayah membersihkan kotoran di plafon
sai.sai [saysay] n dinding : -- lambahan sikam jak kayu dinding rumah kami dari kayu
sam.bo.tik [sambti] n pati santan yang ditanak hingga menjadi minyak : -- pacak diguwai jadi kanian sambotik bisa dibuat makanan
sam.po.lot [samplt] n getah gambir : -- dadi bahan sai dipakai di pangasan getah gambir merupakan salah satu bahan dalam pangasan
sang.ko.lak [sakola] n tempat meletakkan tungku masak : kompor biasona ditapko diunggak -- kompor biasanya ditaruh di atas tungku
si.bam.ba.ngan [sibambaan] v (calon mempelai laki-laki) melarikan calon mempelai perempuan karena lamaran ditolak keluarga, permintaan calon mempelai perempuan terlalu banyak, atau waktu pernikahan yang telah ditentukan dianggap terlalu lama : sanak Pak Atma – nambija anak Pak Atma sibambangan kemarin
si.bu.dak [sibuda] n adik ipar laki-laki : -- ampaida mulang adik ipar laki-laki baru saja pulang
si.ka.bo.lo.an [sikablan] v saling memperhatikan lawan bicara : bangik nihan amon kita – sangat menyenangkan kalau kita saling memperhatikan
si.ko.lah [siklah] n sekolah : sanak – biasanya liyu rang ja anak sekolah biasanya lewat sini
si.po.dog.an lam.bah.an [sipdgan lambahan] n bertetangga : sikam berdua – kami berdua bertetangga
si.su [sisu] n ayam : -- na lamon sai nohlui ayamnya banyak yang bertelur
si.ya [siya] n garam : siya rasana hasin garam rasanya asin
si.yut [sijut] a pelit : dang – rik jolma tuha jangan pelit dengan orang tua
so.dop [sdp] a enak (lauknya saja dan belum dimakan) :  nihan ambau masakanna enak sekali bau masakannya
so.duk [sdu] v cegukan : inumko luwot marik mak -- minumlah lagi agar tidak cegukan
so.lik [sli] v lihat liyak :
so.lom , nyo.lom [slm], [lm] v mandi; seraya menyelupkan kepala ke air : waktu mandi di sungai biasona ya – saat mandi di sungai biasanya ia menyelupkan kepala ke air
so.pok, nyo.pok [spo], [nyop] v mencari sesuatu (ada objeknya) : ubak – rukukna sai ampai dibolina ayah mencari rokoknya yang baru dibelinya
so.rai [soray] n serei : -- hoda lamon ditanom di kobun serai juga banyak ditanam di kebun
so.rom [soom] n semut : lamon nihan -- di unggak mijah banyak sekali semut di atas meja
song.kor [sko] a semerbak : ambau masakkanna -- bau masakannya semerbak
sor.kit [skit] n alat untuk menancapkan biji padi ke tanah yang terbuat kayu : ya mih makai sai – dia hanya menggunakan sebuah alat
su.dung [sudu] n sangkar ikan : iwak sina dikurokko di – ikan itu dimasukkan ke sangkar ikan
su.mang [suma] a berbeda : pok tinggal kita – tempat tinggal kita berbeda
su.rung [su] n tempurung kelapa : -- pacak dijadiko harong tempurung bisa dijadikan arang
su.rur [s] n tempurung kelapa : --pacak dijadiko harong tempurung kelapa bisa dijadikan arang
suk.suk.tang [susuta] n permainan seperti tembakan berupa bambu dan peluru yang terbuat dari kertas yang dibasahkan lalu dibulat-bulatkan kecil-kecil : -- kok mak digurauko lagi suksuktang sudah tidak lagi dimainkan
sum.pik [sumpi] v gendong depan : sanak upi sina di sumpik umakna bayi kecil itu sedang digendong ibunya
sung.kan [skan] a malas : nyak – ga ti kalangan saya malas ke pasar
ta.ba [taba] n raba : -- pay huluna, badanna panas nihan raba dulu dahinya, badannya panas sekali
ta.bah [tabah] n tabah, sabar : alangko -- adikku kudoako ya onti bangik hurikna alangkah tabah adikku kudoakan semoga nanti hidupnya bahagia
nga.na.bahko v menabahkan : kita sai ngaliak tingkah lakuna sai mak holau mih pacak budoa rik ~ hati kita yang melihat tingkah lakunya yang buruk cuma bisa berdoa dan menabahkan hati
ti.ta.bah.ko v ditabahkan : cak indokku ~ hati sebab kaunyin kita pasti wat cubaan kata ibuku ditabahkan hati sebab semua kita pasti ada ujian
ka.ta.bah.an v ketabahan, kesabaran : kok bola ~ ku ganta nyak haga lijung sudah habis kesabaranku sekarang saya mau pergi
ta.bah.ko v tabahkan : ~ hati biarda Allah sai ngambaloskona tabahkan hati biarlah Allah yang membalaskannya
ta.bik [tabi] n permisi kpd orng-orang yg lagi duduk sambil menundukkan badan : bakas sina -- rik jolma tuha sina lelaki itu permisi kepada orang tua itu
ta.bir [tabi] n tabir, layar pembatas : -- suda kok haga rubuh tabir pembatas layar itu hampir roboh
nga.na.bi.ri v menutupi dengan layar : nikuna dang ~ nyak kamu jangan nutupi saya
ti.ta.bi.ri v tertutupi dengan layar : acara api sina, nyak mak kanahan ~ jak jona acara apa itu, saya tidak kelihatan tertutupi dengan layar dari tadi
ka.ta.bir.an v minta tutup : pawon sija ~ rik kiyai mari dang panas dapur ini minta tutup dengan tabir sama kakak agar tidak panas
si.ta.bir.an v saling tutup dengan tabir : tian jona ~ mereka tadi saling tutup dengan tabir
ta.bu [tabu] n labu : buah -- sikam kok balak buah labu kami sudah besar
bu.ta.bu v berlabu; mempunyai labu : bangik yo kuti ~ nayah enak ya kalian mempunyai labu banyak
ta.bu.ni n tembuni bayi : -- sanak suda radu tikuburko tembuni anak itu sudah dikuburkan
ta.bur [tabu] v sebar : radu ku -- cutik mulan lopang suda sudah kusebar sedikit bibit timun itu
bu.ta.bur.an v bersebaran : kortas dunggak mija jona ~ bak angin kertas di atas meja tadi bersebaran oleh angin
ti.ta.bur.ko v disebarkan : ~ dipa mulan tiung jona disebarkan dimana bibit teronng tadi
si.ta.bur.an v saling sebar : sikam nombija ~ pari sai di pamolang kami kemaren saling sebar padi yang di pematang
ta.dah [tadah] v tadah : -- bakmu posay dang ngayonko hulun barih tadah olehmu sendiri jangan menyuruh orang lain
nga.na.dah.ko v menadahkan : sanak sina ~ punguna ga kilu duit anak itu menadahkan tangannya mau minta uang
ti.ta.dah.ko v ditadahkan : ~ pungu untuk ngakukna jadi gancang mindahko bias sina ditadahkan tangan untuk mengambilnya supaya bisa cepat selesai memindah beras itu
ka.ta.dah v minta tadah : adik ~ rik nyak waktu ngakuk duku dari kotak adik minta tadahkan sama saya ketika mengambil duku dari kotak
si.ta.dah.an v saling tadah : kuti ~ mari gacang radu kalian saling tadah agar cepat selesai
ta.duk [tadu] n jantung pisang : sapa haga nganik -- siapa mau makan jantung pisang
bu.ta.duk v berjantung : mak uniga lagi punti sikam ~ tidak lama lagi pisang kami berjantung
ta.jom [tajom] n tajam : radu tiasah nombija bosi sina -- nihan sudah diasah kemaren pisau itu menjadi sangat tajam
nga.na.jom v makin tajam : amon tiasah torus ~ pasti bila diasah terus semakin tajam pasti
ti.ta.jom.ko v ditajamkan : amon kok ~ hulun rabai bupodok bila sudah ditajamkan orang takut mendekat
ka.ta.jom.an v ketajaman tajam sekali : nikuja ngasah bosi ~kamu mengasah pisau terlalu tajam kamu mengasah pisau terlalu tajam
ta.ka.bur [takabu] n takabur : amon jadi jolma balak niku dang -- jika jadi orang besar kamu jangan takabur
ta.kat [takat] v panjat : cuba -- bakmu batang uraisa coba kamu panjat pohon pinang ini
bu.ta.kat v manjat : haga mak niku ~ nyiwi maukah kamu memanjat kelapa
nga.na.kat v memanjat : nyak haga ~ jambu saya mau memanjat jambu
ka.ta.kat.an v minta panjatkan : sanak suda ~ layanganna nyangkut dunggak batang punti kayu anak itu minta panjatkan layangannya menyangkut di atas pohon pepaya
ti.ta.kat v dipanjat : ~ sapa batang ngurai kitaja dipanjat siapa pohon mangga kita ini
ti.pa.ta.kat v tidak sengaja dipanjat : batang durian kuti ~ pohon durian kalian tidak senganja dipanjat
ta.kung [taku] n pelepah pinang yg sering digunakan anak-anak untuk bermain, pembungkus dodol, wajik : -- urai suda kok haga tiak pelepah pinang itu sebentar lagi mau jatuh
ta.la.dan [teladan] n teladan : sanak sina ~ di sakolahna anak itu teladan di sekolahnya
nga.na.la.dan.i v meneladani : nikukan anak sai tuha jadi ~ adik-adikmu kamukan anak yang tua jadi meneladani adik-adikmu
ti.ta.la.dan.i v diteladani : jolma pintor pasti ~ jolma nayah orang pintar pasti diteladani orang banyak
ta.lam [talam] n nampan : susunda cangkir suda lom -- susunlah cangkir itu dalam nampan
bu.ta.lam v bernampan : ~ api makwat kita nyotarko nonti bernampan apa tidak kita menyajikan nanti
ta.lang [tala] n daerah tandus yang dihuni beberapa keluarga yg belum menjadi dusun : tian mamang sinangon tinggal di -- sekeluarga paman dulu tinggal di talang
ta.li [tali] n tali : -- ujung kalambu suda pantut tali ujung kelambu itu putus
bu.tali v bertali : holauda amon niku makai kawai sai ~ baguslah kalau kamu memakai baju yang bertali
nga.na.li v menali : nyak sai ~ kukutna saya yang menali kakinya
katalian v minta talikan : niku jona ~ disapa kamu tadi minta tali dengan siapa
si.ta.li.an v saling menalikan : amon tungguk onti ~ juga kawai kuti mari gancang jika kalian sampai saling tali saja pisang itu agar cepat
ta.liti [taliti] n teliti : niku mak -- jadi paboli kasut kuyak cutik cutik kamu tidak teliti jadi terbeli sendal robek sedikit
nga.na.li.ti v meneliti : holauna niku ~ jak tiuh sikam juga bagusnya kamu meneliti dari dusun kami saja
ti.ta.li.ti v diteliti : radu ~ unyin sai carita jaman paija sudah diteliti semua cerita zaman dahulu
ka.ta.li.ti v minta diteliti : ~ di niku juga PR sanak-sanak nonti minta diteliti kamu saja PR anak-anak nanti
pa.na.li.ti v peneliti : kaunyin ~ say ratong, payu tiaturi mongan semua peneliti yang datang, mari dipersilakan makan
ta.lo.pun [talopun] n telepon : -- di lombahan sikam cadang telepon di rumah kami rusak
bu.ta.lo.pun v bertelepon : onti kita ~ juga amon mak jadi lapah nanti kita bertelepon saja kalau tidak jadi pergi
nga.na.lo.pun v menelepon : nyak nombija ~ niku tapi mak tiangkat saya kemaren menelepon kamu tapi tidak diangkat
ka.ta.lo.pun v minta telepon : umak ~ di kiyai jona pagi ibu minta ditelepon sama kakak tadi pagi
ta.los [talos] n ubi talas : 1. -- hoda pacak jadi rampai; 2. -- muka lombahan sikam tumbuh nayah 1. ubi talas bisa jadi sayuran; 2. talas depan rumah kami tumbuh banyak
ta.los.an [talsan] v kain basahan untuk mandi : amon mandi di pangkalan dang lupa nunda -- jika mandi di sungai jangan lupa bawa kain basahan
bu.ta.los.an v bertalosan; mempunyai kain basahan : sikam ~ guai mandi di pangkalan kami mempunyai kain basahan untuk mandi di sungai
ta.man [taman] n taman, taman bunga : ubak angguai -- rodik lombahan ayah membuat taman dekat rumah
bu.taman n bertaman; mempunyai taman : holau nihan lombahan suda ulahna ~ bagus sekali rumah itu karena mempunyai taman
ta.mat [tamat] n tamat : amon niku -- sakola haga tidipa jika kamu tamat sekolah mau kemana
bu.ta.mat v menyelesaikan sesuatu ttg pelajaran : amon onti ~ wat hadiah untukmu jika nanti ngajinya tamat akan kuberi hadiah untukmu
nga.na.mat.ko v menamatkan : kiyai ganta radu ~ sakola pesantren tahun sinangon kakak menamatkan sekolah pesantren tahun dulu
ti.ta.mat.ko v ditamatkan : ~ ustadz api niku nombija ditamatkan ustadz apa kamu kemaren
ka.ta.mat.an v minta tamat : ~ gancang nunda hulun curiga minta tamat cepat membuat orang tanda tanya
ta.ni.hi [tanihi] n perut : -- ku sakik perutku sakit
ta.noh [tanh] n tanah : -- di tiuh murah horgana tanah di dusun murah harganya
ta.nya [taa] pron tanya : -- bakmu anggomanmu haga lapah api makwat tanyalah olehmu istrimu mau pergi apa tidak
bu.ta.nya pron bertanya : nyak ~ jona niku mak haga saya bertanya tadi kamu tidak mau
ti.ta.nya pron ditanya : radu ~ ubak laju ya miwang sudah ditanya ayah terus dia menangis
ti.ta.nya.ko pron ditanyakan : nyak jona ~ sapa saya tadi ditanyakan siapa
ka.ta.nya v minta tanya : nyak mak haga ~ saya tidak mau minta tanya
nga.na.nya.ko v menanyakan : nyak ga ~ soal sai nombija saya mau menanyakan masalah kemarin
par.ta.nya.an v pertanyaan : kaunyin ~ radu kujawab semua pertanyaan sudah kujawab
si.ta.nya.an v saling tanya : sikam ~ alamat lombahan kami saling tanya alamat rumah
ta.pai [tapai] n tapai ubi, tapai ketan hitam : nyak nombija angguwai -- jak kotan halom saya kemarin membuat tapai dari ketan hitam
ta.ra.li [taali] n terali : -- sikam haga tigonti bakna cadang terali kami mau diganti karena rusak
bu.ta.ra.li v berterali : ganta rawang sikam radu ~ sekarang pintu kami sudah berterali
ti.ta.ra.li v diterali : amon radu ~ rawang lombahan rasana aman bila sudah diterali pintu rumah rasanya aman
ta.ri.kah [taikah] n seterika : nyak nombija amboli -- ronik saya kemarin membeli seterika kecil
bu.ta.ri.kah v berseterika : ganta ~ listrik jadi bangik mak pakai harong lagi sekarang berseterika listrik jadi enak tidak pakai arang lagi
ti.ta.ri.kah.ko v diseterikakan : tulung pai ~ kawaiku tolong dulu seterikakan bajuku
ka.ta.ri.kah.ko v minta seterikakan : radu niku ~ kaunyin kawaimu di adik sudah kamu minta seterikakan semua bajumu di adik
ta.ri.ma [taima] n terima : ngapi mak niku -- zakat jak jolma sina mengapa engkau tidak terima zakat dari orang itu
ti.ta.ri.ma v diterima : radu ~ kiriman jak umak sudah diterima kiriman dari ibu
nga.na.ri.ma v menerima : amon mak haga – jakkusa mak api-api kalau tidak mau menerima dari saya tidak apa-apa
ka.ta.ri.ma.an v minta terima : nyak ~ kaunyin sai kutundasa saya minta terima yang semua kubawa ini
ta.ri.mus [taimus] n termos; benda yg terbuat dr plastik atau kaleng untuk wadah air dingin atau panas : amon kuti ga rumayok dang lupa nunda -- bila kamu mau mudik jangan lupa membawa termos
bu.ta.ri.mus v bertermos; mempunyai termos : niku ~ pira ngabungkal kamu mempunyai termos berapa buah
ta.ring [tai] n taring : -- halimawong sina tajom nihan taring harimau itu tajam sekali
bu.ta.ring v bertaring : anak kucing sikam ganta kok ~ anak kucing kami sekarang sudah bertaring
ta.ro.bos [tabs] n terobos : biar gancang -- juga agar cepat terobos saja
nga.na.ro.bos v menerobos : mak kusangko jolma sina ~ sikam tidak kusangka orang itu menerobos kami
ti.ta.ro.bos v diterobos : kapan ~ halimawong laju basbas bingkas jolma-jolma di huma di waktu diterobos harimau akhirnya kocar-kacir orang-orang di kebun
ka.ta.ro.bos v dapat menerobos : dang lambatga, onti ~ hulun barih jangan terlalu lambat nanti diterobos orang lain
si.ta.ro.bos.an v saling terobos : kutija gawina ~ torus kalian ini kerjanya selalu saling terobos
ta.ro.wong.an [tawan] n terowongan : kuliak dilom -- manom nihan kulihat di dalam terowongan gelap sekali
bu.ta.ro.wong.an v berterowongan : watmak ~ pokmu tinggal paija adakah terowongan tempat kamu tinggal dahulu
ta.ru.pung [taupu] n teropong : luahko pay -- bintang sai ompai tiboli keluarkan dulu teropong bintang yg baru dibeli
bu.ta.ru.pung v berteropong : ~ rik kortas kiay caicak nganaropong adik berteropong dengan kertas kakak pura-pura neropong adik
nga.na.ru.pung.i v meneropongi : ~ sapa niku jona pagi meneropongi siapa kamu tadi pagi
ti.ta.ru.pung.i v diteropongi : cuba ~ pay jolma say dapok hadiah jona coba diteropongi dulu org yg dapat hadiah tadi
si.ta.ru.pung.an v saling teropong : sikam bingsina ~ kami semalam saling teropong
ta.ruh [tauh] n sesuatu yg menjadi taruhan atau yg diperebutkan dalam perjuadian :
bu.ta.ruh n bertaruh : niku sanggup ~ pira rik nyak kamu sanggup bertaruh berapa dengan saya
ta.rum.pit [taumpit] n terompet : -- tahun baru nayah dijual hulun terompet tahun baru banyak dijual orang
bu.ta.rum.pit v berterompet mempunyai terompet : niku ~ pira kamu mempunyai terompet berapa
ta.rup [taup] n atap panggung untuk suatu pertunjukan atau mau hajatan : jolma sai haga sadokah suda radu nogakko -- orang yang mau sedekah itu sudah mendirikan tarup
tai.tai [taytay] v injak : cuba -- bakmu amon pacak coba injak oleh kamu kalau bisa
tak.luk n turut; menurut perintah : niku dang -- rik jolma sina kamu jangan nurut sama orang itu
nga.nak.luk.ko v menaklukkan : juk sipa carana ~ jolma sina bagaimana caranya menaklukkan org itu
ti.tak.luk.ko v ditaklukkan; diturutkan : dang haga ~ sanak ronik jangan mau ditaklukkan anak kecil
tak.tik [tati] n cara, sesuatu jln: : -- jolma sina alang holauna haga ngiuk sanak-sanak cara orang itu alangkah bagusnya mau membohoni anak-anak
tam.ba.ga [tambaga] n tembaga : kalung sija layonda jak mas tapi -- kalung ini bukan terbuat dari mas tapi tembaga
bu.tam.ba.ga n bertembaga; mempunyai tembaga : api kuti ganta ~ nayah apa kalian mempunyai tembaga sekarang
tam.ba.ku [tambaku] n tembakau : akas kilu boli -- kakek minta beli tembakau
bu.tam.ba.ku v bertembakau, mempunyai tembakau : nyak haga ngangas tapi mak -- saya mau makan sirih tapi tidak bertembakau
nga.nam.ba.ku.ko v mempergunakan tembakau : amon lokok sanak dang ~ kalau masih anak-anak jangan mempergunakan tembakau
tam.bah [tambah] n tambah : -- cutik kanna dang lamonga onti mak bola tambah sedikit nasinyatajang terlalu banyak nanti tidak habis
bu.tam.bah v bertambah : ganta lombahan kuti kaliakanna ~ balak sekarang rumah kamu kelihatannya bertambah besar
nga.nam.bah.ko v menambahkan : nyak ~ wai di cangkirmu jona saya menambahkan air di cangkirmu tadi
ka.tam.bah.an v minta tambah : jolma suda ~ gula cutik orang itu minta tambah gula sedikit
ti.tam.bah v ditambah : ~ siya cutik juga mari wat rasa hasin ditambah garam sedikit saja agar ada rasa asin
si.tam.bah.an v saling tambah : sanak rua suda ~ kanian anak dua itu saling tambah makanan
ti.pa.tam.bah v tertambah, tidak sengaja ditambah : kamaapanda nyak jona ~way di basuhansa mohon maaf saya tidak sengaja meambahkan air di cucian ini
tam.bi [tambi] n orang tambi; martabak tambi; martabak yg dibuat oleh org tambi : nayah jolma -- tinggal dija banyak orang tambi tinggal di sini
tam.bo.su [tambosu] n kayu tembesu : ari sikam jak kayu -- tiang kami terbuat dari kayu tembesu
tam.bu.bu [tambubu] n bubu perangkap ikan : tulung langai pai -- di huma antah wat iwakna tolong awasi dulu bubu di sawah mungkin ada ikannya
tam.par [tampa] v tampar : -- amon barani tampar kalau berani
bu.tam.par.an v bertamparan : masalah cutik sina laju ~ masalah sedikit itu laju bertamparan
nga.nam.par v menampar : nyak ~ sanak ngamaling duit saya menampar anak maling uang
ti.tam.par v ditampar : niku ~ sapa kamu ditampar siapa
ka.tam.par.an v tertampar : andongi tawai jak ustaz di masigit nyak ngarasai ~ mendengar ceramah dari ustadz di masjid saya merasa tertampar
si.tam.par.an v saling menampar : bakna cawa jolma lawangan sina sikam laju ~ karena perkataan orang gila itu kami akhirnya saling tampar
tam.pol [tampl] v tampal : -- ban duda murah upahna tampal ban di sana murah upahnya
nga.nam.pol.ko v menampalkan : nyak ~ ban karito pocoh saya menampalkan ban sepeda pecah
ti.tam.pol.ko v ditampalkan : tulung ~ kaunyin ban muka belakang pocoh tolong ditampalkan semua ban depan belakang pecah
ka.tam.pol.an v minta tampalkan : niku jona ~ dipa kamu tadi minta tampalkan dimana
pa.nam.pol.an v alat penampal : pilihko ~- sai holau pilihkan alat penampal yang bagus
tam.poq [tamp] v tutup : dang -- nyak mak kaliyakan jangan ditutup saya tidak kelihatan
tam.pu.yak [tampuya] n durian yg diasamkan: durian yg diawetkan : nyak nombija masak -- saya kemaren masak tampuyak
tam.puk [tampu] n tampuk, suatu yg ada dibagian manggis untuk menghitung berapa isi buah manggis tsb : tiliak jak -- manggus sina isina pitu dilihat dari tampuk manggis itu isinya tujuh
bu.tam.puk v bertampuk: mempunyai tampuk : wat hoda manggus mak ~ ada saja manggis yang tidak bertampuk
tam.pung [tampu] v tamping : radu ku -- gitoh karit suda sudah kutampung getah karet itu
nga.nam.pung.i v menampungi : nyak laju ~ kaunyin kuti saya terus menampungi semua kamu
ti.tam.pung v ditampung : kuti duda onti ~ sapa kalian di sana nanti ditampung siapa
pa.nam.pung.an v penampungan: tempat : mak bangik tinggal di ~ tidak enak tinggal di penampungan
si.tam.pung.an v saling tampung : jadi kuti ~ biyas say mak bola-bola sina jadi kalian saling menampung beras yg tdk habis-habis itu
tam.tu [tamtu] n tentu; pasti : -- nihan api niku sai ratong jomoh pagi apakah pasti kamu yg akan datang besok pagi
nga.nam.tu.ko v menentukan : sapa ~ yona dapak juara siapa yang menentukan dia dapat juara
ti.tam.tu.ko v ditentukan : radu ~ nikuda lapah mona sudah ditentukan kamu yg pertama berjalan
ka.tam.tu.an v ketentuan; kepastian : jolma sina kilu ~ tungguk hari sonin orang itu minta kepastian sampai hari senin
si.tam.tu.an v saling tentu : kapan kuti haga ~ pokna kapan kalian akan saling menentukan lokasinya
tan.ding [tandi] v tanding : bingisa wat lomba -- tiuh pa malam ini ada tanding desa mana
bu.tan.ding v bertanding : ~ rik niku pastida nyak kalah bertanding sama kamu pastilah saya kalah
nga.nan.ding.ko v menandingkan : dangda ~ sisuku onti mati janganlah menandingkan ayamku nanti mati
tan.dok [tando] v lekat; lengket : alangkok – kayu sija alangkah lengketnya kayu ini
nga.nan.dok.ko v melekatkan : ~ api niku jona melekatkan apa kamu tadi
ti.tan.dok.ko v dilekatkan : gambar sija ~ di saisai lombahanmu juga gambar ini dilekatkan di dinding rumahmu saja
ka.tan.dok.ko v minta lekatkan : nyak ~ matrai sija gantada saya minta lekatkan materai ini sekaranglah
tan.ta.ra [tantaa] n tentara : jak ronik mimang jolma sina haga kuruk -- dari kecil memang orang itu mau masuk tentara
tan.tang [tanta] n tantang, ti.tan.tang v ditantang : nyak ~ jolma sina ratong saya ditantang orang itu datang
ka.tan.tang.an v minta tantang : sapa sai haga ~ siapa yang mau minta tantang
si.tan.tang.an v saling tantang : amon barani nihan payu kiat ~ kalau berani sekali ayo kita saling tantang
tan.to.ram [tantam] n tentram; damai : bangik rasana amon hati -- enak rasanya kalau hati tentram
tang.golom [taglm] n tenggelam : awas dang ti lawok ga onti -- awas jangan ke laut nanti tenggelam
nga.nang.go.lom.ko v menenggelamkan : ubak ~ kayu sai ampai ti tuar ayah menenggelamkan kayu yang baru ditebang
ti.tang.go.lom.ko v ditenggelamkan : ~ sapa sabun nombija ditenggelamkan siapa sabun kemarin
ka.tang.go.lom.an v menjadi tenggelam : tiuh sikam ~ bakna way balak desa kami menjadi tenggelam karena banjir
si.tang.go.lom v saling tenggelam : sanak-sanak ~ mandi sialau-alauan anak-anak saling tenggelam mandi saling kejar-kejaran
ti.pa.tang.golom v tidak sengaja tenggelam : ~ biduk suda tidak sengaja tenggelam perahu itu
tang.guli [taguli] n gula aren yg encer rasanya manis : nyak dikayon umak amboli ~ saya disuruh ibu membeli tangguli
tang.ka.yung [takayu] n jeritan : -- sapa say paling holau jeritan siapa yg paling bagus
tang.kai [takai] n tangkai : -- bunga suda patoh tangkai bunga itu patah
tang.kal [takal] n tangkal : api da bacaan -- sobah apakah bacaan tangkal miskin
nga.nang.kal v menangkal : untungda wat sai ~ nyaru untunglah ada yang menangkal petir
ti.tang.kal v ditangkal : habanna radu ~ rik lobas bulung punti mas penyakitnya sudah ditangkal dengan obat daun pisang emas
pa.nang.kal v penangkal : ~ nyaru kok titapko dipa-dipa penangkal petir sudah ditempatkan dimana-mana
tang.ku.lop [takulop] n hari gelap mendung : kok -- mak jadi sikam lapah hari sudah gelap mau hujan tidak jadi kami pergi
tap.sir [tapsi] n kira : -- pay pira harga korbau sija coba tafsir dulu berapa harga kerbau ini
nga.nap.sir v mengira : sapa ~ niku ga buanggoman rik morli sina siapa mengira kamu akan menikah dg gadis itu
ti.tap.sir v dikira : mun ~ umur kucingsa kok rua puluh tahun jika ditafsir umur kucing ini sudah dua puluh tahun
tar.la.lu [talalu] n terlalu : dangda -- nayah niku ngakuk kanian janganlah terlalu banyak kamu mengambil makanan
tar.wi.lu [tawilu] n terwelu, sejenis kelinci : kiyai nombija amboli -- kakak kemaren membeli terwelu
bu.tar.wi.lu v berterwelu; mempunyai terwelu : sanak-sanak sina kaunyinna ~ rua anak-anak itu semuanya berterwelu dua
tas [tas] n tas : -- sapa tinggal di lombahan umak tas siapa tinggal di rumah ibu
bu.tas v bertas; mempunyai tas : lapah onti niku ~ say warna api pergi nanti kamu bertas warna apa
tas.bih [tasbih] n tasbih : -- tombay tinggal di kasur tasbih nenek tinggal di kasur
tau.co [tauco] n tauco : alang bangikna mongan gulai -- alangkah enaknya makan lauk tauco
tau.man [tawman] n ikan toman, ikan gabus besar : -- bangik dipindang ikan toman enak dipindang
ti.ak [tia] v jatuh : -- dipa duitmu jona jatuh dimana uangmu tadi
bu.tiak.an v berjatuhan : kanian sanak sina ~ tungguk bola kue anak itu berjatuhan sampai habis
nga.ni.ak.ko v menjatuhkan : dangda ~ batu jak unggak onti kona sikam sai di bah janganlah menjatuhkan batu dari atas nanti kena kami yang di bawah
ka.ti.ak.an v minta jatuhkan : tulung ~ timbuk mandi tolong minta jatuhkan timba mandi
si.ti.ak.an v saling jatuhkan : tian ~ di way mereka saling jatuhkan di sungai
ti.ak.ko v jatuhkan : ~ pay langsak sina jatuhkan dulu buah duku itu
ti.as [tiyas] n keras : kayu sina -- nihan mak kapatoh kayu itu keras sekali tidak terpatahkan
ti.ba.bai [tibabaj] v gendong di punggung belakang : bai sina -- anakna walau lokok bugawi wanita itu menggendong anaknya sambal bekerja
ti.ba.li.gut [tibaligut] a terbalik (tentang benda yang berpasangan) : sapatuna – sepatunya terbalik
ti.ba.rot.bot [tibatbt] v telan bulat-bulat : dang da laju – sagala sai didongi jangan sampai tibarotbot semua yang kau dengar
ti.ba.ru.tui [tibautuj v buang air besar yang tak tertahankan : bakna mak tahan lagi sanak sina laju -- karena tak tahan lagi akhirnya anak itu buang air besar yang tak tertahankan
ti.bang.bang [tibaba] v dibawa lari : anak bai pak amat dibangbangko tinadaina anak perempuan pak amat di bawa lari pacarnya
ti.cang.kom v dicengkam: : ngapi ~ biyas sija mengapa dicengkam beras ini;
ti.da.da [tidada] v jatuh telentang dan kepala bagian belakang membentur tanah : huluna sakik bakna ya ampai jak kepalanya sakit karena ia baru saja tidada
ti.ga.ya.tak [tigaata] a berantakan (tt kondisi rumah) : lambahanna lakok -- waktu ditinggalko rumahnya masih berantakan saat ditinggalkan
ti.gin.cing [tginci] v jatuh ke samping : punguna katan bakna – tangannya luka karena jatuh
ti.ha.ring.ring [tihaii] v hampir terjatuh : sanak sina kok ga – waktu dibabai kiyaina anak itu hampir jatuh waktu digendong kakaknya
ti.ha.ru bi.ru [tiharu biru] n suara yang tidak keluar secara sempurna atau tersendat-sendat : sawara mosin motor sina – suara mesin motor itu tersendat-sendat
ti.han.dos [tihands] v tersandung (benda) : kukutna – batu kakinya tersandung batu
ti.hum.pas [tihumpas] v jatuh terhempas : bandanna – bakna rangraya liyut badannya jatuh terhempas karena jalan licin
ti.hun.dong [tihundo] v terperangah : nyak – ngaliyak sanak sina tihumbak saya terperangah melihat anak itu terjatuh
ti.ju.rak [tiua] a sungsang : anakna sai tuha lahir – anaknya yang pertama lahir sungsang
ti.ka.jik.jik [tikaii] v buang air besar di celana secara tidak sengaja karena sudah tidak tahan lagi : bakna kok mak tahan lagi, laju sanak sina – karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya anaknya itu buang air besar di celana
ti.ka.so.nguh [tikasŋuh] a tersingkap (terlihat auratnya) : kawaina ~ pakaiannya tersingkap
ti.kan.dak [tikanda] v menemui jalan buntu : ya mak pacak tidipa-dipa lagi bakna kok – dia tidak bisa ke mana-mana lagi karena sudah menemui jalan buntu
ti.ko.na [tikna] v terkena (tt guna-guna) : kanti ya kok -- mungkin ia sudah terkena guna-guna
ti.kor [tik] n tikar : nyak ga amborsihko -- saya mau membersihkan tikar
bu.ti.kor v bertikar : mempunyai tikar : ~ di lombahan ombay wat puluh ngalambar tikar di rumah nenek ada sepuluh lembar
ti.kus n tikus : nayah -- di lombahan sikam banyak tikus di rumah kami
ti.la.buh [tilabuh] v terjatuh : kok tolu kali ya -- sudah tiga kali ia terjatuh
ti.la.duq [tiladu] n terlanjur : -- nyak haga rik niku terlanjur saya mau sama kamu
1 ti.li.soh [tilish] v tertawa terpingkal-pingkal : ubakna ~ laju luah wai mata ayahnya tertawa terpingkal-pingkal sampai mengeluarkan air mata
2 ti.li.soh [tilish] a sakit merintih tak tertahankan : kasihan ya ~ kasihan dia merintih kesakitan
ti.lung.kop [tilukp] v 1 (orang) jatuh tertelungkup mencium tanah: ; 2 (wadah yang berisi sesuatu) tertumpah habis : 1 sanak ronik sina miwang bakna ~ 2 kanian usunganna – 1 anak kecil itu menangis karena jatuh tertelungkup 2 makanan bawaannya tertumpah habis
ti.mang [tima] v timang : -- pay anakmu ja timang dulu anakmu ini
ti.mang-ti.mang v timang-timang : amon sanak sina miwang ~ bila anak itu nangis timang-timang
nga.ni.mang v menimang : nyak ~ anak kiyai saya menimang anak kakak
ti.ti.mang v ditimang : ~ sapa anakmu jona ditimang siapa anakmu tadi
si.ti.mang.an v saling timang : ~ amon buya saling timang kalau capek
ti.mba [timba] n timba air : tali -- sumur kita putuk tali timba sumur kita putus
bu.tim.ba v bertimba: mempunyai timba : nikukan ~ jadimak nyak nginjam kamu kan mempunyai timba bolehkah saya minjam
si.tim.ba.an v saling timba : kuti onti ~ mari gancang radu kamu nanti saling timba agar cepat selesai
ti.pa.tim.ba v tidak sengaja tertimba : nyak kilu maaf ~ sumur dokmu saya minta maaf tidak sengaja tertimba sumurmu
ti.pa.lik [tipali] v tertular (suatu penyakit) : jaga anakmu dang  habah kawanna jaga anakmu jangan sampai tertular penyakit temannya
ti.pa.ra [tipaa] v datang : sangrobok lagi ya – sebentar lagi dia datang
ti.pu.la.kak [tipulaka] v jatuh ke belakang, tetapi bagian kepala belakang tidak menyentuh tanah : sanak ronik sina musti diayat bakna ampai – anak kecil itu harus diurut karena baru saja tipulakak
ti.ri [tii] n tiri: anak tiri, ibu tiri : cak hulun umak -- mak holau kata orang ibu tiri tidak bagus
ti.rit [tiit] n deret : susun -- juga onti ku rikin susun deret saja nanti kuhitung
bu.ti.rit v berderet : rapi-rapida kuti baris ~ ti balakang rapi-rapilah kalian baris berderet ke belakang
ti.ti.rit.ko v dideretkan : pinggan sija onti ~ tungguk balakang piring ini nanti dideretkan sampai belakang
ka.ti.rit v minta deret : bangkumu haga ~ podok sapa kursimu mau minta deret dekat siapa
si.ti.rit.an v berderetan : nyak ~ rik rik niku juga saya berderetan dengan kamu saja
ti.ron.tang [tionta] n terentang : -- jolas tulisanna di sai-say terentang jelas tulisannya di dinding
ti.ru [tiu] n tiru, contoh : dang -- manku onti gohgoh laju kona marah guru jangan tiru punya saya nanti sama akhirnya kena marah guru
nga.ni.ru v meniru, mencontoh : dang niku ~ sai mak holau kamu jangan meniru yang tidak bagus
ka.ti.ru v minta contoh : niku haga ~ rik sikam kamu mau minta contoh sama kami
si.ti.ru.an v saling tiru : kuti amon ulangan onti dang ~ kalian kalau ulangan nanti jangan saling tiru
ti.pa.ti.ru v tidak sengaja ditiru : dangda salahko nyak, ulanganmu nombija ~ janganlah salahkan saya, ulanganmu kemaren tidak sengaja kutiru
ti.ruq [tiu] n tombak : amon haga kuruk pulan dang lupa nunda -- jika mau masuk hutan jangan lupa bawa tombak
ti.si.lop [tisilp] v tertidur sebentar : nyak -- waktu monahna ratong saya tertidur sebentar saat menunggunya datang
ti.sim.pang [tisimpa] a lupa ingatan tapi belum gila : kasihan nihan bai holau sina -- kasihan sekali wanita cantik itu lupa ingatan tapi belum gila
ti.sing.ut [tisiut] v merajuk : dang mudah nihan -- jangan mudah sekali merajuk
ti.song.ih [tisoih] v nyengir : ya mih -- waktu didudu dia hanya nyengir saat dipanggil
ti.ta.bur [titab] adv bertaburan : pagurauanna – di lantai mainannya bertaburan di lantai
ti.ti.s [titis] n tetes : -- pinsan kok hodakda habanna di tuot tetes sekali sudah sembuhlah penyakitnya di lutut
bu.ti.tis.an v bertetesan : rahna ~ jak kukut darahnya bertetesan dari kaki
nga.ni.tis.ko v meneteskan : alang tahan sanak sina ~ way mata cutik makkawat alang tahan anak itu meneteskan air mata sedikitpun tidak
ti.ti.tis.ko v diteteskan : ~ cutik juga dang kanayahan diteteskan sedikit saja jangan kebanyakan
si.ti.tis.an v saling tetes : nyak saro jadi kita ~ saya susah jadi kita saling tetes
ti.pa.ti.tis v tidak sengaja tertetes : minyak sija ~ di kanianmu minyak ini tidak sengaja tertetes di kuemu
ti.uh [tuh] n kampung : -- sikam ganta kok rami kampung kami sekarang sudah ramai
pa.ti.uh.an v perkampungan : kintu niku mak haga malih di ~ hongon mungkin kamu tidak mau pindah di perkampungan sepi
ti.ung [tiyu] n terong : nyak nanom -- di kobun saya menanam terong di kebun
bu.ti.ung v berterong mempunyai terong : pira nayah niku ~ berapa banyak kamu mempunyai terong
tih [tih] n teh : niku haga nginum -- kamu mau minum teh
tim.bang [timba] n timbang : -- pay biyas sija timbang dulu beras ini
nga.nim.bang v menimbang : ~ gula sangakarung menimbang gula sekarung
ti.tim.bang v ditimbang : ~ sapa rotak sija ditimbang siapa kacang ini
ka.tim.bang.an v minta timbang : niku ~ gotahmu di sapa kamu minta timbang karetmu dengan siapa
si.tim.bang.an v saling timbang : sikam onti ~ juga mari gancang radu kami nanti saling timbang saja supaya cepat selesai
tim.bul [timbul] n timbul, muncul : asa-asa -- jak liba buha sina tahu-tahu timbul dari hilir buaya itu
ti.tim.bul.ko v ditimbulkan : kayu lom way radu ~ ubak kayu dalam air sudah ditimbulkan ayah
ka.tim.bul v dapat menimbulkan : mun nganik kanian sija nyak ~ haban gatol-gatol jika saya makan makanan ini dapat menimbulkan penyakit gatal-gatal
tim.buq [timbu] n jalan besar; jalan raya : lombahanku ganta kok jadi -- rumahku sekarang sudah menjadi jalan raya
bu.tim.buq v berjalan; mempunyai jalan : ganta bangik haguk topi radu ~ holau sekarang enak arah tepi sudah mempunyai jalan bagus
ti.tim.buq v di jalan : nyak ~ jona ngaliak kambing halom saya di jalan tadi melihat kambing hitam
tim.pa [timpa] v timpa; tindih : dang -- punguku onti tisilut jangan tindih tanganku nanti keseleo
nga.nim.pa v menindih : niku dang ~ sanak ronik sija kamu jangan menindih anak kecil itu
titimpa v ditindih : niku ~ sapa kamu ditindih siapa
ka.tim.pa.an v tertindih : ulay sina ~ rik kutak balak ular itu tertindih kotak besar
si.tim.pa.an v saling timpa : laju usungan sikam ~ akhirnya barang bawaan kami saling timpa
tim.pil [timpil] n tempel : radu niku -- gambar suda di saisai sudah kamu nempel gambar di dinding
tim.pu [timpu] n tangguhkan (waktu) : tempo: nyak kilu -- tungguk joh pagi saya minta tangguhkan sampai besok pagi
tin.daq [tinda] n tindak : amon jolma sina salah gancang da -- jika orang itu salah cepatlah tindak
bu.tin.daq v bertindak : mak pacak ga ~ lagi polisi kok ratong tidak bisa bertindak lagi polisi sudah datang
nga.nin.daq v menindak : sapa sai haga ~ sanak sina siapa yang mau menindak anak ini
ti.tin.daq v ditindak : ~ ganta juga onti ya kok lijung ditindak sekarang saja nanti dia sudah pergi
ka.tin.daq.an v minta tindak : niku haga ~ di polisi suda kamu mau minta tindak di polisi itu
si.tin.daq.an v saling tindak : kaunyin jolma sai bumasalah laju ~ semua orang yang bermasalah terus saling tindak
ti.pa.tin.daq v tidak sengaja ditindak : laju – polisi jolma sudaulahna wat di TKP akhirnya tidak sengaja ditintak polisi orang itu karena di TKP
tin.juk [tinju] v tangkap : -- burung suda onti hambur tangkap burung itu nanti terbang
nin.juk v menangkap : nyak ~ iwak di lobak saya menangkap ikan di sawah
ti.tin.juk v ditangkap : ~ polisi amon busalah ditangkap polisi jika bersalah
ka.tin.juk v minta tangkap : akas ~ sisuna lucuk kakek minta tangkap ayamnya yg lepas
ti.pa.tin.juk v tidak sengaja tertangkap : ~ hurang di jalaku tidak sengaja tertangkap udang di jalaku
tin.juk.ko v tangkapkan : tulung ~ anak kucing sikam tolong tangkapkan kucing kami
ting [ti] n teng :wadah minyak : -- minyak suda kaponuhan teng minyak itu kepenuhan
ting.gal [tigal] n tinggal : niku ganta -- dipa kamu sekarang tinggal dimana
nga.ning.gal.ko v meninggalkan : niku ~ kasna bugawoh kamu meninggalkan bekasnya saja
ti.ting.gal.ko v ditinggalkan : gancangda cutik onti ~ mubil cepatlah sedikit nanti ditinggalkan mobil
ka.ting.gal v minta tinggal : nyak ~ tolu juga tohluy sina saya minta tinggal tiga saja telur itu
sitinggalan v saling tinggal : kutija ~ mak nunggu lagi kalian ini saling tinggal tidak menunggu lagi
1 ting.kat [tikat] n rantang: utk wadah : nyak ga bukadu -- rua saya mau berkado rantang dua
tis [tis] n tes : -- haga angguwai SIM bubolit-bolit tes mau membuat SIM berbelit-belit
ngo.tis v ngetes : nikuna haga ~ hulun bigawoh badan diwik mak haga kamu ini mau ngetes orang saja diri sendiri tidak mau
ti.tis v dites : ~ sapa waktu kuti sinangon dites siapa waktu kalian dulu
ka.tis.an v minta tes : niku amon haga bangik ~ rik sai jolma suda kamu jika mau enak minta tes sama yang orang itu
si.tis.an v saling tes : amon haga ingok soal-soal onti jak ganta kuti ~ juga jika mau ingat soal-soal nanti dari sekarang kalian saling tes saja
tipacangkom v tidak sengaja dicengkam: : nyak -- pungu sanak sija saya tidak sengaja mencengkan tangan anak ini
to.at [toat] n taat; patuh : -- nihan anakmu sai tuha sumang rik adikna taat sekali anakmu yang tua beda dengan adiknya
nga.noa.ti v mentaati : amon lagi lapah-lapah niku ~ lalu lintas jika lagi jalan-jalan kamu mentaati lalu lintas
ti.to.ati v ditaati : kaunyin sai peraturan di sakola ~ siswa semua yang peraturan di sekolah ditaati siswa
to.bing [tobi] n tebing : -- sai langgar nyak mak ticakak tebing yang tinggi saya tidak terdaki
to.bu [tbu] n tebu : tanoman – ubak dikanik babuy tanaman tebu ayah dimakan babi
bu.to.bu v bertebu: mempunyai tebu : kuti bangik ~ nayah kalian enak mempunyai tebu banyak
to.gas [tgas] n tegas : -- cutik caramu onti mak dibayarna tegas dikit caramu nanti tidak dibayarnya
nga.no.gas.ko v menegaskan : niku onti -- rik sabai amon tian ratong kamu nanti menegaskan sama besan jika mereka datang
ti.to.gas.ko v ditegaskan : ~ sapa amon jadina juk sina ditegaskan siapa jika jadinya seperti itu
ka.to.gas.an v minta tegas : nyak ganta ~ jak kuti saya sekarang minta tegas dari kalian
si.to.gas.an v saling tegas : amon mak ~ saroda kita kalau tidak saling tegas susahlah kita
to.gom [tgm] n tinju : liakko – kuti perlihatkan tinju kalian
no.gom [ngm] v memukul; meninju dg perlahan-lahan yg tujuannya untuk menghilangkan lelah : akas galak kilu ompuna – bandanna kakek suka minta cucunya nogom badannya
to.gop [tgp] n tegap : alangko – na maranai sina alangkah tegapnya pemuda itu
ka.to.gop.an v minta tegapkan : nyak jona ~ kaunyin sai baris saya tadi minta tegapkan semua yang baris
to.gop.ko v tegapkan : badanmu amon ngahadapi pak kapala tegapkan badanmu jika menghadapi bapak kepala
to.gor [tg] n tegur; sapa : -- amon adikmu wat kasalahan tegur jika adikmu ada kesalahan
bu.to.gur.an v berteguran : dangda kuti mak ~ rik kolpah diwik janganlah kalian tidak berteguran sama saudara sendiri
nga.no.gor.ko v menegurkan : niku mak ~ ya liyu jona kamu tidak menegurkan dia lewat tadi
ti.to.gor.ko v ditegurkan : nyak mak nyangko ~ maranai suda saya tidak menyangka ditegurkan bujang itu
ka.to.gor.an v minta tegurkan : mak liom niku ~ nombija tidak malu kamu minta tegurkan kemaren
si.to.gor.an v saling tegur : kuti amon tungguk di pok dangda mak ~ kalian jika sudah sampai di tempat janganlah tidak saling tegur
to.jang [tja] n panjang : -- cutik buwokmu mari pacak tikaruk panjang sedikit rambutmu agar bisa diikat
no.jang v memanjang : ulay suda amon tiliak ~ ular itu kalau dilihat memanjang
ti.to.jang.ko v dipanjangkan : pungumu ~ timukak tanganmu dipanjangkan ke depan
ka.to.jang.an v kepanjangan : pungu kawaimu ~ kabolah tangan bajumu kepanjangan sebelah
to.kang [tka] n belah : -- nyiwi sija ampai tikurkur belah kelapa ini baru dikukur
nga.no.kang.i v membelahi : kaunyin bakas-bakas sai di bah ~ nyiwi semua laki-laki yang di bawah membelahi kelapa
ti.to.kang v dibelah : radu unyi ~ nyiwi suda sudah semua dibelah kelapa itu
ka.to.kang.an v minta belah : nyak ~ nyiwi sija saya minta belah kelapa ini
1 to.kon [tkn] n tekan : -- api dang cara ngahurikko lampu sija tekan atau tidak cara menghidupkan lampu ini
1 nga.no.kon.ko v menekankan : nyak ~ kayu sina kuat-kuat saya menekankan kayu itu kuat-kuat
1 ti.to.kon.ko v ditekankan : ~ cutik tanihimu di bantal mak sakiik tanihi lagi ditekankan sedikit perutmu di bantal agar tdk sakit perut lagi
1 ka.to.kon v minta tekan : cuba ~ pay kayu sija coba tekankan dulu kayu ini
1 si.to.kon.an v saling tekan : dangda ~ onti kuti ribut janganlah saling tekan nanti kalian rebut
1 ti.pa.to.kon v tidak sengaja ditekan : ~ adik sanak bayi suda tidak sengaja ditekan adik anak bayi itu
2 to.kon [tkn] n kain setengah tiang yang dipakai dengan celana panjang : -- biasona dipakai bakas waktu pista adat tokon biasanya dipakai kaum lelaki saat pesta adat
to.lah [tolah] n nama : jak ronik nyak dijuk ~ Putori Inton dari kecil saya diberi nama Puteri Intan
bu.to.lah v bernama : ~ sapa anakmu sai tuha bernama siapa anakmu yang tua
nga.no.lah.ko v menamakan : ombay payja ~ niku Aisyah nenek dahulu menamakan kamu Aisyah
ti.to.lah.ko v dinamakan : ~ ubak nyak sinangon Kocik dinamakan ayah saya dulu Kelingking
ka.to.lah.an v minta beri nama : mak dapok urung jolma suda haga ~ di nyak tidak boleh tidak orang itu mau minta beri nama pada saya
to.ling [tli] n kemaluan laki-laki : -- adik sakik dikoroh agas kemaluan adik sakit digigit nyamuk
to.lon [tln] n telan : -- gancang lobas sina mari mak karasayan di lungkung telan cepat obat itu agar tidak terasa di kerongkongan
nga.no.lon v menelan : ombay ~ purmin laju sakik lungkungna nenek menelan permen terus sakit tenggorokannya
ti.to.lon v ditelan : iwak suda ~ buha ikan itu ditelan buaya
ka.to.lon v minta telan : sanak suda ~ purmin sai jak bangukna anak itu minta telan permen yang dari mulutnya
pa.to.lon v tidak sengaja tertelan : nyak ~ purmin jona pagi saya tidak sengaja tertelan permen tadi pagi
si.to.lon.an v saling telan : mak barani ~ yona umungan bugawoh tidak berani saling telan itu omongan saja
to.lu [tlu] n tiga : -- harani nyak mak sihaluan rik niku tiga saya tidak ketemu dengan kamu
nga.no.lu.ko v menigakan : ampai haga ~ sai maranai mati nombija baru mau hari menigakan lelaki yang meninggal kamaren
to.mon [tmn] n pasti : -- ya ratong onti pasti dia datang nanti
to.mu [tmu] n temu :
to.mu.ko v temukan : ~ sikam moh pagi di lombahan kuti temukan kami besok pagi di rumah kamu
bu.to.mu v bertemu : sikam nombija ~ di san kami kemaren bertemu di sana
si.to.mu.an v saling temu : kuti ~ dipa? kalian saling temu dimana
to.ngah [tah] v tengah : ~ lawok batang ari raklom nihan tengah laut sungai dalam sekali
nga.no.ngah.ko v menengahkan : kuti haga ~ kanian njuk sa kalian mau menengahkan kue seperti ini
to.nong [tn] n tenang : -- onti nyak mangsa duit kubayar unyin hutangku tenang nanti saya dapat uang kubayar hutangku
nga.no.nong.ko v menenangkan : umakna ganta ~ anakna sai miwang torus ibunya sekarang menenangkan anaknya yang nangis terus
ti.to.nong.ko v ditenangkan : ~ pai radu sina ampai carita unyin ditenangkan dulu sudah itu baru cerita semua
ka.to.nong.an v minta tenang : ubak buhaban jadi ~ cutik ayah sakit jadi minta tenang sedikit
to.pat [tpat] n tepat : liak nyak -- ngurukko ikar suda lom lubang lihat saya tepat memasukkan kelereng itu di dalam lobang
bu.to.pat.an v bertepatan : nyak lahir ~ rik hari kemerdekaan saya lahir bertepatan dengan hari kemerdekaan
ti.to.pat.i v ditepati : amon niku bujanji harus ~ jika kamu berjanji harus ditepati
ka.to.pat.an v minta tepat : nyak kilu ~ waktuna saya minta ketepaan waktunya
si.to.pat.an v bertepatan : maknyangko ~ kita lapah jama-jama tak kusangka kita bertepatan pergibersama
to.pis [tepis] n tepis : -- lalar nandok di pudakmu tepis alat nempel di mukamu
bu.to.pis.an v bertepisan : ~ sanak rua suda bakna nayah agas bertepisan anak dua itu sebab banyak nyamuk
nga.no.pis v menepis : dang ~ na kuat-kuat onti sakik jangan menepisnya kuat-kuat nanti sakit
ti.to.pis.i v ditepisi : ~ kuti sai agas nandok di kukut ditepisi kamu yang nyamuk nempel di kaki
to.pos [tps] n pas; paspasan seadanyakan : sija -- bakku kanik nasi ini pas untukku makan
to.puq [tpu] n tepuk : -- sakali jolma sina langsung ngarilong tepuk sekali orang itu langsung menoleh
bu.to.puq v bertepuk : anakku ganta kok pacak ~ anakku sekarang sudah bisa bertepuk
nga.no.puq.i v menepuki : rami jolma ~ kora ronik sina ramai orang menepuki kera kecil itu
ti.to.puq.i v ditepuki : liom nyak ~ jolma nayah malu saya ditepuki orang banyak
pa.no.puq v alat untuk menepuk : ~ kasur pangotonganna kok patoh alat untuk menepuk kasur gagangnya sudah patah
si.to.puq.an v saling tepuk : sanak rua suda ~ anak dua itu saling tepuk
ti.pa.to.puq v tidak sengaja ditepuk : kucing sina ~ kucing itu tidak sengaja ditepuk
to.rang [ta] n jelas : -- kiyai mak haga lapah posai jelas kakak tidak mau pergi sendiri
nga.no.rangko v menjelaskan : guru sikam nombija ~ cara bukalangui guru kami kemaren menjelaskan cara berenang
ti.to.rang.ko v dijelaskan : ~ sangobok rik sanak-sanak dijelaskan sebentar dengan anak-anak
to.ri [ti] n tegur : -- ayukmu dang ronongko gawina juk sina tegur kakakmu jangan diamkan kerjanya seperti itu
nga.no.ri.ko v menegurkan : nyak ~ cutik laju ronik hati ya saya menegurkan sedikit terus kecil hati dia
to.ri.ko v tegurkan : ~ mona antah jolma suda liom tegurkan dulu mungkin orang itu malu
ti.to.ri.ko v ditegurkan : nyak tikanjot jona ~ maranai suda saya terkejut tadi ditegurkan bujang itu
to.rus [tus] n terus : -- nika ga haguk pa terus kamu mau ke mana
nga.no.rus.ko v meneruskan : nyak onti ~ gawianmu saya nanti meneruskan kerjaanmu
ti.to.rus.ko v diteruskan : sai jualan ~ sapa onti yang jualan diteruskan siapa nanti
togak [tga] n berdiri : ya – pudok umakna waktu sikam ratong, dia berdiri dekat ibunya saat kami datang
toh.luy [thluy] n telor : pira horga – sisu sangabungkal berapa harga telor ayam satu butir
noh.luy v mempunyai telur proses menelorkan : sisu sikam ~ pagi jona ayam kami menelorkan tadi pagi
bu.toh.luy v bertelor : radu itikmu ~ sudah itikmu bertelor
tom.bus [tmbus] n tembus : -- cutik sabidangku bak paku tembus sedikit kainku oleh paku
nga.nom.bus.ko v menembuskan : alang tajom silip sina ~ tasku alang tajam silet itu menembuskan tas saya
ti.tom.bus v ditembus : ~ kilu nayah palastik sija ditembus seberapa banyak plastik ini
ti.pa.tom.bus v tidak sengaja menembus, tertembus : kamaapan ~ cutik palastikmu maaf, tertembus sedikit plastikmu
tom.pur [tmpu] n tempur : payu kita -- amon niku barani ayo kita tempur jika kamu berani
bu.tom.pur v bertempur : sikam paija ~ rik jolma balando cak akas kami dulu bertempur dengan orang belanda kata kakek
tom.tom [tomtom] n bungkus : iwak mancat sina -- rik bulung punti ikan gabus itu bungkus dengan daun pisang
ti.tom.tom v dibungkus : ~ umak ibotku jona dibungkus ibu bekalku tadi
ka.tom.tom v minta bungkus : adik ~ kanian sai ga ditundana adik minta bungkus kue yang mau dibawanya
si.tom.tom.an v saling bungkus : onti ~ mari gancang nanti saling bungkus agar cepat
topaq [tpa] n tepak : amon niku ga turui -- bantalmu rua kali jika kamu mau tidur tepak bantalmu dua kali
no.paq v menepak : nyak ~ bol suda tolu kali saya menepak bola itu tiga kali
ka.to.paq.kan v minta tepakkan : ~ lamat sai kupawaiko di mukak minta tepakkan kasur yang kujemurkan di depan
si.to.paq.an v saling tepak : kuti dang ~ onti wat sai miwang kalian jangan saling tepak nanti ada yang nangis
tor.bang [toba] v terbang : sikam mulang cakak kapal -- kami pulang naik kapal terbang
tor.bit [tbit] n terbit : mataharani -- jak Timur matahari terbit dari Timur
tor.jang [tja] n terjang : dang -- golas sina onti pocoh jangan terjang gelas itu nanti pecah
nga.nor.jang v menerjang : bakas sina ~ kayu laki-laki itu menerjang kayu
ti.tor.jang v diterjang : ~ sapa garubuk sija laju cadang diterjang siapa lemari ini terus rusak
ka.tor.jang v minta terjang : ~ nikuja amon juk sijada minta terjang kamu jika seperti inilah
si.tor.jang.an v saling terjang : kuti ~ dibi-dibi jona kalian saling terjang sore-sore tadi
tor.jun [tjun] n terjun : -- jak pa niku nombija terjun dari mana kamu kemaren
nga.nor.jun.ko v menerjunkan : nyak ~ kambing jak unggak mubil saya menerjunkan kambing dari atas mobil
ti.tor.jun.ko v diterjunkan : nayah tantara ~ ti pulan banyak tentara diterjunkan ke hutan
si.tor.jun.an v saling terjun : sikam ~ di way doros kami saling terjun di air deras
tor.ka [tka] n terka : cuba -- nyak dapok pira ngawil jona coba terka saya dapat berapa mancing tadi
nga.nor.ka v menerka : alang pacakmu ~ isi manggis sija alangkah bisanya kamu menerka isi manggis ini
ti.tor.ka v diterka : ~ mangis sina muak walu diterka manggis itu berisi delapan
ka.tor.ka v bisa diterka : ~ bak adik kaunyin sai ti tanya bisa diterka oleh adik semua yang ditanya
tor.tip [ttip] n tertib : amon mak -- kaunyin kuti ku ulangko jika tidak tertib semua kamu saya pulangkan
nga.nor.tip.ko v menertibkan : nyak ga ~ tiuhsa borsih saya mau menertibkan kampung ini bersih
ti.tor.tip.ko v ditertibkan : ~ cutik liom diliak hulun ditertibkan sedikit malu dilihat orang
tu.ang [tua] v tuang : nayah-nayah way sija tuang banyak-banyak air ini
tu.aq [tua] n nama kelamin laki-laki :
tu.dung [tudu] n topi : -- sapa tinggal dunggak batang jambu topi siapa tinggal di atas pohon jambu
bu.tu.dung v bertopi : ~ mari mak panas hulumu bertopi agar tidak panas kepalamu
ti.tu.dung.ko v ditopikan; ditutupkan topi dikepala : amon anakmu kok ronik ~ onti kapanasan jika anakmu masih kecil ditutupkan topi dikepala nanti kepanasan
ka.tu.dung.an v minta topikan : nyak ~ rik niku saya minta topikan dengan kamu
tu.gas [tugas] n tugas : -- sapa sai makkung radu dang mulang tugas siapa yang belum selesai jangan pulang
bu.tu.gas v bertugas : niku ganta ~ dipa kamu sekarang bertugas dimana
nga.nu.gas.ko v menugaskan : nyak ~ niku ti Pulimbang ganta saya menugaskan kamu ke Palembang sekarang
ti.tu.gas.ko v ditugaskan : haga niku ~ di Irian duda mau kamu ditugaskan di Irian sana
tu.ha [tuha] n tua : pilih sai -- amon niku ngakuk nyiwi onti pilih yang tua kalau kamu mengambil kelapa nanti
nga.nu.ha.ko v menuakan : ~ umur cutik mak api-api asak kona tarima menuakan umur sedikit tidak apa-apa asal diterima
ka.tu.ha.an v terlalu tua : ~ amon niku milih maranai suda terlalu tua kalau kamu memilih bujang itu
tu.han [tuhan] n tuhan : -- kita sai tisombah bingi harani tuhan kita satu disembah siang malam
bu.tu.han v bertuhan : mak ~ disan tidak bertuhan di sana
tu.hot [tuht] n tonggak : ~ suda kari patoh tonggak itu hampir patah
tu.kor [tuko] n tukar : --kasut sija layon dokku tukar sendal ini bukan punya saya
bu.tu.kor.an v bertukaran : haga niku ~ ali mau kamu berturan cincin
nu.kor.i v tukari : nyak ~ duit ronik saya tukari uang kecil
ti.tu.kor v ditukar : ~ sapa pok mojong sai di ja ditukar siapa tempat duduk di sini
ka.tu.kor.an v minta tukar : niku ~ rik sapa karito sina kamu minta tukar dengan siapa sepeda itu
si.tu.kor.an v saling tukar : sikam nombija ~ baju kami kemaren saling tukar baju
tu.laq [tula] n tolak, dorong : -- amon niku mak haga rik bakas sina tolak jika kamu tidak mau dengan lelaki itu
bu.tu.laq v bertolak : tingkahna ~ rik hatiku tingkahnya bertolak dengan hatiku
nga.nu.laq v menolak : nyak mak barani ~ ya ratong saya tidak berani menolak dia datang
ti.tu.laq.ko v didorong : ~ sapa laju niku tiak di way didorongkan siapa sehingga kamu jatuh ke sungai
si.tu.laq.an v saling tolak : sikam ~ rik amplop sina kami saling tolak dengan amplop itu
ti.pa.tu.laq v tidak sengaja terdorong : nyak ~ bakas sina saya tidak sengaja terdorong laki-laki itu
tu.lis [tulis] n tulis : ganta -- tolahmu sapa sekarang tulis namamu siapa
bu.tu.lis.an v bertulisan : kawaiku ~ basa kumoring bajuku bertulisan bahasa komering
nga.nu.lis v menulis : gawimu ~ api di kortas sina kerjamu menulis apa di kertas itu
ti.tu.lis v ditulis : surat sija ~ adik nombija surat itu ditulis adik kemarin
ka.tu.lis v minta tulis : niku ~ rik sapa kaligrafi sija kamu minta tulis dengan siapa kaligrafi ini
ti.pa.tu.lis v tidak sengaja tertulis : lambija adik ~ bajuna kemarin adik tidak sengaja tertulis bajunya
tu.loq [tulo] n tuli : niku -- api loga kupanggil mak didongi kamu tuli apa puas kupanggil tidak didengar
tu.lung [tulu] v tolong : -- lapah pai amboli siya tolong pergi dahulu untuk membeli garam
bu.tu.lung.an v bertolongan : gawi gancang radu amon ~ kerja cepat selesai jika bertolongan
nga.nu.lung v menolong : ~ hulun sai saro yona holau menolong orang susah itu bagus
ti.tu.lung v ditolong : jadi niku nombija ~ sapa jadi kamu kemaren ditolong siapa
si.tu.lung.an v saling tolong : ~ rik kolpah piwari diwik saling tolong sesama saudara senrdiri
tu.ma.la.wot [tumalawt] lihat malawot :
tu.mis [tumis] v tumis : -- rampaisa mohpagi tumis sayur ini besok pagi tumis
nga.nu.mis v menumis : nyak haga ~ ngura kikim saya mau menumis daun singkong
ti.tu.mis v ditumis : nyak galak nganik kotan ~ saya mau makan ketan ditumis
tu.nai [tunai] n tunai, lunas, tidak berhutang, dibayar kontan : nyak nikah rik morli suda mas kahwinna kubayar -- saya nikah dengan gadis itu emas kawinnya saya bayar tunai
tu.nas [tunas] n tunas : punti sai di balakang lombahan kok tumbuh -- pisang yang ada di belakang rumah sudah tumbuh tunas
bu.tu.nas v bertunas : alang gancangna bungamu ~ alang cepatnya bungamu bertunas
tu.pai [tupay] n tupai : nayah ~ dunggak batang nyiwi banyak tupai diatas pohon kelapa
tu.paq [tupa] n nama buah-buahan menyerupai duku rasanya ada yang manis dan ada yang masam, warna kulit dan isinya putih : niku haga nganik -- kamu mau makan tupak
tu.rui [tuui] n tidur : anakku mak haga -- anakku tidak mau tidur
bu.tu.rui.an v bertiduran : kaunyin sikam ~ di garang semua kami bertiduran di teras
nga.nu.rui.ko v menidurkan : ombay ~ ompuna sai bakas nenek menidurkan cucunya yang laki-laki
ka.tu.rui.an v ketiduran : nyak ~ di huma saya ketiduran di kebun
ti.tu.rui.ko v ditidurkan : mun sanak sija radu ~ ompai nyak lapah jika anak ini sudah ditidurkan baru saya pergiv ditidurkan: mun sanak sija radu ~ ompai nyak lapah jika anak ini sudah ditidurkan baru saya pergi
tu.rui ba.lang [tuui bala] v tidur tetapi masih mendengar semuanya : sanak sina mih ~ anak itu hanya tidur tetapi masih mendengar semuanya
tu.rui tu.rui.an v tiduran-tiduran : kok lohloh jak bugawi ganta haga ~ pay sudah lelah saya bekerja sekarang mau tidur-tiduran dahulu
tu.rui.ko v tidurkan : hari kok raklom ~ anakmu hari sudah larut tidurkan anakmu
tu.ruk [tuu] v ikut : jomoh pagi haga mak – lapah-lapah? besok pagi mau tidak kamu ikut jalan-jalan?
nga.nu.ruq.ko v mengikutkan : amon lapah onti nyak ~ anakku jika pergi nanti saya mengikutkan anakku
ti.tu.ruq.ko v diajak : niku ti dija ~ sapa kamu ke sini diajak oleh siapa
ka.tu.ruq.an v minta diajak : mak liom jolma sina ~ mongan padahal layon tamu undangan tidak malu orang itu minta diajak makan padahal bukan tamu undangan
si.tu.ruq.an v saling mengikuti : kutina adik miyadik, dang mak ~ kalian itu adik beradik, jangan tidak saling mengikuti
tu.rus [tuus] n cangkok : -- juga amon niku haga nanom jambu cangkok saja jika kamu mau menanam jambu
nga.nu.rus v mencangkok : nyak radu ~ sawo saya sudah mencangkok sawo
ti.tu.rus v dicangkok : mun haga gancang bubuah ~ juga kadundung sina jika mau cepat berbuah dicangkok saja kedondong itu
tu.rus.an v cangkokkan : ~ manggoku nombija mak kuingokko nundana cangkokan manggaku kemaren lupa saya bawa
tu.ta [tuta] v berbicara tidak jelas atau cadel seperti anak yang baru belajar bicara : sanak sina mak kung ditarima sikola bakna -- anak itu belum diterima sekolah karena berbicara tidak jelas
tu.tul [tutul] v susul : mun cakmu -- api biarda tian lapah posay menurutmu susul atau biarkan saja mereka jalan sendiri
tu.tul tu.tulan v susul menyusul : pocakna mobil kita rik mobil tian ~ tunggukna sepertinya mobil kita dan mobil mereka susul menyusul sampainya
nu.tul.i v menyusuli : niku ja ~ sikam kamu ini menyusuli kami
nga.nu.tul.ko v menyusulkan : onti nyak ~ buku sa nanti saya menyusulkan buku ini
ti.tu.tul.ko v disusulkan : niku ti dija ~ sapa kamu ke sini disusulkan siapa
ti.pa.tu.tul v tersusul, dapat menyusul : akhirna tian ~ hoda bakku akhirnya mereka tersusul juga oleh saya
tu.tur [tutu] n tutur sapa, sapaan : -- alang holauna ~ maranai sina alangkah bagusnya tutur kata pemuda itu
tu.war [tuwa] v tebang : onti dibi -- punti sai rodik pawon nanti sore tebang pisang yang dekat dapur
nga.nu.war v menebang : ubak ~ urai nombija ayah menebang pinang kemaren
ti.tu.war v ditebang : ~ sapa punti sai di kobun ditebang siapa pisang yang di kebun
ka.tu.war.an v minta tebang : nyak ~ rik kiyai pagi jona saya minta tebang dengan kakak pagi tadi
tu.won [tuwn] n benar; betul : -- cakmu pasti ya ratong benar katamu pasti dia datang
tu.won.da benarlah v benarlah : ~ niku mak haga tisalahko bakna ya sai salah benarlah kamu tidak mau disalahkan karena dia yg salah
tu.wot [tuwt] n lutut : urut pay -- ombaymu urut dulu lutut nenekmu
bu.tu.wot v berlutut : calanana mak ~ celananya tidak berlutut
tuh.lan [tuhlan] n tulang : -- iwak sina jukko di kucing tulang ikan itu berikan di kucing
bu.tuh.lan v bertulang : nyak mak haga nganik iwak ~ saya tidak mau makan ikan bertulang
tuk.tuk [tutu] v menjitak: (tentang kepala) : dang -- hulu sanak sina! jangan menjitak kepala anak itu!
2 tuk.tuk [tu-tu] v tok-tok : amon haga kuruk lombahan -- pay jika mau masuk rumah tok-tok dulu
2 nga.nuk.tuk v mengetok : sapa sai ~ rawang jona siapa yang mengetok pintu tadi
2 ti.tuk.tuk v diketok : mun haga kuruk kamar jolma barih -- pay rawangna yo jika mau masuk kamar orang lain diketok dulu pintunya ya
tum.baq [tumba] n tombak : -- gancang tikus sina tombak cepat tikus ini
bu.tum.baq v bertombak;mempunyai tombak : akas paija ~ lima kakek dulu mempunyai tombak lima
ti.tum.baq v ditombak : halimawong suda ~ ubak harimau itu ditombak ayah
ka.tum.baq v mintak: tombak : dang haga ~ rik jolma suda jangan mau minta tombak sama orang itu
si.tum.baq.an v saling tombak : niku nombija ~ rik sanak suda kamu kemaren saling tombak dengan anak itu
ti.pa.tum.baq v tidak sengaja tertombak : pas ya liyu ~ di kukutna tepat dia lewat tidak sengaja tertombak di kakinya
tum.buh [tumbuh] n tumbuh : liakda ganta cabi sai kutanom kok -- nayah lihatlah sekarang cabe yang kutanam sudah tumbuh banyak
tum.bung [tumbu] n bakal cikal kelapa : wat -- dilom nyiwi tuha ada bakal kelapa dalam kelapa tua
tum.bur [tumbu] v tabrak : awas amon ga nyaborang liak kanan kiri onti kona -- awas jika mau nyeberang lihat kanan kiri nanti kena tabrak
bu.tum.bur.an v bertabrakan : mutor rik karito jona ~ motor dengan sepeda tadi bertabrakan
nga.num.bur.ko v menabrakkan : jolma luwangan yona ~ mubilna posai orang gila dia itu menabrakkan mobilnya sendiri
ti.tum.bur v ditabrak : akas ~ karito jona pagi kakek ditabrak sepeda tadi pagi
ka.tum.bur v ketabrak : ditap kona dipa matana laju ~ batang punti di taruhnya dimana matanya sehingga menabrak pohon pisang
ti.pa.tum.bur v tidak sengaja menabrak : nyak jona ~ anak sisu saya tadi tidak sengaja menabrak anak ayam
si.tum.bur.an v saling tabrak : payu amon barani kita ~ ayo kalau berani kita saling tabrak
tum.pai [tumpai] a mudah dijangkau : abah-abah sina kok dipodokko jadi -- barang-barang itu sudah didekatkan sehingga mudah dijangkau
tum.pak [tumpa] n numpang: yang sipatnya sementara saja, num.paq v menumpang : onti kita ~ pok bibikmu nanti kita menumpang tempat bibimu
tum.pi [tumpi] nama makanan terbuat dari ketan dibungkus dg daun pisang : haga mak niku nganik -- mau kah kamu makan tumpi
tum.pil [tumpil] v cungkil, mengeluarkan sesuatu dari lubang, melepaskan sesuatu yang melekat, dan sebagainya : -- juwayakmu kintu nihan jadi lobon cungkil jerawatmu mungkin bisa hilang
num.pil v mencungkil : dang ~ poti sina jangan mencongkel peti itu
ti.tum.pil v dicungkil : ~ sapa lombahan sikam bingsina dicongkel siapa rumah kami semalam
ka.tum.pil.an v minta cungkil : cuba gudu sija ~ di ubak coba botol ini minta cungkilkan ke ayah
si.tum.pil.an v saling congkel: : lobon kaunyin tanoman kutija bakna ~ hilang semua tanaman kalian karena saling cungkil
ti.pa.tum.pil v tercongkel : ~ bak sapa bolu suda tercongkel oleh siapa bolu itu
tum.pui [tumpui] n tangkai besar : akuk ko pay sanga -- rambutan sina tolong ambilkan tangkai besar rambutan itu
tum.puk [tumpu] v tumpuk : dang -- kardus sija jangan tumpuk kotak kardus ini
bu.tum.puk v bertumpuk : kaunyinna ~ dija semuanya bertumpuk di sini
num.puk v menumpuk : alangko nayah hai-hai ~ dija alangkah banyak sampahmenumpuk di sini
ti.tum.puk.ko v ditumpukkan : ~ lom kamar kaunyin barang sai ampai ratong ditumpukkan dalam kamar semua barang yang baru datang
ka.tum.puk v minta tumpuk : nyak ~ dija amon kaunyin barang kok diantakko hulun saya minta tumpuk di sini bila semua barang sudah diantarkan orang
tun.da [tunda] v bawa : -- cutik juga amon biyak bawa sedikit saja jika beratv [tunda] bawa: -- cutik juga amon biyak bawa sedikit saja jika berat
nun.da v membawa : sapa ~ kasutku jona siapa membawa sendalku tadi
ti.tun.da v dibawa : dang lupa tas sija ~ lapah jangan lupa tas ini dibawa pergi
ka.tun.da v minta bawa : ombay ~ bajuna sai basoh jona nenek minta bawa bajunya yang basah tadi
tun.dun [tundun] n tandan : punti sai rua – suda dang tijualko pisang yang dua tandan itu jangan dijualkan
bu.tun.dun v bertandan : punti sikam ganta kok -- pisang kami sekarang sudah bertandan
sa.nga.tun.dun v setandan : pira horga punti putori ~ berapa harga pisang putri setandan
tun.dun.an v tandanan : sikam anjual punti ~ kami menjual pisang tandanan
tun.juk [tunju] n tunjuk : -- juga sapa sai niku haga tunjuk saja siapa yang kamu sukai
nga.nun.juk v menunjuk : nyak ~ jolma suda sai baju siyau saya menunjuk orang itu yang baju merah
ti.tun.juk v ditunjuk : niku ~ ga jadi ketua panitia jomoh pagi kamu ditunjuk untuk jadi ketua panitia besok pagi
ka.tun.juk v minta tunjuk : tulung ~ rang raya haga mulang tolong minta tunjuk jalan mau pulang
si.tun.juk.an v saling tunjuk : ngapi kuti jona kuliak ~ mengapa kalian tadi kulihat saling tunjuk
tun.juk.ko v tunjukkan : ~ amon mimang kuti buduit tunjukkan jika memang kalian beruang
tun.tun [tuntun] n tonton : dang -- sai pilom mak holau jangan tonton film yang tidak baik
nun.tun v nonton : nyak ~ di lombahan akas saya nonton di rumah kakek
ti.tun.tun v ditonton : mak liom niku ~ jolma rami tidak malu kamu ditonton orang ramai
si.tun.tun.an v saling tonton : di lomba puisi onti kita ~ di lomba puisi nanti kita saling tonton
ti.pa.tun.tun v tak sengaja menonton : bakna gila niku ~ bakas anjual lobas apa sebabnya kamu tak sengaja menonton lelakipenjual obat?
tung.gal [tugal] n bercampur, bersama : nyak ~ rik umakmu waktu lapah haji saya bersama dengan ibumu waktu pergi haji
ti.tung.gal.ko n dicampurkan : gula rik siya ~ mun gulai haga bangik gula dan garam dicampurkan supaya gulai jadi enak
tung.gang [tuga] v pikul : -- tungguk lombahan karung suda pikul sampai rumah karung itu
tung.gang.da v pikullah : cuba ~ somin sanga sak coba pikullah semen satu sak
ti.tung.gang v dipikul : sanak sina mak haga tiumbak tapi haga ~ anak kecil itu tidak mau digendong tapi mau dipikul
tung.gu [tugu] n tunggu : -- nyak amon kuti haga lapah tunggu saya jika kalian akan pergi
tung.gu.da v tunggulah : ~ sangrobok lagi gawisa kok haga radu tunggulah sebentar pekerjaan ini hampir selesai
tung.guk n sampai : niku -- jam pira kamu sampai jam berapa
nga.nung.guk.ko v menyampaikan : mih niku say pacak ~ umunganku hanya kamu yang bisa menyampaikan omonganku
ti.tung.guk.ko v disampaikan : barang sija ~ rik sapa barang ini disampaikan untuk siapa
si.tung.guk.an v saling sampai : kutija dang ~ umungan onti bubalah kalian ini jangan saling sampai nanti bertengkar
ka.tung.guk v minta sampai : nyak ~ salam amon niku sihaluan rik ya saya minta sampai salam jika kamu bertemu dengan dia
tung.guk.ko.da v sampaikanlah : tulung ontak laju ~ sanak sa di lombahanna tolong antar dan sampaikanlah anak ini di rumahnya
ti.pa.tung.guk v tersampaikan : ahirna ~ umunganmu jak jolma barih laju ya tisingut akhirnya tersampaikan omonganmu dari orang lain sehingga ia tersinggung merajuk
tung.kah [tukah] n tanduk : kambing suda mak angka -- sai kambing itu sudah tidak ada satu tanduk
bu.tung.kah v bertanduk : korbau sina ~ tojang kerbau itu bertanduk panjang
tung.kok [tuk] n tongkat : -- akas lobon nombija tongkat kakek hilang kemaren
bu.tung.kok v bertongkat : nyak mak haga ~ saya tidak mau bertongkat
tung.kop [tukp] v tumpah sedikit : wai sai diusungna -- cutik air yang dibawanya tumpah sedikit
tung.tung [tutu] v menuang hingga tetes terakhir : kicap manis sina kok di -- kona di gudu kecap manis itu sudah dituangkannya di botol
u.ba [uba] a bisu : tundaan jak lahir sanak sina kok -- bawaan dari lahir anak itu sudah bisu
u.bak [uba] n ayah : nyak mirak sihaluan rik -- saya ingin ketemu sama ayah
u.duk [udu] a bodoh:buyan : amon -- cak uluk juk utok hurang kalau buyan kata orang seperti otak udang
u.gih [ugih] a pantas : -- niku makai kawai sija pantas kamu memakai baju ini
u.jur [uju] v selonjor : bangik rasana mojong kukut -- enak rasanya duduk kaki selonjor
ujur.ko v selonjorkan : amon niku tunggu ~ kukutmu jika kamu sampai selonjorkan kakimu
u.la.ngan [ulaan] v berpantun seperti bernyanyi keliling kampung : semakkung kahwin, bakal kabayan biasona -- sebelum menikah, calon pengantin biasanya berpantun keliling kampung
u.lah [ulah] v pegang : dang -- kanian sija jangan pegang kue ini
ti.u.lah v dipegang : kok uni tungkok mak ~ sudah lama tongkat ini tidak dipegang
ngu.lah v megang : nyak ~ punguna jona saya megang tangannya tadi
ti.pa.u.lah v memegang : tidak sengaja: nyak laju ~ sanak sina lalu saya tidak sengaja memegang anak ini
u.lai [ulay] n ular : lamon -- di bah batang sina banyak ular di bawah pohon itu
u.lam [ulam] n lalap : niku haga -- joring? kamu mau lalap jengkol?
ngu.lam.ko v melalapkan : bangik nihan nyak mongan ~ lopang enak sekali saya makan melalapkan timun
ti.pa.u.lam v terlalap (tidak sengaja terlalap) : alang pahik rasa paria sina ~ nyak mongan jona alangkah pahit rasa pare itu terlalap saya waktu makan tadi
bu.u.lam v berlalap : niku mongan jona -- adok? kamu makan tadi berlalap apa?
u.loh [uloh] v kembali : -- cawa ku di niku, dang mak ratong bingi onti kembali pembicaraan saya sama kamu, jangan tidak datang malam nanti
u.loh.ko v kembalikan : amon niku radu makai kawai sija, ~ pok na na jika kamu sudah memakai baju ini, kembalikan ke tempat semula
ti.u.loh.ko v dikembalikan : bangku radu ~ dilom lombahan sudah dikembalikan di dalam rumah
u.lok [ulo] n pusaran air : dangda niku mandi rodik -- onti tihanyut janganlah kamu mandi dekat pusaran air nanti terhanyut
u.mung [umu] n omong, bicara :
ngu.mung n berbicara : niku haga ~ api, cawako juga kamu mau berbicacara apa, katakana saja
ngu.mung ngu.mung n ngomong-ngomong : ~ nyak haga mulang pay bakna kok bingi ngomong-ngomong saya mau pulang dulu karena sudah malam
u.mung.an n pembicaraan ; perkataan : nyak mak andongi ~ niku jona saya tidak mendengar pembicaraan kamu tadi
u.mung.ko n bicarakan : dang ~ ganta, onti juga jangan bicarakan sekarang, nanti saja
u.ni [uni] v lama : nihan umak lapah lama sekali ibu pergi
ka.u.ni.an [kaunian] v kelamaan , terlalu lama : lapah onti dang ~ onti mulangna loh-loh munih pergi nanti jangan kelamaan nanti pulangnya jadi kelelahan
u.ni u.ni adv lama-lama : dang ~ niku lapah jangan lama-lama kamu pergi
u.rau [uau] v undang : amon niku sadokah onti -- nyak jika kamu sedekah nanti undang saya
bu.u.rau.an v pakai undangan , berundangan : niku haga ~ kolir api kamu mau pakai undangan warna apa;
ngu.rau v mengundang : nyak radu ~ tian sai di Pulimbang saya sudah mengundang mereka yg di Palembang
ti.u.rau v diundang : ~ sapa kuti ti dija diundang siapa kalian di sini
ka.u.rau.an v ke undangan ; menghadiri undangan : minggu mukak kuti ga ~ dipa minggu depan kalian mau menghadiri undangan di mana?
u.rong [u] n sumsum : rasana kukutku sakik tungguk -- rasanya kakiku sakit hingga di sumsum
u.rop [uop] n alat untuk menumbuk sirih, biasanya nenek-nenek yg mau menyirih mempunyai alat ini : amon niku ti kalangan boliko nyak -- jika kamu pergi ke kalangan belikan saya urop
u.yang [uya] n saudara perempuan : sapa sai manjau di pok sikam saudara perempuan siapa yg sedang berkunjung di tempat kami
bu.u.yang v beruyang : mempunyai saudara perempuan: nyak ~ sai saya mempunyai saudara perempuan satu
ulor [ulor] n ulat : -- biasona wat di rampai ulat biasanya ada di sayuran
um.bar [umba] n tidak sempit : -- kamarku ganta tidak sempit lagi kamarku sekarang
umak [uma] n ibu : say paling cindo sina -- ku yang paling cantik itu ibuku
un.di n buntut ayam : jolma sina makhaga nganik -- orang itu tidak mau makan buntut ayam
un.tang [unta] n gulungan benang : sapa ngaliak -- layangan di ja siapa melihat gulungan benang layangan di sini
ung.gok [ug] a tidak mau : nyak -- lapah mona saya tidak mau pergi duluan
ung.kai [ungkai] v bongkar : -- juga garubuk sa sopokda sabidangmu bongkar saja lemariku ini carilah kainmu
ung.kai.da v bongkarlah : ~ kutak sija, kintu wat say niku sopok bongkarlah kotak ini mungkin ada yang kau cari
ung.lin [ulin] n kayu unglen : ubak nombija amboli -- ayah kemarin membeli kayu unglen
bu.ung.lin n berunglen : mempunyai kayu unglen : amon niku ~ jadi mak nyak burasan cutik bila kamu mempunyai kayu unglen boleh tidak minta sedikit
wai [way] n air : wat -- di got ada air di got
wai.yoh [waj yoh] n air seni : -- sanak sina hancing nihan air seni anak itu pesing sekali
way.nyi.wi [wa iwi] n air kelapa : -- hoda baugik diinum air kelapa juga enak diminum
ya.kin [yan] a yakin : nyak -- Allah pasti nulungku saya yakin pasti allah menolongku
ya.kin.da a yakinlah : ~ jolma tuha pasti sayang rik anakna yakinlah orang tua pasti sayang dengan anaknya
ya.kin.ko a yakinkan : tulung ~ nyak rik janjimu tolong yakinkan saya dengan janjimu
yo.da [yda] n benar : -- nihan, nyak say ratong lambija benar sekali, saya yang datang kemarin
yo.ja [ya] pron dia ini : -- amon titinggalko posai mak haga dia ini jika ditinggalkan sendiri tidak mau
yo.ja.da pron dia inilah : ~ say kutunggu-tungu jak payja dia inilah yg kutunggu-tunggu dari dahulu
yo.na [yna] pron dia, ia : -- mak haga ratong pok lombahan ku dia tidak mau datang tempat saya
yoh [yh] n air seni : -- sanak sija ngalancur jawoh air seni anak ini meluncur jauh
yok.yok [yy] n padat : -- kotan sija amon tikanik botong tanihi padat ketan ini jika dimakan kenyang perut
ti.yok.yok.ko v dipadatkan : kan rik gulanai ~ di kutak kanian mun haga lamon ibotmu nasi dan lauknya dipadatkan dalam kotak makanan jika mau banyak bekalmu
yok.yok.ko v padatkan : ~ karung sija rik bias padatkan karung ini dengan beras
yop.yop [ypyp] a tidak bersuara : amon yona kutanya tidak bersuara jika dia saya tanya
yot [yt] n ikut : nyak haga -- hoda amon kuti lapah saya mau ikut juga jika kalian pergi
yu [y] pron ya : -- nyak nonti lapah pok mu ya saya pergi ke tempat kamu
yu.kum [ym] n buah sejenis anggur warna ungu tapi buah hutan : nyak mirak nganik -- saya ingin makan buah yukum
zu.rik [zui] n golok : gagang -- sina tikacai gagang golok itu terjatuh